
Nyonya Aurora menghela nafas dengan gusar. Tante mau lapor dulu ke Om Carlos Antonio, kamu pulang duluan nggak apa-apa Larissa?
Larissa kembali menggeleng. "Ngak apa-apa kok Tante, kalau gitu Larissa pulang duluan ya."
Nyonya Aurora pun mengantarkan Larissa ke luar ruangan VIP. Setelah itu dia pergi menuju ruang kerja sang suami. Kebetulan sekali Tuan Carlos Antonio sedang berada di sana, untuk menandatangani beberapa berkas dan dokumen.
"Selamat datang Bu." sapa sekretaris Tuan Carlos Antonio
Nyonya Aurora hanya mengangguk, sebagai jawaban kalau sudah selesai langsung keluar ya.
Tuan Carlos Antonio menatap istrinya heran. Tetapi tidak bertanya sampai sekretarisnya benar-benar sudah keluar dari dalam ruangan.
"Ada apa sayang, Kok kayaknya kesal gitu?" tanya Tuan Carlos Antonio kepada istrinya.
Kuya enggak dengar orang-orang gosipin anak Kita, gandeng tangan perempuan? Nyonya Aurora Bahkan tak berbasa-basi lebih dulu.
"Oh itu,
Nyonya Aurora kebingungan melihat respon santai suaminya.
"Kuya kok santai banget begitu sih? nama Gavin bisa jelek Kuya, nama kita juga."
Tuan Carlos Antonio menyeruput kopinya dengan santai.
"Kamu dengar dari siapa?
"Dari putrinya Nyonya Vira, yang magang di sini Kuya
"Oh Valeri, ya.
"Iya, Kuya. Terus gimana ini?
"Apanya yang bagaimana?" tanya Tuan Carlos Antonio tidak paham.
"Kuya mau biarin saja, Gavin bertindak sesuka hatinya kayak gitu? Kuya mau biarin Gavin bikin malu kita sekeluarga?
Kenapa kita harus merasa malu? tanya Tuan Carlos Antonio benar-benar tidak paham.
"Kamu nggak malu Aurora, kamu cuman kesal karena Gavin nggak memilih Larissa.
"Ini nggak ada hubungannya sama Larissa, Kuya, nama baik keluarga kita lebih penting.
__ADS_1
Kuya cuman bisa bilang tunggu sampai Gavin membuat keputusan. Sampai Saat itu tiba lebih baik kita ke samping kan dulu diskusi ini okey, kuya harus balik bekerja.
Nyonya Aurora terdiam. Jika Tuan Carlos Antonio sudah membuat keputusan maka siapapun tak bisa melawan.
****
Gavin mencoba bersabar saat menyetir ketika menghadapi beberapa kali kemacetan. sangat-sangat menyesal dengan keputusannya. Harusnya dia memastikan Mischa benar-benar sudah dalam kondisi baik baruk kembali ke kantor.
Gavin memukul stir, dengan kesal andai Dia bisa teleportasi seperti candaan Mischa sebelumnya, saat tiba di rumah sakit kaki-kaki jenjangnya berlari dengan cepat. Nanti dia akan istirahat kalau sudah tahu bagaimana kondisi Mischa.
"Dok, Panggil Gavin dengan nafas terengah-engah.
Pas sekali itu adalah jadwal dokter memeriksa kondisi Mischa. Jadi Gavin tidak perlu repot mencari dokter tersebut di tempat lain.
"Gimana Mischa?" tanyanya
sepertinya perlu dirawat dulu beberapa hari Tuan, Saya khawatir Nanti jadi makin parah jelas dokter.
"Sakit apa dia dok?"
"Belum bisa dipastikan, sampai hasil tes darah keluar, jadi mohon bersabar." minta dokter itu
Gavin mengangguk meski merasa cemas,
Bisa Tuan, nanti Saya infokan ke resepsionis. Permisi! dokter itu berpamitan kepada Gavin, setelah memberikan keterangan tentang kesehatan Mischa kali ini.
Gavin membiarkan dokter keluar tanpa jawaban yang memuaskan. Dia duduk di samping ranjang, merasa begitu lelah. untungnya suara deringan ponsel telah dia senyap kan kalau tidak, mungkin pasien yang lain akan terganggu. Sebab ibunya terus menghubungi sejak tadi.
