
Sandra yang dengan percaya diri kalau dunia yang dia bangun akan aman saja. Sampai akirnya pagi itu yang indah Sandra dan Edwan yang sudah selesai membicarakan hal yang penting selesai. Tapi Jack yang sudah selesai datang duduk didekat mereka. Wajah Jack yang tidak telihat bagus hanya bisa membuat mereka berdua melihat saja.”Kenapa wajah kamu mesam seperti itu. Apa kamu masih memikirkan Iranta yang sudah mencapakan kamu,”kata Edwan.
“Apa yang kamu katakan itu tidak penting juga. Aku hanya bertanya kenapa monster itu datang ke tempat ini. Satu lagi kenapa Intan dengan santai bisa mengalahkan monster tersebut,”ucap Jack.
“Jadi itu yang membuat kamu gelisah dari tadi bukan Iranta,”kata Sandra.
“Kamu kira aku gelisah karena Iranta yang datang mencariku,”ucap Jack dengan wajah malesnya. Tapi pada saat yang sama Intan yang sudah kembali dari belakang mendengar percakapan mereka.”Kalian membicarakan kisahEdwan cinta siapa,”kata Intan yang duduk disamping Sandra.
“Kmau sudah selesai membuat kue,”kata Sandra yang melihat ke samping.
“Sudah aku hanya membuat kue untuk kamu. Karena toko tutup untuk hari ini karena kejadian monster datang. Tap ini aneh bukan monster datang bersamaaan dengan Iranta dan orang tuaku,”kata Intan.
“Itu benar juga ya,”kata Edwan.
“Tapi Intan apa kamu yakin mengusir mereka. Apa kamu tidak menyesal dengan mengusir mereka. Bagaimana jika mereka datang mencari kamu dan balas dendam,”kata Jack.
Intan hanya diam saja untuk sesaat mendengar perkataan Jack. Tapi di lain pikiran Intan hanya memikirkan sola raja yang datang ke sini.”Hai Intan kamu mendengarkan aku tidak,”ucap Jack lagi.
“Aku dengar tapi kenapa kamu gelisah. Aku baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir. Tapi dari pada itu Jack apa hatimu sakit melihat kakakku yang berselingkuh di belakang kamu. Biasanya kamu yang selingkuh tapi sekarang wanita yang kamu datangi,”kata Intan yang tersenyum. Edwan dan Sandra juga ikut tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Intan.
“Kenapa kamu bisa tahu,’kata Jack yang tidak pernah cerita dengan siapa-siapa.
“Soal aku tahu itu dari Sandra dan beberapa orang yang mengawasi kamu. Kamu tahukan selama aku pisah dengan orang tuaku dan kakakku. Aku selalu mengawasi mereka, apa yang mereka lakukan aku selalu pantau,”kata Intan.
“Jadi selama ini kamu mengawasiku dari pada kamu mengawasi Sandra,”ucap Jack yang seperti meledek Sandra disampingnya. Sandra yang mendengar itu awalnya merasa kesal tapi lama kelamaan dia bisa menahan rasa kesalnya.
__ADS_1
“Lalu kenapa dia mengawasi kamu. Kamukan jadi diriku yang palsu. Apa lagi aku tidak menceritakan semua yang aku lakukan dan rencanakan saat kamu bersama dengan Iranta,”kata Sandra.
“Kalian berdua masih bisa berkata seperti itu ya. Dalam kondisi yang tidak baik ini. Intan saat kamu bertarung dengan monster apa ada hal yang aneh terjadi,”kata Edwan.
“Hal aneh yang kamu katakan itu seperti apa Edwan,”ucap Intan yang sedikit tidak paham.
“Hal aneh kenapa kamu bisa mengalahkan monster yang bukan tipe dunia ini. Apa selama ini kamu bisa berkelahi dan menjaga diri kamu sendiri,”kata Edwan.
“Kamu tidak tahu sudah lama aku dia awasi oleh hawa kegelapan mereka selalu ingin membunuhku karena aku dekat dengan Sandra. Aku juga pernah bertarung dengan monster yang levelnya sama dengan monster yang aku lawan tadi. Walaupun tipenya sedikit berbeda, bisa aku tangani dengan baiklah,”kata Intan.
“Bos apa kamu juga sudah tahu soal Intan,”kata Edwan.
“Soal intan yang aku sudah tahu semuanya. Tapi aku biarkan saja asalkan dia selalu memberitahu aku apa yang dia lakukan,”kata Sandra. Mereka berempat berbicara dengan santai sampai malam tiba. Sandra yang masih menatap ke arah Intan.
