
Di tempat lain setelah Mila dan Tera yang ada dicafe membicaraka masa lalu yang kelam. Berbagai informasi yang tidak terduga datang di hati Mila. Tapi sebaliknya Sandra yang sudah di depan tempat kerja Intan di dunia monster. Menatap dengan santai dan menghampirinya dengan senyum ramah dia mendekat dan mencongkong didepan Intan. Yang sedang mencuci piring di bawah.”Apa kamu sudah selesai bekerja?,”ucap Sandra.
“Sandra sejak kapan kamu ada disitu,”kata Intan yang melihat ke depan. Intan yang tidak sadar kalau Sandra sudah ada didepannya.
“Sejak tadi kamu belum selesai mencuci piringnya. Tapi sekarang kamu sudah selesaikan,”kata Sandra.
“iya tidak ada lagi yang aku kerjakan setelah ini. Ada apa ya Sandra?,”ucap Intan membersihkan tangannya.
“Aku mau makan bersama kamu, mau,”kata Sandra sambil memperlihatkan kantong kue yang dia bawa di dunia manusia. Intan yang tidak tahu apa yang dibawa oleh Sandra menatapnya.”Apa itu Sandra,”kata Intan yang ingin tahu.
“Kamu ingin tahu. Jika ingin tahu ayo kita pergi ketaman untuk makan ini,”ucap Sandra. Intan yang berdiri membersihkan diri dan berpamitan kepada kepala toko kalau dia akan kembali pulang. Setelah memberitahukan kepada pemilik toko Intan keluar dengan membawa tas.”Ayo kita pergi ke taman,”kata Intan yang mendekat.
Mereka yang berjalan beriringan bersama sampai Sandra memulai pembicaraannya.”Intan kamu kerja di berapa tempat sampai larut malam,”kata Sandra.
“Dua tempat di pagi hari dan malam hari di tempat yang berbeda. Bukan kamu sudah tahu yang selalu mengawasiku ya,”ucap Intan.
“Aku tidak tahu soal itu. Karena tidak setiap hari aku bisa mengamati kamu. Tapi menurut kamu bagaimana kehidupan di sini apa kamu suka,”ucap Sandra.
“Aku suka tidak sama seperti dulu. Katanya dulu tempat ini adalah tanah yang gersang dan banyak racun. Tapi sekarang sudah ada pohon dan udara sangat nyaman untuk di hirup,”kata Intan yang terlihat senang.
“Jadi kamu senang tinggal disini,”kata Sandra. Intan hanya tersenyum saja hanya untuk sesaat sampai dia merasakan kalau hidup yang dijalani dirinya tidak selalu mulus.”Apa yang kamu pikirkan sampai murung tadi tersenyum sekarang murung. Apa kamu sudah lapar?,”ucap Sandra yang melihat ada bangku di dekat taman. Sandra segera menarik tangan Intan menuju bangku itu.”Kita duduk di sini saja, pas dengan danau,”kata Sandra.
Intan dan Sandra yang suduk berdampingan. “Kamu bawa apa itu Sandra, kasih tahu aku dong,”ucap Intan yang tidak sabar. Intan yang mencium bau enak yang dibawa oleh Sandra.”Kamu mau ini,”ucap Sandra yang memperlihatkan isi kantong kuenya. Sandra yang mengambil dan memberikan kepada Intan. Mereka berdua yang masing-masing mendapatkan satu bagian mulai menikmati kue yang dibawa Sandra.
__ADS_1
Intan mulai menggigit kue itu secara perlahan dimana ada rasa yang renyah dna lembut dan ada rasa yang tidak diketahui oleh Intan.”Ini rasa apa Sandra enak dan lembut ada rasa manisnya juga,”ucap Intan yang merasa senang.
“Kamu suka,”ucap Sandra yang melihat wajah Intan yang menikmati kue yang dia bawa. Wajah berbinar yang membuat Sandra kembali ke masa lalu dimana Intan juga menikmati makanan ini pertama kali. Dia juga sangat suka mereka sama walaupun tidak ada ingatan yang sama.
Intan yang menganggukan sambil menikmati kue yang diberikan oleh Sandra.”Jika kamu suka aku masih ada dua lagi, kita bagi dua ya,”kata Sanrda. Intan menganggukan dimana malam itu di taman mereka menikmati kuenya dengan sinar bulan yang memnatul di danua yang mereka lihat bersama.
“Tapi Sandra rasa apa ini enaknya,”ucap Intan.
