Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 10. HARUS SABAR _YOU & ME


__ADS_3

"Iya Kurang lebih begitu bos.


"Sini sarapan saya."


Mischa bergerak cepat dan meletakkan 3 bungkus berisikan sandwich dan kopi barako di hadapan Gavin. Pria itu segera membuka bungkusan, tetapi seketika itu juga menyingkirkannya.


Kelamaan sudah keburu dingin. Saya kan, maunya kopi yang masih panas. Mischa menelan ludah. Padahal dia sudah gerak secepat yang dia bisa.


"Kalau dikasih nilai, kerjaan kamu ini bukan lagi nol, tapi minus. Mischa hanya bisa menunduk. benar kata Matteo semalam, sangat susah memenuhi ekspektasi seorang Gavin.


"Keluar!!!! dan lanjutkan pekerjaanmu. perintah Gavin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.


"Baik bos."


Mischa melap keringat di kening, dan menghela nafas berat, saat melihat tumpukan berkas di atas meja. Tidak mudah ya, namun mau bagaimana lagi Dia harus segera menyelesaikan. Paling tidak setengahnya sebelum jam makan siang. sebab Dia tidak tahu apakah Bos akan menyuruhnya lagi hal yang lain.


Semua orang benar-benar sibuk. Bahkan rekan-rekan yang ikut pesta penyambutan semalam, tidak sempat menyapa. Gadis itu duduk mulai melihat isi berkas dia melemaskan jari-jari dan mulai bekerja.


Sebenarnya Mischa heran kenapa pekerjaannya, mendadak jadi banyak sekali hari ini. Hari pertama dia hanya mengerjakan dua desain. Kemarin tidak mengerjakan apa-apa, karena tes dari Gavin. lalu hari ini dirinya seperti kebanjiran pekerjaan yang tak terduga. Apa mungkin semua orang memang mengerjakan desain sebanyak ini setiap harinya?


Ah sudahlah Miska tidak punya waktu untuk berpikir macam-macam lebih baik bekerja saja dengan benar supaya Gavin tidak marah lagi padanya.


Mischa melirik jarum jam dinding, dan sebentar lagi sudah masuk makan siang. Dia meninggalkan pekerjaan dan berjalan menuju ruang Gavin. Perintah masuk terdengar dan dia hanya melongokan kepala, untuk bertanya. "Bos mau makan siang apa? tanya Mischa dengan nada suara selembut mungkin.


"Saya makan di luar saja. Kalau kamu yang beli, entar yang ada saya tidak makan lagi. Kamu mau saya mati kelaparan? tanya Gavin dengan sarkas. Membuat Mischa tidak bisa berkutik. Mischa memilih untuk meringis pelan,


"baik maaf Bos." kalau begitu saya permisi kembali bekerja." ucap sambil langsung meninggalkan ruang kerja Gavin.


Mischa kembali ke meja dengan langkah gontai dua minggu ke depan, memang akan terasa lama sekali, Jika kejadian seperti ini. Tak lama kemudian, dia melihat Gavin keluar dari ruang kerjanya. Dan beberapa karyawan mengangguk sekaligus menyapa pria itu.


Irma berdiri dan mengintip dari dinding pembatas. "capek Mischa tanya Irma yang mengkhawatirkan Mischa.


Mischa mengalihkan pandangan untuk melihat Irma. lumayan ate, mana Yang aku beli nggak dimakan si Bos.

__ADS_1


Irma sudah menduga, ini akan terjadi Mau siapapun yang jadi sekretaris pasti kelakuan bosnya tidak akan pernah berubah.


"Padahal Mischa harus ngerjain desain juga, kan pasti bercabang-cabang pikirannya." timpal Andika.


"Ngak ada yang bisa kita ucapin, selain sabar Mischa semangat ya." ucap paling seraya mengelus bahu Mischa.


Setidaknya ada rekan-rekan kerja, yang peduli padanya, di antara riuhnya pekerjaan ini.


