
Para penjaga yang masih bertarung dengan monster yang datang setelah gelombang selesai. Waktu terus berjalan sampai dimana mereka menghabisimonster. Tapilagi-lagi mereka menemukan pecahan batu kehidupan yang dipasang di tubuh para mosnter.
“Kamu masih ingin menonton saja. Kurasa monster yang kamu buat sudah sampai habis ya,”kata Sandra.
“Apa itu benar,”kata dewa penghancur yang memiliki rencana lain. Sandra yang melihatnya sedikit ada yang aneh. Sandra yang tidak tenang masuk ke dalam pikiran anak buahnya dimana dia menemukan pecahan batu kehidupan yang ada di dalam monster yang sudah dihabisi.”Jadi ini rencana kamu,”ucap hati Sandra setelah mengetahui tentang rencana dewa penghancur.
Tapi pada saat Sandra masuk ke dalam pilihan penjaga pertama. Penjaga pertama merasakanya dan langsung memberitahukan informasi tentang pecahan batu kehidupan yang ada didalam monster yang mereka bunuh.”Bos sudah tahu. Kita tinggal menyelesaikan tugas ini. Tapi kita harus berhati-hati ada rencana lain yang datang kesini,”kata penjaga pertama.
Semua yang sudah mendapatkan perintah dari penjaga pertama semua mulai waspada. Dewa penghancur yang melihat itu sedikit terkejut.”Kenapa formasi mereka berubah,”kat hatai dewa penghancur yang sedikit melirik ke arah Sandra.
Sandra yang menatapnya hanya tersenyum saja.”Ada apa?,”kata Sandra yang dengan santai. Dewa penghancur yang kembali melihat monster yang menyerang. Sandra yang tahu apa yang dipikirkan oleh dewa penghancur hanya bisa diam. Sampai mata Sandra tertujuh pada satau monster yang sedikit berbeda. Ada sedikit aura yang tidak asing tapi Sandra bisa mengetahuinya. “Jadi itu monsternya,”ucap hatai Sanra. Penjaga pertama yang juga melihat ke arah belakang bersama dengan penjaga ketiga hanya tersenyum.
“Semuanya berubah formasi,”kata penjaga ketiga sambil melihat penjaga pertama. Setelah mendapatkan isyarat mereka berdua menuju ke tempat monster yang ada dibelakang. Dewa penghancur yang melihat sedikit aneh dan berkata kepada Sandra.
“Apa anak buah kamu ingin mati menuju ke belakang hanya dengan dua orang saja dan tiga orang di depan untuk menghalau monster masuk lebih jauh,”ucap Dewa penghancur yang tersenyum sinis. Seperti dewa penghancur bahagia sebelum dia mendapatakan kekalahan yang tidka terduga.
“Kurasa tidak. Mereka memang seperti itu, jadi aku biarkan saja. Mereka juga tidak akan mati dengan mudah,”kata Sandra.
“Apa benar mereka tidak akan mati hanya salah formasi saja,”kata dewa penghancur.
“Dari pada kamu memikirkan anak buah saya. Kenapa anda tidak memikirkan para monster yang sudah hampir kalah itu. Anda tidak kasihan dengan mereka, yang sudah susah anda ciptakan. Tapi kalah dengan lima orang saja,”kata Sandra yang sedikit menyindir.
“Kamu ingin aku membunuh kamu segera ternyata,”kata dewa penghancur.
__ADS_1
“Itu kurasa tidak akan bisa dewa,”kata Sandra.
“Kmau cukup berani tapi dari pada kamu memikirkan dunia ini. Apa kamu tidak memikirkan dunia kamu yang mungkin saja sudah dalam masalaha,”kata dewa penghancur.
“Untuk apa aku perduli dengan duniaku dari awal mereka sudah membuang aku. Untuk apa aku perduli. Itu juga karena kalian aku bisa sampai seperti ini bukan,”kata Sandra.
“Apa maksud kamu, aku saja tidak melakukan apa-apa. Kenapa kamu menyalahkan aku yang itu dilakukan oleh kalian sendiri, bukan,”kata dewa penghancur yang berpura-pura tidak tahu. Setelah pembicaraan itu mereka berdua kembali melihat ke arah bawah dimana pertempuran masih berlanjut. Waktu terus berjalan sampai di tempat lain Leo yang membawa Wildan dan Naun dengan para prajurit yang lain bertemu dengan para dewa.
“Siapa yang kamu bawa Leo,”kata Dewa penghakim.
“Aku bawa orang yang kamu kenal,”kata Leo.
“Tapi apa yang terjadi dengan mereka,”kata dewa penghakim.
“Kami berterima kasih sudah membantu kami. Tapi bagaimana dengan kawan kalian Sandra. Kenapa dia tidak muncul,”kata Wildan yang berdiri dengan luka yang parah.
