
Intan yang mengganti topik dengan kandungan Mlla yang sudah mulai membesar. Mila yang menjawa kalau lahirannya mungkin saja dalam beberapa minggu ini. Intan yang merasa senang dengan Mila yang akan lahir ingin membuatkan kue untuk merayakan dirinya dan anak pertama Mila. Mila yang senang dengan usul yang diberikan juga tidak sabar dengan kue hadiah dari Intan. Tapi pada saat mereka berbincang Iranta yang dari jauh melihat Intan.
“Bukan dia Intan kenapa dia ada disana. Dia masih hidup,”ucap Iranta yang terhenti saat dia melihat Intan. Iranta yang melihat adiknya yang masih hidup ingin membuat Intan menjadi budak uangnya lagi.
“Tapi dimana selama ini dia pergi,”ucap Iranta sambil berpikir. Tapi karena itu Jack yang merasa dari tadi selalu diawasi oleh Iranya merasa sunyi.
“Kemana dia pergi dari tadi dia mengikutiku. Tapi kenapa aku tidak merasakan dia mengikutinya,”kata Jack yang menoleh ke belakang. Dimana Jack melihat Iranta yang sedang melihat ke arah lain.
“Apa yang dia lihat disana,”kaya Jack melihat juga. Dimana Jack setelah melihat kalau yang diamanti oleh Iranta adalah Intan.
“Intan. Apa dia mencoba untuk membuat intan jadi budak uangnya lagi,”kata Jack.
“Kurasa aku harus memberitahukan kepada Intan,”kata Jack. Tapi pada saat yang sama tentara bayaran yang menjadi karyawan Intan menghampiri Intan. Jack yang dari jauh melihat itu sudah tidak merasa khawatir lagi. Karena sudah ada yang menjaga Intan.
Kembali Jack melanjutkan perjalanannnya. Tapi Iranta yang melihat itu dia bertanya,”siapa yang bersama dengan Intan.” Iranta yang tidak tahu tetap menghampiri Intan yang ada diseberang jalan. Tapi pada saat Iranta pergi ke arahnya. Intan yang sudah didatangkan oleh anak buah Sandra berkata,”Kalau Iranta sudah mengawasi nona.”
Intan yang mendapatkan laporan itu melihat ke arah Iranta yang datang ke arahnya.”Untuk apa dia datang ke sini,”ucap Mila yang tidak suka.
“Mungkin saja meminta uang,”kata Intan yang sudah tahu watak dari Iranta kakaknya. Intan yang tidak perduli masih berbincang dengan Mila bersama dengan Tera. Anak buah Sandra yang berbisik kepada Intan tadi masih disampingnya.
Sampai dia datang dengan senyum lembutnya.”Adiku,”kata Iranta yang sedikit drama air mata yang merindukan adiknya. Tapi Intan yang melihat hanya tersenyum biasa saja.”Kakak kenapa kakak ada disini dimana ayah dan ibu berada,”kata Intan yang ingin tahu kondisi orang tuanya. Walaupun Intan sendiri sudah tahu kondisi mereka yang dalam kesulitan.
“Intan kamu selama ini ada dimana dan kenapa rumah kita sudah tidak ada,”ucap Iranta.
__ADS_1
“Rumah,”ucap Intan yang bingung.
“Apa kamu tidak ingat rumah kita kalau kebakaran. Saat itu kamu ada dimana,”kata Iranta yang sedikit sedih kehilangan rumahnya mereka yang dimana mereka lahir. Tapi Intan yang sudah tahu semua hanya bisa melihat drama yang dibuat oleh Iranta
“Apa kakak sudah selesai. Kakak yang berwajah sedih seperti itu tidak cantik. Tapi kakak datang ke sini apa mau meminta uang kepadaku,”kata Intan yang terus terang.
“Kenapa kamu bersikap dingin kepada kakak kamu Intan. Aku selama ini mencari kamu,”kata Iranta yang masih berbohong dan mendrama sendiri. Sementara Intan yang sudah tahu semua hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya saja.
“Kakaka...kakak sampai kapan kamu akan terus berbohong. Apa karena ada seorang yang melihat kakak drama seperti orang yang merindukan adiknya,”kata Intan.
“intan,”ucap Iranya yang sangat lembut dan sedih.
“Untuk apa kamu sedih, bukan kamu sudah membuang adik kamu ya dalam kebakaran rumah yang kalian buat sendiri,”ucap Mila.
