Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 85. AKAD NIKAH _YOU & ME


__ADS_3

Keesokan harinya Ria kembali datang ke kediaman Pak Komo dan keluarga. Kali ini dia tidak sendiri. Beberapa orang ikut datang bersamanya membawa banyak sekali peralatan dekorasi.


Konsep alat pesta taman pun dipilih oleh Gavin untuk akad nikah. Hanya ada beberapa kursi tamu diletakkan, sebab memang tidak banyak yang diundang. Bagian dalam rumah hanya dihiasi seadanya. Bagian dapur dikhususkan untuk meletakkan makanan dari pihak catering.


"MUA nya, besok datang jam 05.00 pagi ya Nia Mischa. Semoga bisa bangun pagi,"canda Ria.


Mischa tertawa. Dia benar-benar harus bisa tidur malam ini, supaya besok tidak kesulitan untuk bangun pagi.


"Nona Mischa punya permintaan khusus kira-kira? soalnya Tuan Gavin punya,"tanya Ria


"Kuya Gavin minta apa, Ate? tanya Mischa.


"Rahasia nona, kami tidak diizinkan untuk memberitahu,"jawab Ria singkat.


Mischa mengejutkan bibir, merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan.


"Besok juga Ibu Mischa bakalan tahu."Ria meluruskan


"Iya sih,"meski begitu Mischa tetap ingin tahu apa yang diminta oleh Gavin pada tim wedding organizer.


Sementara itu di hotel, Nyonya Aurora meluruskan kaki di ranjang. Sejak kemarin dia terus berada di sini tanpa berniat ingin keluar. Ini bukanlah hotel mewah seperti yang ada di Jakarta. Namun, setidaknya ini lebih baik daripada menginap di rumah orang tua Mischa yang sempit dan sumpek itu.


"Kok ada ya, Kuya orang bisa tinggal di rumah kayak gitu? tanya Nyonya Aurora. Untung saja anak kita nggak disuruh tinggal sama mertuanya."


"Bagus juga kamu nggak ngomong gini di depan orang tua Mischa,"balas Tuan Carlos Antonio


"Ya enggak. Udah cukup anaknya aja aku jelek-jelekin. Bapak dan ibunya jangan."Tuan Carlos Antonio heran melihat kelakuan istrinya. Kadang baik, kadang masih angkuh seperti biasa.


"Pokoknya habis akad nikah Langsung balik aja ya. tiketnya sudah dipesan, kan Kuya?"


"Kamu yakin, nggak mau jalan-jalan dulu di Antipolo?"


"Nggak deh. Aku mau langsung balik aja. belum apa-apa badanku udah gatal-gatal nih. mau cepat-cepat spa di salonnya Larissa."


"Kamu masih dekat sama Larissa?"


"Walaupun dia nggak jadi menantu kita, dia kan tetap teman seperkumpulanku, kuya. Lagian salon dia bagus banget loh."


Tuan Carlos Antonio pun tidak bisa melarang kepada siapa istrinya ingin bergaul. sebab, istrinya itu jauh lebih selektif ketimbang dirinya.

__ADS_1


"Oh iya, Gavin honeymoon nya kemana kuya?" anak itu, kok masalah nikah ini jarang bahas sama aku."


"Gavin juga nggak bilang ke Kuya.


Nyonya Aurora menghela nafas. Gavin tidak pernah merahasiakan apapun darinya sebelumnya. Apa mungkin Gavin juga berniat untuk pindah rumah diam-diam?"


****


Mungkin memang itu yang dinamakan jodoh ya nak, kalau dari awal kamu bilang nama calon mertua kamu, bapak pasti nggak akan ragu ngasih Restu ke kalian waktu itu.'


Mischa sedang menunggu kedatangan calon mempelai pria dan keluarganya saat Pak Komo mengatakan itu. Jujur, ayah dan ibunya pangling saat melihat putri mereka mengenakan kebaya seharga ratusan juta dengan riasan seharga puluhan juta. Gadis itu memang selalu diikuti dengan nasib, tetapi yang satu ini benar-benar di luar bayangan mereka.


"Apa mungkin, Bapak bakalan nyesel kalau nggak ngasih Restu setelah tahu Siapa bapaknya kuya Gavin?"tanya Miska.


