Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 136. KENYATAAN _ YOU & ME


__ADS_3

Miska mengambil selembar foto yang tak putus itu dari tangan kasih.


sangat cantik


meski kualitas fotonya tidak sebaik masa kini kecantikan kasih muda tetap terpancar di sana.


"Kenapa fotonya ibu sobek?" Mischa meraba bagian yang terkoyak.


Sayangnya dia tidak tahu siapa mempelai pria yang bersanding dengan Kasih muda.


Kasih tertawa pelan. Bukan karena rasa senang, tetapi kepedihan.


Sangking kesalnya sampai Ibu sobek, Terus bakar. Sekarang baru deh nyesal.


Mischa kembali memandangi foto itu. sepertinya hari ini akan menjadi hari yang panjang untuk mendengarkan kisah sedih Di balik pernikahan Kasih.


"Ibu pernah bilang dibesarkan di panti asuhan, kan? Ibu bisa kuliah karena program beasiswa. Bukannya mau membanggakan diri, tapi dulu banyak banget laki-laki yang dekatin ibu.


Mischa percaya, melalui foto saja Kasih muda, sudah tampak secantik ini. Apalagi aslinya. Dia dan Larissa Bahkan tak bisa dibandingkan dengan wanita itu.


"Pengurus panti selalu nasehati Ibu sejak SMP, Jangan pernah terlibat perasaan dengan laki-laki manapun. Karena nanti Ibu yang bakalan kecewa dan sakit di akhir.Sebab nggak banyak yang bisa nerima seorang yatim piatu kayak ibu. Ya, walaupun ibu sendiri juga nggak tahu orang tua Ibu masih hidup apa nggak." papar kasih.


"Jadi ibu beneran nggak tahu orang tua ibu?" tanya Mischa


Kasih menggeleng. "Kata pengurus panti, Ibu di letak aja di depan pintu tanpa alas apa-apa. tanpa catatan apapun, dan sampai tahun-tahun berikutnya juga nggak pernah ada yang jenguk.


Mischa merasa begitu sedih. Pasti tidak mudah menjalani kehidupan tanpa tahu jati diri sendiri seperti itu.


"Waktu kuliah juga banyak yang dekatin Ibu kecuali suami ibu."


Kasih tersenyum. Saat mengucapkan suami


"Terus? tanya Mischa penasaran


Dia putus sama pacarnya di tingkat akhir. sebelum wisuda awalnya Ibu nggak menanggapi. Tapi ternyata dia memang tulus dan serius dekatin Ibu. Tepat setelah Ibu wisuda, Ibu dilamar dan menikah dengan beliau."


"Keluarganya nerima ibu." Mischa terkejut


Kasih tersenyum dan mengangguk.


"Dengan tangan terbuka."


Mischa terpukau. Pasti keluarga dari pria yang menikahi Kasih adalah keluarga yang hebat. Mereka tidak peduli pada status dan masa lalu wanita itu. Benar-benar satu dibandingkan sejuta


"Tapi kenapa sekarang ibu hidup sendirian? Ibu cerai? tanya Mischa berhati-hati.


Kasih terdiam dan membela nafas dan tampaknya berpikir. "Ibu sendiri juga nggak ngerti, tapi Ibu memang nggak pernah diceraikan secara agama maupun melalui pengadilan."


"Kok bisa Bu?" tanya Mischa bingung


Kehidupan pernikahan ibu baik-baik aja. bahkan bisa dibilang sempurna. Tapi setelah lahiran, mobil yang Ibu naiki ditabrak truk yang remnya blong.

__ADS_1


Mischa benar-benar syok mendengarnya mengerikan sekali.


"Syukurnya semua yang di dalam mobil selamat tapi Ibu koma selama 6 bulan.


Mischa tidak tahu harus mengucap syukur atau malah berduka cita mendengar ini.


"Tahu nggak, Ibu siuman di hari pernikahan kedua suami ibu."


Mischa tidak tahu sudah berapa kali dia terkejut mendengar cerita Kasih. Yang Bahkan baru dimulai itu. Akan ada beberapa episode keterkejutan lagi yang harus dialaminya.


"Jadi suami Ibu menikah dengan mantan pacarnya yang dia putusi Waktu kuliah dulu." selama ibu koma, wanita itu yang merawat anak ibu dengan tulus dan penuh kasih sayang. Suami Ibu nggak mau, tapi didesak oleh keluarga dan mama istri keduanya.


"Terus ibu tinggalin?"


Kasih menggeleng. "Ibu harus menjalani terapi sampai pulih di Penang. Waktu Ibu sendirian, nggak ada yang nemani. Terus madu Ibu sering ngirim surat isinya foto-foto anak ibu, dan cerita tentang tumbuh kembangnya. Karena itulah Ibu semangat untuk pulih. Tapi suatu hari dia ngirim foto sedang tidur berdua dengan suami ibu.


Kasih terdiam sejenak. Mischa tahu tidak mudah menceritakan bagian ini, meski sudah menikah pasti tetap sakit rasanya melihat suami tidur dengan wanita lain.


