Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 95. PERTAMA KALI BERTEMU _YOU & ME


__ADS_3

Larissa manggut-manggut "Iya juga Iya Tan."


"Makanya Tante minta izin kamu buat sering ke sini. Soalnya Tante udah nggak punya muka lagi untuk gabung ke manapun. ke keluarga nggak bisa, ke perkumpulan nggak bisa, ke teman yang lain juga nggak bisa. pusing tante!"keluh Nyonya Aurora.


Larissa menghela nafas. "Kenapa Gavin lebih memilih mengecewakan ibunya seperti ini?"


"Cuma ya gitu. kalau di rumah Tante harus tetap pasang muka manis di depan menantu."


"Tante nggak jadi bikin dia merasa risih? Larissa mencoba mengingatkan rencana mereka sebelumnya.


"Kayaknya nggak semudah itu loh Larissa, soalnya suami tante nggak akan berpihak ke tante."


"Kok bisa Om Carlos Antonio memilih menantu miskin begitu, Larissa Tak habis pikir tentang ini. Sejak menerima undangan pernikahan dari Gavin.


Nyonya Aurora terdiam sejenak. Membuat Larissa bingung.


"Kenapa Tan?


Nyonya Aurora menggeleng cepat. "Nggak apa-apa kok. Om Carlos kan, memang gitu. suka terlalu baik sama semua orang. Nggak ada sikap waspada nya padahal itu perlu."


"Oh Larissa mengangguk paham.


"Tapi Larissa, Semoga aja memang ada jalan supaya kamu sama Gavin bisa bersatu."


Entah kenapa Larissa seperti bercermin saat melihat Nyonya Aurora. Wanita itu juga Tampaknya memiliki ambisi yang kuat dan rela melakukan apapun, demi mendapatkan apa yang dia mau. Mereka seperti satu pikiran yang terbelah menjadi dua orang.


Mirip sekali.


"Aku mau ngomong ini dari awal sama tante."


Nyonya Aurora terlihat tertarik Apa itu


"Aku minta restu dari Tante untuk bisa dapetin Gavin dengan cara apapun."ucap Larissa. Membuat Nyonya Aurora terdiam.


*****


"Ini pasangan Disney Nya ?


Gavin dan Mischa muncul di atap sebuah hotel untuk pelaksanaan Gresik resepsi pernikahan mereka. Jika saat akad, konsep yang dipilih adalah pesta taman. Maka untuk resepsi keduanya memilih konsep Rooftop party.


"Tapi gaya sih mempelai wanita biasa aja tuh. nanti Tim dari Antipolo cuman muji berlebihan aja."


"Ya, namanya juga orang kampung. Kamu berharap apa sama dandanan orang kampung?"


"Kok mau ya, pewaris perusahaan ternama nikah sama orang kampung? kayak nggak ada orang kota yang lebih baik saja."


Bukannya fokus kerja tim Wedding organizer cabang Manila malah bergosip, ketika pengantin hadir untuk mengikuti latihan proses pelaksanaan resepsi yang akan diadakan beberapa hari lagi.


Mischa memang hadir tanpa riasan. Karena hari ini ingin mengupas gaun dan mencoba riasan untuk resepsi. lagi pula Gavin tidak mempermasalahkan soal itu.


"Gila ya, kamu pada. Itu bajunya aja merek ternama loh."

__ADS_1


"Iya, tapi kayak nggak sesuai aja gitu sama orangnya."


"Sudah sudah! awas kedengaran sama orangnya. Jangan gara-gara kamu pada, kita semua kena imbasnya. Klien kita ini orang hebat. Bukan orang sembarangan, bisa nggak makan kamu pada kalau ketahuan gosip istrinya." Ketua wedding organizer memperingatkan anggotanya untuk tidak berkata yang macam-macam.


Semuanya menurut dan kembali ke pos masing-masing.


Nanti resepsinya ada dua sesi dari pukul satu siang, sampai pukul lima sore, pukul satu sampai jam tiga, untuk karyawan perusahaan. pukul Tiga sampai lima, untuk keluarga dan teman-teman. Apa mau dibuat seperti ini Pak Gavin? atau ada masukan lain? tanya seksi acara


"Mana bagusnya saja Kuya. Saya dan istri ikut saja." Jawab Gavin.


"Baik Pak."


"Kamu nggak punya saudara atau teman yang tinggal atau kerja di Manila?" kalau ada undang saja." tanya Gavin kepada Mischa.


Mischa mengingat-ingat. Kayaknya sih cuman Riska saja Kuya.


"Kamu mau ngundang dia?


Mischa terdiam sesaat. " Aku nggak yakin dia bakalan datang Kuya."