Permintaan Gavin semakin hari semakin aneh saja. Mischa benar-benar harus menghafal jalan-jalan di ibukota Manila lebih cepat. Padahal selain karena perintah Gavin, dia tidak pernah mengunjungi tempat-tempat tersebut.


Apalagi Mischa baru saja menginjakkan kaki di ibukota Manila. Saat kuliah saja, dia kuliah di kota Antipolo yang lokasinya lumayan jauh dari Desa pao pao Desa kelahirannya.


Ada saja yang salah dan tak sesuai keinginan Gavin. padahal Mischa sudah mengikuti instruksinya dengan tepat. Rasa makanan lah, waktu mengantar lah, bahkan pakaian pun terkena imbasnya.


"Kamu ini tidak pernah ganti baju ya? tanya Gavin dengan tampak jijik


Mischa ingin sekali mencium aroma bajunya meskipun dia mencucinya dengan baik apa masih terasa bau bagi hidung Gavin?


"Ganti Bos, tiap hari saya ganti baju.


"Oh jadi itu masalahnya?


"Saya tidak pintar dalam memilih pakaian bos jadi cari aman, beli kemeja warna putih semua." ucap Mischa jujur


Gavin menghela nafas panjang. Baru kali ini dia mendengar seorang perempuan tidak bisa berdandan. Jika dibandingkan dengan Larissa keduanya akan seperti langit dan bumi.


"Tunggu dulu, kenapa dia malah membandingkan gadis di depannya dengan Larissa? padahal hampir rata seluruh karyawan wanita di kantornya bisa berdandan dengan baik.


"Sabtu dan Minggu kan tidak kerja, itu artinya kamu harus upgrade kualitas fisik kamu. masa yang seperti itu juga kamu tidak paham.


Mischa memandang bosnya dengan bingung upgrade kualitas fisik itu seperti apa bos?


Gavin menepuk jidat. Apa karyawan baru ini berkata serius, atau sedang mengerjainya?

__ADS_1


"Kamu ini tidak pernah menonton konten YouTube, Tik Tok atau snack video begitu?


"Pernah Bos, cukup sering


"Apa yang kamu tonton disana?


"Paling hanya tutorial desain Bos. Agar aku dapat mendesain seperti orang-orang terkenal lainnya.


"cuman itu doang? tanya Gavin tidak percaya


"Iya Bos, cuman itu saja. maklum sinyal di kampung saya kurang bagus. Waktu kuliah juga pakai internet pas-pasan. dan mengharapkan wi-fi dari kampus. selain menonton tutorial, saya tidak pernah menonton yang lain.


Gavin benar-benar kehabisan akal. Mischa bukan satu-satunya karyawan yang berasal dari luar kota Manila. Namun Kenapa gadis ini polos sekali Apa mungkin dia belum terkontaminasi pergaulan ibukota?


"Sudah, mendingan kamu keluar. lama-lama bicara sama kamu, bisa-bisa gula darah saya naik.


Mischa tidak paham kenapa bosnya berkata seperti itu. Namun dia tetap menurut dan segera keluar untuk melanjutkan pekerjaannya. Dia pun menanyakan pada Irma, perihal meningkatkan kualitas fisik seperti yang disampaikan oleh Gavin sebelumnya


"Ate Irma, kata bos saya harus upgrade kualitas fisik kalau lagi nggak kerja itu maksudnya apa Ate?


Baru saja Irma ingin menjawab. Andika yang mencuri dengar pertanyaan Mischa segera neibruk dan berniat menyampaikan pendapatnya


"Masa kamu nggak tahu sih Mischa?


Mischa menggelengkan kepalanya dan menunggu jawaban dari Andika.


"Maksudnya ini lho, Andika meletakkan kedua tangan di depan dada. membentuk dua buah setengah lingkaran.


Awalnya Mischa tidak paham, barulah setelah kalender di meja Irma terbang ke kepala Andika, dia menutup mata dengan malu. Seketika tahu apa maksudnya dia mendengar Irma memaki-maki Andika dengan sebut mesum dan sebagainya. Namun kemudian mereka berpikir apa mungkin Gavin memang menyuruhnya untuk memperbesar bagian tubuh tertentu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2