Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 85


__ADS_3

Intan yang masih bingung dengan apa yang dia katakan apa dia sudah mengatakan kalau dia sudah membuat kue baru kepada Sandra.”Kenapa kamu diam saja Intan apa kamu terluka,”ucap Sandra.


“Tidak aku hanya ada yang kelupaan.Tadi aku sudah bilang ke kamu belum kalau aku sudah membuat kue baru,”ucap Intan.


“Aku tahu dari anak buahku katanya tadi kamu jualan kue baru. Jadinya aku tahu kamu membuat kue baru dengan resep mawar bukan,”kata Sandra.


“Itu benar kamu mau,”ucap Intan.


“Tentu saja jika itu buatan kamu. Kamu berikan saja kepada mereka agar mereka yang mengirimnya,”kata Sandra yang sedang tersenyum di dalam ruangan kantornya.


“Baiklah aku akan memberikan kue yang hangat untuk kamu. Tunggu ya,”ucap Intan yang memberikan alat komunikasi itu kepada mereka berdua lagi. Intan yang segera kembali ke dapur untuk mengambil adonan yang masih tersisa. Dimana adonan yang sudah jadi dia panggang di atas api yang menyala.


Sambil menuggu Intan pergi ke halaman belakang untuk mengambil setangkai mawar yang akan diberikan kepada Sandra. Intan yang sudah mengambil setangkai bunga mawar segar kembali ke dalam melihat kue yang sudah matang di dalam panggangan. Intan segera mengeluarkanya dan memasukannya ke dalam keranjang. Sisanya dia berikan kepada kedua tentara bayaran yang sudah menjaganya.


Intan dengan hati senang berjalan ke atas dan meminta tolong kepada mereka untuk memberikan keranjang kue itu kepada Sandra. “Apa hanya ini saja yang anda kirim nona,”ucap tentara bayaran.


“Iya bisakan,”ucap Intan dengan santai.


“Tentu saja bisa. Tapi nona yang itu bagaimana?Apa juga perluh dikirim juga,”kata tentara bayaran.


“Tidak itu yang ada di atas meja untuk kalian berdua. Kalau yang ada dikeranjang untuk Sandra,”ucap Intan.


“Baik saya akan kirim. Terima kasih,”ucap mereka berdua. Intan yang melihat kerajang itu dalam lingkaran sihir dimana tiba-tiba keranjang itu sudah menghilang.


“Terima kasih. Aku akan turun ke halaman belakang mangambil sayuran. Jika kaiian mau makan kuenya makan saja,”ucap Intan yang berjalan turun.


Intan yang pergi ke halaman belakang memetik beberapa sayuran. Tapi melihat kebun bunganya yang sudah bermekaran.”Apa besok aku jual bunga dan kue saja ya?,”ucap Intan.


“Tapi bagaimana membawanya ya,”ucap Intan sambil memilih sayuran yang sudah matang dan segar. “Apa perluh aku buka kedai didepan rumah saja. Jika seperti itu aku harus membuat rencana bukan untuk kedepanya. Jika langsung membuka kedai pelangganku yang dulu tidak ada yang tahu. Aku harus memberitahu kepada mereka dulu kalau begitu,”ucap Intan sambil berpikir.


Karena sudah selesai mengambil beberapa sayuran. Intan kembali masuk ke dalam dan menuju dapur dimana Intan mulai membuat makan malam. Sementara di tempat lain Sandra yang sudah mendapatkan kue dari Intan merasa senang.”Bau harum kue,”ucap Sandra yang membuka perlahan keranjang kuenya.

__ADS_1


Sandra yang tidak sabar untuk mencicipi kue yang dibuat oleh Intan. Baru menggigit satu gigit saja pengganggu datang.”Sandra bau apa ini,”ucap Mila datang dan mengambil keranjangnya. Tapi sebelum Mila mengambilnya Sandra sudah mengamankan keranjangnya dengan tatapan dingin.”Untuk apa kalian datang semua ke sini,”ucap Sandra menatap mereka.


“Kenapa kamu aku hanya ingin melihat Tera dan sekalian bertemu dengan kamu saja. Ohhh iya kakakku juga ikut denganku,”ucap Mila yang menatap keranjang yang di pegang oleh Sandra.


“Apa itu Sandra,”ucap Mila.


“Itu jelas dari Intan bukan Bos,”kata Jack yang bersama dengan Lotto membantu Edwan yang sedang terluka.


