Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 27. MAKAN DI RESTORAN _YOU & ME


__ADS_3

Dan lagian orang yang aku cintai memiliki kekasih yang super cantik Bos. Tidak sebanding dengan saya.


"Memangnya kamu menganggap diri kamu tidak cantik?


"Betul bos, jawab Mischa penuh keyakinan.


Gavin tersenyum. Dia tidak biasa memuji Wanita. hanya saja gadis yang ada di hadapannya ini, perlu tahu bagaimana tampilan fisiknya dari sudut pandang lelaki.


Dan akhirnya, Gavin pun berhasil membuat Mischa tersipu malu malam itu.


"Kamu salah, Kamu itu cantik. Hanya saja kamu sedikit merubah penampilan kamu. kamu pasti lebih cantik di antara karyawan-karyawati wanita yang ada di kantor ALC." ucap Gavin kepada Mischa membuat Mischa mengembangkan senyumnya tetapi tetap dengan wajah yang datar.


Gavin dan Mischa menikmati menu makanan dengan tenang. Mereka tidak tahu kalau ada seseorang yang diam-diam mengambil foto keduanya.


"Pasti seru bikin Larissa kepanasan. Dia akan gelisah seperti cacing kepanasan, dia kan suka sesumbar bakalan bisa dapatin Gavin. nggak tahu saja, dia malah bawa wanita lain di sini.


"Kamu kirim ke mana chat pribadi atau grup kita? tanya Valeri


"Enaknya di mana ya, Valeri boleh bertanya.


"Hmmm...Karina tampak berpikir kalau niatnya mau bikin malu Larissa, harusnya sih kirim ke grup saja biar anak-anak yang lain bisa lihat juga.


"Kalau dia ngamuk ke aku gimana?" Valeri terlihat takut


"Iya, kamu kasih taruh keterangannya saja fotonya. Misalnya kayak. " ini Gavin bukan sih?" gitu-gitu saja." ucap Valeri memberi saran kepada Karina.


"Okey deh, aku kirim sini ya.


Karina mengirim foto Gavin bersama Mischa yang sedang makan bersama ke grup obrolan yang adanya Larissa dan teman-temannya. Karina dan Valerie adalah salah dua dari anggota grup tersebut meski satu perkumpulan sebagian dari mereka hanyalah rubah berbulu domba.


Tak lama kemudian setelah foto dikirimkan oleh Karina, ponsel milik keduanya berbunyi tanda masuknya notifikasi pesan Whatsapp dari grup perkumpulan mereka.


Banyak tanya jawab di grup obrolan itu. group obrolan yang beranggotakan beberapa orang itu segera ramai bersahut-sahutan. Valeri mengecek Apakah Larissa sudah melihat foto tersebut ternyata sudah. Namun Larissa belum ada berkomentar apa-apa tentang foto tersebut.


"Valerie : Aku ambil sendiri fotonya aku sama Karina lagi di restoran yang sama dengan tempat mereka makan."


pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Valerie di grup WhatsApp mereka.


Salah satu dari teman mereka banyak membalas pesan Whatsapp yang dikirimkan Valerie. "Wah pas banget bisa bertemu. Larissa belum ada muncul padahal sudah baca ucap Valeri.


"Seperti kamu tidak tahu aja dia Bagaimana. sekalinya muncul, paling sok-sok anggun padahal aslinya emosi tingkat dewa." respon Karina.


Keduanya kemudian tertawa. Mereka dapat membayangkan Bagaimana raut wajah Larissa ketika melihat foto itu.

__ADS_1


Sementara di sisi lain Larissa dugaan Valerie dengan Karina tidaklah salah.


"Cewek yang kemarin ya? Gavin benar ada hubungan sama cewek itu ternyata." Larissa tertawa miris rasanya seperti dipermainkan.


"Larissa: Oh itu sekretaris Gavin mungkin.


gosip menyebar cepat seperti api membakar hutan, saat kebakaran terjadi cuaca sangat terik membuat kebakaran hutan langsung menyebar ke mana-mana. Begitulah gosip yang terjadi antara Gavin dan juga Mischa di grup perkumpulan Larissa dengan teman-temannya.


Larissa memang tidak mendengar langsung dari Matteo. Tetapi ada yang menyampaikan padanya bahwa Matteo mengatakan bahwa Gadis itu adalah sekretaris sementara Gavin.


