Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 115


__ADS_3

Sandra yang kembali berkeliling mencari penduduk lokal yang masih ada. Waktu terus berjalan tapi di hari yang panjang itu Sandra tidak menemukan hal aneh yang lain. Sampai Sandra turun di satu air terjun di dekat hutan. Sandra yang memandang air terjun itu yang berubah menjadi merah.”Apa ada yang mati di dalam aliran sunga itu,”kata Sandra. ‘Tapi pada saat yang sama Leo yang mencari Sandra menemukannya ada di tengah hutan di dekat air terjun.


“Apa yang kamu lakukan disana,”kata Leo yang mendarat.


“Kmau ada sini apa sudah selesai dengan penduduk lokal yang terluka,”kata Sandra.


“Semuanya sudah terselesaikan. Tapi kenapa kamu ada disini,”kata Leo.


“Hanya ingin beristirahat saja. Apa ada masalah,”kata Sandra.


“Tidak juga sih. Tapi melihat kamu dalam kondisi ini aku merasa ada hal yang membuat kamu sedang memikirkan hal lain ya,”kata Leo yang menebak.


“Tidak aku hanya lelah saja,”kata Sandra yang berbaring di tanah dengan kaki berendam di dalam air yang jernih. Sandra yang menatap ke langit yang begitu beruba kemarahan. Sore berganti malam yang membuat Sandra bisa tertidur untuk sesaat. Leo yang melihatnya hanya diam saja dan menghela nafas.


“Aku tidak tahu harus berkata apa dengan anak satu ini,”ucap Leo yang hanya bisa diam saja. melihat Sandra yang tertidur. Tiba-tiba malam tiba dimana angin berat berhembus membawa bau yang tidak enak. Sandra yang terbangun dari tidurnya melihat langit yang sudah gelap.


“Kamu sudah bangun ya Sandra,”kata Leo dari samping.


“Kamu masih di sini ternyata,”kata Sandra.


“Kamu kira aku akan meninggalkan kamu sendiri. Aku di sini karena aku juga bisa istirahat. Tapi tidak biasanya kamu seperti ini bukan Sandra. Jika kamu ada masalah kamu bisa berbagi beban denganku,”kata Leo.


“Bukan itu sedikit aneh ya. Kamu yang dulu ingin nyawaku, sekarang kamu sudah sedikit terbuka ya. Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan kamu,”kata Sandra.

__ADS_1


“Kamu tidak suka dengan sikap aku yang berubah,”kata Leo.


“Bukan itu yang  aku mau, hanya saja kamu sedikit terbuka saja. Aku suka itu,”kata Sandra.


“Bukan kamu harusnya bersyukur kalau musuh kamu berkurang satu,”kata Leo.


“itu benar. Tapi apa kamu akan ikut denganku berkeliling,”kata  Sandra.n Leo hanya diam saja sampai akhirnya mereka berdua berlanjut berkeliling. Sementara di tempat lain dunia monster para dewa yang masih memecahkan penghalang yang melindungi dunia monster masih saja tidak menemukan apa-apa.


Di dalam dunia monster yang dimana mereka sudah merasakan suasana yang damai dan indah dimalam hari. Mila dan Tera yang sudah bangun di pagi hari dengan menyiapkan makanan yang sudah ada.


“Kamu sudah siap,”ucap Lotto yang sudah ada didepan pintu rumah Morgan dan Petra.


“Kamu sudah datang ternyata,”kata Morgan.


“Itu tidak masalah,”kata Petra. Dimana mereka semua mulai menjelajahi wilayah darai tempat tinggal mereka. Dengan Lotto yang mendampingi mereke untuk menjelajihi setangah hutan dan daerah yang lain.


Waktu teus berjalan sampai hari sudah berubah menjadi malam. Mereka segera kembali kembali ke tempat tinggal mereka. Karena ada beberapa wilayah yang masih belum ada pencahayaan yang ada. Sampai di tempat Lotto kembali berkeliling dengan kelompokny lagi. Morgan dan Petra bersama para tentara yang masih di tempat merundingkan wilayah yang sudah mereka lihat.