"Nggak apa-apa, undang saja. Masalah dia datang atau enggak, itu urusan belakangan. Mischa menurut. Dia pun mencari kontak Riska dan mencoba menghubunginya.


"Hallo sapa." Riska di seberang


"Ris, ini Mischa."


"Iya tahu,"


"Ris, aku mau ngundang kamu ke resepsi pernikahan aku hari minggu nanti. Kemarin Pak kades datang waktu akad. Aku harap kamu bisa datang. Nanti aku kirim undangan digital ya."


Mischa mengira Riska menutup telepon, karena tak ada jawaban. Namun, ternyata Riska masih mendengarkan.


"Selamat ya Mischa," aku nggak janji bisa datang.


"Ya suda,h nggak apa-apa Ris."


kembali hening sejenak sebelum Riska membuka suara.


"Bapak nyuruh aku cari suami kaya di sini." Mischa bingung, Kenapa ada orang tua yang terlalu terobsesi mengikuti kesuksesan orang lain. Apa susahnya bagi mereka untuk menerima anaknya apa adanya"


"Maaf Ris."


"Nggak Mischa, itu bukan salah kamu kok. Aku juga mau minta maaf soal kejadian kemarin. Nggak seharusnya aku nyalahin kamu. Padahal aku juga tahu bagaimana hidup kamu. Kamu memang punya banyak keberuntungan, tapi kamu juga udah lelah hidup susah. Aku bahkan nggak pernah bantu kamu pas lagi kesusahan, tapi malah nyalahin kamu ketika hidup kamu sudah enak.


Mischa ingin meneteskan air mata. Memang betul, meskipun punya teman, Dia tidak pernah ditolong dalam hal apapun. Jika sedang mengalami masa-masa sulit, Dia hanya bisa berjuang sendiri menanggung sendiri, menyelesaikan masalah sendiri.


It's okay Ris, kalau memang kamu senggang datang ya. Aku mau lanjut keladi resik dulu bye...."


Mischa menutup telepon, khawatir akan menangis jika terus berbicara dengan Riska.


"Sudah selesai Sayang?"

__ADS_1


pertanyaan Gavin mengejutkan Mischa.


"Kalau sudah selesai nelpon, kita langsung latihan." ajak Gavin


Mischa mengangguk sembari tersenyum. untungnya Gavin tidak menyadari bahwa dirinya sedang bersedih.


"Sudah Kuya ayo."


"Oh iya, Ibu Mischa nggak punya Bridesmaids? kayaknya tampaknya lebih bagus jika ada. Kalau nggak ada juga tidak apa apa." ucap karyawan WO


"Kamu panggil aja Irma dan yang lain ke sini." ucap Gavin. "Bilang udah Kuya kasih izin."


"Mischa kembali bersemangat. Hanya dengan begitu saja, sudah bisa membuat dia senang.


"Terima kasih Kuya, aku telepon Ate Irma dulu."


Gavin mengangguk. Teman-temannya juga akan tiba sebentar lagi. Ini adalah pertama kalinya mereka berkenalan dengan Mischa. segala hal yang serba mendadak membuatnya tidak bisa mengenalkan sang istri pada teman-temannya lebih awal.


Tanpa sempat mengganti pakaian, Irma Valen,Vika dan Andika muncul dengan pakaian kerja.


"Ih nggak asik, Kuya Matteo bisa datang pakai baju biasa ke sini." keluh Valen.


"Terus yang urusin kantor siapa Bos?" tanya Irma bingung.


"Kan ada Kayla." jawab Gavin Kalau cuman sehari yang nggak papa.


Irma mengangguk-angguk paham.


"Tapi bos, kalau dadakan begini kita belum nyiapin baju." Vika memberitahu


"Andika bisa pakai pakaian yang sama kayak kami." ucap Matteo.


"Tapi yang cewek-cewek ini bagaimana Kuya?"


Nanti ikut ke toko Kuya Suherman aja. Dia pasti ada pakaian jadi juga kok." jawab Gavin.


"Hai bro," Panggil Kelvin saat tiba dan yang lainnya menyusul di belakangnya.


"Gavin senyum Dan melambaikan tangan kayaknya udah full team ya?"


"Baik, kita mulai latihan Sekarang aja." ucap karyawan WO


Semua orang mendapatkan salinan susunan acara. Dan membacanya dengan seksama. latihan itu berlangsung lancar. Meski ada beberapa bagian yang harus diulang berkali-kali.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


SAMBIL MENUNGGU KARYA INI UP, YUK MAMPIR KE KARYA BARU EMAK " PENGORBANANKU DI HARGAI DENGAN PENGKHIANATAN."

__ADS_1


__ADS_2