
Calvin segera mengambil ponsel dan mengirimkan pesan ke grup.
"Hai guys, ntar malam ngopi yuk." pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Celvin di dalam grup WhatsApp mereka.
Tak lama kemudian balasan dari teman-temannya pun memenuhi ruang obrolan grup. Tampaknya semuanya setuju. Calvin berharap harap cemas, orang yang ingin diintrogasi tak kunjung membalas sekitar lima menit kemudian, barulah Gavin membalas kalau dirinya juga setuju mereka ngopi bareng.
****
"Wah, Akhirnya datang juga sambut Kelvin. saat Gavin dan Matteo muncul berbarengan di tempat yang dijanjikan.
"Sorry guys biasalah macet." ucap Gavin
"Aman, di mana-mana macet kalau pulang kerja." sahut yang lain
"Iya,beda sama di Antipolo." balas Gavin.
"Baru dari Antipolo kamu?" tanya Kelvin pada Gavin
"Iya, tapi nggak di Antipolo nya, dia di daerah pedalaman." jawab Gavin.
Kelvin mendelik. "Apa itu tempat tinggal pacarnya, namun dia tidak segera menanyakan hal itu. Dia membiarkan mereka berbincang-bincang terlebih dahulu, sembari menikmati kopi yang sudah disajikan.
"Di Antipolo, aku minum kopi yang dipanen sendiri." ucap Gavin
"Wow ,kayaknya enak." sahut Kelvin antusias
"Iya, rasanya autentik." balas Gavin.
"Kayaknya dari tadi bahas Antipolo mulu nih, sindir Kelvin.
"Iya kan, Gavin sering bahas tempat-tempat yang baru dia kunjungi. Kamu kayak nggak tahu dia saja." ucap teman yang lainnya.
"Iya, aku tahu. Tapi ekspresinya tuh beda, kayak sedang happy banget pergi ke sana. Memangnya di sana ada apa selain kopi sama nggak macet?" ucap Kelvin memulai serangannya.
Matteo berdehem. Lalu menyeruput kopinya. Dia sudah berjanji pada Gavin untuk merahasiakan tentang Mischa sementara. Namun, Entah kenapa obrolan kali ini malah menjurus ke sana.
"Kok aku kelihatan biasa aja, iya. apa penerangannya kurang ya?" tanya yang lain seraya melihat ke langit-langit.
"CK, ibu kamu pada belum ngasih tahu emangnya?" tanya Kelvin pada yang lain-lainnya.
"Soal apa? kedua teman mereka yang lain bertanya berbarengan.
Calvin kini menatap Gavin. "Gavin mau menikah."
semuanya terhenyak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kelvin.
"Yang benar, jangan bercanda kamu
"Jangan main-main kamu Kelvin!" seru yang lainnya setengah kesal merasa dipermainkan. teman-teman Gavin kemudian terdiam saat melihat Gavin tak mengelak.
"Jadi benar?"
Matteo cuman bisa menatap Gavin menunggu jawaban dari temannya itu,
"Iya benar," jawab Gavin akhirnya.
"Berita Bagus dong, Selamat ya bro." ucap yang lain seraya menyalami Gavin yang tersenyum
"Tapi kenapa nggak kamu kenalin ke kita? tanya Kelvin kemudian menarik atensi semua orang?
__ADS_1
"Apa karena kamu malu punya pacar kamu orang miskin?
Kedua teman Gavin yang tidak mengetahui apa-apa melongok ketika mendengar ucapan kelvin yang begitu frontal.
"Kelvin Jangan gitu dong." pinta Matteo
"Dia tinggal jawab iya, apa nggak kan, nggak susah." protes Kelvin.
Bukan begitu, Gavin juga udah ngalamin banyak hal untuk bisa sama-sama cewek itu, jalannya nggak mulus bela Matteo.
"Oh, jadi kamu sudah tahu Matteo? Kenapa pada tega sih nggak ngasih tahu kita." sinder Kelvin.
"Aku nggak punya hak untuk ngasih tahu." itu, urusan privasi." balas Matteo.
Setelah pemberitahuan mendadak, kini kedua teman mereka yang harus melihat kedua temannya berdebat
"Bentar bentar, teman yang satunya. Kita dengar dulu penjelasan dari Gavin."
"Iya, aku yakin pasti Gavin punya alasan di balik ini semua. Bukan karena cewek kamu miskin kan, Gavin, iya kan?" tanya Ricky penuh harap.
Gavin menatap keempat temannya satu persatu." Aku pasti ngenalin Mischa kepada kalian semua, pasti. Tapi aku nunggu kepastian dulu dari orang tua aku, ya. Kemarin aku ke Antipolo Untuk meminta restu dari orang tua Mischa, itu juga nggak mudah gush. Aku hampir pulang dengan tangan kosong.
Sekarang mama aku yang belum kasih jawaban. Aku pengen ngenalin dia secara resmi ke semua orang, setelah benar-benar fix. Setelah aku kenalin ke mana-mana, takutnya malah nggak jadi, karena nggak dapat restu. Aku nggak mau main perasaan dia. Dia berharga banget buat aku.
Kelvin terdiam. Ini pertama kalinya Gavin mengungkapkan isi hati tentang seorang wanita. Sebelumnya dia selalu bersikap dingin kepada gadis-gadis yang tak terlalu dikenalnya.
"Tapi Gavin. Doi,beneran orang biasa? tanya Kelvin dengan memperhalus bahasanya. Gavin mengangguk dan menjawab tanpa rasa malu. "Bapaknya cuman petani."
