
Sandra yang mencari tempat untuk istirahat bersama. Sampai dikantin mereka makan bersama samapi hari berganti malam dimana mereka menuju asrama. Sandra yang merasa dirinya lelah ingin melihat langit malam. “Kapan semua ini akan berakhir,”kata Sandra.
“Kenapa kamu Sandra,”ucap Saga yang datang juga duduk disampingnya.
“Kamu belum tidur,”kata Sandra.”Belum tapi yang lain sudah. Tapi kenapa kamu melamun apa yang kamu pikirkan,”kata Saga.
“Aku hanya berpikir kapan aku bisa menyelesaikan akademi ini,”kata Sandra.
“Tunggu dulu Sandra apa dari awal kamu tidak mendaftar di akademi ini, Jika kamu terlihat murung seperti itu,”kata Saga.
“Tidak, aku tidak pernah mendaftar akademi ini atapi Baz,”kata Sandra.”Apa bagaimana bisa. Jadi dari awal kamu tidak tahu tentang dunia ini ya,”kata Saga.
“Mana aku tahu kalau ada dunia lain yang kacau di tempat ini. Apa lagi tempat ini disembunyikan oelh pemerintah,”kata Sandra yang menghela.
“Tapi kalian sudah tahu tempat ini,”kata Sandra lagi.”Kami sudah tahu setelah kamu lulus kuliah,”kata Saga.
“Aku boro-boro lulus kuliah. Aku saja dikurung dijadikan pembantu oleh istri aku dan sekara dia bahagia dengan laki-laki lain setelah apa yang aku miliki dipindah tangankan,”kata Sandra.
“Kenapa kamu sangat menderita seperti itu Sandra,”kata Saga.
“Tidak juga, tapi malah aku senang jika istriku menceraikan aku. Jadi aku bisa datang ke tempa yang benar. Jika aku bisa keluar dari tempat ini,”kata Sandra.
“Kamu itu aneh Sandra,”kata Saga. Sandra hanya tersenyum sambil melihat langit malam yang berbeda dengan langit yang dia lihat. Saga yang melihat Sandra merasa kalau Sandra sedang merindukan seorang tapi Saga yang tidak tahu hanya bisa terdiam diri.
“Kenapa kamu masih disini,”kata Sandra.
“Aku hanya mau menemani kamu saja,”kata Saga. Saat semua sedang istirahat Sandra merasakan semua tekanan yang dari jauh.”Apa kita diserang lagi?,”kata Sandra.
“Apa maksud kamu,”kata Saga yang mulai khawatir dengan ucapan Sandra.”Kamu tidak merasakannya kalau ada gelombang tekanan dari monster. Tapi bukan disini mungkin saja dari tempat lain,”kata Sandra.
“Tapi aku tidak merasakn apa-apa. Mungkin kamu kecapean saja Sandra,”ucap Saga.”Mustahil kalau aku kecapean. Tapi perasaan ini sama dengan waktu aku diserang kok,”kata Sandra.”Kamu jangan membuat aku gelisah Sandra,”kata Saga.
“Siapa juga yang mau membuat kamu gelisah,”kat Sandra.
__ADS_1
“Tadi kamu mengatakan kalau ada monster yang datang,”ucap Saga.”Apa yang kalian bicarakan,”kata Pil.
“Kalian kenapa bangun,”kata Sandra yang melihat ke belakang. “Kami terbangun karena merasakan getaran,”kata Pol.
“Ketaran apa,a ku tidak merasaka apa-apa,”kata Saga.”Aku tidak merasakan ada getaran. Tapi aku merasakn ada gelombang tekanan dari monste. Tapi bukan disini di tempat lain,”kata Sandra.
“Apa kamu yakin ada monster datang ke sini, Sandra,”kata Pocky.
“Itu hanya perasaanku saja. Tapi tidak tahu akan ada atau tidak,”kata Sandra.”Tapi jika itu benar pasti ada alarem yang berbunyi bukan,”kata Wati.
Sandra bersama dengan teman sekamarnya yang awalnya tidak percaya merasakan ada tekanan yang membuat mereka teriingat dengan kejadian kelas siang tadi.”Apa kalian merasakan yang sama,”ucap Jarmy.
“Kurasa iya,”ucap Fresthe.
Tiba-tiba alarem berbunyi tanda bahaya. Dimana semua murid untuk waspada dan menjaga diri mereka sendiri.”Sudah mulai ya,”kata Sandra.
“Kita harus mencari tempat berlindung Sandra,”kata Jami.
“Kamu tidak tahu kalau tempat ini itu sudah terpasang pelindung anti tekanan. Jadi kita bisa bergerak dibawa tekana para monster,”kata Atik.