“Sudahlah kakak. Aku sudah tahu semunya, kakak hidup bahagia aku hidup menderita sampai sekarang aku bisa bertahan karena usaha yang aku lakukan. Kakak jangan mencari aku lagi,”kata Intan yang berjalan pergi dari Iranta bersama dengan Mila dan kedua orang lainnya.
Tapi Iranta yang tidak menyerah menghentikan Intan melangkah dengan menarik tangan Intan. Cengkraman Iranta yang sangat erat tatapi wajah yang masih memelas.”Intan apa kamu tidak kasihan dengan ayah dan ibu mereka juga merindukan kamu,”kata Iranta dengan hati dia merasa malas meminta kepada Intan.
Tapi dengan kehidupan yang dia inginkan dia harus bisa mendapatkan uang dengan gratis dari Intan. Melihat penampilan Intan yang berbeda Intan sudah sukses. Iranta yang tidak mau menyiakan kesempatan ini terus membujuk Intan.
Tapi Intan tidak perduli dengan sikap Iranta hanya ada sikap acuh dan tidak suka. Anak buah Sandra yang melihat Intan yang ditahan oleh Iranta mencoba membantu melepaskan tangannya.
“Sebaiknya anda segera pergi dari ini,”kata anak buah Sandra.
__ADS_1
“Siapa kamu, aku hanya ingin bicara dengan adikku. Lepaskan aku,”kata Iranta yang menghempaskan tangannya untuk bisa melepaskan dari tangan anak buah Sandra. Semenatar Intan dan yang lain masih tetap berjalan meninggalkan Iranta.
Iranta yang sudah kehilangan jejak Intan merasa keasal.”Sial aku kehilangan Intan,”ucap Iranta. Iranta yang kembali pergi ke rumah dan menceritakan kepada orang tuanya kalau dia melihat Intan. Setelah bercerita kepada orang tuanya yang ada di rumah mereka mencari Intan. Tapi selama dua minggu mereka mencari tidak menemukan Intan.
“Kita sudah mencari selama ini tapi tidak mendapatkan hasil. Apa kamu yakin kalau itu Intan. Iranta,”ucap ayah Iranta.
“Tentu saja ayah masak aku salah lihat. Aku jelas melihat Intan waktu itu. Aku tidak mungkin salah,”kata Iranta.
“Jika itu benar intan kenapa dia tidak mencari kita selama ini,”kata ibu Irnata.
“Aku juga tidak tahu. Apa dia sudah tahu soal kebakaran yang terjadi saat kita pindah rumah,”kata Iranta yang sedikit curiga dengan apa yang dikatakan wanita hamil didekat Intan waktu itu.
“itu tidak mungkin, bukan saat itu kamu juga melihat kalau rumah sudah terbakar dan tidak ada jejek Intan di dalam rumah,”kata Ayah.
“Aku juga tidak tahu itu ayah ibu. Tapi kita harus mencari tahu Intan ada dimana, hanya dia yang bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan uang. Aku tidak mau kembali ke rumah jelek lagi,”kata Iranta.
“ibu juga tidak mau anaku. Tapi bagaimana jika kita tidak bisa menemukan Intan. Apa lagi kita sudah selau di tagi oleh reternir loh,”kata Ibu.
“Kita harus mencari lagi,”cuap Iranta. Dimana mereka menyuruh orang untuk mencari keberadan Intan. Sampai akhirnya orang yang disuruh oleh iranta mendapatkan hasil saat melihat Intan bersama dengan orang lain di toko buah. Setelah di telusuri Intan berada di desa lain yang berbeda.
Setelah mendapatkan hasil yang bagus orang suruhan itu memberitahukan kepada iranta. Tapi orang dari Sandra yang mengetahui itu sudah membunuh orang suruhan Iranta. Tapi laporan yang diberikan jauh hari sudah sampai kepada Iranta.
“Maaf nona kami sudah kehilangan burung yang membawa pesan tersebut,”kata tentara bayaran 2. Intan hanya menghela nafas saja dan tetap santai.”Tidak masalah kalian tidak usah khawatir. Kalian hanya perlu berjaga saja sampai dia datang. Jangan sampai mereka bisa masuk ke wilayah kita,”kata Intan yang tidak takut dengan mereka lagi.
__ADS_1