Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 70. GAVIN PANIK_YOU & ME


__ADS_3

"Astaga, semua orang udah punya pacar. kenapa aku masih jomblo?" keluh Kelvin. tawa bersahut-sahutan diiringi ejekan demi ejekan. Dalam hati Gavin berpikir dia sama sekali tak punya niat untuk menjelek-jelekkan Larissa. Akan tetapi jika Gadis itu tak kunjung berubah semua orang bisa saja jadi membencinya.


Sebuah notifikasi muncul dari layar ponsel Gavin pesan dari Mischa.


Sayangku : Kuya, masih ngopi sama teman?


Gavin segera membalas


"Kuya Gavin: Masih Kenapa Mischa?"


"Sayangku : Oh ya udah.


Gavin Manggarai membaca balasan singkat itu.


Kuya Gavin :" Ada apa bilang saja."


Pesan Sudah dibaca. Tetapi Mischa tak kunjung membalas. Gavin jadi tak tenang dan terus kepikiran. Bahkan setelah berbincang dengan temannya, selama 15 menit dia masih menunggu balasan dari gadis itu.


"Kuya Gavin : Kok nggak dibalas?


pesan tersebut tak lagi dibaca, meski sudah beberapa menit dikirimkan. Pikiran Gavin makin tak tenang, dia pun izin sebentar pada teman-temannya untuk menelepon.


Setelah menunggu beberapa saat, panggilan terputus tanpa diangkat oleh Mischa. Gavin mencoba untuk menelpon lagi. Tetapi tetap tak diangkat. Perasaannya mendadak tidak enak.


Gavin tidak mengantar Mischa pulang. Karena Gadis itu ingin makan malam, bersama rekan yang lain. Dia melihat jam, mungkin Mischa sudah kembali ke kos. Apa terjadi sesuatu dalam perjalanan pulang?


Gavin Jadi menyesal tidak menghubungi lebih awal. Dia kembali menghubungi Mischa tetapi tetap tak diangkat Pesan terakhir yang dia kirim juga belum dibaca. Dia kembali menghampiri teman-temannya untuk memanggil Matteo.


"Matteo, ikut aku sebentar


Matteo menurut dan mengikuti Gavin keluar dari Cafe.

__ADS_1


"Ada apa, Kok kelihatan panik gitu?" tanya Matteo cemas


"Coba kamu telepon Irma, tanya Mischa lagi sama dia apa nggak?" ucap Gavin. Matteo segera menghubungi Irma yang segera diangkat oleh wanita itu.


"Irma, Mischa lagi sama kamu?" Matteo seketika terhenyak saat mendengar suara panik Irma di seberang. Gavin semakin tak sabar mendengar jawaban dari Irma.


Mischa pamit ke toilet, udah setengah jam belum balik, aku cek dia nggak ada di toilet. Di mana pun juga nggak ada."


SEBELUMNYA


"Mischa makin hari makin cantik ya, Oh aku mengira kau perawatan."ucap Valen.


hah?'


Semua orang tertawa melihat ekspresi bingung Mischa yang begitu polos.


"Udah mau setahun di kota Manila, tapi arwahnya masih tinggal di Antipolo nih." ledek Andika seraya tertawa.


"Dia raganya aja yang tetap di sini." sahut Irma


"Kamu perawatan sebulan berapa kali Mischa sekarang kinclong banget deh, beneran." Valen terlihat penasaran


"Iya iya, waktu pertama-tama kerja dia kayak orang harus kerja di ladang nggak glowing" sambung Valen.


"Maksudnya, habis panas-panasan gitu ya?" tanya Irma


"Ya gitu." jawab Andika


"Baju kamu juga sekarang bagus-bagus Mischa nggak hitam putih on repeat." Andika ikut memuji


Irma tersenyum. Bos mereka terkenal punya selera bagus. Jelas saja dia akan memilih pakaian terbaik untuk Mischa.

__ADS_1


"Parfumnya juga bau-bau mahal nih. Pakai parfum mereka apa sih Mischa tanya Vallen penasaran


"Merek Dior, Ate." jawab Mischa. Sampai semuanya Gavin yang membelikan sehingga dia tidak tahu harganya


What??? pekik Andika, Valen dan Irma bersamaan.


Mischa terkejut. Tak jadi menyuapkan kentang goreng ke mulutnya.


"Jadi kepengen juga pakai parfum harga jutaan wanginya, bahkan udah kecium dari kejauhan." lirih Valen


"Jutaan? gumam Mischa tak percaya.


"Lah kan, kamu yang beli masa nggak tahu harganya?" cacar Andika.


Mischa terdiam ingin merutuki kebodohannya karena keceplosan bicara. Dia berjanji lain kali akan lebih hati-hati.


"Udah udah, Mischa pengen makan loh, jangan ditanyain terus. Irma berusaha mengalihkan pembicaraan.


Mereka pun membahas hal lain setelahnya. Mischa mengambil ponsel dan mengirim pesan untuk Gavin menanyakan apakah pria itu masih bersama teman-temannya. Setelah beberapa kali saling membalaskan rasa harus pergi ke toilet.


"Ate, kuya, Aku ke toilet dulu ya." izinnya.


semua orang menyiakan Mischa segera menuntaskan keinginan buang air kecil dan mencuci tangan di wastafel. Seseorang keluar dari bilik toilet, yang bercermin. Mischa mengenali orang tersebut dan tak menyangka bisa bertemu di sini.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"

__ADS_1


__ADS_2