Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 7. KESEMPATAN KEDUA_ YOU & ME


__ADS_3

Gavin kemudian melonggarkan dasi menghempaskan tubuh ke kursi. Mischa menangkap dan melihat isi map tersebut.


"Kacau benar-benar kacau."


Matteo merasa Gavin sedang membasmi karyawan baru karena dari semua karyawan hanya namanya yang tidak diberikan nilai apa itu artinya Gadis itu tidak lulus ujian?


"Jadi bagaimana?" tanya Matteo hati-hati tak ingin membuat suasana hati bosnya semakin memburuk.


"Entahlah aku kecewa berat."


Gavin kecewa karena tidak ada satupun karyawan yang mampu menandingi kemampuan karyawan baru itu. Ada yang mendekati tetapi tetap tidak bisa disandingkan.


Gavin jadi bingung harus mengatakan apa pada Tuan Aris. Tito nya itu pasti sangat mengharapkan karyawan baru itu, untuk bekerja di bawah kepemimpinannya dan David malah tidak bisa mencari kandidat pengganti. Tidak ada karyawan yang sesuai kualifikasi yang diinginkan oleh Tuan Aris


Sedangkan Matteo tampaknya salah menanggapi. Dia menyerah bahwa Gavin murka terhadap Mischa. Belum pernah ada karyawan yang dipecat secepat ini. Mischa akan mencetak rekor baru, menggantikan salah satu mantan karyawan yang dipecat saat baru bekerja satu bulan


"Kamu mau minum kopi? tanya Matteo


Gavin menggelengkan kepalanya. Sebentar lagi juga jam makan siang, aku mau cari udara segar.


"Okey, Matteo keluar karena tak ingin lebih lama mengganggu bosnya.


Beberapa jam kemudian setelah jam istirahat Telah usai, nama Mischa dipanggil ke ruang kerja Gavin.


"Mischa masuk ke ruangan saya sekarang."Titah Gavin membuat setiap karyawan di sana merasa khawatir.


Semua karyawan ikut tegang ketika Gavin sendiri yang memanggil karyawan baru untuk masuk ke ruang kerjanya. Tak hanya yang tahu kejadian saat makan siang saja. Tetapi semua orang tak ingin semakin membuat bosnya Murka. Mischa dengan sigap mengekori bosnya. Tidak seperti sebelumnya. kali ini dia dipersilahkan untuk duduk.


"Kamu tahu Apa kesalahan kamu kan?


Mischa hanya mengangguk sebagai respon. dia sama sekali tidak pernah mengangkat kepalanya yang terus menunduk. Gavin melemparkan sebuah map ke hadapannya, Gadis itu segera mengambil dan melihat isinya. Matanya membulat isinya adalah desain yang diujikan untuknya sebelumnya.

__ADS_1


"Saya kasih kamu kesempatan sekali lagi, untuk membuktikan bahwa kamu memang pantas ada di sini. Kamu mungkin merasa takut karena ada saya. Jadi biar saya keluar, saat kamu mengerjakan tugas ini." jelas gavin.


Gavin mengetahui Mischa tidak mampu mengerjakan tes uji kemampuan, yang ia berikan sebelumnya. Karena Mischa masih merasa nervous. "Ia sudah mengetahui kemampuan wanita kampungan itu, saat dirinya melakukan interview dan tes perekrutan karyawan baru dari kampus RTU.


Gavin langsung meninggalkan Mischa membuat Mischa merasa tidak enak, karena sang bos harus meninggalkan ruangan agar dirinya bisa merasa nyaman. Namun dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mischa langsung mengerjakan desain yang diperintahkan oleh Gavin kepadanya.


Valen menyenggol lengan Irma, saat melihat Bos mereka keluar dari ruang kerjanya. sementara Mischa masih berada di sana.


"Bos keluar, tapi sepertinya Mischa masih di dalamnya."bisik Valen


"Eh iya benar, kok Mischa nggak ikut keluar? Irma pun ikut bingung.


Gavin berjalan menuju cafe di lantai satu dan memesan secangkir kopi Barako dan sandwich dia mengecek waktu pada jam tangan, dan akan kembali sekitar 40 menit lagi. Dia baru saja mengambil ponsel dari saku jasnya. Ketika sebuah pesan masuk sebelum membukanya dia terlebih dahulu mengecek isi pesan tersebut di notifikasi.


