Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 49. TELAT KERJA_ YOU & ME


__ADS_3

"Heh, kesurupan apa kamu telat banget begini?"bisik Andika tetapi Mischa masih bisa mendengarnya.


"Iya Kuya. Aku ketiduran, lupa nyalain alarm. "Aduh gawat." bisik Mischa panik


Gavin keluar dari ruangan. Membuat Andika kembali fokus pada komputernya. Gavin kemudian melihat Mischa duduk di meja kerjanya dan bekerja seperti biasa. langkahnya terhenti jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.


Mischa datang untuk bekerja. Apa itu artinya dia menjawab, iya?


Mischa!!!! Panggil Gavin


Andika, Irma, saling menatap kepada Mischa. namun Irma merasakan tatapan Bos, pada Mischa tidak berisikan amarah Bos malah terlihat lebih lega.


Panik, Mischa sampai menjatuhkan beberapa berkas saat mendengar panggilan Bos. Gadis itu segera berdiri dan menjawab. "Iya bos."


Mata Mischa kemudian membulat, ketika ingat apa yang terjadi semalam. Bodoh sekali kenapa dia bisa lupa?


"Ikut saya! ajak Gavin yang kemudian melanjutkan langkah.


Mischa meringis, tetapi tetap menurut setelah mengambil tasnya. Gavin menunggu di lift hingga dia naik. Mendadak dia merasa gugup sekaligus nervous. Mischa Sama sekali tak berani menatap Gavin dan hanya bisa menunduk.


Keduanya keluar saat pintu lift terbuka. Mischa terus berusaha mengikuti langkah cepat Gavin. Yang tampaknya begitu terburu-buru. Gavin membukakan pintu mobil dan mempersilakan Mischa untuk masuk. Gadis itu menurut saja, merasa semakin gugup ketika Gavin juga sudah masuk.


Hening beberapa saat sampai Gavin membuka suara terlebih dahulu.


"Jadi bagaimana?"


Mischa tahu maksud dari pertanyaan Gavin. pria itu pun terlihat sama gugupnya dengan dirinya.


"Kamu datang kerja demi jawab iya?"


Gavin tidak mau merasa senang dulu. Bisa saja Miska datang untuk menyerahkan surat berhenti kerja.


"Mischa..."Panggil Gavin dengan lembut ketika Mischa tak kunjung menjawab pertanyaannya.


Memberanikan diri, Mischa membalas tatapan Gavin.


"Bos bakalan minta izin ke bapak dan ibu kan? tanya Mischa serius.


Seulas senyum perlahan hadir di wajah Gavin. Itu artinya, Mischa menjawab iya kan?


"Tentu saya bakalan melamar kamu secara resmi di depan orang tua kamu. Nggak usah khawatir."


Gavin menggenggam tangan, Gadis itu tidak menolak. Mischa pun membalas senyum Gavin.

__ADS_1


"Saya... bakalan terus memperjuangkan kamu. Kamu percaya sama Kuya, kan?"


Rasa hangat menjalar dengan cepat ke seluruh tubuh Mischa. Apakah itu rasa Bahagia? sebab Dia belum pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya. Atau inikah yang disebut orang-orang dengan cinta?


"Nggak apa-apa kalau aku memanggil Kuya?"tanya Mischa ragu-ragu.


Gavin tersenyum. "Selama di kantor dan di depan karyawan lain, panggil bos aja, kayak biasa. Kalau berdua kayak gini, kamu harus panggil Kuya. Nggak mungkin tetap memanggil Bos sampai nikah, kan?


Mischa terus tersenyum malu-malu.


"Iya, Kuya."


keduanya pun tertawa sama-sama merasa. Mischa ini barulah permulaan. Hal yang lebih serius baru saja akan datang menghampiri mereka.


"Kamu balik kerja aja kayak biasa, jangan bikin yang lain curiga. Kita kasih kejutan buat mereka semua nanti,"ucap Gavin saat keduanya kembali menaiki lift."


"Baik Kuya! aku juga nggak akan cerita ke siapa-siapa dulu,"balas Mischa.


"Kecuali Irma, kamu boleh cerita sama dia. Irma bisa jaga, kan?"


Mischa mengangguk."aku rasa bisa, Kuya."


