Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 126. MISCHA SAKIT_ YOU & ME


__ADS_3

"Kamu mau ke mana lagi, Kasih? Tolong jangan pergi lagi,"minta Tuan Carlos Antonio memelas.


"Aku sekarang tinggal di Manila kuya. Aku cuma mau pulang ke apartemen,"jawab Kasih santai seperti tak pernah menghilang puluhan tahun lamanya.


"Kamu nggak pulang?" tanya Tuan Carlos Antonio penuh harap.


"Iya, ini mau pulang ke apartemenku."


"Bukan itu....."balas Tuan Carlos dengan nada frustasi.


Nyonya Aurora berlari keluar untuk memastikan dugaannya. Dia hampir saja jatuh terduduk jika tak menahan diri sekuat tenaga.


"Kamu nggak pulang ke rumah kita?"


"Rumah kita yang mana, Kuya?"


Tuan Carlos Antonio bungkam. Kasih tertawa tipis.


"Mungkin maksud Kuya, rumah kuya sama Aurora, ya?"


Tuan Carlos Antonio benar-benar lupa. Saat itu mereka masih tinggal di rumah ayahnya. barulah Setelah beberapa lama menikahi Aurora, Dia membangun rumah sendiri.


"Kayaknya memang dari awal aku nggak punya tempat di manapun. Aku memang lebih cocok hidup sendiri. Dan aku sudah nyaman hidup kaya gini."paper Kasih.


"Terus kenapa kamu tiba-tiba balik kasih?"tanya Tuan Carlos Antonio, masih berharap hati istri pertamanya itu melunak.


"Aku awalnya nggak niat untuk balik. Aku cuma mau lihat Gavin nikah. Tapi, ditawari kerjaan di sini. Aku kan, juga butuh kerjaan buat bertahan hidup, kuya."


Jawaban Kasih monohok Tuan Carlos Antonio dengan keras.Dua puluh tahun lebih lamanya dia tidak memberikan nafkah berupa apapun kepada wanita itu.


"Jadi, kamu balik bukan karena..... Kita?"


Entah kenapa, Kasih merasa biasa saja. Tidak seperti saat bertemu Gavin yang selalu membuatnya berdebar, dia justru merasa hambar saat berhadapan dengan pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.


Apa mungkin rasa cinta itu memang sudah tidak ada lagi?


Apakah waktu dua puluh delapan tahun lamanya lebih mampu melunturkan perasaan yang dulunya sangat menggebu-gebu?"


"sudah nggak ada kita lagi, Kuya. Kuya sudah punya Aurora dan aku sudah terbiasa hidup sendiri. Konsep keluarga yang kuliah tanamkan di diri aku sudah lama layu. Aku sudah nggak mengharapkan itu lagi,"tegas Kasih.


lutut lutut Tuan Carlos Antonio mulai melemas. "Kamu bahkan nggak kasih tahu alasan kamu pergi dulu."


Kasih mengernyit. "Kenapa kelihatannya aku? Kuya seharusnya lebih tahu jawabannya."


Tuan Carlos Antonio tak kuasa menahan kepergian Kasih. Wanita itu benar-benar tegar dan tak terkalahkan. Sejak dulu sampai sekarang tetap sulit untuk ditaklukan. Mobil melaju meninggalkan Tuan Carlos Antonio yang masih bergeming di tempatnya. Nyonya Aurora tak tahu apa yang mereka bicarakan, tetapi tampaknya tidak sesuai dengan harapan Tuan Carlos Antonio apapun itu.

__ADS_1


Kasih kembali menyetir membelah jalanan malam. Ke sana kemari ke mana saja yang membuat hatinya tenang. Mendekati pukul 12.00 malam, dia memasuki sebuah swalayan 24 jam dan memilih beberapa cemilan dan minuman ringan.


Anak-anak muda yang masih berkeliaran memandanginya dengan lucu. Gaun pestanya tampak begitu mencolok. Namun ,dia tak peduli.


CEO Bima digital: Maaf ya Mischa Ibu tadi ada urusan mendadak, jadi harus segera pergi. Lain kali kita ketemu buat ngobrol-ngobrol lagi ya."


Mischa baru saja pulang bersama Gavin saat menerima pesan dari Kasih. Dia kemudian memandangi Tuan Carlos Antonio dan nyonya Aurora yang berjalan dengan gontai menuju kamar mereka. Apa yang sebenarnya terjadi malam ini?


"Papa sama Mama kenapa ya Kuya?" tadi pas acara sempat hilang. Terus, pas balik kayak nggak bersemangat gitu."tanya biska penasaran Seraya membantu melepas jas dan dasi Gavin.


