Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 8. BUANG TABIAT_YOU & ME


__ADS_3

Bukan hanya karena uang, tetapi Larissa memang punya perasaan khusus terhadap pria bernama Gavin tersebut. Dia menyukai pria itu sejak mereka masih duduk di bangku SMP. Semenjak wanita berparas cantik itu mengenal Yang namanya Cinta.


Sejak saat itu, Larissa bertekad untuk menjadi pasangan Gavin. Namun setelah bertahun-tahun berlalu keinginannya itu masih juga belum terwujud.


"Lihat saja, Gavin bakalan jatuh cinta ke pelukan Aku, gimanapun caranya." gumamnya di dalam hati sembari membayangkan wajah tampan bersanding dengannya.


****


"Saya kasih kamu kesempatan Kedua."


Mischa akhirnya mengangkat kepala setelah mendengar kalimat yang terucap dari Gavin. Dia tidak bisa merasa lebih senang dari ini. karena akhirnya Bos Arogan itu, tidak jadi memecatnya saat itu juga.


"Sekretaris Saya sedang cuti karna mau menikah, jadi kamu bakalan merangkap sebagai sekretaris saya. paham? ucap Gavin yang membuat keputusan sepihak tanpa meminta persetujuan dari Mischa.


Mischa tidak punya pilihan lain, selain menjawab ia meski tidak termasuk di dalam kontrak kerja. Mau tidak mau dia harus setuju jika tidak ingin di Depak dari kantor ini.


"Ini pekerjaan kamu yang baru.


Lagi-lagi Gavin melemparkan sebuah map. dan Mischa bergerak cepat menangkap map yang terbang di udara itu. Dia hampir saja jatuh tersungkur, tetapi dengan sikap kembali berdiri dengan erat.


"Siap Bos


"Keluar."


Mischa mengangguk lalu berniat untuk melangkah ketika kaki kanan tersandung kaki kirinya. Tampaknya kali ini dia benar-benar akan. Karena Mischa benar-benar gugup, bertemu dengan bos arogannya itu.


Keberuntungan hari ini sudah habis. Dia gunakan seluruhnya. Namun rasa sakit tak kunjung dirasakannya mata yang terpejam perlahan dia buka dengan keterkejutan pun spontan menghampirinya.


Bos Arogan itu sedang menahan tubuhnya dengan kedua tangan dalam posisi tengah berpelukan. Membuat Mischa Terhenyak lalu membenarkan posisinya.


"Terima kasih Bos." ucap Mischa sambil langsung keluar dari ruang kerja Gavin.


****


Pesta perayaan penyambutan Mischa dimulai saling bersulang. Matteo, Irma, Valen, dan Andika memberikan selamat kepada karyawan baru yang tidak jadi dipecat.

__ADS_1


"Rezeki kamu memang Mischa. Belum pernah ada yang dimaafkan sama bos kaya gitu." ucap Irma seraya menepuk pelan punggung Mischa.


"Terima kasih Ate ( kakak) dan kuya ( Abang ) semua atas dukungan untuk aku. Untuk pesta hari ini juga." ucap Mischa merasa bahagia mendapat rekan kerja yang selalu mendukungnya. Ia benar-benar tidak menyangka. Di kota metropolitan dan perusahaan ternama di kota Manila, mendapat rekan kerja yang begitu respon terhadapnya.


"Santai saja Mischa kita memang suka ngumpul-ngumpul begini biar nggak stres-stress banget. Apalagi kamu tahu sendiri bagaimana kita menghadapi Bos Arogan itu. Timpal Andika


"Iya, kamu kalau lagi nggak ada kerjaan ikut saja sama kita." ucap paling sambil terkekeh mereka hanya meminum jus tetapi tingkahnya seperti orang mabuk.


"Hus...., ada teman dekatnya nih di sini, di aduin tahu rasa kamu." Sergah Irma


Valen terkejut Sampai menutup mulutnya. Ya ampun, aku lupa ternyata di sini ada teman dekatnya.


Matteo terkekeh melihat kelakuan rekan-rekan kerjanya. Ngak lah dia emang temen aku. Tapi kalau tingkahnya nyebelin kan nggak perlu dibela juga. Semua orang tertawa dan Valen menghalang nafas lega. Mereka melanjutkan bersulang dan makan ayam Adobo makanan khas Filipina yang selalu mereka sukai.


