Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 140. HUTANG BUDI _ YOU & ME


__ADS_3

"Ibu boleh istirahat di sini ya, kalau ada apa-apa tinggal pencet tombol di atas saja." kata perawat seraya menunjukkan sebuah tombol di atas ranjang.


"Terima kasih sus." ucap Nyonya Aurora


"Sama-sama Bu." saya permisi dulu


Nyonya Aurora mengangguk sebagai respon. Sebagai pendonor, dia diizinkan beristirahat di sebuah kamar yang cukup bagus. Tak masalah, dia memang sedang ingin sendiri.


Nyonya Aurora berbaring dengan nyaman. lalu seulas senyum kembali muncul di wajahnya.


"Semesta emang selalu berpihak pada Dari dulu." dia mulai monolog sendiri.


Dia benar-benar tak mengira hal ini akan terjadi. Kini seluruh keluarga Antonio telah berhutang Budi dan nyawa padanya.


Flesh back


Siang tadi Nyonya Aurora bersiap-siap ingin keluar saat melihat Mischa yang juga telah berpakaian rapi.


"Mau ke mana kamu


bisa tersentak benar-benar terkejut seperti melihat hantu.


"Eh mau keluar sebentar Ma." jawab Mischa gagap.


Aurora Mengernyit. Kenapa menantunya itu terlihat gugup sekali?


"Kamu ini pergi pergi nggak jelas terus setiap hari, kemarin juga kamu keluar sampai malam, kan? bentak Nyonya Aurora.


Mischa kembali terkejut. "Mischa ada perlu Ma."


"Perlu apa? kamu tuh bukannya bangun relasi untuk dukung karir suami kamu. Malah pergi-pergi nggak jelas kayak gitu. Makanya Mama nggak setuju orang kampung kayak kamu jadi menantu Mama. pergaulannya cetek bangat nggak masuk sama orang-orang berada." ledek Nyonya Aurora.


Mischa mencoba untuk tetap tenang. Dia pun memilih untuk berlalu saja.


"Hei, Nggak sopan banget kamu ya, main lewat lewat gitu aja." bentak Nyonya Aurora lagi.


Mischa berbalik dia pun berniat melakukan perlawanan.


"Kenapa Mama kasar kayak gini? padahal mama bukan ibu kandung Kuya Gavin?


Bagai disambar petir di siang hari,Nyonya Aurora tak menduga kalau Mischa akan berkata seperti itu.


"Kasih yang bilang sama kamu?"


Nyonya Aurora segera menutup mulut. Sadar kalau dia sudah kelepasan bicara.

__ADS_1


"Berarti benar Bu kasih itu ibu kandungnya Kuya Gavin?" tanya Mischa dengan suara bergetar.


Nyonya Aurora menjadi salah tingkah.


"Enggak, bukan itu maksudnya." Dia bingung harus merespon seperti apa.


"Mischa mau ke kantor, dan kasih tahu yang sebenarnya."


Mischa kembali berjalan dan nyonya Aurora mengejarnya.


"Tunggu Miska! tunggu! kita bicarakan dulu soal ini baik-baik. Kamu jangan langsung kasih tahu sama Gavin."


Mischa berjalan terburu-buru dan tak memperhatikan langkahnya hingga tergelincir di tangga.


"Ahhhhh!"Mischa memekik Seraya tubuhnya terguling ke dasar tangga.


"Mischa!" teriak Nyonya Aurora panik. Dia segera turun untuk menghampiri Mischa yang sudah tak sadarkan diri


"Ya ampun, gimana ini." gumam Nyonya Aurora. Ia bingung harus hubungi siapa?


Nyonya Aurora mengambil ponsel dan bingung. Apakah harus menghubungi Gavin atau ambulans terlebih dahulu. Akan tetapi tiba-tiba dia terdiam. Matanya menangkap cairan darah yang keluar dari bagian bawah tubuh Mischa. Tangannya seketika gemetar


"Sebentar, kalau dia mati Gavin nggak bakalan tahu siapa ibu kandungnya." batin Nyonya Aurora.


"Aku tinggal aja kalau dia lambat tertolong, bakalan besar kesempatan untuk nggak selamat, kan?


Nyonya Aurora mendaki tangga dengan tergopoh-gopoh dan segera masuk ke kamar. dia duduk dengan gelisah sambil memegangi kepala, berharap hari ini cepat berakhir dan berita buruk itu segera hadir.


