Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 100. GAUN LAMA_ YOU & ME


__ADS_3

Mischa tidak sengaja melihat ayah mertuanya keluar dari kamar dengan wajah gusar. Dia berniat kembali dari dapur setelah mengambil cemilan yang disimpan dalam kabinet. Namun, langkahnya terhenti Di ujung tangga.


Setelah sang ayah mertua telah hilang dari pandangan, barulah dia melanjutkan langkah. Mischa memasuki kamar dan menghampiri Gavin yang sedang asyik menonton.


"Ini Kuya,"ucap Mischa Seraya memberikan beberapa bungkus cemilan.


"Nggak ketemu hantu, kan?"ledek Gavin.


tadinya Gavin yang ingin turun, tetapi Mischa memaksa agar terbiasa dengan kondisi rumah, baik di siang maupun malam hari.


"Nggak kok. tapi, tadi aku lihat Papa keluar dari kamar."Mischa memberitahu apa yang ia lihat barusan.


"Oh ya? Ke mana?"tanya Gavin Seraya membuka bungkusan cemilan dan segera melahap isinya.


Mischa menggendikkan bahunya. "Ke arah sana."


Mischa menunjuk ke arah kamar tamu, membuat Gavin mengernyit heran.


"Ngapain pula malam-malam Papa ke kamar tamu?"


"Apa Papa sama Mama berantem?"terka Mischa.


"Nggak mungkin. Kayaknya mereka udah nggak pernah berantem sejak Kuya tamat SMA."


"Biasa kan, laki-laki keluar dari kamar karena nggak mau tidur sama istrinya setelah habis berantem."


Gavin berhenti mengunyah cemilan yang diberikan Micha. "Benar juga pikirnya.


"Besok deh kuya Coba tanya."


"Kenapa nggak malam ini aja?"tanya Mischa heran


"Kalau misalnya Papa memang berantem sama mama, ntar Kuya jadi kepikiran jadi nggak mood mau gituan."


Jana mendecih kesal. Gavin selalu saja bercanda tentang hubungan suami istri. Suka sekali menggoda Mischa yang masih malu-malu saat ingin melakukannya


"Kamu belum mandi, kan? mau mandi bareng ngak, di bathub?"goda Gavin


Memangnya Mischa bisa nolak? apalagi Gavin selalu saja berhasil menaikkan gairah dalam diri sebaik apapun Mischa mengukungnya.


"Kamu mau jalan sendiri ke kamar mandi, atau Kuya gendong?"tawar Gavin


Mischa tersenyum manja. "gendong..."


***


Keesokan paginya Gavin beranjak dari ranjang lebih awal. Meninggalkan sang istri yang masih terlelap dan tak ingin membangunkannya. Pria itu berjalan menuju kamar tamu dan mengetuknya berharap sang ayah masih ada di sana.


"Gavin?"tanya Tuan Carlos Antonio heran Seraya mengucek mata.


"Gavin boleh masuk Pa?


"Iya tentu saja," pikir Tuan Carlos Antonio. Pasti putranya itu punya banyak pertanyaan dan mereka tidak mungkin membahas di depan pintu seperti ini. Para asisten rumah tangga bisa lewat kapan saja dan menguping pembicaraan.

__ADS_1


"Tumben papa baru bangun?" ucap Gavin ketika sudah masuk ke dalam kamar.


"Papa begadang?"


Biasanya Tuan Carlos Antonio sudah olahraga berlari keluar di jam seperti ini.


"Nggak papa pengen leha-leha aja hari ini " jawab Tuan Carlos Antonio.


"Papa berantem sama mama?" tanya Gavin.


Tuan Carlos Antonio menghela nafas panjang." Kerjanya main sama Larissa mulu, tiap hari sampai pulang malam. Gimana Papa nggak marah!"


"Sama Larissa?"Gavin bertanya heran.


"Iya, main ke tempat Larissa."


Gavin ikut menghela nafas panjang.


"Mischa juga berantem sama Larissa kemarin,"


"Kok bisa?"tanya Tuan Carlos Antonio penasaran.


"Larissa nyobain gaun resepsi Mischa tanpa izin dari Mischa pa."


"Oalah...! Terus bagaimana? tetap dibayar gaunnya?"


"Gavin baru tahu Setelah sampai di rumah Pa, Mischa nggak mau cerita awalnya.


"Ayo ikut sama papa!"