Perundingan yang membutuhkan waktu yang lama sampai akhirnya mereka istirahat di cap perbatasan masuk wilayah mereka. Tera yang tadi pagi sudah pergi sudah kembali saat malam tiba bertemu dengan Mila. Kehidupan yang damai dan tidak terjadi apa-apa sudah terjadi di wilayah yang bau mereka tinggali.


Kondisi yang damai dan tidak ada penyerangan. Tapi mereka masih belum tahu bagaimana mereka akan menjalani kehidupan mereka. Dimana setiap rumah dan keluarga sedang membuat rencana masa depan mereka. Bagaimana mereka harus bisa hidup di dunia yang berbeda tersebut. Waktu terus saja berjalan ada yang bertani ada yang membuat lahan ikan dengan sumber air yang mereka dapatkan.


Dua bulan telah berlalu dimana mereka sudah membuat wilayah pribadi mereka menjadi tempat pertanian dengan berbagai sayuran, lahan ikan adan toko sudah mulai dibuka. Di wilayah baru itu morgan dan Petra yang membangun wilayah kemanan mereka yang dibantu oleh Lotto. Mila yang hanya diam saja di rumah menugguTera yang menghasilkan uang.

__ADS_1


Kehidupan di wilaya baru sudah mulai berjalan dengan kondisi yan tidak bisa mereka kira. Kalau mereka akan tinggal di tempat itu. Tapi dengan seiringan waktu penduduk darai luar juga datang ke tempat mereka darai yang berkunjung bertransaksi jual beli sampai membuat kerja sama  binis yang tidak bisa mereka kira.


Karena ide mereka yang sangat bagus banyak dari penduduk lain menyiapkan bahan merekayang mengelolah dan dikirim lagi ke luar untuk dijual. Di  tempat Intan yang sudah tahu kabar mereka juga sangat senang. Apa lagi Intan juga sedang sibuk melakukan bisnis yang dia jalani.


Waktu terus berjalan sampai mereka tidak tahu sudah berapa tahun mereka tinggal di dunia monster. Sementara Sandra yang sudah selesai dengan dunia kegelapan dengankehidupan yangs duah stabil mereka pergi ke dunia dewa. Tapi Sandra bersama dengan Leo menyamar dengan menyembunyikan kekuatan mereka masuk ke dalam dunia dewa.


Baru sampai di pintu masuk dunia dewa mereka sudah melihat penjaga yang melihat identitas mereka.”Aku tidak sangka kalua penjagaan di tempat ini sangat ketat,”kata Leo. Sandra memberikan identitas palsu yang dia buat untuk Leo.”Gunakan itu untuk kita bisa masuk ke sana,”kata Sandra.


Leo yang menerima dengan senang hati sampai pada bagian mereka di periksa Mereka mengeluarkan kartu identitas mereka berdua. Para penjaga yang tidak curiga dengan identitas mereka. Leo dan Sandra masuk ke dalam dunia dewa dengan santai dan damai.


“Akhirnya kita bisa masuk ke dalam,”kata Leo.


“Itu benar. Tapi aku tidak sangka saja kehidupan di sini sama saja dengan dunia lain,”kata Sandra.


“Kamu kira akan berbeda kamu datang ke sini,”kata Leo.


“Aku pikir juga begitu. Tapi melihat ada pendagang  buah, kain, hiasan. Bukan itu sama saja dengan dunia lain. Tapi apa yang membedakannya ya,”kata Sandara sambil berpikir.


“Itu yang membendakan adalah tingkatan mereka,”kata dewa penghakim dari belakang.”Sejak kapan kamu ada disini,”kata Leo.


“Aku sudah menuggu kalian berdua. Ikut denganku ayo,”kata Dewa penghakim. Mata mereka saling memandang satu sama lain, sampai akhirnya mereka mengikuti dewa penghakim. Dimana mereka berhenti di satu banguna yang sedikit lusuh.


“Ini dimana?,”kata Sandra.

__ADS_1


“Kalian akan tahu ini dimana setelah kalian masuk,”ucap dewa penghakim. Sandra dan Leo yang masuk ke dalam sudah disambut dengan beberapa dewa yang tidak suka dengan raja dewa yang sekarang.”kamu sudah datang Sandra,”kata Dewa api.


__ADS_2