"Kan kamu benar, Valeri tertawa disusul oleh Karina.


pesan di dalam grup WhatsApp Mereka pun penuh seketika saat pesan Whatsapp gambar itu dikirimkan.


"Buset dah, Yang lain pada manas-manasin pula seru Valerie.


"Ssttttt....! Karina menyuruh Valerie untuk diam.


"Ups,sorry kocak banget soalnya. ucap Valerie.


"Memang sih pasti panas banget ini si Larissa.


Larissa membanting pelan ponselnya ke atas meja. Dia jadi tak berselera membalas lagi. yang ada dia akan semakin kesal karena melihat obrolan teman-temannya di grup WhatsApp mereka.


Larissa kembali melihat ponsel dan mencari kontak ponsel Nyonya Aurora. Jarinya berhenti sejenak.


"Kalau Gavin berantem sama mamanya gara-gara ini gimana ya?" Larissa mendadak ragu. "Ah bodo amat lah, Gavin saja nggak pernah mikirin perasaan aku kok.


foto itu pun akhirnya berhasil dikirim kepada Nyonya Aurora. Larissa juga bertanya apakah Nyonya Aurora pernah melihat gadis itu atau tidak sebelumnya.


Di restoran telinga Gavin mendadak terasa gatal dia menggaruknya dengan jari kelingking.


"Kenapa bos tanya Mischa


"Tidak tahu, tiba-tiba saja gatal." jawab Gavin Maaf ya, kalau kamu jadi tidak berselera makan


Mischa menggeleng. "Tidak masalah Bos." Gadis itu pun melanjutkan makannya.


Gavin heran kenapa belakangan ini telinganya sering terasa gatal walaupun sudah dibersihkan.


"Mungkin ada yang sedang menceritakan Bos." ucap Mischa tiba-tiba sambil melahap makanan yang ada di hadapannya.


"Hah?"tanya Gavin tak paham

__ADS_1


Karena orang kota mungkin tidak percaya akan hal-hal seperti itu. Kalau Bos tahu di desa Pao Pao itu banyak yang percaya dengan hal mistis dan mitos. Jadi katanya kalau telinga gatal tanpa sebab, biasanya karena sedang ada yang menceritakan." jelas Mischa


"Oh gitu ya, bisa jadi ya.


"Orang seperti Bos Pasti sering jadi bahan pembicaraan." tuduh Mischa serius


"Iya setidaknya sama karyawan sendiri." Gavin membenarkan.


Mischa menahan tawa dan Gavin menyadarinya.


"Kenapa kamu pernah juga menceritakan saya?


Mischa tersendat, hingga terbatuk. Spontan Gavin memberikan gelas berisi air putih untuk gadis itu.


"Wah, romantis banget nggak sih?" tanya Valerie yang ternyata masih memperhatikan Gavin dan Mischa bersama Karina.


"Aku juga mikir gitu. Gavin ini kan terkenal dingin orangnya, nggak nyangka juga dia bisa begitu perhatian sama seorang wanita." sahut Karina.


"Terima kasih bos." ucap Mischa dengan nada patah-patah


"Berarti memang benar." tanya Gavin


Mischa menggeleng, tapi tidak pernah menceritakan Yang jelek-jelek kok Bos.


"Sebenarnya pernah. Tapi bukan Mischa yang menceritakan melainkan salah satu rekan kerjanya.


Gavin tidak marah. Memang kecil kemungkinan, para karyawan tidak menceritakannya dirinya. Sifatnya saja sudah mampu membuat orang ingin menggibah.


"Habis ini saya antar kamu pulang ya." tawar Gavin yang melihat makanan di piring Mischa sudah hampir habis.


"Saya pulang sendiri saja bos." tolak Mischa


"Sudah malam. Lagi pula tempat ini lumayan jauh dari kantor. Dan sudah pasti dari kost kau juga.


Mischa mengalah. Sebenarnya dia juga sudah memikirkan cara untuk pulang sejak tadi. Mengingat dirinya tidak kenal sama sekali daerah ini.


Sementara itu Valerie dan Karina kembali mengecek obrolan di grup. Hanya beberapa orang saja yang ribut sejak tadi. Sedangkan Larissa sama sekali tidak muncul lagi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak. "Perjuangan cinta Abimayu."


__ADS_2