Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 113. PEMENANG LOMBA_ YOU & ME


__ADS_3

"Pernikahan kamu sama Kuya Carlos sudah terlanjur terjadi. Aku nggak mungkin minta kalian cerai, tapi kita punya kesempatan untuk berbagi suami. Masalahnya kamu yang nggak mau. Aku udah ngalah Aurora, aku udah mundur dari lama. Jadi kurasa Kuya Carlos juga sudah lupa sama aku.


Aurora menggeleng pelan. "Kuya Carlos masih ingat sama kamu, dia bahkan masih menyimpan gaun milik kamu."


Kasih tampak bingung, Gaun? pantas saja dia merasa familiar dengan gaun yang dikenakan oleh istri putranya itu. Ternyata gaun itu ya. dia saja sudah hampir lupa dengan bentuk gaun tersebut.


"Itu cuman gaun Arora, cuman gaun, please jangan over thinking." pinta kasih. Lagian gaun itu dipakai sama istri Gavin, kan? berarti itu bukan milik aku lagi."


Nyonya Aurora tak bisa menjawab. Kasih masuk ke mobil,tanpa halangan apapun lagi. Dia segera menginjak gas dan mobil melaju meninggalkan Nyonya Aurora, yang kini menangis tersedu-sedu.


Hal yang paling Aurora takutkan di dunia ini, kini telah benar-benar terjadi.


*****


"Kuya Gavin Kok belum jemput?"


Mischa melirik jam di pergelangan tangannya Jam menunjukkan pukul 06.00 sore. Ia mengecat ponselnya tidak ada notifikasi dari Gavin. Sudah sejak tadi dia menghubungi sang suami, tetapi tidak diangkat ataupun ada balasan.


"Mau kasih kejutan apa sih? penasaran deh."


Mischa kembali memegang tetikus dan mengecek pekerjaan para karyawan yang dulu adalah rekan-rekannya. Tak terasa semua pekerjaan hari itu telah selesai diperiksa saat waktu merangkak ke pukul 07.00 malam.


Mischa bisa saja pulang sendiri dengan memesan taksi online, dia sudah hafal alamat rumah yang ditinggalinya sekarang. Namun, Gavin sudah melarangnya untuk tidak pergi kemana-mana sendirian. Dia pun jadi bingung.


Wanita itu kemudian terperanjat saat pintu tiba-tiba dibuka


"Hai, lama menunggu?"


Mischa menghela nafas lega. Dia kira siapa, Gavin masuk tanpa merasa bersalah. Bahkan tidak meminta maaf


"Pasti keenakan main game nih," terka Miska


"Nggak kok, udah kelar dari tadi." jawab Gavin santai


"Terus kenapa lama jemputnya?"


Gavin justru tersenyum-senyum, bukan merasa bersalah. "Istriku imut banget sih kalau ngambek gini."


Mischa mengerucutkan bibir


"Setidaknya kabarin kek."


"Kan kuya bilang mau kasih kejutan,


"Iya, tapi kalau ku ya Ada apa-apa dijalan, kan aku jadi nggak tahu."


Gavin terdiam. Mischa bukan merajuk biasa. Tetap sudah bercampur khawatir, terlihat dari air yang menggenang di pelupuk mata istrinya itu.


"Maafin kuya ya, sayang. Kuya janji, lain nggak akan gini lagi." janji Gavin sambil menarik sang istri ke dalam pelukannya.


Mischa bernafas lega membuat Gavin merasa tak enak hati. Perasaan wanita itu jauh lebih lembut dari perkiraannya selama ini.


"Kita pulang sekarang ." tanya Mischa


Gavin melepaskan pelukannya, lalu menggeleng. Mischa pun menatapnya heran.


"Mau ngapain lagi?"


Gavin kembali tersenyum. Namun kali ini senyuman menggoda yang membuat Mischa berpikir tidak tidak.


"Kuya mau punya pengalaman.


sepertinya tebakan Mischa tidak salah


"Pengalaman apa Kuya?"


Gavin mendekatkan dan berbisik mesra di telinga sang istri. "Bercinta di kantor."


****

__ADS_1


Tuan Carlos Antonio tiba di rumah dan tak menemukan istrinya di kamar. Pria itu kemudian bertanya pada salah satu asisten rumah tangga, tanpa berganti pakaian lebih dulu.


"Kayaknya di belakang Pak."


"Dekat kolam renang?" tanya Tuan Carlos Antonio memastikannya lagi


"Betul Pak."


Tuan Carlos Antonio pun segera berjalan ke belakang dan memang mendapati sang istri duduk sendirian di sana


"Ngapain Aurora, nanti masuk angin."


"Ada apa ini?" terakhir kali Tuan Carlos Antonio melihat Nyonya Aurora dalam keadaan seperti ini pada saat putus dengannya Waktu kuliah dulu. Sudah lama istrinya itu tidak terlihat sekacau ini.


"Kamu kenapa Aurora?" tanya Tuan Carlos Antonio.


Belakangan ini nyonya Aurora memang terlihat tidak baik-baik saja. Akan tetapi dia tidak pernah bercerita tentang masalah yang tengah dihadapi.


"Kuya ada baca artikel di internet nggak hari ini? Nyonya Aurora justru bertanya balik dengan suara pelan


Tuan Carlos Antonio tampak bingung. "Artikel apa Aurora?"


