Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 125. JANGAN PERGI LAGI_ YOU & ME


__ADS_3

Tuan Carlos Antonia pun malas ribut dan memilih berbincang dengan beberapa tamu. Nyonya Aurora mendesak kesal karena harus mengikuti Tuan Carlos Antonio tanpa menggandeng lengan suaminya itu. Tuan Carlos Antonio harus dikasih tahu untuk selalu bergandengan tangan dengannya.


"Oh, itu Bu Kasih!"seru Mischa senang. dia pun melambaikan tangan pada wanita yang tersenyum setelah melihatnya.


Tuan Carlos Antonio, Nyonya Aurora apalagi. Kasih berjalan dengan semua mata tertuju padanya. Satu-satunya tamu yang tak berusaha keras, tetapi terlihat lebih menawan dari sang tuan rumah.


"Kuya Carlos, Aurora. Apa kabar?"


Kalau saja rahang Nyonya Aurora bisa jatuh maka inilah saatnya.


Kasih tersenyum lebar, membuat jantung Aurora seakan ingin melompat dari rongga. gandengan tangannya pada Tuan Carlos Antonio semakin mengerat, begitu takut kalau suaminya akan beranjak mendekati sang istri pertama.


"Kasih,"gumam Tuan Carlos Antonio tak percaya.


Itu benar-benar kasih! tanpa sadar dia melepaskan tangan Nyonya Aurora dari lengannya. Namun, belum sempat dia mengucapkan sesuatu, semua tamu kembali riuh karena sang calon pewaris telah menaiki podium.


" Selamat malam, semua hadirin yang saya hormati."


"Eh, Ayo liput ke sana. sudah dimulai!"


Awak media beramai-ramai mendekat dan mulai memotret Gavin yang sedang berpidato di depan sana.


Kasih tersadar kalau di sini ada banyak sekali wartawan. Merasa cemas, dia pun mundur perlahan dan menghilang di balik keramaian.


Tuan Carlos Antonio berbalik dan Kasih sudah menghilang. hatinya mencelos. Dia tidak sedang berhalusinasikan?"


"Aurora, itu tadi Kasih kan?" tanya Tuan Carlos Antonio pada Nyonya Aurora yang masih berdiri seperti orang bodoh.


Tuan Carlos Antonio ingin beranjak, tetapi Nyonya Aurora menahannya.


"Kuya Jangan Gila! ini acara penting. mana bisa tuan rumah menghilang dari para tamu."Nyonya Aurora mengingatkan.


Tuhan Carlos Antonio mendesah pelan. Betul pula Apa kata istrinya. Dan benar saja, Tak lama kemudian beberapa awak media mulai mengelilingi untuk mewawancarai.


"Mana Bu kasihnya?" tanya Gavin pada Mischa begitu turun dari podium.


"Nggak tahu, kuya. Beliau nggak ke sini. tadi dia menyapa Papa sama Mama dulu. Habis itu menghilang Nggak tahu ke mana."jawab Mischa yang ikutan mencari.


"Yah, kuyakira dia lagi sama kamu."


"Coba sebentar aku telepon dulu."


bukannya turun ke parkiran, Kasih malah naik ke lantai paling atas dan berdiam diri sendiri. ponselnya bergetar dan nama Mischa muncul di sana. Perasaan cemas masih menguasai, membuatnya mengabaikan panggilan tersebut.


"Kok, aku bisa lupa kalau wartawan bakalan datang juga ke acara ini,"gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Nyonya Aurora keluar dari ruangan dan bertanya pada dua gadis penjaga pintu.


"Ada lihat ibu-ibu pakai gaun warna ice blue keluar?" tanyanya."


"Ada, Bu. tadi kami lihat beliau naik lift terburu-buru." jawab Salah satunya.


Nyonya Aurora pun berjalan menuju lift, kemudian bingung tempat apa yang harus ditujunya. Dia menggigit jari, mencoba menebak Ke mana kasih pergi. baru saja jaringan ingin memencet tombol, pintu berdeting lalu terbuka.


kasih terdiam melihat Aurora berdiri di depannya.


"Ayo, sini!"


Nyonya Aurora menarik lengan kasih yang hanya bisa menurut ke ujung koridor setelah berbelok ke kiri. Seharusnya aman, tidak akan ada orang yang bisa melihat mereka di sini.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Nyonya Aurora setengah kesal.


"Anakku yang ngundang. iya aku harus datang dong,"jawab kasih santai.


"Maksud kamu Gavin?" tanya Nyonya Aurora meyakinkan.


Kasih mengedipkan bahu. "memang anakku ada berapa?"


"Jangan bohong kamu! dari mana Gavin bisa tahu sama kamu?"


"Serius kamu kasih!"jangan bercanda sama aku! bentak Nyonya Aurora.