“Setelah kalian pergi ada jedah satu minggu kami diserang oleh para monster yang kami belum pernah bertemu. Mereka bisa masuk ke pulau apung dan membunuh semua penduduk dan kami yang bisa bergerak berlari dan meninggalkan pulau apung,”kata Wildan.
“Bagaimana bisa kalian diserang?,”kata dewa penghakiman. Para dewa yang ada disana bersama dengan Leo sedikit ada yang aneh dengan kondisi mereka yang diserang oleh para monster.”Bukan ini sedikit aneh kalau pulau apung diserang,”kata Leo.
“Itu juga yang sedang kami pikirkan. Awalnya kami memikir itu adalah ulah kalian. Tapi setelah kalian datang menolong kami dan mengorbankan nyawa kalian. Itu sedikit aneh. Yang tahy tentang pulau apung itu hanya kalian pendatang,”kata Naun.
“Kamu mengira kami yang melakukannya. Tapi untung apa kami juga tidak ingin menghancurkan dunia lain. Tapi melihat ada yang aneh aku rasa aku tahu siapa yang melakukannya,”kata Leo.
__ADS_1
“Bukan kalian berdua sudah melihat ilusi yang dibuat oleh kakek moyang kalian. Yang dulunya adalah dewa mungkin saja orang yang ingin menghancurkan kalian adalah orang yang sudah menuduh kakek kalian,”kata Leo.
“Apa itu adalah dewa penghancur masih ada di sini,”kata dewa api.
“Jika itu benar bukan Sandra dalam masalah,”kata Dewa angin.
“Kurasa dia akan baik-baik saja. Kita tunggu saja disini. Kita tidak tahu sampai mana mereka mengejar kalan. Apa lagi kalian tidak mendukung raja yang sekarang bukan,”kata Leo.
“Kurasa ini samakin kacau saja dunia ini,”kata Dewa penghakim. Leo yang sambil membantu mereka menyembuhkan luka mereka yang dibantu dengan para dewa yang adai didepan mereka. Sementara di tempat Sandra yang tersenyum melihat kekalahan dari dewa penghancur yang sudah meninggalkan dunia kegelapan.”Dia kabur,”kata Sandra.
Para penjaga yang sudah selesai langsung menghampiri Sandra.”Bos lihat ini,”kata penjaga ketiga.
“Ini pecahan batu kehidupan. Apa hanya ini saja yang kalian dapatkan,”ucap Sandra.
“Tidak masih ada lagi yang besar. Tapi dia ada disana,”kata penjaga ketiga.
“Kita kesana. Aku ingin melihatnya,”kata Sandra.
“Tapi bos ini sedikit aneh kenapa batu ini berwarna hitam bukan seharunya berwarna cerah ya. Apa ini sudah tercemar,”kata penjaga kelima.
“Seperti yang sudah kamu katakan ini memang sudah tercemar,”kata Sandra yang sudah sampai didepan monster besar. Sandra yang melihat bongkahan batu besar yang ada didalam monster.”Cepat ambil bongkahan itu,”kata Sandra. Para penjaga yang mengambil bongkahan itu di jadikan satu dengan pecahan yang mereka temukan saat melawan monster.”Apa yang ingn anda lakukan?,”kata Penjaga pertama.
“Menyatuhkan dan membersihkan agar bisa digunakan,”kata Sandra yang sudah menyalurkan energinya ke dalam bongkahan dan pecahan batu kehidupan didepannya. Sandra yang sudah menyalurkan energi untuk membersihkan batu kehidupan melihata satu adegan yang membuat Sandra terkejut.”Jaga pada posisi saat aku tidak ada ditempat,”ucap Sandra sebelum dia terseret dalam arus kehidupan.
__ADS_1
Para penjaga yang mengelilingi Sandra sampai tuan mereka kembali ketubuhnya. Sandra yang tertarik oleh energi kehidupan melihat dunia ini yang tadi tandus dan tidak ada sumber kehidupan. Mulai ada kehidupan sampai pada masa kejayaan tapi tiba-tiba para dewa yang tidak suka membuat dunia ini hancur dengan berbagai siasat jahat. Para dewa yang iri itu mulai membuat dunia kegelapan ini hancur sampai didatangkan para monster yang tidak akan bisa dikalahkan. Pada titik kehidupan dunia kegelapan mulai hancur.
Tapi karena ada batu kehidupaan dunia ini mulai pulih kembali. Para dewa yang tidak suka langsung ingin menghancurkannya tapi tidak bisa. Para dewa meminta kepada dewa penghancur untuk membuat batu kehidupan rusah dan tercemah.”Sangat sadir juga. Aku kira mereka tidak akan iri dengan kehidupan lain. Tapi ternyata mereka sama saja,”kata Sandra.