Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 80. WEDDING ORGANIZER _YOU & ME


__ADS_3

Kali ini giliran Mischa dan Tamara yang diajak bergabung dengan para wanita. Mischa benar-benar merasa canggung. Apalagi ketika para ibu-ibu dan wanita yang lebih muda saling memamerkan harta yang mereka punya.


Seperti tas original branded, jam dan harga ratusan juta, jalan-jalan keliling Asia dan Eropa. Dan masih banyak lagi obrolan yang sama sekali tidak bisa diikuti oleh Mischa. Mereka membahas itu semua semudah berbelanja di pasar. Mischa pun hanya bisa dia mendengarkan tanpa bisa berkomentar apa-apa.


"Eh ponsel aku kok mati, ya?" tanya Nyonya Sinta membuat seluruh atensi teralihkan padanya.


"Habis baterainya mungkin tante." ucap Sania.


"Enggak kok, barusan tante cek masih delapan puluh persen." bantah Nyonya Sinta


"Sudah coba tekan lama tombol powernya Mak?" tanya Nita


"Sudah Nita, tapi nggak bisa juga." jawabnya Sinta.


Semua orang mencoba membantu Nyonya Sinta yang sedang panik. Akan tetapi mereka tetap tidak tahu solusi dari masalah tersebut.


"Boleh saya lihat tante?"


"Semua orang menatap padamu Mischa yang akhirnya bersuara, setelah masuk ke ruangan ini. Awalnya Nyonya Sinta ragu memberikan ponsel kepada si anak kampung, khawatir akan semakin rusak.


"Mau diapain?" tanya Nyonya Aurora curiga.


"Mau coba dibenerin, Tan." jawab Mischa singkat.


Nyonya Sinta menatap Nyonya Aurora sejenak. Nyonya Aurora memberikan kode untuk tidak menyerahkan ponsel tersebut. Namun, Entah kenapa Nyonya Sinta malah tidak menurut ponsel itu sudah berada di tangan Mischa sekarang.


Mischa memperhatikan ponsel canggih dan premium itu sejenak. menekan dua tombol secara bersamaan selama beberapa detik, semua orang di ruangan terdiam. Seakan akan menunggu Apa yang akan terjadi selanjutnya.


"logo apel digit, akhirnya muncul di layar menandakan ponsel sudah menyala kembali. sontak Nyonya Sinta berdiri dan menghampiri Mischa.


"Terima kasih sayang, ponsel Tante udah bener. Terima kasih ya." ucap Nyonya Sinta begitu senang.


Mischa tersenyum dan mengangguk "Sama-sama tante."

__ADS_1


"Kamu kok bisa tahu cara benerin nya?" tanya Nyonya Rinjani takjub


"Saya memang lulusan IT di RTU tante, jadi belajar banyak hal tentang gadget juga." Jawab Mischa percaya diri.


Semua orang di ruangan itu bertepuk tangan Mischa akhirnya sadar dia memang tidak bisa memamerkan harta. Akan tetapi dia bisa untuk kemampuan yang dimiliki. Mendadak Mischa merasa bangga akan dirinya sendiri.


Namun, tetap saja Nyonya Aurora memasang muka jam dua belas pas.


***


seorang wanita muda berpenampilan rapi muncul di depan pintu rumah Pak Komo dan ibu Gupita.


"Selamat pagi Pak Komo, dan ibu Gupita." sapanya ramah.


"Perkenalkan saya utusan dari perusahaan NINE MEDIA COPERATION GROUP. Bapak dan Ibu bisa memanggil saya dengan panggilan Ria.


Pak Komo dan ibu Gupita mengangguk paham. Awalnya mereka heran dengan kehadiran sebuah mobil di pekarangan rumah. Ternyata itu adalah orang yang di ceritakan oleh Mischa tempo hari.


Pak Komo tersenyum. Salam kenal juga Pak, tujuan saya ke sini mungkin sudah bapak ibu ketahui. Saya bertanggung jawab penuh untuk pelaksanaan acara akad nikah Tuan Gavin dan Nona Mischa. Bapak dan Ibu cukup memberitahu saya apa-apa saja yang diperlukan selebihnya saya akan menyiapkan semuanya.


Pak Komo dan ibu Gupita mengajak Ria masuk ke rumah. Mereka mendiskusikan banyak hal dan Ria mencatat semuanya.