Terus dia ngirim surat terakhir isinya nyuruh ibu untuk nggak ganggu keluarga bahagia mereka. Dan segopok uang yang banyak banget. Dia minta ibu pergi, padahal waktu itu Ibu udah pulih total. Sekitar dua pekan lagi diizinkan pulang sama dokter."


"Jadi ibu beneran pergi?


Kasih mengangguk. Makanya karir pertama ibu di Malaysia, bukan di Indonesia. Baru kali ini Ibu balik lagi ke Indonesia, setelah dua puluh delapan Tahun lamanya.


"Astaga! dia puluh delapan tahun itu adalah waktu yang cukup lama. Sudah berapa banyak proses yang dilalui oleh sang anak yang tidak dapat dipantau oleh ibunya. sungguh merasa kecewa pada madu Kasih yang tega memisahkan anak dari ibu kandungnya. Padahal Kasih sudah pulih sepenuhnya Kenapa tidak diberikan kesempatan?


"Ibu udah ketemu sama suami dan anak ibu?" tanya Mischa ingin tahu.


Jadi ini maksud Kasih dengan bertukar pikiran, dia ingin tahu jawaban dari sudut pandang Mischa yang tidak mengalami kisah tersebut.


Mischa pulang dengan banyak spekulasi yang berputar-putar di kepala. Pasti ada alasan kenapa Kasih menceritakan hal itu padanya.


"Namun apa?


Mischa mengambil ponsel dan mencari sesuatu di sana.


"Pak, kita ke sini dulu ya sebentar." ajak Mischa pada sopir.


Mischa tidak membawa apapun, karena mendatangi tempat tersebut secara tiba-tiba. Namun, dia sudah menyiapkan segepok uang yang dapat ditarik melalui ATM dan memasukkannya ke dalam amplop untuk disumbangkan.


"Sudah sampai Mbak. Mischa melihat melalui jendela.


"Panti asuhan Kasih Ibu"


Seorang pengurus panti menyambutnya dengan baik. Meski belum saling kenal, sepertinya selain dirinya ada banyak orang datang berdonasi juga.


Anak-anak mengerubungi mischa dengan senang. Dia jadi merasa tidak enak karena tidak membawa mainan ataupun makananm mungkin di kunjungan berikutnya dia akan menyenangkan hati anak-anak ini.


"Hai anak-anak, jangan diganggu tantenya, Ayo main sana."


Anak-anak itu pun segera menurut dan kembali bermain di lapangan panti. Mischa melihat sambil tersenyum. Seorang wanita sepuh kemudian menghampiri Mischa dan dia pun menyampaikan maksud kedatangannya.

__ADS_1


"Kasih, ya kemarin dia sempat kesini waktu balik ke Manila. Katanya habis liburan di California. Beda banget sama waktu keluar dari panti dulu. Udah dewasa, mapan, tambah cantik." jelas wanita pengurus panti terlama yang merawat kasih sejak bayi.


Wanita sepuh itu mengajak Mischa duduk untuk melihat anak-anak bermain.


"Dia jarang datang, tapi selalu ngirim uang ke sini setiap bulan." lanjut wanita sepuh itu.


"Selalu ngirim atau pernah berhenti bu?" tanya Mischa.


"Iya pernah, berhenti juga. Tapi dia nggak pernah ngasih tahu apa alasannya. Dia cuman bilang sibuk." jawab wanita sepuh itu.


Itu pasti saat kasih koma dan awal-awal meniti karir dulu. gumam Mischa


"Adik Mischa ini siapanya Kasih?" tanya wanita sepuh itu ingin tahu.


Mischa sudah mencapai pada kesimpulan Ini saat di perjalanan tadi. Namun, dia butuh petunjuk yang lebih akurat untuk melengkapi puzzle yang belum sempurna.


"Saya menanti Tuan Carlos Antonio Bu."jawab Mischa


"Ohhh .. menantunya Kasih ya!"


Deg


"Ibu kira siapa nanyain Kasih, ternyata menantunya ya, kok nggak datang sama mertuanya? tanya wanita sepuh itu.


Mischa bingung harus menjawab apa. Dia masih terkejut mendengar pernyataan dari wanita sepuh barusan. Ini artinya Kasih tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya pada wanita sepuh itu. Dia pasti tak ingin wanita sepuh itu tahu kalau anak asuhnya pada akhirnya memang dikecewakan oleh laki-laki.


"Mama lagi sibuk."Mischa tertawa canggung


"Oh iya, ya. Kasih itu memang aktif banget. dari dulu nggak bisa diam. Ibu udah yakin banget dia bakalan tetap kerja walau udah dilarang sama suaminya."


Mendadak Mischa merasa pusing. Sepertinya terlalu banyak informasi baru yang harus otaknya proses hari ini.


"Bu, Jangan bilang Sama Mama kalau Mischa ke sini ya. Mama ngajak pergi bareng, Tapi Mischa tetap datang sendiri." dusta Mischa


Wanita sepuh itu tersenyum hangat. "Iya nak, Tenang saja Kasih juga jarang mampir kok, ke sini."


Setelah menyerahkan sumbangan, Micha pun pamit pulang.


"Mau ke mana lagi Mbak? tanya sopir.


"Langsung pulang aja, ya Pak." minta Mischa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN


__ADS_1


__ADS_2