Intan yang tahu dengan tatapan Sandra dia harus segera pergi ke tempat lain dan meninggalkan Intan lagi.”Aku tahu pergilah asalkan kamu baik-baik saja,”ucap Intan yang tersenyum. Sandra memegang kedua wajah Intan yang kemudian dia mencium kening Intan. Tiba-tiba Sandra menghilang dari hadapan Intan yang tadi ada didepannya sekarang sudah tidak ada.
“Dia sudah pergi. Tapi ada hal yang ingin aku katakan kepada kalian berdua soal monster yang tadi pagi datang,”kata Intan yang masih melihat ke arah Sandra pergi dengan angin.
“Apa yang ingin kamu katakan Intan,”ucap Edwan darai belang.
“Monster tadi itu kiriman raja,”kata Intan.
“Bagaimana kamu bisa tahu kalau monster yang datang tadi adalah kiriman raja,”kata Edwan yang masih santai.
“Itu adalah keahlianku untuk bisa mengetahui apa yang mereka sembunyikan. Tapi tidak semuanya,”kata Intan.
__ADS_1
“Jadi kamu sudah tahu kalau Sandra sedang merebutkan tahta alam semesta dengan para raja yang lain,”ucap Edwan. Intan menoleh dan tersenyum kepada mereka berdua. Edwan dan Jack yang melihat wajah intan sudah bisa menabak kalau Intan sudah tahu sebagian dari rencana Sandra.
“Apa Sandra tahu soal kamu tahu rencana dia,”kata Edwan.
“Dia tidak tahu. Diakan selalu sibuk dengan apa yang dia lakukan. Jadi biarkan saja sampai waktunya tiba ya,”kata Intan yang tersenyum polos. Intan yang telah memberitahukan kepada mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah. Karena hari sudah mulai dingin dan semua aktifitas udah selesai. Termasuk para monster yang sudah dibereskan. Intan yang sudah masuk ke dalam hanya ada Edwan dan Jack di luar.
“Ketua sekarang mau apa lagi. Intan sudah tahu semua tapi tuan kita tidak tahu kalau Intan sudah tahu rencana dia,”kata Jack.
“Mau bagaimana lagi rahasiakan saja sampai Intan sendiri yang memberitahukan dia,”kata Edwan.
“Bukan ini sama saja ya. Kita rahasiakan akau tidak tuan kita akan tahu dengan sendirinya dengan bayangan yang selalu mengwasi Intan,”kata Jack sambil berpikir.
“Apa yang kamu katakan ada benarnya juga. Tapi ya sudahlah kita pergi saja. Karena urusan kita sudah selesai disini. Di tambah lagi kita harus menambah pengawsan lagi,”kata Edwan. Jack dan Edwan yang pergi dari depan rumah Intan.
Dimana mereka berdua pergi ke tempat posko mereka. Tapi di tempat lain Iranta yang sudah sampai di rumah membanting semua barang yang ada. Karena kesal dan marah dengan Intan yang sudah membuat dia kacau dimata orang lain.
“Awas saja Intan aku akan membuat kamu menderita,”kata Iranta yang tidak menyerah untuk membuat Intan menderita. Tapi orang tua Iranta yang hanya bisa diam saja merasa kalau putri yang dia sayang sudah sedikit berubah tidak seperti dulu lagi. Setelah semua harta mereka hilang ditambah lagi utang semakin banya untuk mereka tanggung.
“Sayang kalau seperti ini kita tidak bisa melunasi uangnya. Bagaimana ini,”ucap Ibu Iranta.
“Aku tahu itu sayang. Apa perlu kita bicara dengan Iranta untuk tidak meminjam uang lagi,”kata auah yang memberikan usul. Ibu yang juga setuju pergi ketempat Iranta bersama ayah. Di dalam ruangan Iranta yang mash melihat kecermin dan berdandan.
“Untuk apa ayah dan ibu datang ke sini,”ucap Iranta yang tidak perduli sama sekali.
“Iranta anakku. Bisa tidak kamu jangan meminjam uang lagi. Utang kita semakin banyak, bagaimana kita bisa melunasi uang ini jika kamu saja tidak bekerja. Ayah dan ibu sudah bekerja kesana ke sini untuk mendapatkan uang. Tapi masih kurang ditambah lagi kamu selalu membeli barang mahal,”kata Ibu yang menjelaskan.
__ADS_1
“Apa? Aku tidak mau bekerja apa ibu dan ayah tidak mau aku cantik dan di sukai oleh laki-laki,”kata Iranta yang tidak ingin melepaskan semua kemewahan yang dia miliki.