"Halaman rumah bapak cukup besar, ini bisa dimanfaatkan untuk konsep pernikahan. Apakah ini semua tanah milik Bapak?" tanya Ria sopan.


"Benar Ate," jawab Pak Komo.


"Baik, kalau begitu tidak ada masalah. izin ya Pak, sebentar saya foto untuk dokumentasi wedding organizer nya" ijin Ria.


Wanita muda itu pun berkeliling di sekitar halaman rumah, memotret dan mengukur beberapa titik. Dia pun kembali berkata semua acara akan kita lakukan di halaman. ya, Pak. jadi bagian dalam rumah kita pakai untuk catering.


"Berarti saya nggak perlu masak apa-apa Ate?" tanya Ibu gupita.


"Betul Bu, Ibu dan Bapak tidak perlu menyiapkan apapun. Karena semuanya adalah tugas saya. Wedding organizer dan juga pihak penyedia catering. Ibu dan bapak bisa beraktivitas seperti biasa." jawab Ria.

__ADS_1


"Setelah minum teh dan berbincang lagi, sejenak Ria pun pamit dari kediaman Pak Komo dan ibu gupita.


"Nggak nyangka ya* anak kita mau nikah atau bahkan ini. ucap Pak Komo.


Meski berbahagia ada kekhawatiran terselip di hati keduanya. Mungkin itulah yang dinamakan dengan insting orang tua.


Di kantor ALC semua karyawan bekerja seperti biasa, namun tiba-tiba Gavin keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri mereka. membuat semua karyawan meninggalkan pekerjaan dan menunggu apa yang akan disampaikan oleh sang Bos. Gavin memberi kode agar Mischa berdiri di sampingnya. Para karyawan berbisik-bisik karena tidak mengerti apa maksudnya.


"Teman-teman yang saya hormati, dengan ini saya ingin memberitahukan bahwa Mischa Akan berhenti bekerja hari ini." ucap Gavin


para karyawan saling bertatapan satu sama lain. Matteo, Irma ,Valen ,Andika Sudah tahu apa yang ingin disampaikan oleh Bos. Meski begitu mereka tetap diam mendengarkan.


"Sabtu ini saya dan Mischa akan menikah di kediaman Mischa di desa pao pao kota Antipolo provinsi Rizal." Para karyawan terkejut Bukan main ada yang menutup mulut menumpahkan minuman memekik pelan dan masih banyak lagi ekspresi yang mereka tunjukkan.


Semuanya benar-benar tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Awalnya mereka kira kedekatan Mischa dengan bos, hanya sebatas pernah menjadi sekretarisnya. Tidak menyangka kalau hubungan mereka lebih dari itu.


"Bos kami diundang tidak? tapi jauh sekali kalau ke sana." tanya seorang karyawan yang tampak bersemangat


"Resepsi akan diadakan di kota Manila, Tenang saja semua akan diundang." jawab Gavin dengan santai.


Semua karyawan bersorak kegirangan. akhirnya mereka sadar perubahan sikap Bos disebabkan oleh seseorang yang telah mempengaruhinya. Mereka mengucap syukur dan mendoakan kebahagiaan untuk sang bos dan calon istrinya.


Gavin dan Mischa saling bertatapan. Enam bulan yang Gavin janjikan pada sang ayah, akhirnya terwujud tanpa paksaan. Sang Bos Arogan akan menikahi wanita yang dia cintai. Siapa yang menyangka kalau tambatan Hati Gavin seorang wanita gadis desa, berasal dari Desa Pao pao kota Antipolo provinsi Rizal. sungguh tidak bisa dibayangkan dilihat dari awal sikap Gavin yang sama persis seperti mamanya Nyonya Aurora.


Mischa mengembangkan senyumnya, menatap semua para karyawan yang tampak bahagia mendengar kabar tentang rencana pernikahan mereka. Sungguh tidak dibayangkan, ternyata teman-teman Mischa yang ada di kota Manila, lebih baik daripada di desa kelahirannya. Baru di kota Manila, Mischa menemukan seorang teman yang begitu dekat. Dan perhatian terhadapnya tanpa ada embel-embel yang akan mereka inginkan dari Mischa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"

__ADS_1


__ADS_2