
Intan yang melihat kantong uangnya.”Apa ini semua bisa cukup membeli satu rumat tidak ya,”kata Intan sambil berpikri.
“Karena mereka sudah membuangku aku harus bisa hidup bahagia. Tapi kemana mereka ya,”ucap Intan yang sudah mengemasi barangnya. Dimana Intan berjalan dan mendapatkan satu berita yang menghebongkan kalau adalah keluarga baru yang menjadi bangsawan kelas atas.
Tapi Intan yang melihat bangsawan baru itu persis dengan orang tua Intan dan kakaknya.”Mereka bagaimana bisa mendapatkan rumah yang besar ini,”kata Intan yang mencari tahu. Menemukan rumah yang besar yang sudah dijaga oleh penjaga pintu. Intan yang melihat dari jauh kakanya sedang berkumpul bersama dengan orang tuanya ditaman.
“Kenapa mereka bisa bahagia aku tidak bisa. Kenapa mereka tidak membawaku,”kata Intan. Sampai Intan sadar kalau semua ini adalah mimpi yang tidak akan bisa menjadi nyata. Intan pergi dari rumah orang tuanya yang sudah membuang dia dan membakar dia dalam lautan api.”Aku harus bisa hidup mandiri,”ucap Intan yang meyemangati dirinya sendiri.
Intan yang pergi ke tampat lain dimana harga rumah murah dan bisa ditinggali. Dengan uang yang dia dapatkan Intan pergi meninggalkan semua yang tidak akan menjadi miliknya. Intan yang tidak ingin menghubungi Sandra karena tidak ingin merepotkan Intan. Di perjalanan menuju desa lain setelah urusan semua selesai Intan pergi dengan rasa sedih.”Makan yang dia makan untuk terakhir kalinya. Rasa kasur dan rumah walaupun hanya sedikit. Intan bisa melepaskan semuanya,”ucap hati Intan.
“Ayo mulai hidup baru Intan, jangan sedih,”ucap Intan yang sudah mulai perjalanan menuju desa lain. Di perjalanan menuju desa yang damai dan tidak terjangkau oleh siapa saja. intan yang juga mendapatkan informasi kalau desa disana tanah dan rumahnya harganya murah. Intan yang tidak ingin menyiakan kesempatan ini pergi ke desa itu. Di perjalan yang panjang Intan juga mencari tahu tentang desa yang akan dia tinggali.
“Tapi kenapa tanah dan rumah disana sangta terjangkau ya,”ucap Intan sambil berpikir. Dua hari perjalanan Intan di dalam kereta dagang. Sampai dia sampai didesa Intan yang melihatnya kalau disana semua orang sangat ramah.
Intan mulai mencari rumah yang dia inginkan. Sampai waktu berjalan cepat rumah dengan lahan yang bagus untuk bisa di tanamani sayuran. Intan yang masuk ke dalam rumah yang dijual karena ada dua lantai dimana ruangannya sangat bagus. Intan tanpa berpikir panjang segera mengurus pembayaran rumah yang dibeli oleh Intan. Intan yang sudah membayar rumah dengan uang dikumpulkan oleh Intan selama ini. “Akhirnya aku memiliki rumahku sendiri,”ucap Intan. Dimana Intan melihat kantong uangnya masih ada 20 koin emas yang setara dengan 10 koin perak untuk satu koinnya.
“Masih ada sisa. Aku akan membeli bibit sayur dan bahan untuk membuat kue. Kurasa bisa membuat bisnis yang baru,”ucap Intan yang senang. Intan masuk ke dalam dimana dia mulai membersihkan rumah yang dia beli. Waktu terus berjalan sampai hari telah berganti Intan yang melihat cahaya ke orenan mulai meredup. Diganti dengan malam dengan suasana yang berbeda.
“Untung saja aku sudah membeli bahan untuk makan malam hari ini,”kata Intan yang pergi ke dapur. Dimana Intan mulai memasang dengan bahan yang sudah dia beli tadi siang. Sup sayur dan kue kering yang sudah siap untuk mengisi perut Intan dimalam pertama dia tinggal didesa baru. Tapi belum dia memakan satu suap supnya dan kue keringnya. Intan mendaptkan panggilan alat komunikasi dari Sandra.”Intan kamu dimana sekarang,”ucap Sandra yang telihat gelisah.
“Sandra ada apa dengan kamu, terlihat gelisah dan habis lari kamu,”ucap Intan.
__ADS_1
“Jawab saja kamu sekarang ada dimana,”kata Sandra.
“Aku ada di desa PandarJaya. Aku pindah rumah karena rumah yang selama ini aku tinggali sudah hangus kebakar,”kata Intan yang tidak ragu mengatakan sebenarnya. Tapi belum sempat selesai berkata Intan mendengar suara ketukan pintu. Intan yang berdiri dari tempat duduk berjalan ke arah pintu. Dimana Intan membuka pintu terlihat Sandra didepan dirinya. Wajah Sandra yang terlihat gelisah dan takut langsung memeluk Intan didepannya.