Akan tetapi satu jam kemudian seorang asisten rumah tangga menemukan Mischa dan menghubungi Gavin. Nyonya orang-orang berpura-pura tidak tahu akan kejadian itu. Dia pun ikut ke rumah sakit dan kembali gelisah, sehingga menggigit kukunya setiap dokter keluar dari ruangan IGD, dia selalu berharap berita buruk yang akan disampaikan.


Hanya saja setiap hal terjadi dengan sebuah alasan, Nyonya Aurora mendapat ide. Baru saja Mischa membutuhkan transfusi, ternyata golongan darah mereka sama membuat Nyonya Aurora maju sebagai pahlawan untuk menyelamatkan nyawa menantunya itu.


Gavin berhutang budi dengan Mischa berutang nyawa padanya benar-benar perpaduan yang sempurna.


Nyonya Aurora sudah menyusun rencana Baru. Kali ini keinginan yang lain akan segera terwujud. Dia pun mengambil ponsel dan mengirimkan pesan untuk seseorang.


Sementara itu Pak Komo dan ibu Gupita telah tiba di rumah sakit dan terkejut melihat kondisi Putri mereka. Gavin memeluk Ayah mertuanya dan kembali menangis. Rasa air matanya tidak pernah mengering. Mischa sejak lahir baru kali ini Sang Putri berbaring di ranjang Rumah Sakit seperti itu.


"Masa kritis sudah lewat pak. Tapi mischa belum boleh banyak gerak dulu." Gavin memberitahukan kondisi terkini pada mertuanya.


"Pak Komo mengelus pundak Gavin berusaha saling menguatkan. "Mischa anak yang kuat, kita doakan supaya dia cepat membaik, ya."


Gavin mengangguk.


"Pak, Gavin keluar sebentar ya beliin makanan untuk bapak sama ibu belum sempat makan kan, pas ke sini?" tanya Gavin.

__ADS_1


"Iya nak, hati-hati ya." Ucap pak Komo.


Gavin berusaha tetap tegar. Karena dia juga punya tanggung jawab terhadap mertuanya. untungnya beberapa rumah makan di sekitar rumah sakit buka selama 24 jam. Gavin membeli 2 porsi makanan berat, dan beberapa bungkus makanan ringan serta minuman.


Saat kembali, dia tak sengaja melihat Tuan Carlos Antonio sedang berbicara dengan seorang wanita


"Bu Kasih." tanyanya pada diri sendiri.


Gavin tak mengerti kenapa Kasih bisa ada di sini. Mungkin ingin melihat Mischa. Tetapi kenapa malah berbincang dengan ayahnya? kalau saja bukan karena ingin segera mengantar makanan untuk mertuanya, mungkin Gavin akan menghampiri keduanya. "Sudahlah Kuya, tak punya waktu untuk mengurusi hal itu."


"Nyonya Aurora donor darah untuk Mischa?" tanya Kasih terkejut


"Perasaanku kok nggak enak ya, Kuya?"


"Kamu juga mikir Aurora bakal ngelakuin sesuatu?" tanya Tuan Carlos Antonio


"Dia itu pintar membuat orang hutang Budi sama dia, terus pasti ada imbalan yang diharapkan Kuya."


Tuan Carlos Antonio mendelik kemungkinan itu.


"Tapi sekarang kita harus fokus kesembuhan Mischa. Kuya nggak usah mikirin Aurora dulu, nanti bisa di perbaiki Kuya. Tanpa ada salah paham lagi. Kayak gini aja udah bikin aku senang." ucap Kasih.


Tuan Carlos Antonia tersenyum. Kuya juga Kasih, Lebih baik terlambat daripada nggak sama sekali, kan?"


Kasih mengangguk


"Aku balik dulu ya, kuya. Besok harus kerja."


Sejujurnya kasih ingin berada di samping Mischa dan menemaninya. Akan tetapi dia juga memiliki tanggung jawab yang tak bisa ditinggalkan. Tuan Carlos Antonio pun tak bisa mengantar. Dia juga harus segera kembali ke kamar rawat.


Hampir semuanya begadang sampai pagi menunggu Mischa siuman. Hanya Nyonya Aurora yang tak berada di sana. Pak Komo dan Ibu Gupita diantar ke hotel oleh sopir, untuk istirahat. Mereka ingin tinggal, Tetapi kondisi kesehatan ibu gupita juga sedang tak bisa dikatakan baik.


lalu Nyonya Aurora memasuki kamar rawat. membuat Gavin dan Tuan Carlos Antonio terkejut melihat seseorang yang masuk bersama Nyonya Aurora.


Larissa....


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN


__ADS_1


__ADS_2