Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 18. DI ADILI _YOU & ME


__ADS_3

"Bos baik banget. Sudah membelikan baju, mengizinkan untuk naik mobil bos, mentraktirku makan mewah. Dan sekarang memberi uang untuk membeli sepatu. Saya belum pernah menerima kebaikan sebanyak ini dari orang lain selama hidup. Saya doakan Bos mendapatkan segala hal yang terbaik di dunia ini."ucap Mischa tulus dengan mata berkaca-kaca.


Gavin terdiam, dia menatap Mischa yang tampak begitu senang menerima uang, yang baginya tak seberapa itu. Dia sudah dilempahi kemewahan sejak kecil. Jadi rasanya cukup aneh mendapati pemandangan di depannya ini. Apalagi Gadis itu sampai menduakan hal yang terbaik untuk.


Saya pamit pulang ya Bos, Mau beli sepatu dulu. Sekali lagi terima kasih bos, hati-hati di jalan Mischa menunduk sedikit sebelum berbalik dan berjalan dengan hati yang riang.


Sesuatu yang aneh merambat dalam diri Gavin, sepertinya hatinya menghangat melihat kebahagiaan di diri karyawannya itu.


"Kamu juga hati-hati di jalan." gumam Davin kemudian Ia pun tersenyum.


****


Mischa berhati-hati meletakkan sepatu yang baru saja dibeli. Dia belum pernah membeli sepatu semahal ini. Semoga saja kualitasnya lebih baik, dan lebih awet daripada sebelumnya. Dia kemudian merebahkan diri di atas ambal yang belum berganti menjadi kasur, meski dirinya sudah menerima gaji.


Karna Mischa harus mengirimkan uang untuk orang tuanya di kampung. Sehingga ia pun harus berhemat pengeluaran. Ia ingin kedua orang tuanya terlepas dari lilitan hutang dari Tuan Burhan. Itu sebabnya Mischa selalu mengirimkan uang gajinya kepada kedua orang tuanya. Berharap kedua orang tuanya, dapat menyicil hutang-hutang mereka kepada salah satu rentenir yang begitu kejam di desanya.


****


Perjalanan pulang Mischa memandangi lampu dari gedung-gedung yang menjulang tinggi di ibukota Manila. Memang tidak mudah baginya jauh dari kedua orangtuanya. Dia bahkan sempat menangis beberapa kali, ketika merindukan kedua orang tuanya, yang berada di desa pao-pao kota Antipolo provinsi Rizal. Dia benar-benar tidak tahu akan jadi apa di dunia, jika tidak mengenal Irma.


Juga Bagaimana jika dia tidak punya Bos baik seperti Gavin.

__ADS_1


"Kenapa tiba-tiba Mischa malah teringat dengan Gavin, Apa mungkin karena dia memakai sepatu yang secara tidak langsung dibelikan oleh bosnya itu?


Mischa tersenyum, Gavin memang suka sekali mengomeli dirinya. Persis seperti Irma, namun belakangan ini, bos begitu baik padanya. Dia kemudian berpikir sedang apa sekarang.


Di tempat lain, telinga Gavin mendadak terasa gatal. Seingatnya dia sudah membersihkannya pagi tadi. Apa masih kurang bersih, atau bagaimana? dia menggeleng Lalu turun dari mobil. Ayahnya belum pulang tampaknya ibunya juga belum.


"Tuan Gavin sudah pulang? tanya salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Carlos Antonio.


"Iya, Bi...mami ada?


Nyonya keluar tadi siang, katanya mau ketemu sama perkumpulannya.


"Apa itu perkumpulan yang ada Larissa? sepertinya Gavin harus mempersiapkan diri Larissa pasti sudah menceritakan tentang Mischa pada maminya. Gavin menghela nafas.


"Oh boleh bu, saya mandi dulu habis itu lanjut makan.


"Baik Tuan."


Gavin menaiki anak tangga, menuju kamar. Dia melonggarkan dasi dan melepaskan jas, kemudian pikirannya melayang pada sepatu yang dikenakan oleh Mischa hari ini.


"Anak itu memang selalu cepat menuruti perintah Gavin. Meskipun terkadang pekerjaannya sebagai sekretaris tidak selalu baik.

__ADS_1


Mendadak Gavin ingin Mischa selalu menjadi sekretarisnya. Padahal niat awalnya hanya ingin melatih Gadis itu, agar bisa menyelesaikan pekerjaan dengan tepat. Akan tetapi, Tentu saja itu tidak mungkin. Dia tidak mungkin memecat Kayla tanpa alasan. Apalagi Kayla adalah satu-satunya sekretaris yang paling mendekati ekspektasinya.


"Bi....David sudah pulang kan? aku lihat mobilnya di luar


Gavin mendengar suara maminya saat menuruni tangga, dia baru ingat ponselnya tertinggal di mobil. Dan berniat untuk mengambilnya.


"Ini dia, saatnya diadili oleh Nyonya Aurora.


"Mami nyariin Gavin? Gavin berjalan menghampiri Nyonya Aurora.


"Mami mau ngomong sama kamu, ada nada ketidak kesabaran dalam suara Nyonya Aurora. Gavin menyadarinya itu.


"Tuan Gavin gak jadi makan dulu?" tanya asisten rumah tangga itu.


"Nanti saja." Jawab Nyonya Aurora. akun perlu ngomong sama dia.


Nyonya Aurora berjalan lebih dulu menuju ruang keluarga. Gavin pun mengikutinya dengan tenang, dia berpura-pura saja tidak tahu apa-apa. Siapa tahu ibunya ingin membicarakan hal yang lain, bukan tentang Mischa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2