"Kuya juga baru sadar setelah pulang. habisnya tadi sibuk banget. malah ku ya yang lebih seringnya apa tamu ketimbang papa."Gavin kemudian membanting tubuhnya keranjang.


"capek banget!"


"Bu Kasih chat aku, katanya tadi ada urusan mendadak makanya langsung pergi."Mischa memberitahu.


"Oh ya? Ya sudah kalau gitu. Beliau sibuk banget pasti."respon Gavin


Hari-hari berikutnya berlalu begitu saja tanpa ada apapun lagi. Kasih sibuk bekerja hingga tak ada waktu bahkan untuk makan siang di luar kantor, Tuan Carlos Antonio juga sibuk merekrut dan melatih karyawan baru, Nyonya Aurora pun semakin sering bertemu teman-temannya dan pulang menjelang malam.


Tuan Carlos Antonio sudah tak pernah lagi memarahi kebiasaan Nyonya Aurora. Kini mereka bagaikan dua orang asing yang tidur seranjang yang sama. Kejadian malam itu benar-benar mengubah segalanya.


Malam ini, lagi-lagi Mischa dan Gavin hanya makan malam berdua.


"Biasanya Kuya, Papa dan Mama selalu meluangkan waktu sepekan sekali untuk makan bareng. Ini sudah lewat berapa pekan? lirih Gavin.


"Apa kita Tanya saja sama papa, kuya? Mau sampai kapan begini terus? usul Mischa.


Gavin menyetujui ide Mischa. Maka, malam itu Dia memutuskan untuk menunggu ayahnya pulang untuk berbicara. Mischa sudah tidur lebih dulu. Padahal dia masih menemaninya menonton tadi.


Lalu, tiba-tiba misca terbangun dan berlari pelan menuju kamar mandi. Gavin diam saja karena mengira istrinya hanya ingin buang air.


"Suara apa itu?"tanya Gavin pada dirinya sendiri.


Penasaran, dia pun menyusul Miska ke kamar mandi dan membuka pintu.


"Sayang!"


Gavin menghampiri Mischa yang terduduk di lantai kamar mandi sambil muntah-muntah ke dalam lubang kloset. Dia pun mengurut punggung istrinya, berharap muntahnya akan segera berhenti. kemudian dia memapah Mischa ke wastafel untuk berkumur.


"Kamu bisa jalan sendiri?"tanya Gavin


Mischa menggeleng pelan. "lemas banget Kuya."


Gavin menggendong Miska kembali ke ranjang dan membaringkan istrinya.

__ADS_1


"Kok pusing banget ya, tiba-tiba. Perutku juga nggak enak banget Kuya."Gavin melirik jam dinding. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam.


"Mau ke dokter, sayang?"


Mischa menggeleng. "dibawa tidur aja, Kuya. nanti juga enakan."


"Ya, sudah."


Tak lama kemudian, mischa sudah kembali tertidur. Gavin tak jadi berbicara pada Tuan Carlos Antonio malam itu karena menunggui Mischa. khawatir istrinya itu akan terbangun dan muntah-muntah lagi seperti sebelumnya.


Keesokan paginya, Mischa kembali menjadi penghuni kamar mandi. Bahkan lebih parah dari semalam.


"Waduh, sampai keluar darah gitu Sayang!"seru Gavin panik.


"Ke dokter ya."


Mischa tak bisa menjawab. terlalu pusing bahkan hanya untuk membuka mata.


"Hello!"


"Bos, bisa segera ke kantor? ada tim auditor datang tiba-tiba. Padahal sudah saya jelaskan posisi perusahaan kita. Tapi, mereka tidak percaya dan tetap ngotot mau melakukan audit,"ucap Kayla di seberang.


"loh kenapa bisa begitu?" tanya Gavin heran.


Kayla kemudian berbisik. "Dari gayanya seperti mengancam dan minta disuap, Bos."


Gavin menepuk jidat. ada-ada saja! Perusahaan mereka bahkan tidak pernah menunggak pembayaran pajak. segala izin juga berada di bawah naungan NINE MEDIA COPERATION GROUP. dia sadar Matteo dan Kayla tidak akan bisa mengusir orang-orang gila itu. dia harus turun Sendiri.


"Tapi, istri saya lagi sakit. bagaimana ya?"


"sudah ku ya berangkat saja. Aku nggak apa-apa kok." ucap Mischa.


Gavin benar-benar dilema. dia bahkan sampai mendiamkan Kayla beberapa detik untuk berpikir


"Bos?" sapa Kayla.


"Okey, saya berangkat sekarang!"


Gavin menutup telepon dan kembali mengecek keadaan Mischa yang berusaha duduk sambil tersenyum.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN



__ADS_2