"Aku bertemu sama Mischa tanpa sengaja. Dia ikut lomba yang diadakan sama perusahaan yang aku pimpin.Dia jadi juaranya. Iya, memang aku sih yang ngajak ketemuan menantuku itu.Tapi, aku menemukan jalan bertemu sama Gavin dari dia," jelas Kasih


Nyonya Aurora menggeram kesal. mengizinkan Gavin menikahi Mischa adalah kesalahan paling besar yang pernah dia lakukan.


"Aurora, hubungan ibu dan anak gak bisa dibohongi. Dia yang nyamperin aku duluan dan ngajak ngobrol. Ya, aku nggak mungkin kabur kan? apalagi dia bilang ngobrol sama aku lebih asik ketimbang sama kamu,"ledek Kasih.


"Bohong! Gavin itu selalu nurut sama aku. Dia nggak mungkin ngomong kayak gitu."Nyonya Aurora tak percaya.


"Mendidik anak itu dengan rasa nyaman, bukan rasa takut.Dia mungkin menghargai kamu karena takut, bukan karena nyaman. makanya dia cenderung cari wanita yang bikin dia nyaman. Kamu pasti kesal banget karena Gavin nikah sama orang biasa. Kamu kan, dari dulu selalu alergi sama orang-orang kayak aku dan Mischa. Kasihan banget sih, kamu Aurora."


"Kasihan ?" Nyonya Aurora mendesis.


"Bukannya kamu yang kasihan?"


"Kamu pernah bayangin nggak kalau misalnya kuya Carlos Antonio ninggalin kamu, gimana cara kamu bisa hidup? gimana cara kamu cari uang? tantang Kasih.


Nyonya Aurora terdiam tak bisa menjawab.


Kasih merentangkan tangan. "Aku tetap bisa jadi orang kaya dengan kemampuanku sendiri. Sedangkan kamu bisa kaya karena uang kuya Carlos Antonio. Benar kan?

__ADS_1


"Kamu cari tahu tentang aku ya?" tanya Nyonya Aurora dengan tatapan ngeri.


"Kurang lebih. Aku lihat kamu nggak kerja, nggak punya usaha apa-apa, cuma mengangkat tangan dan berharap dikasih."


"Jadi, maksud kamu mau bales dengan merebut ku ya Carlos Antonio terus melempar aku ke jalanan?"


Kasih diam sejenak."Belum, aku belum mikir sampai ke sana."


"Berarti kamu memang punya niat!" tuduh Nyonya Aurora sambil menunjuk wajah Kasih.


kasih menghela nafas. "Kalau kamu tetap berada di jalur yang tepat dan ganggu kehidupan aku di Manila, aku juga nggak akan ganggu hidup kamu. Bagaimana?"


"Kamu saja muncul di sini, Bagaimana aku bisa percaya kalau kamu nggak akan ngelakuin hal yang lebih dari ini!" pekik Nyonya Aurora.


"Okey, lain kali aku bakalan lebih hati-hati." janji Kasih. " Tapi, ingat ini Aurora. aku diam karena utang Budi sama kamu yang sudah meraut Gavin dari bayi sampai sekarang. kalau ada hal lain terjadi di luar kendali, mungkin aku bakalan bertindak."


Nyonya Aurora memandang Kasih dengan getir. "Pokoknya jangan rebut Kuya Carlos dari aku Kasih. Aku mohon."


Kasih lelah, dia ingin pulang. tanpa permisi dia meninggalkan Nyonya Aurora yang bersandar di dinding karena lemas.


Wanita itu menuju parkiran dan berniat mencari cemilan ke swalayan seperti niat awalnya.


"Nggak enak juga nggak sempat ngobrol sama Mischa dan Gavin. Mungkin lain kali kalau sedang nggak banyak orang."gumamnya.


Kasih menghampiri mobil Dan hampir saja masuk sebuah suara menghentikannya.


"Kasih....!


Kasih berbalik dan terkejut melihat penampilan Tuan Carlos Antonio yang sedikit berantakan. Keringat turun berkejaran di pelipisnya. Dia juga tampak tengah-tengah.


"Dulu kamu pergi begitu saja. Tiba-tiba kamu muncul kayak gini. Sekarang kamu mau pergi lagi tanpa pamit?" tanya Tuan Carlos Antonio.


Kasih tak segera menjawab. jarak mereka tidak terlalu dekat, Tetapi dia bisa mendengar ucapan Tuan Carlos Antonio dengan baik.


"Kuya sampai lari-lari keliling parkiran buat nyariin kamu. Kuya kira kamu sudah pergi,"lanjut Tuan Carlos Antonio.


Kasih tampak tegar bertemu dengan Tuan Carlos Antonio, tak seperti pria itu yang sangat terperanjat hingga merasa hampir hancur.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2