
Kembali di masa sekarang. Steven memperhatikan Bagaimana Larissa merespon perkataannya. Wanita itu membuang muka saat diingatkan dengan masa lalu yang menyakitkan.
Sejak dari situ kamu terus berusaha buat mempercantik diri. Kamu oplos di bagian mana aja Larissa? bisik Steve tak ingin membuka kartu wanita itu di depan orang-orang.
"Memangnya aku sejelek itu, ya dulu? tanya Larissa sedih.
Steven menggeleng. " nggak kok, cuman aku rasa emang bukan selera Gavin saja.
Larissa terdiam, walaupun udah cantik kayak sekarang, emang dasar dia nggak suka aku dari dulu.
Hening sejenak, baik Larissa maupun Steven hanya meneguk minuman masing-masing.
"Ya sudahlah, Gavin mau nikah kamu harus move on. Mau sampai kapan ngejar Gavin terus sebentar lagi Dia harus menjadi suami orang." bujuk Steven.
lalu ia memutar kursi untuk menghadap Steven. Bukan selama janur kuning melengkung. Tapi selama orangnya masih hidup, berarti masih ada kesempatan untuk dimiliki.
Kamu benar ambisi Larissa. Steven tak percaya.
Larissa mengedipkan bahu. Aku selalu dapatin apa yang aku mau Stevan, dan itu termasuk Gavin. Aku bahkan udah punya rencana, tapi nggak sekarang aku bakalan biarin dia menikah.
Steven menggeleng-geleng. Jangan Gila Larissa ! masih banyak laki-laki lain.
"Memang iya, tapi cuman ada satu Gavin di dunia ini." ucap Larissa.
Steven menghembuskan nafas panjang. percuma juga menasehati orang yang sedang jatuh cinta, karena itu adalah perbuatan yang sia-sia.
Steven bangkit berjalan menuju kasir, dia bahkan tidak pamit pada Larissa menatapnya keluar dengan pandangan hampa.
"Tidak ada orang yang bisa memahami perasaannya pada Gavin. satupun.
***
Mischa tak bisa tidur. Besok adalah hari keberangkatan dirinya, Gavin dan kedua calon mertuanya ke kampung halamannya. lalu dua hari kemudian adalah acara akad nikah.
Mischa bukannya mengkhawatirkan masalah teknis, sebab semuanya sudah diatur oleh orang yang berpengalaman Gavin pun meyakinkannya akan hal itu.
"Kuya Gavin gak bisa tidur kayak aku juga nggak Ya?" tanyanya pada diri sendiri.
Mischa bangkit dari ranjang, lalu berjalan menuju komputer di meja kerja. Dia malah sudah berhenti bekerja, tetapi tidak ada salahnya tetap mengasah kemampuan desainnya.
Berselancar Di Internet, dan tak sengaja melihat rekomendasi akun Larissa di halaman media sosialnya.
Mischa mengklik akun tersebut dan melihat isinya. Dia akui Larissa adalah wanita yang luar biasa, belum pernah sekalipun dia bertemu dengan gadis Alfa seperti Larissa
__ADS_1
Mischa kemudian melihat ada sebuah pesan di kontak masuk. dia pun segera mengeceknya dan dia terperanjat saat melihat nama akun Larissa di sana.
@larissa : Hai ..ini akun calon istri Gavin,bukan?
orang-orang memang bisa dengan mudah menemukan akunya Mischa karena dirinya memuat nama lengkap di sana, akan tetapi untuk apa Larissa menghubunginya?
@mischa : Betul Ate, larissa. Ada apa ya Ate?"
Pesan sudah dikirim, tetapi belum dibaca Mischa pun mematikan komputer lalu menyeduh susu untuk membantunya tertidur tak lama kemudian sebuah notifikasi muncul di layar ponsel.
Pesan balasan dari Larissa
Larissa : mau ngobrol sebentar boleh?
Mischa merasa dilema. Apakah dia harus memberitahukan Gavin tentang ini, atau tidak. akan tetapi mengobrol saja harusnya tidak apa-apa kan?
Mischa : Boleh kok Ate, silakan
balasan dari Larissa berikutnya membuat Mischa shock luar biasa
Larissa : Gavin pernah bahas tentang aku nggak sama kamu?
tentu saja pernah, hanya saja . Apakah Mischa perlu mengakuinya pada Larissa atau tidak, juga. Apa maksud Larissa bertanya seperti itu
cukup lama Larissa membaca pesan itu Mischa mengedipkan bahu dan segera meminum susunya sebelum dingin. Suara notifikasi masuk kembali terdengar. Mata Mata Mischa membulat ketika membaca isinya.
