
Miska terbangun dan melihat Gavin tidak ada di sampingnya lampu kamar tidak menyala dia melihat jam yang tertera di ponsel masih pukul dua dini hari.
"Mas....! panggilnya dengan suara serak.
Gavin segera bangkit dari sofa dan berjalan menghampiri sang istri.
"Oh mas di situ rupanya, nggak tidur? tanya Mischa
"Kamu kenapa bangun? Ada apa Sayang? Gavin justru bertanya balik merasa khawatir
Mischa menggeleng. "Nggak apa-apa Kuya. kebangun aja.
Gavin menghela nafas lega. "kuya kira ada apa."
"Kuya sudah makan?"tanya Mischa
"Belum sayang."
"loh, tapi kuya bilang tadi lapar banget."
"Sudah hilang rasa lapar Kuya, melihat kamu kayak gitu Kuya beneran panik."ucap Gavin berterus terang
Mischa tersenyum, membuat Gavin kembali merasa lega. Setidaknya sang istri sudah merasa enakan.
"Mungkin aku kebangun karena lapar juga,"ucap Mischa.
"Oh ya? terus kamu mau makan apa sayang?"tanya Gavin
"Kuya aja yang pesan kayak biasa.
Gavin tampak berpikir. Restoran favoritnya di hotel ini sudah membuatnya tak enak hati. Dia bingung harus memesan makanan di mana lagi.
"Oh kuya, Aku ingat!"
Mischa Turun Dari ranjang dan berjalan menuju lemari. Dia mengeluarkan koper miliknya dan membukanya. Gavin memperhatikannya dengan heran lalu terperangah saat Mischa mengeluarkan mie instan cup dari sana.
"Taraa...!"seru Mischa senang.
Gavin tertawa. "Bisa kepikiran bawa mie instan?"
"Kuya nggak pernah pergi-pergi bawa mie instan?"tanya Mischa penasaran.
"Ya enggaklah, buat apa?"tanya Gavin masih tertawa.
"Aku baru tahu kalau orang kaya nggak suka bawa ginian. Padahal kan bisa jadi penyelamat kalau lapar dadakan kayak gini." ucap Mischa
"Iya juga, ya. Kamu bawa berapa?" Gavin mendekati Mischa dan ikut mengecek isi koper sang istri.
"Ada beberapa nih, bisa tinggal seduh air panas saja.
Mischa mengeluarkan semua mie instan cup yang dia bawa dan menyusunnya di atas lantai.
"Kuya mau cobain yang mana? kebetulan rasanya berbeda-beda aku bawa.
"Rekomendasi kamu yang mana sayang?"
"Kita kan, bisa makan lebih dari satu kita cobain aja dari masing-masing mereknya ya."
Gavin mengangguk mengiyakan. "Okey boleh,
Mischa menyiapkan mie instan sementara Gavin menyalakan televisi dan mencari tontonan untuk mereka berdua. Wangi kuah mie segara tercium mengaduknya dengan bumbu. Setelah ia seduh dengan air panas yang tersedia di dispenser di kamar yang ditempati oleh Gavin dan Mischa. Kebetulan air minum panasnya difasilitasi di sana.
"Mendadak Kuya jadi lapar lagi nih.
__ADS_1
nah pas banget kan! Mischa datang membawa dua cup mie instan dan mereka pun menikmatinya sambil menonton.
"Enak juga ya ternyata. Kuya nggak pernah kepikiran ini sebelumnya."
"Kalau aku setiap kemanapun selalu bawa ini kuya. Mau pergi wisata, camping, ke kolam renang, bahkan pertama berangkat ke Manila kemarin aku bawa ini.
Gavin tertawa. Berarti Kuya harus kasih uang tambahan nih untuk beli mie
Mischa ikut tertawa sampai tersedak
"Aduh lupa ambil minum bentar Kuya.
malam itu mereka begadang sampai pagi menonton film sambil memakan banyak mie
Gavin terbangun dipukul 10.00 pagi. Ternyata Mischa sudah mengemas seluruh barang mereka.
"Kamu tidak tidur?" tanya Gavin terkejut karena melihat Mischa sudah selesai mengemas barang-barang mereka.
"Tidur sebentar kok Kuya. Ini udah aku beresin semua tinggal check out aja."
"Wah istri Kuya punya manajemen waktu yang baik ya. Kalau nginep di hotel sama Mama pasti selalu kena charge tambahan. habisnya jam 11.00 masih leha-leha.
"Ya ampun Sayang banyak banget duitnya Miska geleng-geleng. "Kuya mandi gih
"Mandiin...! minta Gavin manja.
Miska cuman bisa menghela nafas tertawa lalu menuruti permintaan sang suami. Apalagi semalam mereka tidak jadi melakukannya sama sekali.