“Rasa coklat dan rasa keju. Kamu suka,”ucap Sandra.
“Coklat dan keju memang bisa di masukan ke dalam kue ini. Bagaimana caranya?,”kata Intan yang ingin tahu cara membuatnya.
“Lalu bagaimana bisa berbentuk ikan,”kata Intan lagi yang masih ingin tahu. Tapi Sandra yang tidka bisa mengatakannya hanya berkata kebohongan.”Aku juga tidak tahu caranya. Yang aku tahu cetakan yang di panaskan dengan minyak diberikan adonan yang sudah dibuat masukan ke dalam cetakan ikan yang sudah panas. Lalu dimasukan berbagai jenins toping seperti coklat dan Keju yang kamu makan. Setelah dikasih toping di kasih adonan kue lagi dan ditutup adonannya dengan cetakan yang sama ukurannya. Dan tunggu sampai matang,”kata Sandra.
“Aku bukan ahli dalam bidang itu Intan, jangan tanya aku. Tapi sudah larut mau aku antar kamu pulang,”kata Sandra. Intan yang melihat sekelilingnya kalau semua orang sudah pada pulang di tambah suasana malam yang mulai dingin.
“Baiklah,”ucap Intan yang menerima tawaran dari Sandra yang ingin mengantarnya. Tapi di tempat lain Jack yang menyamar menjadi Sandra sudah bertemu dengan Iranta di rumahnya. Jack yang menuggu di depan pintu rumah yang sudah berakting dengan naskah yang sudah disiapkan oleh Edwan yang menemani. Tapi sementara Sandra yang asli sedang menuggu Intan selesai dari pekerjaannya.
“Mana intan katanya dia sedang sakit,”ucap Jack.
“Dia memaksa masuk kerja setelah aku melarangnya katanya dia butuh uang,”ucap Iranta yang berakting.
“Uang berapa banyak sampai kalian tidak melarang dengan kerasa. Intankan anak kalian berdua, orang tua mana yang hanya melihat saja,”kata Jack.
__ADS_1
“Ayah dan ibu tidah salah Sandra mereka sudah melarang Intan. Tapi Intan masihs aja keras kepala dan hendak ingin pergi,”cuap Iranta.
“Dia sekarang kerja dimana biar aku saja yang akan menyusul dia sekarang,”kata Jack.
“Biar aku antarkan kamu ke tempat Intan kerja,”ucap Iranta. Tapi pada saat yang sudah di tentukan ada pelayan yang datang sekongkol dengan Iranta memainkan drama.
“Iranta kenapa kamu ada sini,”ucap pelayan toko.
“Aku mencari Intan katanya dia pergi kerja,”ucap Iranta.
“Intan tidak masuk hari ini. Katanya sakit dan minta izin, bukan seharusnya dia dirumah,”ucap Pelayan.
“Kamu jangan bohong dimana Intan sekarang,”kata Jack dengan wajah marah. Tapi pelayan itu masih tidak tahu dimana Intan berada. Sampai mereka berjalan mengelilingi semua toko dan mencari Intan. Tapi dengan mencari Intan, Iranta juga mendapatkan kesempatan membeli barang yang dia sukai. Memanfaatkan Intan yang suka dengan barang mewah. Tapi pada saat malam tiba Iranta melihat Intan.
“Itu dia intan bukan,”ucap Iranta yang melihat Intan masuk ke dalam rumah.
“Kenapa dia pulang malam bukan katakan dia sakit. Tapi melihat dia tersenyum dia baik-baik saja. Apa kamu mencoba membohongiku Iranta,”kata Jack yang melihat ke arah Iranta.
“Tidak, aku tidak berbohong tadi memang dia sakit,”ucap Iranta.Wajah Iranta yang hampir gagal untuk berdekatan dengan Sandra menghampiri Intan yang masuk dan mulai berakting.
“Intan,”ucap Iranta yang berlari seperti dia khawatir dengan Intan. Tapi semua itu adalah kebohongan untuk menjatuhkan Intan agar tidak bersama dengan Sandra.”Kakak ada apa, Sandra,”ucap Intan tapi ada yang berbeda dari Sandra yang didepan dia.
“Dia bukan Sandra,”kata hati Intan yang tahu sifat dari Sandra. Walaupun belum lama kenal Intan bisa mengenali Sandra dengan baik.”Tapi siapa dia?,”ucap Intan dalam hati.
__ADS_1