“Jika tempat ini sudah ada tempat pelindungan anti tekanan. Kenapa di lorong atau di taman tidak ada pelindung,”kata Sandra.
“Itu karena hanya sebagian tempat saja ada pelindung,”kata Fros.
“Jangan bila kalau Akademi ini kekurangan dana,”kata Sandra. Semua terdiam mendengarkan ucapkan Sandra. “Kenapa wajah kalian terlihat tidak enak dipandang. Tapi sebelum itu ada alat yang bisa digunakan tidak atau senjata,”kata Sandra.
“Untuk apa,”kata Jemi. “Lihatlah diluar tepat didepan mata kalian,”ucap Sandra. Mereka seketiga terkejut dengan monster mengarah ke arah mereka.”Sebaiknya tenangkan diri kalian sebelum kalian bertindak,”kata Sandra yang masih santai. Sedangkan Sagar yang ada disampingnya sudah bergetar ketakutan.
Sandra menepuk punggung Saga yang masih ketakutan.”Hai Saga tenangkan diri kamu,”ucap Sandrs dengan keras. “Maaf,”kata Saga yang mulai tenang. Saga berdiri dengan Sandra yang juga ikut berdiri. “Aku hanya ada ini saja,”kata Jermiy.
“Itu bisa digunakan. Tapi ada berapa banyak barang ini,”kata Sandra.”Ada tiga saja, tapi kamu mau gunakan untuk apa benda ini,”kata Jemi.
“Nanti kalian juga akan tahu,”kata Sandra yang siapa pada posisi melempar tombak kecil. Sandra yangs duah tahu posisi dari titik lemah monster yang bisa terbang. Sandra yang percaya diri mulai melontarkan senjatanya ke arah monster saat mereka membuka mulu. Satu monster tumbang dan ada dua monster yang datang mendekat. Sandra mulai menyerang dan melemparkan tombak kecil ke arah monster yang terbang.
__ADS_1
Saat semua monster terjatuh Sandra melihat kebawah dimana murid akademi yang juga sedang berjuang melawan monster dibawah.”Sekarang apa yang harus kita lakukan?,”kata Jami.
“Apa yang harus kita lakukan?,”kata Sandra.”Kenapa kamu malah balik tanya,”ucap Fros.”Lalu aku harus jawab apa. Kalau aku saja tidak tahu monster apa mereka,”kata Sandra.
“Iya juga dia tidak tahu monster apa tadi. Jadi kalau begini kami akan jelaskan kamu bisa membunuh monster tersebut bukan,”kata Pocky.
“Enaknya kalian bicara seperti itu. Kalian pikir itu mudah untuk dikalahkan dengan penjelasan kalian,”kata Snadra.
“Jika seperti itu kita buat rencana untuk penyelamatan kita semua bagaimana,”kata Pocky.
“Bagaimana caranya,”kata Pil.
“Bagaimana ya kita hanya mencari senjata lebih dulu sebelum kita mulai aksinya,”kata Pol.
“Tapi dari mana kita mendapatkan senjata itu,”kata Pil.
“Kenapa kalian ribut saja. Pakai saja ini,”kata Saga. Semua mata melihat ke arah Saga yang menyembunyikan banyak senjata.”Dari mana kamu mendapatkannya,”kata ATIK.
“Kamu sudah menyembunyikan senjata tapi kamu tidak gunakan,”kata Sandra.
“Kamu habta, tapi mencuri itu tidak baik,”kata Fros.”Kenapa kalian menatap aku seperti itu. Ini hanya koleksi yang aku miliki. Karena aku suka menyimpan bagai jenis senjata. Tapi ini belum sempurna,”kata Saga.
“Belum sempurnah bagaimana maksud kamu,”kata Sandra.
“Senjata ini adalah senjata yang aku buat, makanya belum sempurna,”ucap Saga.
“Kamu membuat senjata ini Saga,”kata Jemi. Mereka yang melihat juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Saga.”Jika ini belum sempurnah, kamu bisakan menyempurnakan senjatanya. Jika kita uji coba sekarang,”kata Sandra.
“Apa kamu yakin ingin mencoba senjata yang belum dicoba ketajamannnya,”kata Saga.”Mau bagaimana lagi kita membutuhkan senjata dan strategi untuk mengalahkan monster yang masuk ke wilayah kita bukan,”kata Sandra.
“Itu benar juga, tapi bagaimana rencananya,”kata Fros. Fresthe dan Pocky yang sedang melihat situasi membuat rencana.”Aku sudah mendapatkan rencana, hanya saja kita mengalahkan monster yang levelnya lebih kecil dari kita lebih dulu. Untuk tekanan..,”kata Fresthe.
“Kalian tidak usah khawatir untuk tekanan,”kata Wati yang memperlihatkan gelang.”Apa ini,”kata semua yang melihat.
__ADS_1