
"Mischa!!!! sini, Panggil Irma saat Mischa memasuki kantin karyawan di salah satu lantai bawah sebuah gedung di kawasan NINE MEDIA COPERATION.
Mischa bisa menemukan Irma di antara banyaknya karyawan dari kantor-kantor lain, yang ada di sana. Dia pun menghampiri dan memakannya sudah tersaji di atas meja.
"Sudah aku pesan semua request kamu. jadi Bisa langsung makan." ucap Irma di telinga Mischa saat Gadis itu duduk.
"Terima kasih, Ate, ucap Mischa yang langsung menyantap makanan yang dipesankan oleh Irma untuknya.
"Kok lama banget Mischa? pup-nya keras ya tanya Valen.
Ih jorok banget sih kamu Len, ngapain sih bahas gituan." protes Andika.
Irma dan Andika tertawa melihat kelakuan dua temannya, sedangkan Mischa justru terdiam. Untungnya tidak ada yang menyadari hal itu. "Apa dia ceritakan saja, tentang kejadian tadi pada yang lain? namun Bos tampaknya tidak mengambil tindakan atas apa yang dia alami. Jadi lebih baik dia lupakan saja, agar mereka semua bisa kembali bekerja dengan tenang.
"Jadi bagaimana Mischa uang kamu sudah dikembalikan sama Siska?" tanya Andika
Andika, Valen juga sudah mendengar tentang hal tersebut dari Irma.
Mischa menggeleng.
"Hadeh......,gaya selangit. tapi dari hasil utangan." geram Valen.
"Iya, ih.... Aku lihat dia itu pakai iPhone keluaran terbaru. Kemarin aku rasa pakai uang Mischa untuk bayar cicilannya." sambung Valen.
"Nah, iya. Aku juga mikir gitu. Cicilannya separuh gaji kita loh. Kalau tiap bulan begitu, kan jadinya nggak bisa jajan. Dia harus ngutang lagi sana-sini untuk bayarnya." tambah Irma.
Kadang aku nggak paham, kalau nggak sanggup, Kenapa harus maksain diri ya?" tanya Andika keheranan
"Ya karena gengsi lah, secara kerja di ALC gitu, disangka bergaji 10 juta ke atas. Padahal mah,kagak sampai jawab Valen.
"lihat tuh, Mischa walaupun dapat gaji double dari bos, hp-nya tetap saja Oppo. gak mau kemakan tren." sahut Irma.
Sejauh ini, yang penting soal performa hati, kalau soal gengsi aku nggak berani ikutan tren ucap Mischa.
"Iya Mischa, nggak usah ikut-ikutan tren. Yang ada gaji berapa saja juga nggak cukup. Soalnya kamu ini perantau, kan? kalau ada apa-apa, kamu harus sendiri nggak ada keluarga yang bantu." ucap Irma mengingatkan.
"Siap Ate, bakalan aku ingat sampai kapanpun." balas Mischa.
__ADS_1
"Iya, aku saja yang asli kota Manila ini, kadang masih ngerasa kekurangan gaji. Apalagi yang merantau kayak kamu ini." sahut Andika.
Padahal kamu nggak jajan skin care, kayak kita-kita. kan? tapi emang rasanya ada saja yang bikin kurang." ucap Valen
"Mungkin kamu-kamu pada, harus belajar ilmu hebat ala Mischa. Biar bisa nabung juga, ingat umur udah berapa. Kagak ada yang pengen nikah kamu pada? sindir Irma
"Yah... Irma, jangan nikah, calon aja belum punya. gimana mau nikah?" jawab Andika
"Kita kan, nggak kayak kamu. Ada Kuya Matteo di depan mata. Bego banget sih, kata aku kalau nggak kamu sikat. Valen menyindir balik.
"Loh, kok Kuya Matteo?tanya Mischa terheran-heran.
Oalah, Mischa Mischa polosnya dikau." ucap Valen
"Gak usah dengerin omongan mereka." ucap Irma kepada Mischa
Masa kamu nggak ngerasa sih chemistry mereka berdua, kalau lagi ngobrol? tanya Andika.
Mischa menggeleng benar-benar tidak paham.