Gavin tidak bertanya dan memilih untuk menurut saja, saat diajak ke gudang tempat penyimpanan barang-barang yang sudah lama tak terpakai. Dia belum pernah masuk kemari lagi, sejak beranjak remaja. Jadi, sedikit terkejut saat mengetahui ada ruang bawah tanah di ujung gudang.


"Kamu belum pernah masuk ke sini kan?"tanya Tuan Carlos Antonio menyalakan lampu.


"Nggak." Gavin perangah. Tempat apa ini? sama sekali tidak terlihat seperti gudang.


"Barang-barang yang masih bagus banget, tapi nggak dipakai Papa simpan di sini. sayang dibuang. Lihat itu mesin tik yang papa pakai Waktu kuliah, Masih bisa dipakai."


Gavin melihat mesin tik itu, sampai sang ayah memanggilnya. Pria yang lebih tua itu, mendorong sebuah maneken yang mengenakan gaun.


"Gaun siapa ini Pa?" tanya Gavin terpesona pada pandangan pertama.


Tuan Carlos Antonio tertawa. "Nggak tahu, punya nenek Mungkin. Sudah lama banget puluhan tahun. Tapi masih bagus kan? Kalau nggak salah ini belum pernah dipakai sama sekali."


"Wow, ucap Gavin kehabisan kata-kata.


"Papa rasa Mischa bakalan cocok pakai ini. Itu juga kalau dia mau."


Gaun itu dibuat di masa lampau. Entah kenapa rasanya memang cocok dikenakan oleh Mischa yang sederhana. Gavin segera menyukainya semoga Miska pun suka.


"Bagus Kuya?


tanpa membuang waktu Gavin segera membangunkan istrinya dan meminta untuk segera mengepas gaun itu.

__ADS_1


"Lebih cocok ini di kamu, sumpah cantik banget sayang!"


Mischa tertawa senang. Dia bahkan bisa berputar-putar dengan gaun itu, merasa begitu nyaman dan tidak canggung menggunakannya.


"Terus gaun yang itu mau diapain Kuya?" tanya mischa ingin tahu.


"Nanti kita pikirin, Yang penting untuk resepsi udah aman." jawab Gavin.


Dia kemudian menghampiri sang istri dan mengecup keningnya.


"Semoga setelah ini nggak ada masalah lagi ya." pinta Gavin tulus.


****


"Larissa serius kamu butuh bantuan lavinka?"


"Bantuan buat jahit gaun dengan desain ini kan?"


"Iya aku tahu aku kan nggak bisa jahit vinka." balas Larissa.


lavinka menghembuskan nafas dengan gusar. "Bukan itu maksud aku, tapi mental kamu yang butuh pertolongan."


Larissa berbalik menghadap vinka. teman-teman yang lain hanya diam saja sejak tadi. cuman vinka yang bersuara menentang tindakannya.


"Aku mau jahit gaun itu pakai uang aku sendiri vinka. Nggak usah ikut campur deh." sentak Larissa


"Dalam waktu tiga hari udah gila kamu!" umpat vinka.


"Sudah sudah, jangan berantem dong."pinta sahabat Larissa yang lainnya.


Larissa mendekati vinka yang bergeming di tempatnya. "Aku bakalan pakai gaun itu di acara resepsi Gavin. Dan nunjukin ke semua orang, kalau aku lebih pantas memakainya ketimbang istrinya yang kampungan itu!"


"Please Larissa, obsesi Kamu ini sudah berlebihan. Gavin sudah bahagia sama istrinya. Kamu harus move on Larissa. Apa gunanya antrian panjang cowok-cowok yang naksir sama kamu? kamu tinggal tunjuk aja salah satu yang kamu suka dan mereka akan bertekuk lutut di hadapan kamu.


Apapun yang kamu minta pasti bakalan mereka lakuin. Untuk apa ngejar seorang yang Bahkan nggak pernah melirik kamu sama sekali? jelas Vinka panjang lebar dengan sabar.


"Kamu ini nggak ngerti tantangan? tanya Larissa


Vinka terdiam.


"Anak konglomerat kayak kamu nggak akan pernah paham memulai bisnis dari nol dengan banyak saingan. Kamu pikir aku bisa bangun istana ini, tanpa tantangan apapun? mulus-mulus aja gitu? enggak vinka! aku bisa sampai di titik ini setelah berdarah-darah. Dan itu membuktikan kalau aku bisa dapatin semua yang aku mau selama aku tempuh tantangan itu."lanjut Larissa


"Terus kamu mau mengarungi tantangan untuk merebut Gavin dari istrinya? terka vinka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA teman emak.


__ADS_1


__ADS_2