Dari Larissa.


"Kamu kok nggak datang semalam?


"Semalam Aku ada urusan mendadak, ada masalah di kantor utama Maaf ya Larissa." balas Gavin kan nomor ponsel Larissa.


Di tempat lain gadis yang bernama Larissa menerima pesan balasan dari Gavin. wajahnya terlihat kesal,dia pun membanting pelan ponselnya kemeja dengan menghembuskan nafas kasar. Namun itu tidak lama.


Dia segera mengembalikan ekspresi anggun wajahnya. Dia bangkit dan kembali ke meja Di mana para wanita-wanita elegan berkumpul untuk pertemuan bulanan mereka.


"Oh ini dia calon menantunya nyonya Aurora udah balik?


"Dari mana kamu Larissa? tanya salah satu anggota perkumpulan.


"Dari toilet tante, jawab Larissa dengan senyuman anggun untuk menutupi kebohongannya. "Tante kira kamu bakalan kesal karena semalam nggak jadi bertemu dengan Gavin." ucap Nyonya Aurora.


Larissa kembali tersenyum. "ngak kok Tante, Gavin kan sibuk kerja. Jadi nggak apa-apa.

__ADS_1


"Aduh Nyonya, Gavin itu kok sibuk bekerja melulu sih. Ini gadis super cantik lama banget dianggurin. Entar keburu ditikung orang lain, baru nyesel tuh si Gavin." kata Nyonya Riana memanas memanasi.


Larissa meraih secangkir teh, menyesap isinya tanpa merespon perkataan wanita yang berusia lebih tua darinya itu. Sebagai anggota perkumpulan termuda, dia tidak boleh berkata blak-blakan. Apalagi membantah atau mendebatkan ucapan orang-orang yang lebih tua darinya.


"Itulah nyonya, aku ini sudah usaha loh buat jodohin mereka berdua, tapi Gavin masih belum kasih jawaban apa-apa. Aku bingung keluh Nyonya Aurora.


Gavin memang belum punya pacar kan? jangan-jangan dia nggak mau sama Larissa, karena udah ada perempuan lain? salah satu anggota yang hadir di sana menduga kalau Gavin sudah memiliki kekasih.


Larissa masih menahan diri untuk tidak termakan emosi. Tidak ada yang tahu kalau jari-jarinya menerkam genggam cangkir dengan sangat kuat. Dia hanya berharap tindakannya tersebut tidak memecahkan benda di tangannya.


Nyonya Aurora tertawa canggung untuk mencarikan suasana. Dia melirik sejenak pada Larissa yang tampak tersenyum, meski tampaknya sedang kesal karena Davin dan Larissa saat ini menjadi pokok pembahasan.


"Ngak loh nyonya, Davin itu beneran sibuk bekerja. Mana berani dia punya kekasih di belakang aku." jelas Nyonya Aurora. para wanita lain di perkumpulan tersebut mengangguk.


"Iya sih, Gavin itu kan anaknya penurut banget sama orang tua. Mana mungkin dia pacaran sama perempuan yang gak masuk kriteria mamanya." kata Nyonya Riana.


"iya, pokoknya kita tunggu kabar bahagia ya Nyonya, semoga Gavin segera meminang Larissa." ucap nyonya Riana.


"Sudah....sudah, lebih baik kita bahas yang lain saja. Ngapain juga kita harus membahas anak-anak kita yang ingin mencari jodoh mereka masing-masing.


Pembahasan mengenai Gavin dan Larissa pun benar-benar berhenti. Karena anggota perkumpulan tersebut langsung bersemangat membahas yang lain, tentunya barang-barang branded limited edition.


Meski masih muda, Larissa sudah mampu membeli barang-barang mewah dari hasil bisnis kosmetik yang ia geluti. Dia adalah satu-satunya wanita yang belum menikah dalam perkumpulan wanita-wanita kaya ini.


Sejujurnya tujuan utama memasuki perkumpulan ini, adalah agar dirinya bisa dekat dengan Nyonya Aurora ibu kandung dari Gavin. Dia benar-benar ingin menjadi menantu dari istri salah satu pengusaha ternama kota Manila.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2