"Oh iya, kamu disuruh apa aja tadi sama bos? tanya Matteo penuh selidik. Karena ia mengkhawatirkan Gavin akan melakukan sesuatu yang membuat Mischa merasa tidak nyaman berada di kantor ALC.


Mischa hampir saja tersedak meminum jus yang ia pegang sebelumnya. Membuat semua orang terheran. Wajahnya seketika merona karena mengingat kejadian di ruangan Bos sebelumnya.


Kejadian saat Gavin menangkap tubuh Mischa agar tidak jatuh dan mereka malah seperti orang berpelukan.


"Masa sih, ngak disuruh apa-apa. Kamu juga masa ngak tahu Matteo tanya Irma pada Matteo.


"Kalau aku tahu, ngapain aku bertanya. Gavin ngak ada bilang apa-apa sama aku pas aku nanya Mischa dipecat apa nggak dia malah nanya balik. "Memangnya siapa yang memecat, begitu kata Gavin kepadaku." jelas Matteo kepada rekan-rekan kerjanya.


"Loh berarti dari awal bos memang nggak ada niat untuk memikat Mischa dong? wah kok mencurigakan ya? Kata Andika heran sambil.


Mencurigakan bagaimana Kuya, Andika? tanya Mischa kikuk.


"Bos tuh biasanya nggak pernah ngasih ampun. Ingat banget waktu itu ada karyawan yang salah bikin desain, sorenya langsung dipecat. Ngak dikasih pengertian atau kesempatan apapun itu." jawab Andika.


yang lain menyetujui penjelasan Andika bukan hanya satu tetapi memang sudah ada beberapa karyawan yang dipecat semena-mena oleh Gavin. Bos mereka memang sulit menerima kesalahan dan kecerobohan orang lain.


Makanya aku bilang ini itu rezeki. Mischa masih ada rezekinya kerja bareng-bareng sama kita." ucap Irma sambil menatap Mischa dengan Tatapan yang sulit diartikan.


"Iya.. iya benar Ya. sudah dari sini, kamu harus kerja yang benar ya Mischa jangan sampai bikin Bos marah lagi." ucap Matteo menasehati Mischa berharap Mischa tidak melakukan kesalahan fatal yang membuat Gavin marah besar.

__ADS_1


Baik Pak Matteo akan saya ingat." ucap Mischa sambil berusaha mengembangkan senyumnya.


"Kalau di luar kantor panggil saya Kuya saja." seperti kamu memanggil Andika jangan terlalu sungkan.


"Baik kuya


Eh Tapi tadi Bos ada keluar waktu kamu di ruangannya Kenapa itu Mischa tanya Valen yang masih penasaran.


"Oh itu Ate(kakak), saya dites ulang sama bos. Katanya biar aku bisa ngerjain dia keluar aja gitu jawab Mischa jujur.


Rahang Valen dan Andika seakan Ingin jatuh saat Mendengar hal itu keduanya kemudian serentak memetik kok bisa?


"Duh, aku tiba-tiba merinding nih. Si Bos kok ngak kayak biasanya, kayak mau buang tabiat saja." ucap Valen


"Heh.... jangan ngadi-ngadi kamu. sergah Matteo yang tidak terima sahabat sekaligus atasannya itu dikatai buang tabiat oleh Vallen.


"Iya habisnya begitu sih, aneh. balas Valen merasa tidak bersalah.


"Terus kamu disuruh apa lagi Mischa?" tanya Irma yang masih tetap penasaran, Apa yang dilakukan Gavin terhadap karyawan baru yang bernama Mischa itu.


"Kata bos sekretarisnya lagi cuti. Jadinya aku disuruh gantiin sementara Ate, jawab Mischa polos.


"Apa?


Irma, Valen, Matteo dan juga Andika kompak menutup mulut, ketika pelanggan restoran yang lain menatap ke arah mereka. Karena suara kencang yang melengking di sana. Jujur mereka spontan saja berteriak seperti itu sangking terkejutnya.


"Jangan bilang kamu nggak tahu juga soal ini. Irma mengkonfrontasi Matteo.


"Aku juga baru tahu ini Mischa sama terkejutnya dengan yang lain. Matteo masih bisa menahan diri, namun ekspresi wajahnya tidak dapat berbohong. Sejak kapan Gavin memutuskan sesuatu tanpa memberitahunya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2