Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 80


__ADS_3

Intan yang tadi sedang belanja untuk keperluan bahan kue. Sedang asik berbelanja tapi ada perasaan yang membuat Intan sedikit merinding. “Perasaan apa ini,”ucap hati kecil Intan.


Intan yang tidak tahu hanya bisa menyelesaikan belanjanya saja. Setelah berpindah darai satu kios ke kios lain. Intan kembali ke rumah, tapi ada persaan yang menekan membuat Intan sedikit takut. Belum sampai rumah Intan dihadang oleh seorang yang tidak dikenal.”Kalian siapa dan untuk apa kalian datang ke sini,”ucap Intan yang tetap waspada.


“Kamu tidak perluh tahu siapa kami. Tapi aku tidak sangka kamu bisa berekernasi lagi Intan,”ucap orang asing. Intan yang tidak tahu kalau ada seorang yang ada dibelakangnya menoleh. Intan yang segera menjauh darinya. Tapi melihat Intan yang sudah terkepung hanya bisa mencari jalan lain.”Bagaimana aku bisa kabur dari sini?,”kata Intan yang tidak ingin menggunakan kemampuan yang dia rahasiakan selama ini. Kalau dirinya bisa berkelahi dengan menggunakan aura seperti para ksatria.


“Kamu ingin kabur,”ucap musuh.


“Bunuh dia sekarang jangan sampai tersisa.Aku ingin dia menyesal telah membuat aku marah,”kata orang asing. Orang asing segera pergi dari tempat Intan. Hanya ada Intan dan musuh yang mengelilingi Intan. Intan hanya menghela nafas dan meletakan barang bawaannya agar dia tidak kotor.


“Apa yang ingin kamu lakukan? Jika ingin kabur percuma saja kamu tidak akan bisa,”ucap musuh yang dimana dia siap untuk menyerang. Intan hanya tersenyum saja dan mengambil senjata yang ada di kakinya.”Kita mulai sekarang saja bagaimana?,”ucap Intan yang tersenyum.


“Itu ide yang bagus jika kamu tidak ingin kesakitan. Aku bisa membuat kamu merasa nyaman saat kamu mati oleh kami,”ucap musuh. Tapi pada saat yang sama Intan yang sudah ada dibelakang dia mulai menusuk dengan pedang yang penuh aura.


“Maaf bukan salahku jika aku harus berkata seperti ini. Kamu harus merasakan perasaan yang tidak enak ini karena kalian menginginkan nyawaku,”ucap Intan. Dimana  Intan yang sudah menusuk mereka dengan pedang aura.”Apa hanya ini saja?,”ucap Intan.


Tapi pada saat yang sama dari belakang Intan mendengar suara Sandra. Intan menoleh untuk memastikan, tapi yang Intan lihat adalah pelukan. Intan sedikit mendorong dan melihat siapa yang memeluknya.”Sandra, kenapa kamu ada sini?,”ucap Intan.


“Apa kamu baik saja?,”ucap Sandra yang melihat Intan dari atas sampai bawah.


“Aku baik saja, hanya saja mereka yang tidak beruntung. Tapi Sandra kenapa kamu bisa tahu kalau aku ada disini,”ucap Intan.

__ADS_1


“Aku tahu dimana kamu itu karena kita terhubung satu sama lain. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sendirian lagi. Tapi Intan siapa mereka,”ucap Sandra yang mersakan sedikit bayangan kegelapan.


“Aku juga tidak tahu siapa mereka. Mereka datang ingin membunuhku karena disuruh oleh orang aisng yang sudah pergi,”kata Intan dengan santai.


“Tapi Intan bagaimana kamu bisa mengalahkan mereka dengan mudah. Mereka itu lebih kuat dari kamu loh. Apa kamu tidak menyembunyikan sesuatu dariku Intan?,”ucap Sandra yang merasa curiga dengan rahasia yang disembunyikan oleh Intan.


“Jadi kamu bisa menebaknya ya Sandra,”kata Intan yang tersenyum dan memalingkan wajahnya.


“Aku tidak akan memaksa kamu untuk berkata. Jika kamu tidak mau, asalkan kamu baik-baik saja aku sudah cukup. Tapi benarkan kamu baik-baik saja,”ucap Sandra.