Larissa : Aku pengen tahu pendapat kamu tentang berbagai suami itu bagaimana ya?
Benar-benar tidak paham kemana arah pembicaraan tersebut. Dia ingin menghubungi Gavin dan menceritakan yang terjadi malam ini. Akan tetapi dia mengurungkan niat melakukannya mengingat waktu sudah memasuki dini hari. dia tidak ingin mengganggu waktu istirahat calon suami.
Belum sempat membalas sebuah pesan kembali masuk
Larissa : Maaf ya, aku nggak mau maksud nanya gitu, pesan aku hapus aja ya."
Di apartemennya Larissa benar-benar seperti orang gila. Hampir semua barang menjadi sasaran amukannya. kini dia sedang berbaring di atas. di mana seluruh lantai penuh dengan barang pecah dan berserakan.
"Aku beneran udah sinting nanya kayak itu tuh, ke calon istri Gavin. Aku sampai kepikiran untuk jadi istri kedua Gavin juga nggak apa-apa. Yang penting aku bisa berada di samping." gumamnya.
Mischa tidak membalas pesan dari Larissa. dia terduduk lemas di kursi. Susunya sudah mendingin dan dia pun telah kehilangan selera menghabiskannya.
"Apa maksud dari pertanyaan dari Larissa tadi? Apakah dia ingin meminta izin pada Mischa untuk jadi istri kedua Gavin ?
Yang bener saja, Mischa bahkan belum resmi menjadi istri Gavin dan dia sudah menanyakan soal itu?
__ADS_1
Mischa berdiri dan berjalan mondar-mandir persis seperti yang dilakukan Larissa sebelum membanting barang-barang ke lantai, hingga kakinya terluka. Namun, dia tidak merasakan apapun karena hatinya jauh lebih terluka begitu sakit, hingga untuk menangis saja dia sudah tak sanggup lagi.
Mischa kembali tersadar. kendala dalam hubungannya dengan Gavin, bukan hanya Nyonya Aurora seorang. Ternyata Larissa juga akan menjadi masalah terbesar yang bisa muncul di pernikahannya dengan gavin.
"Kuya Gavin bakalan setia nggak ya?" Mischa bermonolog sendiri.
Mendadak hatinya diliputi kekhawatiran. Gavin memang sudah meyakinkannya untuk tidak memikirkan soal Larissa. Namun melihat betapa nekatnya wanita itu malam ini, bukan tidak mungkin dia akan tetap berusaha untuk mendapatkan Gavin.
"Terus kalau Kita mau nikah banyak tantangan dan cobaan ya ?
"Aku pernah dengar katanya itu cuman buat orang yang mau menikah.
Mischa yang sama sekali tak bisa tidur menghubungi Irma. dengan senang hati Irma bangun untuk mendengar curhatan juniornya itu.
"Gitu ya, ate?"
Iya Mischa, katanya cuman bikin orang jadi ragu di hari-hari sebelum pernikahan. Ada juga yang bilang itu kerjanya setan, yang nggak senang ada pasangan menuju halal." lanjut Irma.
"Memang sebelum ini, aku nggak pernah ngeraguin kuya Gavin. baru malam ini aja tiba-tiba perasaan aku nggak enak, setelah ngobrol sama Ate Larissa." ucap Mischa
Irma bisa memahaminya. sebab Dia sendiri juga pernah mendapat cerita dari Matteo tentang Larissa terus berusaha dalam mendapatkan hati Sang Bos.
"Kamu bakalan kasih tahu bos tentang ini?" tanya Irma serius
"Menurut Ate, aku kasih tahu nggak?"
Irma berpikir sejenak, sebelum menjawab. "Kamu boleh kasih tahu, tapi setelah akad nikah berlangsung. Jangan sebelum itu, takutnya si Bos ikut kepikiran juga gara-gara itu."
"Benar juga, pikir Mischa
lagi pula Setelah nikah, harusnya udah nggak ada rahasia lagi, kan simpelnya.
Irma menjentikkan jari. Betul!"
"Ya udah Ate, Maaf banget aku video call pagi buta begini. Ate lanjut istirahat ya, besok harus kerja." ucap Mischa
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"
__ADS_1