Mereka ini dekat Mischa. Dekatnya kayak apa tuh, di luar bayangan kita. Makanya bego banget kalau nggak jadian, Aku yang gemas jadinya." jelas Valen.
"Tapi bukannya Ate Irma bilang cuman senior junior sama Kuya Matteo?" tanya Mischa heran.
"Cie illeh ini nggak sekalian kamu bilang kakak adik? sindir Valen pada Irma.
Irma hanya bisa menghela nafas. Terkadang teman-temannya memang terlalu Barbar kalau sudah urusan memiliki pasangan.
Aku, memang dekat sama Matteo, sebagai senior junior. Dan rekan kerja nggak lebih kok." sangkal Irma.
"Halah.....basi!" umpat Andika.
"Ir....,kamu nanti, Kuya Matteo udah milik cewek lain, baru Kamu ngerasa nyesel. Jangan sampai deh." Valen mewanti wanti.
"Iya, Matteo saja, emang nggak pernah ngaku suka sama aku kok. Masa aku ngaku-ngaku." elak Irma.
Terkadang cewek harus gerak duluan Irma. bukan karena murahan, tapi untuk memperbesar peluang. Siapa tahu saja salama ini Kuya Matteo mikir, kalian emang cuman rekan kerja, atau apalah. Makanya nggak punya nyali untuk ngajak kamu pacaran." jelas Valen.
__ADS_1
"Aku setuju." sahut Andika. Kayak aku ini tipikal yang nggak terlalu punya nyali untuk nembak cewek. Dulu waktu kuliah ada cewek yang nembak aku, kebetulan aku juga suka sama cewek itu. Tapi nggak berani bilang, akhirnya karena dia membuka peluang. Aku terima dan kita jadian.
"Wah beruntung banget Kuya Andika." puji Mischa.
"Nah, kan siapa tahu kamu bisa dapat peluang yang sama Irma. Kalau nggak dicoba, nggak bakalan tahu, kan? Valen mengompori.
"Sudah sudah, ntar kita telat balik ke kantor, kena semprot sama bos baru tahu rasa." Irma mengalihkan pembicaraan.
Cara itu berhasil, karena yang lainnya segera bergegas mengumpulkan barang dan mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar makanan Mereka. Kemudian berjalan beramai-ramai dan membahas hal yang lain.
Sesampainya di kantor, mereka dikejutkan dengan keributan yang terjadi di balik pintu kaca. Keempatnya bergegas keluar dari lift dan masuk. Teriakan dua orang wanita menarik atensi mereka.
"Lepas!!!! aku bilang lepas! kamu nggak dengar? teriak Siska.
Mischa terkejut melihat Siska dan temannya ditarik paksa oleh dua orang bertubuh tinggi dan atletis. Keduanya bukanlah petugas keamanan.
"Siapa mereka, dan apa yang sedang terjadi?
"Ada apa nih? tanya Andika pada karyawan lain yang juga menyaksikan adegan tarik menarik paksa di hadapan mereka.
"Kayaknya dua orang ini bodyguard dari kantor utama, terus mereka bilang si Siska dan gengnya udah dipecat. Tapi menolak untuk keluar." jelas karyawan itu
Mischa yang juga bisa mendengar penjelasan itu, terkejut ternyata Bos memang tidak main-main. "Memang dasar dua wanita itu saja, yang tidak tahu malu. Sudah dipecat tetapi tidak mau meninggalkan kantor dan harus diseret secara paksa."
"Lepasin aku!!! aku mau ngomong langsung sama bos. Dia nggak bisa mencet aku semena-mena kayak begini." teriak Siska tak terima
Berbeda dengan temannya, yang akhirnya pasrah dan menurut. Saat salah satu bodyguard menariknya keluar ruangan untuk memasuki lift.
"Bego banget kamu, sama saja kamu kayak Karina. Kita ini berbakat, Bos bakalan kehilangan Kalau kita dipecat. Percaya sama aku." teriak Siska lantang.
"Iya, tidak memperdulikannya, lift itu sudah tertutup dan membuat Siska semakin kesal.
"Lepasin!!! kamu bisa saya bawa ke jalur hukum, dengan tuntutan pemaksaan. Kakak aku pengacara hebat, kamu bakalan masuk penjara." ancam Siska.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"