Gavin tidak berselera untuk mengangkat. Dia ingin lepas dari semua tanggung jawab sejenak. Ditatapnya wajah tidur Mischa lekat-lekat. Gadis itu terlihat seperti putri tidur, lalu apakah dirinya adalah pangeran yang dapat membangunkan si Putri tidur tersebut?
"Gavin pikir kamu benar-benar sudah nggak waras." gumamnya.
"Gavin belum pulang?" tanya Nyonya Aurora terkejut dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 11.00 malam.
Nyonya Aurora sengaja menunggu Gavin pulang untuk melanjutkan pembahasan siang tadi. menanyakan pada saat penjaga rumah, ternyata anaknya itu belum ada pulang sejak tadi.
"Gavin belum pulang loh Kuya, ditelepon juga nggak angkat." seru Nyonya Aurora gusar pada Tuan Carlos Antonio yang sudah bersiap ingin tidur.
"Gavin itu sudah dewasa Sayang, kalau dia pulang dini Hari, ya nggak apa-apa." respon Tuan Carlos Antonio sembari menarik selimut.
"Maksud aku bukan. Bukan itu kuya, Aku masih pengen nanya siapa perempuan itu sama Gavin belum clear loh Ini masalahnya." omel nyonya Aurora.
__ADS_1
"Kan sudah Kuya bilang, biar Gavin ambil keputusan dulu. Nanti capek-capek dibahas, taunya bukan siapa-siapa." balas Tuan Carlos Antonio dengan mata terpejam.
"Mau pacarnya kek, mau bukan siapa-siapa kek, Gavin itu harus disiplinkan Kuya. Jangan sembarangan gandeng-gandeng tangan perempuan begitu."
Tuan Carlos Antonio menghela nafas, lelah Sudahlah hari ini. banyak pekerjaan mau tidur saja pun harus ada banyak drama dulu.
Ibu-ibu ini memang aneh, anak laki-lakinya nggak pernah terlibat dekat sama perempuan salah disangka nggak normal. Giliran gandeng tangan perempuan salah juga, katanya nanti disuruh macam-macam. maunya apa sih Aurora?" tanya Tuan Carlos Antonio dengan suara lelah.
Nyonya Aurora terdiam. Betul juga pikirnya. selama ini dia suka khawatir kalau Gavin tidak menyukai perempuan, harusnya dia merasa lega karena mulai sekarang orang-orang akan berhenti menuduh putranya homo. Namun masalahnya kenapa perempuan yang tidak dia kenal.
Nyonya Aurora masih ingin mengomel. Ketika mendengar Tuan Carlos Antonio mendengkur, Kuya sudah jatuh tertidur rupanya. Tinggallah dirinya sendiri yang tampaknya harus begadang malam ini untuk menunggu kepulangan Gavin.
Akan tetapi, Gavin tetap tak kunjung pulang meski hari sudah berganti.
***
"Bos menunggu saya semalaman. tanya Mischa ketika melihat Gavin menata makanan di atas meja ranjang pasien.
"Kamu tidak mengira benar-benar punya kemampuan teleportasi kan? soalnya tiba-tiba sudah pindah lagi ke kamar rawat lain." canda Gavin tanpa menjawab pertanyaan Mischa
Kalau ada akademik Muatan yang lagi buka pendaftaran, Saya mau ikut Bos.
Gavin tertawa pelan. Kamu sarapan saja dulu, sambil menunggu hasil tes leb dari dokter
"Bos tidak sarapan?"
"Nanti saja deh."
Mischa pun meraih sendok dan mulai menyuapkan sup ke dalam mulut. Dia seperti mempelajari sesuatu setelah beberapa kali bersama Gavin. Jika kamu menuruti permintaannya, maka dia akan semakin baik padamu.
Kalau bosnya sejak kecil sudah ditanamkan sikap kepemimpinan. Sehingga dia tidak terlalu suka dengan perlawanan maupun membangkang. setiap dirinya menjawab iya, maka Gavin pun akan semakin baik padanya. Bosnya itu menyukai wanita menurut.
Kerjaan Bos serahin ke kuya Matteo lagi? tanya Mischa disela makannya
"Oh, respon Gavin tanpa mengalihkan pandangan dari iped. Jari jemarinya sibuk mengerjakan banyak hal di sana. Sejak tadi, Matteo dan Kayla bisa menghandle semuanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"