
Aurora kembali diam membuat Carlos bingung bukan kepalang.
"Karena kamu tiba-tiba bahas itu, Kuya tadi kayak lihat orang yang mirip sama Kasih di jalan." ucap Tuan carlos
Tubuh Aurora seketika menegang. "Tapi itu nggak mungkin Kasih, iya kan Aurora."
"Iyalah, Kuya. Mana mungkin itu kasih.
Aurora tertawa canggung.
"Sial!" pekiknya dalam hati. "Apa kau bilang? pasti besar kemungkinan dia bakalan ketemu sama Kuya Carlos. Kasih memang susah dikasih tahu!"
"Tapi, kuya, misalnya Kuya ketemu lagi sama kasih, apa yang bakalan di kuya lakukan? tanya Nyonya Aurora penasaran.
"Hmmm? gumam Carlos yang sedang memejam. "Kuya nggak suka berandai-andai."
"Kuya sudah lupa sama dia?"
"Kalau lupa, iya nggak mungkin."
Aurora semakin kesal. baik kasih maupun Carlos tidak memberikan jawaban pasti.
"Kamu, nggak sama kasih juga cemburuan, kan? jadi apa bedanya kalau Kuya ketemu lagi sama Kasih apa nggak?"lanjut Carlos.
"Jelas beda Kuya, dia kan masih berstatus istri Kuya. Kalau perempuan-perempuan lain itu nggak akan bisa ngalahin aku. Beda sama Kasih. Dia sudah pernah ngalahin aku sekali, dia bakalan punya kesempatan untuk ngalahin aku lagi," jelas Aurora.
Carlos menghembuskan nafas dengan mata masih terpejam.
"Pernikahan bukan kompetisi Aurora. Nggak akan ada yang kalah ataupun menang. Kuya juga nggak mungkin lepas kamu gitu saja, kamu yang rawat Gavin dari bayi nggak terhitung utang budi kuya sama kamu.
Aurora mendadak murung. Bukan utang Budi yang diharapkan. Tetapi rasa cinta. Kalau alasan Carlos tak ingin melepasnya karena cinta, barulah dia akan merasa nyaman dari ancaman kembalinya Kasih.
"Sudah, jangan bahas ini lagi. Semua itu cuman masa lalu." ucap Carlos.
"Iya Kuya." Aurora menurut
__ADS_1
Malam itu Carlos tak bisa tidur. Dia memang tak suka membayangkan hal yang tak pasti. Namun, dia merasa percaya pada penglihatannya sendiri.
"Pa?"
Tuan Carlos Antonio berpaling "Oh Mischa nggak tidur nak?
"Nggak bisa tidur Pa, tadi sore Mischa minum kopi." jawab Mischa.
"Ayo duduk sini." ucap Tuan Carlos Antonio menunjuk tempat di sebelahnya.
Mischa tersenyum. "Iya pa."
"Gavin tidur?" tanya Tuan Carlos Antonio
"Iya Pa." jawab mischa singkat
keduanya kemudian diam beberapa saat.
"Oh ya pa, gaunnya besok selesai di laundry Mau disimpan di mana habis itu?
"Memangnya gaun itu punya siapa Pa? kalau memang punya nenek, kenapa disimpan di rumah ini, bukankah di rumah nenek yang seharusnya?"
Tuan Carlos Antonio seharusnya sadar kalau menantunya itu sangat cerdas. Tidak seperti Gavin yang tak suka banyak bertanya. Mischa justru suka menanyakan sesuatu secara detail.
"Memang bukan punya nenek,"
Mischa menunggu kelanjutan ucap Tuan Carlos. Tetapi ayah mertuanya itu hanya diam saja.
"Beberapa orang pernah punya masa lalu dalam hidup mereka. Sebagian memilih untuk lupa. Sebab lagi ingin mengingatnya."
"Jadi Papa nyimpan gaun itu untuk mengingat seseorang?" simpul Mischa
Tuan Carlos Antonio tertawa. "Kamu ini memang cerdas ya, pantas saja Gavin takut kamu kerja. Takut kamu punya karir bagus terus malah lebih fokus ke pekerjaan.
"Oh alasan kuya Gavin nggak ngasih mischa kerja, itu?" tanya Mischa kaget
__ADS_1
"Bisa jadi. Dia juga nggak pernah cerita ke papa. Tapi mungkin memang karena itu, kalau mama memang nggak pernah kerja dari tamat kuliah.
"Kenapa Pa?"
Tuan Carlos Antonio terdiam. Sepertinya dia sudah cerita terlalu jauh. Alasan Aurora tidak pernah bekerja selalu saja karena dirinya pertama Karena patah hati, kedua karena merawat Gavin dan ketiga karena dia mampu memberikan uang yang sangat banyak.
"Gak tau juga, mungkin memang karena nggak dapat kerjaan." dusta Tuan Carlos Antonio
"Oh di sini ternyata."
Mischa dan Tuan Carlos mengalihkan pandangan dan menemukan Gavin sedang berdiri sambil mengucek mata.
"Kuya bangun kamu kok nggak ada. Kuya kira di culik hantu." kata Gavin
"Iih ngasal."
Gavin pun tertawa
Pa, Miska balik ke kamar dulu ya." pamit Mischa
Tuan Carlos Antonio mengangguk. "Okey
balik ya Pa." pamit Gavin
Tuan Carlos Antonio tak sempat menjawab. Dia sangat menyukai perubahan di diri Gavin. anaknya itu sangat dingin. Dulu dia cukup terkesan, karena Gavin mau bercanda seperti itu, dengan istrinya. Sepertinya benar kalau Cinta mampu mengubah seseorang.
"Apa itu artinya Kasih sudah tidak mencintai ku lagi, Makanya dia pergi saat itu. Entahlah Tuan Carlos Antonio tak pernah tahu jawabannya. Apalagi isi surat yang ditinggalkan begitu singkat. Dia telah gagal menyelami hati istri pertamanya itu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1