“Iya aku baik-baik saja jadi kamu tidak usah khawatir. Tapi Sandra bagaimana dengan mereka ya?,”ucap Intan yang tidak tahu bagaimana mau membersihkannya.


“Kamu tidak usah khawatir semua akan beres. Kita sebaiknya segera pergi dari sini,”ucap Sandra yang merangkul Intan dari samping. Tapi intan kembali berjalan ke belakang untuk mengambil barang belanjaannya yang ada di belakang dia. Di bantu dengan Sandra yang membawanya mereka segera pergi dari lokasi itu.


“Bagaimana kamu bisa membuat halaman belakang yang tidak ada apa-apa ditamani sayuran dan bunga,”ucap Sandra.


“Kamu kira aku bermain saja. Aku serius kali sata ingin menaman sayuran dan bunga untuk aku jual. Tapi Sandra ini teh kamu,”ucap Intan. Sandra yang duduk didepan Intan dimana di atas meja sudah ada teh hangat dan cemilan kue yang ringan. Sandra yang dengan senang hati menikmati suasana hari itu.


“Intan apa selama ini kamu baik saja,”ucap Sandra.


“Iya aku baik saja. Apa kamu masih gelisah dengan kejadian yang tadi,”ucap Intan.

__ADS_1


“Itu benar pasti tidak hanya sekali mereka datang bukan,”ucap Sandra.


“Aku baru pertama melihat mereka kok Sandra. Tapi Sandra apa kamu kenal dengan mereka, aku tidak tahu kenapa mereka menyerangku. Aku juga tidak memiliki masalah apa-apa terhadap mereka termasuk orang asing itu,”ucap Intan sambil berpikir.


“Kamu tidak usah memikirkannya,”ucap Sandra dengan singkat. Tapi dalam hari Intan yang masih saja memikirkan apa yang sudah dialami oleh Intan. Sandra menatap ke arah Intan yang terlihat dari raut wajahnya yang sudah bisa ditebak kalau Intan sedang memikirkan apa yang sudah terjadi.”Kamu masih memikirkan soal kejadian yang tadi Intan,”ucap Sandra.


“Bagaimana kamu bisa tahu Sandra,”ucap Intan sambil menyemil kue keringnya.


“Tentu saja aku tahu, hanya saja Intan. Bagaimana kamu bisa membunuh mereka tadi, jika kamu tidak masalah untuk cerita denganku,”ucap Sandra yang masih ingin tahu kenapa Intan bisa membunuh mereka.


“Aku menggunakan pedang aura,”ucap Intan dengan singkat.”Apa kamu pernah belajar pedang kenapa kamu bisa menggunakan auta Intan,”ucap Sandra.


“Aku sudah bisa sejak lama, hanya saja kau tidak memberitahukan kepada orang lain,”kata Intan Sandra yang mendengar itu sedikit lega.”Apa kamu tidak takut dengan darah yang kamu lihat tadi Intan,”ucap Sandra.


“Tidak, karena aku juga pernah melawan mereka sebelumnya saat bersama dengan orang tuaku,”ucap Intan.


“Kenapa kamu terlihat serius itu Sandra. Apa kamu masih gelisah dengan diriku yang tidak bisa menjaga tubuhku. Aku baik saja, tapi Sandra aku masih ingin tahu sesuatu,”ucap Intan.


“Apa yang ingin kamu ketahui Intan, jika kau bisa menjawabnya,”ucap Sandra.


“Itu soal orang asing yang berkata kalau aku adalah berekernasi lagi. Maksudnya apa ya Sandra,”ucap intan. Sandra yang mendengarnya sedikit terkejut dan berkata lain kepada Intan.”Apa lagi yang dia katakan kepada kamu selain itu?,”ucap Sandra.

__ADS_1


‘Dia juga berkata kamu harus mati agar dia tahu siapa yang teleh membuat aku marah. Apa yang di maksud dengan dia itu kamu Sandra. Tapi apa dulu aku pernah  ada?,”ucap Intan sambil berpikir. Intan yang mencari tahu menemukan sesuatu yang dikatakan oleh orang asing ada benarnya. Kalau Intan berekernasi tapi tidak semua ingatan masa lalu dia ingat.”Apa Sandra juga tahu ya,”ucap hati kecil Intan.


__ADS_2