Sepertinya Tuan Carlos Antonio memang belum sempat membacanya. Saking takutnya Nyonya Aurora kembali mencari artikel tersebut dan ternyata sudah tidak ada lagi di manapun. Dia sempat bernapas sesaat kalau Tuan Carlos Antonio tahu Kasih ada di Manila, Dia juga pasti tidak akan pulang sekarang, tidak terjadi apa-apa seperti ini kan


"Kamu kenapa Aurora? Tuan Carlos Antonio kembali bertanya kepada Nyonya Aurora


Nyonya Aurora menggeleng. "Nggak apa-apa Kuya."


"Ayo masuk." ajak Tuan Carlos Antonio


Nyonya Aurora menggeleng lagi. Kuya duluan saja, aku masih mau di sini.


Tuan Carlos Antonio melepas jasnya dan memakaikannya pada sang istri.


"Ayo masuk, kamu perlu mandi dan istirahat Aurora."


"loh Mama kenapa? sakit?" tanya Gavin.


Nyonya Aurora memandangi anak laki-laki yang dibesarkannya. Tapi tak lahir dari rahimnya itu. ketakutan kembali menguasai hatinya.


"Mama kayaknya perlu istirahat Gavin, Papa antar ke kamar dulu ya." ucap Tuan Carlos Antonio.


Gavin hanya diam saja, tak lagi bertanya. Mischa mengikuti langkahnya ke kamar, Seraya melirik sejenak pada mertuanya.


"Mama kenapa ya, akhir akhir ini agak aneh kayaknya." tanya Gavin yang seperti biasa sedang menikmati pemandangan istrinya berganti pakaian.


"Coba besok Kuya tanya aja langsung." jawab Mischa seraya menyanggul rambutnya membuat Gavin menelan ludah.


Wanita itu kemudian mendatangi laptopnya dan terlihat mengerjakan sesuatu. Gavin merasa penasaran, kemudian mendekat untuk melihatnya


"Kamu ngerjain apa?


"Aku ikut lomba desain logo Kuya."


"Bima digital ya?"


"Iya, Kuya tadi aku sempat baca mereka punya pimpinan baru."


"Berarti pimpinan sebelumnya Sudah pensiun?"


Mischa mengalihkan pandangannya. "Kuya kenal sama bos yang lama?


"Kenal, tapi nggak dekat banget. sering ketemu aja di beberapa event. Orangnya kolot kayak nggak cocok kerja di bidang digital marketing.


"Tapi sampai pensiun juga ya."


"Iya" Gavin tertawa.


" Bos barunya siapa?"

__ADS_1


"Duh siapa ya tadi namanya, aku lihat pengumuman lomba barengan sama artikel. Bos barunya, tapi pas aku cek lagi udah nggak ada Kuya. Apa ada yang hapus ya?"


"Bisa jadi sih." ini udah mau selesai ya?


"Dikit lagi kuya, aku masih bingung sama kontras warnanya apa yang cocok gitu, yang sesuai sama perusahaannya.


Gavin selalu saja merasa takjub dengan hasil kinerjanya. Terkadang ada rasa bersalah karena tidak membiarkan bakat sang istri tereksplorasi dengan sempurna.


Butuh Waktu 3 hari lagi mischa untuk benar-benar menyelesaikan desain logo tersebut. Terlalu banyak pertimbangan mengingat ini adalah untuk lomba. Pasti yang akan dipilih adalah yang terbaik.


"Sudah ada beberapa orang mengirimkan desain logonya Bu." kata Fitricia memberitahu


"Oh ya coba saya lihat dulu."


Kasih membuka tautan yang diberikan oleh fitricia. Ternyata cukup banyak yang mengikuti perlombaan itu. Namun, sejak tadi dia hanya terus menggeser. Tidak ada satupun logo yang menarik baginya.


"Cuma ini ya? tanya Kasih


"Oh sepertinya ada yang baru masuk Bu." jawab Fitricia Seraya mengecek ipad-nya. "Sudah saya kirim bu."


Kasih kembali mengecek sepuluh desain yang masuk sampai berhenti di salah satunya. Tubuhnya menegak memperhatikan secara detail bentuk logo dan membaca filosofinya


"Yang ini bagus fitricia."


Fitrisia mendekatkan untuk melihat desain pilihan sang Bos


"Wah bener bu."


coba dicek siapa pengirimnya." pinta Kasih.


"Baik sebentar Bu." Fitrisia kemudian mengirimkan profil beserta lomba ke komputer kasih.


"Sudah Bu."


Kasih membaca Mischa Gavin Antonio.


Dia seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya. Namun di mana?


"Periode lomba masih empat hari lagi Bu." Fitrisia memberitahu


"Kita tutup saja." perintah Kasih


Fitricia sedikit terkejut. "Yakin Bu?


"Iya, saya yakin. Sudah dapat logo yang diinginkan, jadi tidak perlu menunggu sampai waktu habis, langsung tutup saja dan umumkan pemenangnya."


"Baik bu, segera saya laksanakan."


Fitrisia keluar ruangan dan meninggalkan Kasih sendirian untuk melanjutkan pekerjaannya.


Kasih masih penasaran dengan nama pembuat logo itu. Dia pun mencari nama di internet dan artikel-artikel yang muncul membuatnya terkejut. "Pantas saja,


foto pernikahan Gavin dan Mischa berada pada hasil pencarian paling atas.


"Ternyata menantuku, ya." gumam Kasih Seraya tersenyum.


Dia kemudian memencet tombol telepon di sampingnya.


"Iya Bu." tanya Fitrisia


"Saya ingin bertemu sama pemenang lombanya."


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN.

__ADS_1


__ADS_2