
Pagi-pagi sekali Mischa sudah duduk di meja rias untuk bersiap-siap berangkat kerja. Gavin tampaknya sengaja molor karena tugasnya hari ini digantikan oleh istrinya seperti kesepakatan mereka tempo lalu.
Mischa merasa begitu senang sebab kemarin dia hampir tidak bisa mengobrol sama rekan-rekannya. Walaupun mereka menjadi pendamping pernikahannya. Dia akan memberikan kejutan pada semuanya dengan muncul Mischa di kantor tiba-tiba.
"Sudah siap sayang?"
Mischa mengalihkan pandangan ke suaminya yang sedang baru terbangun ke posisi duduk.
"Sudah Kuya."
"Kamu sarapan aja dulu, ya. Sambil nungguin Kuya mandi."
"Kuya nggak sarapan?"
"Kuya bisa sarapan roti doang sambil jalan, kamu kan mesti makan nasi."
Mischa nyengir. "Okey kuya."
Mischa turun menuju meja makan dan sepiring nasi goreng khusus untuknya telah disiapkan
"Papa sama Mama mana Bu?" tanya Mischa pada asisten rumah tangga yang menuangkan jus jeruk ke gelasnya.
"Sarapan di belakang Ate, kata Nyonya, biar balik mesra lagi."
"Apa Papa sama Mama belum benar-benar baikan?
"Kuya Gavin mana Ate?
"Oh, masih mandi Bu, kesiangan dia." jawab Mischa
"Ya sudah, saya siapkan sarapannya dulu ya Ate."
"Dibungkus aja ya, katanya tadi mau sarapan di mobil sambil jalan."
"Oh baik, Ate."
Tepat setelah Mischa menyelesaikan sarapan, Gavin pun turun dengan berpakaian casual.
"Kuya serius ya, nyuruh aku gantiin kuya?" ucap Mischa
Gavin tertawa menggoda. "Kuya masih mau menikmati liburan."
"Iihh curang, Mischa mengerucutkan bibir dengan kesal.
Gavin hanya merespon dengan tawa Seraya mencubit pelan pipi istrinya.
Bekal berisi roti panggang dan segelas kopi telah selesai dan siap dibawa. Keduanya kemudian berangkat menuju kantor. Selama perjalanan mereka menyiapkan roti untuk menikmati selama menyetir.
"Entar ya, Hari libur, Kuya ajarin nyetir." janji Gavin.
"Kalau nggak bisa naik motor, apa tetap bisa Kuya? tanya Mischa .
"Kamu tidak bisa naik motor? Mischa menggeleng sebagai jawaban.
"Setahu Kuya sih, Nggak masalah. Soalnya kan fokusnya beda. Motor perlu keseimbangan, kalau mobil fokus disetir. Apalagi kalau yang matic, tinggal gas rem aja nggak perlu mikirin persneling." jawab Gavin.
Mischa mengangguk-angguk paham. Setidaknya itu teori dasar untuk belajar mengendarai mobil.
Security melihat mobil Gavin dari kejauhan dan bersiap-siap untuk menyambut kedatangan sang Bos.
"Selamat pagi Pak Gavin." security kemudian melihat ke dalam mobil.
"Oh ada Bu Mischa juga."
"Iya Pak, Saya cuman mau ngantar istri saya aja. Hari ini dia Yang gantiin tugas saya." Gavin memberitahu
__ADS_1
"Oh begitu, baik Pak."
Security memberi hormat lalu kembali ke pos jaga.
"Aku masuk dulu ya, Kuya." izin Mischa
"Okey Sayang, nanti sore Kuya jemput ya. Jangan lupa makan siang."
"Iya Kuya."
Mischa mencium tangan Gavin, lalu pria itu memberi kecupan singkat di bibir sang istri sebelum wanita itu turun.
Mischa melambaikan tangan Seraya mobil beranjak. Kali ini dia membawa label nama milik Gavin. Itu artinya dia punya akses untuk pergi ke beberapa tempat dan lantai di dalam gedung.
Irma baru saja bangkit dari meja kerjanya, untuk membuat kopi, ketika Mischa keluar dari lift.
"Mischa!" serunya
Irma segera menutup mulut merasa kalau perbuatannya sudah lancang. Bagaimanapun juniornya itu sekarang adalah istri dari bosnya.
"Maaf Bu, Mischa." ucap Irma membetulkan
Irma hanya tersenyum lalu mengedipkan mata sebagai kode. Para karyawan lain pun menjeda pekerjaan untuk melihat kehadirannya di kantor, bukan malah Gavin.
"Selamat pagi teman-teman semua, hari ini saya akan menggantikan tugas Bos. Mungkin dalam beberapa kesempatan yang lain, saya akan menggantikan beliau jika ada dinas ke luar kota. Mohon bantuannya semua." sapa Mischa.
Para karyawan bersorak dan bertepuk tangan membuat Mischa merasa tersanjung. disambut seperti itu.
"Selamat datang sebagai bos baru bu Mischa." pekik seseorang membuat suasana semakin riuh.
Setelah berbasa-basi sedikit, Mischa pun masuk memasuki ruangan Gavin dan duduk di kursi dingin yang merupakan singgasana suaminya itu.
