Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 119


__ADS_3

Para penjaga yang sudah mengatasi para tikus sudah di kirung dibawah gedung baru yang di miliki oleh Sandra.”Hai kamu tidak masalah dengan tikus itu tahu semuanya,”kata dewa bunga.


“Siapa yang tahu kalau ada tikus yang datang dan ingin mencari tahu tentang wilayah yang aku beli,”kata Sandra sambil berpikir.


“Lalu kamu mau pergi kemana sekarang,”kata dewa kehiudpan.


“Aku akan istirahat disini sampai waktuya tiba Aku tidak mungkin bertemu dengan dia sekarang, jika aku saja masih belum tahu apa yang dia ingin lakukan,”kata Sandra yang menghela nafas.


“Seperti biasanya kamu masih mencari cela sementara kamu sudah tahu semua cela dari musuh kamu. AP kamu tidak rindu mereka yang ada di dunia monster,”kata Leo.


“Rindu ya mungkin saja. Tapi aku juga masih sedang berpikir kata apa yang akan aku berikan kepada dia nanti,”kata Sandra yang pergi naik ke atas lantai dua. Dimana di lantai dasar hanya ada Leo dan para dewa yang sedang bersantai.


Sandra yang sudah naik ke atas dimana kamar dia berada. Dengan teras yang sudah terbuka dimana pemandangan yang tidak enak yang dia lihat.”Tapi bagaimana kamu akan memperbaiki ini semua,”ucap dewa kehidupan bersama dengan dewa pencipta. Datang setelah Sandra masuk ke dalam.


“Kenapa kalian bisa ada di sini bukan kalian tadi ada dibawah,”kata Sandra yang duduk diteras. Di susul oleh ke dua dewa yang juga duduk didekat Sandra.


“Apa yang kamu pandang. Semua tikus sudah kamu tangani. Tapi melihat wajah kamu yang seperti itu, aku tebak kamu merindukan Intan bukan,”kata dewa kehidupan.


“Intan ya. Tapi aku tahu kalau dia akan baik-baik saja disana. Jadi aku tidak terlalu terpikirkan oleh dia yang lakukan,”kata Sandra.


“Tapi bagaimana kamu akan membuat wilayah ini kembali seperti semula,”kata Dewa pencipta.


“Sedang dalam proses berpikir,”kata Sandra.


“Bilang saja kamu lagi malas mikir untuk sekarang ya,”kata dewa kehidupan.


“Kakek tua yang tidak bisa bosan mengganggu cucunya yang sedang bersantai ,”kata Sandra.


“Bagaimana dengan orang tua kamu dan kakek kamu dan saudara kamu bagaimana kabar dia,”kata dewa kehidupan.


“Jika anda bertanya bagaimana mereka sudah damai di tempat yang indah, bukan di tempat ini. Sekarang ini tahun berapa mereka bisa hiudp,”ucap Sandra.


“Jadi mereka sudah pergi ya. Tapi keturunan mereka masih ada bukan,”kata dewa kehidupan.

__ADS_1


“Mereka masih ada di dunia monster. Karena pernah di usir oleh pihak akademik,”kata Sandra.


“Lalu bagaimana dengan kamu sendiri,”kata dewa pencipta.


“Aku masih dalam proses. Mau bahagia selesaikan dulu semua masalah yang sudah ada bukan biar hidup tenang. Tapi bagaimana bisa kalian di serap kekuatannya oleh raja dewa. Apa yang sudah mereka lakukan pada kalian yang seharusnya sudah mati tapi malah menderita,”kata Sandra.


“Apa yang kamu katakan memang benar. Dia tidak benar membunuh kami, tapi raja dewa dan dewa penghancur menginginkan kekuatan kami di serap,”kata dewa pencipta.


“Tapi untuk apa dia ingin kekuatan kalian. Apa mungkin ada hal yang menarik yang tidak aku ketahui di dunia dewa ini,”ucap Sandra yang senang mendapatkan cerita baru. Posisi tangan menuggu cerita dari sang ayah.


“Kamu tidak pernah berubah ternyata,”kata dewa kehidupan.


“Mau bagaimana lagi. Inilah kehidupanku. Ayo ceritakan apa yang sedang terjadi,”kata Sandra yang tidak sabar menuggu cerita dari mereka berdua.


“Mau dari mana dulu ini,”kata dewa pencipta.


“Kenapa dari dia yang mulai ingin posisi dari raja dewa saja,”kata dewa kehidupan.