Ricky tiba-tiba tersenyum jahil. "Ini cewek pasti hebat banget nih, gak mungkin seorang Gavin Antonio jatuh hati kalau dia cuman cewek biasa. Bener nggak Matteo? kayaknya kamu kenal juga deh, ayolah spill."
Matteo menunjuk dirinya sendiri aku boleh jawab? tanyanya pada Gavin.
"Cewek ini karyawan ALC. lulusan RTU berkali-kali mau direkrut NINE MEDIA COPERATION GROUP. tapi Gavin nggak kasih jelas Matteo sekedarnya.
"Tunggu-tunggu, aku ingat Gavin pernah cerita karyawan di kantornya cuman bisa pindah NINE MEDIA COPERATION GROUP, sudah senior banget, atau punya bakat luar biasa. Berarti mischa ini yang kedua, dong tanya Kelvin.
Matteo mengangguk. "Ya betul."
"Wow pintar banget dong, berarti." tanya Kelvin lagi.
"Iya, tapi aku rasa Gavin bukan mandang dari pintarnya doang. Nah dari sini silakan kamu yang jelasin." ucap Matteo pada Gavin.
"Mending Nanti kalian lihat sendiri aja orangnya. Kamu pada pasti nggak nyangka dia dari kampung-kampung dan cuman anak petani." jelas Gavin.
"Waduh, aku jadi makin penasaran nih kapan official nya?" tanya Ricky Tak sabar
Gavin diam sejenak.
"Ini sedang aku usahakan, aku minta doa dan dukungan dari kamu semua, ya." pintanya.
Pastilah bro, gak usah dengarin orang ngomong apa. Yang penting kan, kita yang jalani." Ricky memberi semangat.
Kelvin menunduk merasa tak enak hati sudah menyerang Gavin
"Sorry ya bro, aku sudah mikir aneh-aneh tentang kamu." ucap Kelvin
"Sudahlah Kelvin, mending kamu cari kegiatan biar nggak diajak gosip terus sama mama kamu." ledek Ricky.
Tawa pecah diantara mereka seakan tidak terjadi apa-apa, suasana telah kembali cair semua kesalahpahaman telah diluruskan dengan baik.
__ADS_1
"Iya, nggak apa-apa Kelvin. Aku senang kalau teman-teman pada mendukung aku balas." Gavin.
"Kayaknya mama kamu nolak banget iya Gavin?" tanya Ricky
"Sudah pastilah, jangankan Gavin kita juga bakalan dicakarin sama Mama masing-masing, kalau milih orang biasa buat dinikahin." sahut Kelvin.
"Iya, makanya aku juga bingung." gumam Gavin.
"Semoga ada kabar baik ya bro, kalau jodoh pasti nggak ke mana, yakin saja." ucap Kelvin turut memberi semangat.
Gavin tersenyum merasa sangat senang, memiliki teman-teman yang sportif.
Eh tapi si Larissa, Bagaimana?" tanya Ricky penasaran.
Gavin menepuk jidat, dia pun menceritakan kejadian saat tidur di apartemen Larissa waktu itu.
"Aku nggak nyangka dia begitu, maksud aku dia nggak terlihat semurah itu loh." simpul Ricky setelah Gavin menyelesaikan ceritanya.
"Kan sudah aku bilang dia dari dulu Memang ngejar-ngejar Gavin, cowok-cowok lain kayak nggak ada apa-apanya di matanya." sahut Kelvin.
"Iya, tapi nggak nyangka sampai segitunya balas Ricky.
"Orang-orang kadang cuman terlihat baik di luar, aku dan beberapa orang sudah tahu aslinya Larissa itu gimana. Kamu pada ingat sama Tamara sepupu aku?" tanya Gavin.
Keempat temannya mengangguk mengaku ingat pada orang yang dimaksud.
"Sebelum butiknya Larissa kayak sekarang Tamara udah duluan punya butik begitu intinya ada yang ngasih tahu kalau Larissa bilang ke orang-orang, kalau Tamara jual baju-baju bekas bukan baju baru. Anehnya mereka semua percaya aja sama omongan dia terus pada pindah belanja ke butiknya." Papar Gavin.
"Serius? terus butiknya Tamara sekarang bagaimana?" tanya Matteo penasaran.
"Sudah lama tutup, sekarang dia banyak di rumah aja nggak ngapa-ngapain." jawab Gavin.
"Buset, parah bener ternyata." ucap Kelvin seakan tak percaya
"Jangan-jangan salon di dekat butiknya itu mendadak sepi karena ulah dia juga?" terka Ricky
"Salon mana?" tanya Kelvin ingin tahu.
"Itu, yang dekat sama butiknya Larissa. dulu Mama aku sering nyalon di situ, sekarang pindah ke tempat Larissa. Karena di salon sebelumnya sudah sepi nggak seramai dulu." jawab Kelvin.
"Waduh nggak tahu deh kalau itu,tapi misalkan itu ulah dia juga, keterlaluan banget. ucap Gavin.
"Udah emang paling benar kayaknya kamu sama Mischa Gavin. Aku juga jadi males lihat si Larissa ini. Walaupun kamu nggak jadi sama dia, aku juga ogah dekatin dia lagi nggak tahu kalau Ricky ucap Atau Matteo
"Aku juga ogah Saud Ricky
"Apalagi aku, sahut teman yang lainnya.
"Kamu mau sama Larissa, matteo ?" tanya Kelvin.
"Loh kenapa jadi aku? kan yang suka ngejar Larissa kalian berdua." respon Matteo tak terima.
Mattei sudah punya gebetan lain, tapi masih gengsi dia." goda Gavin.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"