Aneh banget rasanya. Pertama kali masuk ke ruangan ini, Aku malah takut banget. Sekarang justru merasa nyaman." gumam Mischa dalam hati
"Selamat datang Bu Mischa, Saya tidak sangka hari ini anda masuk kerja.
Mischa mengibaskan tangan. Nggak usah ngomong formal gitu Ate, aku jadi canggung.
Kayla tersenyum. Sikap Mischa sama sekali tak berubah. Dia masih seperti seorang karyawan di kantor ini, bukan seorang istri pimpinan.
"Kalau berdua gini aja, aku mau ngomong nggak formal. Tapi kalau di depan karyawan lain, aku tetap harus ngomong formal sama kamu Mischa." ucap Kayla
Mischa menggangguk paham. "Okey Ate, aku paham.
Dan jangan panggil Ate di depan karyawan lainnya panggil nama saja.
"Nggak apa-apa?" tanya Mischa dengan polosnya.
Kayla menahan tawa melihat ekspresi Mischa. "Kan, emang harusnya begitu."
"Oh okey Ate aku paham. Mischa nyengir
Kayla mengangguk. "Aku ke sini untuk jelasin semua pekerjaan dan aktivitas hari ini, kayak yang biasa Bos lakukan.
Kayla pun menjelaskan semua yang harus Mischa lakukan pada hari ini. Mischa memahaminya dengan mudah, karena saat di perjalanan tadi Gavin pun telah mengajarinya hal yang sama.
"Untuk makan siang kamu mau bagaimana Mischa?" tanya Kayla
"Aku mau makan siang sama Ate Irma dan yang lainnya, Ate." jawab Mischa
"Okey." balas kayla Seraya mencatat di iPad. "Kalau gitu, aku permisi dulu ya Mischa, Selamat bekerja."
Mischa kembali mengangguk Seraya tersenyum senang. "Selamat bekerja juga ate!"
Kayla keluar dengan hati riang, rasanya begitu menyenangkan punya seorang atasan dengan sifat seperti Mischa. Baginya bukan Mischa yang beruntung mendapatkan Bos. Tetapi Bos lah yang beruntung mendapatkan Mischa.
__ADS_1
"Okey, Coba kita lihat isi sharing.Mischa melihat masih kosong
Dia melihat jam tangan, tampaknya di waktu-waktu seperti ini memang belum ada pekerjaan. Dia pun berselancar Di Internet dan melihat ada perkembangan terbaru apa di dunia desain.
"Lomba bikin logo!"
Mischa menegakkan duduk dan membaca isi selebaran digital di salah satu akun perusahaan pemasaran digital yang cukup punya nama di kota Manila.
"Ini kan salah satu perusahaan incaran aku kalau nggak lolos di ALC."
Mischa merasa tertarik untuk ikut lomba tersebut. Bukan karena hadiah yang ditawarkan, tapi lebih pada tantangan. Apalagi sekarang, dia sudah tidak rutin mendesain lagi. Khawatir ilmunya akan tumpul, jika tidak pernah diasah.
Mischa mengisi formulir pendaftaran diri terlebih dahulu. Kemudian sambil menunggu para karyawan mengirimkan hasil desain mereka, Micha pun mendesain logo untuk lomba tersebut.
Setengah jam kemudian panggilan video dari Gavin mendistraksi pekerjaannya.
"Aku nggak tahu kalau lagi kerja boleh video call-an, sapa Mischa begitu menggulir tombol hijau.
Gavin tertawa di seberang sana. "Kuya kangen."
Mischa mendengus. "Baru saja dua jam Kuya."
"Iya, tapi udah kangen.
"Jam lima Masih lama loh, kasihan." ledek Misch sambil pura-pura memanyunkan bibir.
"Iya, tapi kuya udah." punya rencana buat kamu di jam lima nanti
Mischa menjadi penasaran. "Apa itu?
"Rahasia." goda Gavin
"Hmm... mulai deh."
"Eh tapi kan, kejutan dari Kuta nggak pernah ada yang mengecewakan, kamu selalu suka kan?
"Iya sih." Mischa mengakui.
"Ya sudah, kamu balik kerja ya. Kuya mau main game dulu
Gavin kemudian mengganti posisi kamera ke belakang dan menampakkan game di layar televisi
"Iya Kuya, have fun ya." jawab Mischa sambil melambaikan tangan Seraya tersenyum
"Bye." ucap Gavin kemudian memutuskan panggilan video
Mischa kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda, sampai tak sadar waktu makan siang telah tiba.
"Okey isi bensin dulu, karena kata kuya Gavin biasanya habis istirahat, udah padanya tuh hasil kerjaan." gumamnya.
Mischa meng istirahatkan komputer ke dalam mode tidur. Dan meraih tasnya, sebelum keluar ruangan. Irma dan yang lain telah menunggu dan mereka pun melambaikan tangan saat Mischa muncul.
Sementara itu Nyonya Aurora sedang asyik berbelanja parfum baru, untuk dipakai Nanti sore saat menyambut kepulangan suaminya. Sambil mengantri di kasir, dia pun berselancar Di Internet dan berhenti di sebuah artikel yang membuat jantungnya berdegup kencang
"Kasih ada di Manila? gumamnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN.
__ADS_1