“Tunggu dulu tadi kamu berkata dewa penipu. Kalau tidak salah kedudukan dari dewa penipu itu sangat rendah bukan. Tapi bagaimana bisa dia menjadi paling atas,”kata Sandra.


“Itu karena satu dewa yang kami sebutkan itu dulu orang tuanya adalah salah satau raja. Tapi karena tidak memenuihi tugas sebagai raja dia di turunkan jabatannya menjadi dewa pemborosan. Anaknya dewa penipu yang tahu latar belakang dari orang tuanya sangat marah. Kenapa dia bisa menjadi dewa tingkat bawah dari yang atas turun dengan sangat tidak hormat. Dewa penipu sangat marah dengan ayahnya. Tapi ayahnya tidak bisa berkata apa-apa sampai ibunya berkata kalau semua ini adalah perbuatan dari pamannya yang membuat ayahnya menjadi seperti ini,”kata dewa pencipta.


“Jadi semau itu berasal dari keluarga mereka yang tidak terima turun pangkat begitu,”kata Sandra.


“Itu benar,”kata dewa pencipta.


“Lalu bagaimana dia bisa membuat kekuatan dewa yang tersegel bisa lepas dari dewa penipu,”kata Sandra.


“Itu dia yang sedang kami selidiki tapi masih saja belum menemukan hasilnya. Tapi yang kami dapatkan adalah dewa penipu bekerja sama dengan anak dari dewa penghancur. Kuras adaris itulah mereka sudah merencanakan semuanya,”kata dewa pencipta.


“Jika seperti itu. Aku sedikit paham melihat wilayah ini tidak ada kehidupan sama sekali,”kata Sandra.


“Apa yang kamu katakan?,”ucap dewa pencipta.

__ADS_1


“Yang dia katakan benar juga jika orang itu bsa menyerap kekuatan dewa kalian. Pasti sudah di uji dengan menyerap kehidupan di satu wilayah bukan. Tapi bagaimana bisa dia menyerap seperti itu jika tidak ada panduannnya,”kata Leo.


“Kamu juga ikut menguping Leo,”kata Sandra.


“Emangnya tidak boleh jika kami ikut bergabung juga. Kami juga ingin tahu apa yang sudah terjadi agar tidak ketinggalan informasi,”kata dewa penghakim.


“Jika seperti itu. Kurasa sudah waktunya kamu buka mulut dewa bunga,”kata Sandra.


“Bagaimana dengan tikus yang mengawasi kita,”kata dewa bunga.


“Tidak usah khawatir mereka sudah di kurung di bawah dijadikan tikus percobaan dari anak buahnya,”kata Leo.


“Itu tidak mungkin, bagaimana bisa dia melakukannya,”kata Dewa bunga.


“Apa yang tidak mungkin akan menjadi mungkin jika sudah ada niat,”kata Leo. “Itu benar juga,”ucap dewa kehidupan yang sepemikiran dengan Leo.


“Apa kalian yakin jika mereka sudah di tangkap semua. Lalu yang disana itu apa?,”kata dewa bunga yang melihat dari jauh seorang berpakaian jubah hitam. Mereka semua melihat ke arah yang ditunjuk oleh dewa bunga.


“Aku tidak tahu yang itu. Tapi dari aura mereka seperti bukan orang jahat. Seperti mereka penduduk asli wilayah ini saja,”kata Sandra yang telah mengamati.


“Tapi kenapa mereka datang ke sini seperti dikejar oleh musuh ya,”kata dewa bawah neraka.


“Kurasa aku tahu apa yang terjadi. Hai Sandra mahkluk itu bukan satu ciptaan dewa penghancur bukan,”kata Leo. Sandra kembali melihat dan tersenyum dimana dia menyuruh anak buahnya untuk melawan monsternya.


“Kalian hadapii itu dan ambil batu yang tertanap di dalam perut monster. Hati-hati dengan racunnya,”ucap Sandra sebelum anak buahnya pergi ke arah monster.


“Kamu tidak ingin terlibat dengan monster,”kata dewa bunga.


“Jika aku terlibat itu tidak akan asik lagi, bukan sudah bisa ditebak kalau aku ketahuan rencana yang kita buat bisa saja gagal,”kata Sandra.


“Itu benar. Tapi anak buah kamu bukan akan ketahuan juga,”kata Leo.


“Kata siapa akan ketahuan. Kamu tidak tahu itu anak buah yang ada di dunia dewa bukan sama dengan dunia kegelapan sata itu,”ucap Sandra.

__ADS_1


__ADS_2