"Ya sudah sampai jumpa Nanti sore, iya. Kamu stay lebih lama aja di kantor. supaya kita bisa pulang bareng."usul Gavin.


lift terbuka dan kedua orang itu, di dalamnya bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Gavin kembali ke ruangan dengan tampang dingin seperti biasa. Mischa juga kembali kemeja dengan melanjutkan pekerjaannya. meskipun penasaran, rekan-rekan yang memilih bungkam sampai waktu makan siang tiba.


"Makan di mana kita gush? tanya Irma


"Hmm... kayaknya ada yang mau curhat tentang kencannya kemarin nih!"goda Valen.


Mischa menatap Irma dengan senang. sepertinya bukan hanya dirinya yang sedang berbahagia saat ini.


"Halah.... dasar kepo, makanya punya pacar." ledek Irma.


"Cariin dong." ucap salin dengan nada manja.


semua orang tertawa melihat tingkah laku Valen. Mereka kemudian berjalan bersama-sama menuju tempat makan siang yang telah disepakati.


"Bos tadi ngajak kamu ke mana Mischa?" tanya Andika


"Kebawah saja sebentar, Kuya. biasa marahin karena aku telat." jawab Mischa berbohong.


"Kenapa harus ke bawah? kenapa enggak di ruangnya aja?" tanya Valen heran.

__ADS_1


Irma merasa bahwa bukan itu yang sebenarnya terjadi. Namun dia hanya pura-pura bodoh saja dan menunggu Mischa sendiri yang bercerita padanya. Itupun kalau Gadis itu akan bercerita padanya.


Mischa menggedikkan bahu. "aku juga nggak ngerti Ate.


Semuanya pun berhenti bertanya dan beralih ke Irma sekarang.


"Kalau kamu gimana Irma? sudah ada hilal menuju pacaran belum? tanya Valen kepo


"Aku belum bisa jawab sih, soalnya kemarin kita tuh emang kayak masih temenan aja. masih biasa belum gimana-gimana,"jawab Irma.


"CK, Aku kira dia sudah nembak kamu!"protes Andika. Bukan hanya Andika Valen dan Mischa pun tampak kecewa.


"Semuanya itu perlu proses, gush. Bisa instan, tapi nggak semua orang bisa ngerasain itu,"jelas Irma.


Mischa merasa tersindir. Hubungannya dengan Gavin pun bisa dikatakan cukup instan. Mereka baru saja kenal kurang dari lima bulan, dan Gavin sudah mengajaknya menikah. Apa semuanya memang terlalu cepat?


"Kalau mau nikah, apa memang perlu pacaran yang lama dulu atau gimana Ate, Kuya?"Mischa membuka suara membuat semua orang mengalihkan atensi padanya.


"Iya,nggak mesti sih. Aku punya sepupu, baru kenal sebulan udah diajak nikah jawab Valen.


"Heh, cepat banget? tanya Andika kaget.


"iya, dan mereka baik-baik saja kok. Sampai sekarang langgeng dan malah makin bahagia setelah punya anak dua,"jawab Valen.


Beruntung banget nggak sih, orang-orang kayak gitu? Aku nyari pacar aja kayaknya susah banget nemu yang cocok. Orang lain kayaknya set-set langsung menikah keluh Andika.


Kalau saja Valen tahu hubungan Mischa dengan Gavin, kira-kira Bagaimana responnya? tiba-tiba Mischa merasa khawatir. Takut mengecewakan rekan-rekannya. Namun dia sudah berjanji untuk merahasiakan sampai waktunya tiba.


Mischa Masih memikirkan hal itu bahkan setelah jam kerja berakhir. Sesuai janji, dia tinggal lebih lama dengan alasan lembur karena terlambat masuk pagi tadi. Padahal seluruh kerjaannya sudah selesai sejak pukul 04.00 sore tadi.


Mischa kemudian melihat Kayla beranjak pulang dan menanyakan keberadaan Gavin.


" Ate, Kayla sudah mau pulang? Bos masih di ruangannya iya, ate?


Kayla menggeleng."Bos belum ada balik sejak keluar jam tiga sore tadi. Mischa nggak tau deh kemana. ditelepon juga nggak ngangkat."


"Oh iya, udah Ate hati-hati di jalan, ya." ucap Mischa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2