Pas banget dikit lagi jam 12.00 kata Gavin Seraya menyisir rambut dengan jari. yuk Sayang."
"Ayo, Kuya."
Batal jalan-jalan kita ya, beli oleh-oleh di bandara aja?" tanya Gavin
Gavin Menepuk jidat Sambil tertawa.
"Kamu ini selalu lupa udah jadi orang kaya ya.
"Nggak gitu beda kan, antara pelit sama irit Kuya.
"Kan kuya yang bayarin semua."
"Hmm, Ya udah deh Mischa mengalah
sesampai di bandara, Gavin dan Mischa masih memiliki waktu satu jam sebelum berangkat. Mereka pun membeli beberapa oleh-oleh untuk dibawa pulang ke kota Manila.
"Kuya Aku mau lihat yang di sana ya.
"Okey."
Gavin pun sendirian saat memilih makanan apa yang mungkin disukai oleh teman-temannya. Ketika dia diam saja, tiba-tiba seorang wanita menabrak tubuhnya dan terjatuh.
"Aduh!"
Gavin melongo. masa begitu saja bisa sampai jatuh?
"Tolongin dong Kuya, masak diam aja aku jatuh ini gara-gara kamu!"
Gavin melihat kanan kiri. apa wanita itu sedang berbicara padanya?
"Iya, aku ngomong sama kuya, emang siapa lagi?
"Bangkit sendiri aja, kan bisa. Gavin menolak.
__ADS_1
"Kuya ini harus tanggung jawab loh udah nabrak saya sampai jatuh."
"Bukannya kamu yang nabrak saya, ya kan? saya dari tadi berdiri diam di sini."
Wanita itu tampak kesal lalu bangkit sendiri. dia kemudian mengulurkan tangan
"Rima ucapnya menyebutkan namaβ¦β¦
Gavin menaikkan alis. Kenapa jadi mengajak berkenalan? wanita itu masih mengulurkan tangan meski dia diam saja.
"Nama kamu siapa? Kuya nggak ngerti cara orang berkenalan?
"Ada apa Kuya?" tanya Mischa tiba-tiba muncul.
Gavin merasa lega. "Akhirnya istriku muncul juga .Ayo Sayang!"
Mischa tidak paham apa yang terjadi sedangkan wanita tadi?
dia menarik tangan dengan malu karena tidak menyangka sudah mengganggu suami orang.
****
"Bu maaf ya, Mischa sama Kuya Gavin gak sempat lihat rumah baru bapak sama ibu. niatnya tadi pagi mau ke sana, sekalian beli oleh-oleh. Tapi malah bangun kesiangan."
Mischa menyempatkan diri menghubungi orang tuanya melalui panggilan video saat berada di ruang tunggu sebelum naik pesawat. Gavin menunggu jawaban sang ibu mertua dengan cemas. Sebab Dia benar-benar lupa kalau hari ini kedua mertuanya pindah ke rumah yang baru.
Ibu gupita tertawa di seberang sana.
"Iya nak, ibu paham kok namanya juga pengantin baru.
"Sang Ibu tertawa menggoda membuat Mischa tersenyum canggung. Sebenarnya mereka kesiangan bukan karena apa yang dipikirkan oleh ibunya. Melainkan Ada hal lain. Mamun Mischa tak mungkin menceritakan kejadian buruk tersebut dan membuat cemas ibunya.
"Bapak di mana Bu? kini Gavin yang bertanya setelah memunculkan wajah di layar ponsel.
"Bapak lagi sibuk ngurusin barang-barang. Terima kasih ya, nak Gavin. sampaikan juga kepada Pak Carlos Antonio, rumahnya bagus banget." ucap Ibu gurita
Gavin tersenyum lalu mengangguk.
"Sama-sama bu, semoga Bapak sama Ibu betah ya."
"Iya nak, Gavin."
"Oh iya Bu, nanti hari Jumat ada yang jemput dan mengantar ke bandara ya. Sampai di manila Gavin sama Mischa yang jemput." Gavin memberitahu.
"Oh iya iya, ini ibu juga udah bedain barang-barang yang mau dibawa ke Manila jadi biar nggak dua kali kemas-kemas.
"Iya Bu, sampai jumpa di Manila ya. ini kami sebentar lagi mau berangkat." ucap Mischa dan Gavin di dalam sambungan telepon selulernya.
"hati-hati ya Nak, hati-hati ya nak Gavin. Nanti kalau sudah sampai jangan lupa kabarin Ibu." pinta Ibu gupita
"Iya Bu."
Panggilan video berakhir bersamaan dengan panggilan untuk menaiki pesawat. Gavin dan Mischa bersiap-siap lalu ikut mengantri di pemeriksaan tiket sebelum naik ke pesawat. saatnya kembali ke kota Manila.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih πππ
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH ππ
SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.
__ADS_1