“Apa yang terjadi dengan kamu Edwan,”ucap Sandra sambil menikmati kuenya.


“Itu bukan tidak baik Sandra kamu enaknya makan kue sedangkan tamu kamu tidak diberikan kue. Ini tidak adil,”ucap Mila.


“Dia tidak akan membagi kuenya,”ucap Jack.


“Kenapa kamu yakin dia tidak akan membaginya. Lihat saja wajahnya Sandra yang terlihat bercahaya dengan kue yang dia makan,”ucap Jack.


“Apa itu kue dari Intan,”ucap Edwan.


“Bos sudah tahu dari awal kalau dia sangat hebat. Tapi kemampuannya sama dengan anda,”ucap Edwan.


“Aku tahu tadi saat dia menghancurkan ruang hampa,”ucap Sandra. Tapi Mila dan kedua kakaknya yang tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Sandra hanya bisa duduk saja. Sampai kakaknya melihat ke arah Tera dan berbisisk.”Kalian sedang membicarakan apa?,”ucap Morgan.


“Apa yang ingin kalian katakan,”ucap Sandra.


“Kami ingin tahu kapan kamu akan membagi kue itu. Karena kue itu harum sekali. Sandra bagi aku aku mau kuenya masak kamu tidak mau berbagi dengan diriku yang sedang mengandung anak Tera. Sayang aku mau kue itu,”ucap Mila yang merajut kepada Tera.


Sandra yang merasa terganggu hanya bisa menyerah saja dan mengambil setangkai bunga mawar dari Intan dan satu kue saja. Dimana Sandra memberikan keranjang itu kepada mereka.”Makanlah jika kalian lapar,”ucap Sandra.


“Tera ambilkan aku vas bunga dengan sedikit air aku mau menaru bunga ini di mejaku,”ucap Sandra.


“Bunga yang cantik apa itu juga diberikan kepada Intan kepada kamu Sandra,”ucap Mila yang melihat sambil menggigit satu kue. Dimana Mila yang tadi memilihat ke arah Sandra teralihkan ke arah kue yang ada didepannya.”Ini enak sekali,”ucap Mila yang sangat enak.

__ADS_1


“Sandra dimana kamu mendapatkannya dimana Intan. Aku ingin kue ini lagi,”ucap Mila yang merasa senang dengan kuenya.


“Untuk apa kamu ingin tahu. Tapi aku tidak akan memberitahu kamu dimana dia. Jika kamu mau bisa minta kepada Tera untuk membelinya,”ucap Sandra.


“Tapi kue itu akan cepat habis ,”ucap Sandra.


“Kurasa aku tahu kenapa dia menolak kamu Mila,”ucap Petra.


“Aku juga tahu kali kakak. Tapi aku juga ingin kenal Intan itu seperti apa, sampai membuat Sandra yang dingin bisa membuat Sandra tersentuh hatinya,”ucap Mila.


“Aku juga ingin tahu,”ucap Morgan.


“Tapi percuma saja jika kalian ingin tahu. Dia tidak ada di dunia ini, tapi di dunia lain,”kata Lotto.


“Apa itu benar Tera?,”kata Mila.


“Seperti yang dikatakan Lotto kalian tidak akan bisa bertemu dengan dia,”ucap Tera.


“kenapa,”wajah Mila yang sedikit cemberut. Tapi Tera mengelus kepala Mila agar dia bisa membaik dengan kata manis yang dilontarkan oleh Tera.”Jika kamu mau akan aku belikan kue itu dari Intan nanti,”ucap Tera.


“Apa benar,”ucap Mila.


“Tentu saja,”kata Tera.


“Sudah sampai kapan kalian akan membahan Intanku. Tapi kedatangan kalian ada apa ini bersama-sama. Di waktu yang tidak tepat lagi kalian datang ke sini,”ucap Sandra yang merasa tidak senang karena ketenangannya sudah diusik.


“Maaf jika kami kita datang ke tempat kamu tampa ada pemberitahuan lebih lanjut. Tapi ada hal yang ingin kami bicarakan,”ucap Morgan.


“Apa itu?,”ucap Sandra.


“Kami meminta bantuan dari kamu Sandra. Kami meminta bantuan tenaga medis dan tentara untuk ikut kami menjaga perbatasan yang sudah diserang oleh beberapa monster,”kata Morgan.

__ADS_1


__ADS_2