Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 71. BERTEMU RISKA_ BERTEMU DENGAN RISKA


__ADS_3

"Riska?" panggil Mischa agak ragu.


Gadis itu menatap Miska datar. "Iya ini aku.


Mischa terkejut. "Kamu kerja di?"


gadis bernama Riska itu tersenyum sinis. menurut kamu?


Miska tak paham Sejak kapan Riska menggunakan sapaan yang tak sopan terhadapnya dan juga kenapa Gadis itu berpakaian seperti ini?


Riska mengambil tas dan menabrak tubuh Mischa saat melewatinya. Riska yang punya banyak pertanyaan pun mengejarnya keluar tanpa diketahui oleh rekan-rekan yang asik ngobrol.


"Riska tunggu !" Panggil Mischa setengah berlari.


di sebuah Simpang Riska berhenti dan menunggu Mischa menghampirinya.


Kita ngobrol dulu sebentar. Kamu sejak kapan di Manila? Kenapa nggak mengabari aku?" tanya Mischa terengah-engah.


"Buat apa aku menghubungi kamu?" tanya Riska tajam.


"Ya Kita, kan teman? bisa sering ketemu setelah pulang kerja." jawab Mischa.


"Mana bisa, Kamu kerja pagi aku kerja malam gimana mau ketemu waktunya


Mischa terperanjat bekerja di malam hari dia menggeleng pelan bisa saja maksudnya mendapatkan Sif di malam hari kan


"Sudah, nggak usah sok berprasangka baik. aku memang kerja gituan puas kamu."


Mischa menggeleng kenapa aku harus merasa puas Kalau kamu kerja begituan


Riska kembali tertawa sini Aduh kamu itu emang sok suci banget ya kamu kan senang banget kalau dapat prestasi apa-apa sendirian maunya sukses sendiri nggak mau ajak orang lain.


"Kamu kenapa ngomong gitu Ris, aku nggak pernah kayak gitu elak Miska. lagian kan kamu anak Pak kades Kenapa harus kerja kayak gini ris?"


Kamu memang nggak pernah sadar ya, kalau hidup aku hancur gara-gara kamu? karena aku anak Pak kades, aku selalu dapat tekanan dan tuntutan dari orang tua aku untuk bisa menyaingi kamu." bentak Riska.


Mischa tak paham apa maksudnya. Dia tidak pernah merasa lebih hebat dari siapapun.


kamu itu cuman anak petani biasa tapi bisa langganan juara kelas aku dituntut harus bisa ngalahin ranking kamu. Kamu masuk universitas bagus, aku juga dipaksa harus bisa masuk universitas yang sama. Dan sekarang kamu di Manila, papa aku kirim aku ke sini untuk cari kerja ." udah paham kamu sekarang?


Suara Riska mulai bergetar meski masih selantang sebelumnya.


"Kenapa sih harus kamu yang dapatin semua? Kenapa cuman kamu yang bisa bernasib Bagus? aku udah usaha cari kerja tapi nggak pernah dapat sesuai keinginan orang tua aku. Jadinya aku kerja ginian, karena duitnya lebih banyak sekarang mereka nggak pernah nanya-nanya lagi aku kerja apa? karena bisa ngirim duit banyak buat mereka.


Air mata mulai menetes di pipi Riska, Dia terlihat sangat menderita dan tertekan.


"Kamu kenapa nyalahin aku Ris,? seakan-akan hidup aku tuh enak banget Dari lahir." lirih Mischa.


"Kau memang juara kelas terus, menang olimpiade, dapat prestasi ini itu. Masuk universitas unggulan, kerja di manila dan sekarang mau nikah sama orang kaya.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Mischa bingung


Riska tertawa sarkas. "Astaga, kamu nggak tahu anaknya om pare, ngomong ke sana-sini kalau calon suami kamu yang super kaya itu, nginep di rumah mereka. Aku ditelepon sama Bapak, dan tau apa katanya? aku disuruh cari suami kaya juga. Bisa gila aku lama-lama.

__ADS_1


Untung semua orang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Sehingga tidak ada yang menghancurkan teriakan Riska. Riska menghembuskan nafas panjang mencoba menenangkan diri.


"Sudahlah, aku harus berangkat kerja kamu baik-baik ya.


Mischa terduduk di emperan sebuah toko yang sudah tutup. Setelah kepergian Riska dia duduk merenung, Lalu Tak lama kemudian menutup wajahnya dan menangis.


Memang sejak dulu, banyak orang yang tidak menyukainya. Karena segudang prestasi yang dia punya. Namun Kenapa mereka jadi justru menyalahkan atas ketidakberuntungan mereka


Sementara itu Gavin dan Matteo tiba di kafe, tempat di mana Irma dan yang lainnya mencari Mischa dengan panik.


"Belum ketemu?" tanya Gavin


Irma menjawab dengan hampir menangis "Belum Bos."


"Nggak angkat telepon juga? Tanya Gavin lagi


ponselnya di dalam tas dan tinggal di cafe bos. Kata Valen seraya menunjukkan tas milik Mischa.


Gavin mengenali tas itu, karena dia yang membelikannya.