“Kamu kemana tidak bilang kalau rumah kamu kebakaran,”ucap Sandra sambil memeluk Intan.
“Aku tidak ingin kamu khawatir. Tapi bagaimana kamu bisa tahu kalau aku ada di sini,”ucap Intan yang tadi baru memberitahu Sandra. Tapi sekarang dia ada didepan mata Intan dengan wajah yang terlihat gelisah. Intan yang membalas pelukan Sandra agar dia bisa tenang. Setelah Sandra yang telah tenang Intan mengizinkan Sandra masuk ke dalam rumah.”Apa kamu sudah makan Sandra?,”kata Intan.
Sandra yang menggelengkan kepalany. Intan yang tersenyum dan berjalan ke arah dapur. Karena masih ada sisa sup dan kue yang masih ada. Intan memberikan kepada Sandra.”Kita makan bersama ya,”ucap Intan. Dimana Sandra yang melihat Intan yang baik-baik saja. Mereka memakan malam bersama selesai makan malam Sandra kembali menatap ke arah Intan.
“Kenapa kamu tinggal disin. Bagaimana dengan orang tua kamu dan kakak kamu,”kata Sandra.
“Mereka sudah memiliki rumah baru dan gelar baru,”ucap Intan.
“Bagaimana ya menjelaskannya?,”kata Intan yang tidak tahu harus bagaimana menceritakannya.
“Bukan kamu bisa bertanya kepada kembaran kamu Sandra,”kata Intan.
Sandra hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa hanya mata yang saling memandang satu sama lain.”Baiklah tapi lain kali kamu bilang kepadaku. Jika kamu pergi ya, aku tidak mau kehilangan kamu lagi,”kata Sandra.
“Maaf aku membuat kamu khawatir,”ucap Intan.
__ADS_1
“Tapi kenapa kamu bisa datang ke sini setelah aku berkata desa pandarjaya,”kata Intan yang masih bingung.
“Kamu tidak perlu tahu. Tapi jika kamu mau aku bisa memberikan rumah yang lebih besar dari sini. Untuk kamu tinggal,”kata Sandra. Intan hanya menggelengkan kepalanya saja.”Kenapa kamu tidak mau. Orang tua kamu sudah membuang kamu dan kamu ada didesa ini sendirian,”kata Sandra.
“Aku baik saja. Aku akan tinggal disini. Aku tidak perduli dengan mereka lagi,”kata Intan yang menyembunyikan rasa sakitnya.
Sandra hanya menghela nafas saja dan langsung memeluk Intan.”Jika kamu mau tinggal di sini. Aku akan menemani kamu,”kata Sandra.
“Tapi Sandra bagaimana dengan keluarga kamu jika kamu tinggal di sini,”kata Intan. Sandra hanya mengelus kepala Intan sambil berkata,”Kamu tidak usah khawatir dengan semuanya. Aku yang akan menafkahi kamu mulai sekarang.”
“Tidak,”ucap Intan yang berpaling.
“Kenapa,”kata Sandra yang tidak tahu harus berkata apa.
“Karena aku ingin menjalani hidupku sendiri. Aku juga tidka tahu kenapa kamu sangat baik dengan diriku,”kata Intan sambil berpikir.
“Aku menyukai kamu Intan,”ucap Sandra sambil memengang tangan Intan. Intan yang mendengar itu sedikit terkejut. Tapi melihat semua yang dia lalui membuat dia masih belum percaya dengan Sandra.
Sandra yang tahu dari raut wajah Intan hanya bisa berkata.”Aku akan menuggu kamu sampai kamu mau menerima kamu. Tapi biarakan aku membantu kamu,”ucap Sandra.
“Apa yang ingin kamu lakukan jika aku berkata iya,”kata Intan yang belum selesai. Tapi wjaha Sandra yang mendengar kata itu sangat senang dan langsung mencium bibir Intan. Tapi Intan dengan cepat menghalangi Sandra.”Kamu mau apa Sandra,”kata Intan yang sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Sandra.
__ADS_1
“Bukan kamu tadi berkata iya, bukan,”kata Sandra memegang tangan Intan yang menghalangi bibirnya.”Yang aku maksudkan adalah iya aku menerima bantuan kamu. Bukan Iya aku menerima kamu mencari kekasih kamu,”kata Intan. Sandra yang mendengarnya menjadi lesu dan kembali duduk. Wajah Sandra yang terlihat lesu membuat hatinya sedih dan malu karena salah mengartikan perkataan dari Sandra. Intan yang melihatnya hanya tersenyum saja dan memalingkan wajahnya karena apa yang dilakukan oleh Sandra.