"Pasti Iya, nak. Kuya Carlos Antonio itu, walaupun orang kaya, tapi berjiwa sosial. Dia nggak pernah memandang kami sebagai kuli. semua diayomi dengan baik sama beliau,"jawab Pak Komo.


Mischa tersenyum. "Memang sejak awal, papanya Kuya Gavin gak pernah nantang hubungan Mischa sama anaknya Pak. beliau memang orang yang baik."


"Betul nak. kalau begini, Bapak udah nggak ada keraguan lagi untuk melepas kamu tinggal bersama keluarga mereka."


"Walaupun ibunya nak Gavin nggak suka sama kamu, setidaknya ada bapaknya yang belain kamu Nak,"tambah ibu gupita.


"Ibu lihat kayaknya dia nggak suka banget masuk rumah kita. Teh yang Ibu sajikan aja udah syukur nggak dilepeh sama dia,"ucap ibu gupita.


"Itu udah mending Bu. Tapi, mudah-mudahan Ibu mertua Mischa bakalan bisa berubah dan menerima Mischa sepenuhnya nanti,"doa Mischa.


"Semoga ya, nak."


"Ria mengetuk pintu kamar dan dipersilahkan untuk masuk.


"Bapak Ibu sudah bisa keluar untuk menyambut kedatangan keluarga mempelai, iya."


Pak Komo mengangguk. Dia kemudian tersenyum pada Mischa sebelum keluar bersama buk gupita. Tidak ramai iring-iringan dari pengantin pria. Akad nikah ini benar-benar akan terasa sakral karena tak banyak orang yang hadir.


Dari pihak pengantin wanita, hanya ada Om pare dan keluarganya. Keluarga Pak Komo dan Ibu Gupita yang lain berada cukup jauh, sehingga hanya bisa mendoakan kebahagiaan untuk Mischa dan suami.


Penghulu sudah berada di meja pelaksanaan akad nikah. Dia kemudian memanggil Gavin, Tuan Carlos Antonio, Pak Komo dan dua orang saksi dari masing-masing calon mempelai. Mereka berdiskusi sejak mengenai teknis ijab Kabul. Setelah semuanya oke akad nikah pun segera dilaksanakan.


Pak Komo menjabat tangan calon menantunya. Keduanya sama-sama gugup, tetapi tetap berusaha melakukan yang terbaik dalam sekali ucapan.

__ADS_1


"Gavin Antonio!"


"Saya!"


"Saya nikahkan dan kawinkan kamu dengan anak saya, Mischa binti Komo, dengan seperangkat alat sholat dan emas kawin sebesar 250 gram dibayar tunai!"


"Pak Komo menghentakkan plantangan Gavin memberi aba-aba kepada pria yang lebih muda itu untuk membalas.


"Saya terima nikah dan kawinnya Mischa binti Komo, dengan mas kawin tersebut tunai!"


Gavin menyelesaikan ijab Kabul dalam satu nafas dan menanti dengan gugup jawaban dari para saksi.


"Sah?"tanya Pak penghulu.


serentak kedua saksi menjawabnya,


"Sah!"


"Alhamdulillah! ucap penghulu yang kemudian memanjatkan doa untuk kedua pengantin yang berbagai hari ini.


Ibu Gupita sampai meneteskan air mata. Begitu juga dengan Nyonya Aurora. Tak menyangka anaknya akan lepas untuk seorang gadis yang sama sekali tak masuk kriterianya. Dia jadi bingung menangis ini karena apa.


Tak lama kemudian, Micha dibawa keluar untuk duduk bersanding dengan pria yang telah sah menjadi suaminya. Keduanya saling bertatapan dan melempar senyum. penandatanganan dokumen dan lainnya berlangsung dengan lancar.


Setelah itu proses sungkeman pada orang tua pun dilakukan. Para fotografer sibuk mengabadikan momen-momen tanpa jeda. Semuanya memuji mempelai yang terlihat seperti pangeran dan putri raja meski keduanya memakai pakaian tradisional.


"Cantik banget ya, nggak nyangka tinggalnya di kampung-kampung begini."


"Iya, kalau tinggal di kota udah jadi primadona sih asli !"


Para fotografer itu tidak tahu kalau Mischa bekerja di kota nomor satu di Filipina. Hanya saja Gavin pria beruntung menemukan berlian dari dasar lautan itu, dan memolesnya. Mengubah Mischa untuk terlihat seperti sekarang, cukuplah panjang.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA teman emak.

__ADS_1



__ADS_2