"Coba kita cari di sekitar sini, Matteo kamu cari ke sana, Aku ke sini. Yang lain boleh ikut cari atau tunggu di sini." perintah Gavin.


"Okey bos,"


Gavin berlari sambil melihat kanan dan kiri ternyata tak sampai 2 menit, dia sudah menemukan Mischa sedang duduk termenung. Menghela nafas lega, Dia segera menghampiri dan ingin mengomeli Gadis itu yang hilang begitu saja tanpa pamit. Akan tetapi justru terdiam saat melihat jejak air Mata Di wajah cantik gadis itu.


"Mischa...! Panggil Gavin pelan


Mischa mendongak menatap Gavin dengan mata sayu dan merah


Gavin terkejut lalu berlutut di hadapan Mischa.


"Kamu kenapa? tanya Gavin panik


"Kamu diganggu orang?


Mischa menggeleng. Tetapi masih menangis. Gavin melepas jas dan memakainya pada Mischa dia pun menghubungi Matteo untuk menghantarkan mobil dan tas Mischa gadis itu sedang dalam keadaan tidak baik, dan harus segera membawanya pulang.


"Sudah ketemu? tanya Matteo di seberang telepon


"Sudah." jawab Gavin


"Syukurlah." ucap Matteo penuh kelegaan. oke aku ke sana sekarang


Dikarenakan enggak kan terlihat panik saat berangkat dari tempat sebelumnya Matteo menyetir mobil milik Gavin dan kunci masih dipegang olehnya Setelah tiba di tujuan. Itu sebabnya motor bisa langsung mengantarkan mobil ke tempat yang disebut oleh Davin


"Dia Kenapa? tanya Matteo panik


Gavin Magelang. "Nggak tahu belum mau cerita Nanti aku kabarin, kalau dia udah enakan.


Matteo mengangguk paham. Hati-hati Gavin.


Matteo membukakan pintu dan Gavin menuntun Mischa masuk ke kursi penumpang. Gavin kemudian mengambil kunci dari Matteo dan masuk ke kursi pengemudi mobil pun melaju Tak lama kemudian

__ADS_1


"Bagaimana? tanya Irma cemas.


"lagi diantar pulang sama bos. Tapi belum tahu ada apa." jawab Matteo


gush kalian berdua punya utang penjelasan sama kita bertiga. Ada apa antara bos? sama Mischa?" tanya Valen penasaran.


Matteo dan Irma saling bertatapan. sebenarnya ini bukan hak mereka tetapi Andika, Valen dan yang lainnya, pasti akan terus menuntut jawaban


Mischa takutnya menjawab Dia terlihat mulai mengantuk dan kelelahan mengambil keputusan sendiri Gavin pun membawa Gadis itu ke hotel, dan mereka menginap sana malam itu.


****


Pulang yuk, ajak Nyonya Riana.


"Ah males, di rumah juga nggak ada orang papanya anak-anak lembur. Kelvin lagi ngopi sama teman-temannya, yang lainnya lagi nginap di rumah neneknya." balas Nyonya Riana


Tapi udah jam segini loh Jeng, mau pulang jam berapa lagi?" tanya Nyonya Karina.


Nyonya Riana pun mengalah. "Ya sudah deh, yuk.


Ketiga wanita itu membayar tagihan makanan, mereka lalu keluar dari restoran yang berada di sebuah hotel bintang lima


"Eh itu Gavin, bukan?" tanya Nyonya Karina seraya menunjukkan pada dua orang di meja resepsionis hotel


Mana jeng? Nyonya Riana bertanya balik,


itu kan ada dua orang. Cewek cowok, yang cewek pakai jas kayaknya punya si cowok." Papar Nyonya Karina.


"Eh iya, benar Gavin itu nggak salah lagi seru Nyonya Riana.


"Bentar aku fotoin, terus kirim ke Nyonya Aurora. ucapnya Riana.


Nyonya Karina menurunkan tangan nyonya Riana yang sudah bersiap mengambil foto.


"Jangan Jeng, nggak boleh ganggu privasi orang


Kamu ini apa-apaan sih jeng? Nyonya Riana merasa kesal.


mereka ke hotel mau ngapain itu privasi mereka besok aja kalau mau kasih tahu Nyonya Aurora jangan malam ini jelas Nyonya Karina .


"Iya jeng, aku setuju sama jeng Karina. kayak nggak ngerti anak muda saja." ucap nyonya Riana.


Nyonya Riana pun akhirnya paham. "Iya juga ya. tapi Nyonya Aurora bakalan percaya nggak Kalau nggak ada foto?


Ya mudah-mudahan sih percaya, kalau pun nggak percaya ya itu urusan dia." timpal Nyonya Karina.


Iya juga, kenapa harus aku yang repot ya? udah ,kita balik aja yuk. ajak Nyonya Riana.


Gavin tidak menyadari kalau teman-teman ibunya berada di hotel yang sama dengan mereka datangi. Dia terlalu sibuk menuntun dan menenangkan Mischa begitu masuk kamar, Gavin segera memiringkan misteri kasur dan menyelimutinya sedetik kemudian Gadis itu sudah tertidur.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2