Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 83. TEMAN LAMA_YOU & ME


__ADS_3

"Kuya Carlos Antonio?"


"Kuya Komo?"


kedua bapak-bapak itu mendekat kemudian saling berpelukan dengan senang. Seperti dua saudara yang sudah berpuluh tahun tidak berjumpa.


Gavin, Mischa, ibu gupita, Nyonya Aurora tercengang melihat pemandangan di hadapan mereka. Mischa dan Gavin bahkan sampai bertatapan, bingung kenapa kedua ayah mereka bisa saling kenal.


"Apa kabar?"tanya Tuan Carlos Antonio setelah melepas pelukan.


"Baik Kuya! kuya sendiri bagaimana? Pak Komo bertanya balik.


"baik-baik. waduh Sudah berapa tahun ini?"tanya Tuan Carlos Antonio lagi.


"Dua puluh tahun lebih kayaknya." terka Pak Komo." Kok bisa ada di sini kuya?


"Ini bawa anak buat nikahin. Eh tunggu dulu! Kuya bapaknya Mischa? tanya Tuan Carlos Antonio tak percaya.


"Iya!"Pak Komo kemudian melihat Gavin


"Nak Gavin anak Kuya?"


Tuan Carlos Antonio menepuk jidat. "Astaga! sudah lama nggak ketemu, sekalinya ketemu malah mau nikahin anak kita. Takdir ini namanya.


Keempat orang di sana masih belum paham kenapa Tuan Carlos Antonio dan Pak Komo terlihat begitu akrab. Memangnya mereka kenal di mana?


"Ini anak kecil yang dulu sering aku bawa ke tempat proyek. Tuan Carlos Antonio memberitahu kepada Pak Komo kalau Gavin Lah anak kecil yang dulunya sering dibawa ke proyek, saat Pak Komo yang menjadi arsitektur bangunan kantor induk perusahaan yang dimiliki oleh Tuan Carlos Antonio saat ini.


"Wah sudah besar dan gagah ya, dulu matanya masuk debu sedikit aja langsung nangis." kenang Pak Komo.


Kedua bapak-bapak itu kembali tertawa dan kali ini lebih keras. Gavin mulai menggaruk kepala. Bingung bagaimana caranya menyela obrolan yang begitu mengasyikkan bagi Tuan Carlos Antonio dan Pak Komo.


"Kuya, Panggil ibu Gupita menarik atensi Pak Komo. " Tamunya suruh masuk dulu.


"Oh iya, sampai lupa. Ayo ayo masuk." ajak Pak Komo.


Semua orang pun segera memasuki rumah. hanya Daniel dan dua asisten Tuan Carlos Antonio yang duduk di teras ruang tamu. rumah itu tidak terlalu besar.

__ADS_1


Jadi akan begitu sumpek jika semuanya masuk.


"Papa mungkin bisa jelasin ini ada apa?" kata Gavin


"Kuya aja yang jelasin." Ucap pak Komo mempersilahkan.


"Okey, jadi Papa kenal sama bapaknya Mischa di proyek pembangunan kantor induk yang sekarang. Bapaknya Mischa ini cuman kuli biasa. Tapi ide-idenya jauh lebih inovatif ketimbang arsitek yang disewa waktu itu.


Papa dapat tanggung jawab penuh dari kakek untuk memantau jalannya proyek. Akhirnya Papa memberhentikan arsiteknya lebih bagus ide dari bapaknya Mischa lagi." ucap Tuan Carlos Antonio memberikan penjelasan kepada orang-orang yang hadir di sana.


"Oh itu, pas Kuya merantau ke Manila ya?" tanya ibu Gupita pada Pak Komo.


"Loh, Bapak pernah ke Manila? kok nggak cerita sama Mischa? Mischa ikut bertanya


"Karena kerjaan bapak cuman kuli nak, jadi nggak ada yang bisa dibanggakan." jawab Pak Komo.


"Ah tidak, membanggakan bagaimana? nanti waktu Kuya ke Manila lagi, harus lihat hasil ide Kuya yang masih berdiri kokoh sampai sekarang." bantah Tuan Carlos Antonio.


Nyonya Aurora sampai melupakan betapa jijik dia duduk di sofa ruang tamu itu. Karena terlalu serius mendengarkan cerita Sang suami.


Seingatnya Tuan Carlos Antonio belum pernah bercerita tentang ayahnya Mischa.


Tuan Carlos Antonio kemudian teringat sesuatu.


"Oh iya habis itu, Kuya ke mana? Aku nggak punya kontak Kuya sama sekali. Padahal waktu itu mau kasih proyek yang lain lagi.


Pak Komo mengenang masa lalu dan menjawab. "Aku pulang buat nikah sama ibunya Mischa Kuya. Karena biaya hidup di Manila besar, jadinya aku tinggal di sini saja sama istri terus jadi petani.


"Oh gitu, akhirnya Tuan Carlos Antonio mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya selama ini."sayang banget tapi mau bagaimana lagi.


Pak Komo tertawa. " udah kuya, ini semua pada heran, ke sini mau bahas soal nak Gavin sama Mischa tapi malah kita yang nostalgia.


Tuan Carlos Antonio ikut tertawa. " iya ya, maaf semuanya. Ya maklum kami sudah lama nggak berjumpa."


"Ibu gupita menyajikan minuman, meski sudah membahas tentang Gavin dan Mischa percakapan tetap didominasi oleh Tuan Carlos Antonio dan Pak Komo.


Anak Kuya Ini udah mau direkrut ke kantor pusat. Terus Gavin datang Lalu narik tangan Mischa habis itu marah-marah. Kemudian bawa Mischa pergi ." ucap Tuan Carlos Antonio.

__ADS_1


"pa .."tegur Gavin malu


Mischa pun ikut malu mengingat hal itu. sebab itu adalah pertama kalinya Gavin menyatakan perasaan padanya.


Anakku sebagus itu kerjanya ya, Kuya?" tanya Pak Komo


"Iya, mungkin ide-ide inovatifnya itu turun dari Kuya." tebak Tuan Carlos Antonio.


Pak Komo merasa bangga pada putrinya.


"Ayo diminum dulu tehnya." tawar ibu gupita


semua orang mengambil gelas dan mulai meminum isinya. Hanya Nyonya Aurora yang baru saja mengambil tisu untuk memegang gagang gelas, dia pun mengendus teh dengan tampak jijik sebelum menyeruput pelan, saat itu juga gelas kembali ke atas meja. Teh itu, benar-benar bukan seleranya. entah teh macam Apa itu pikirnya.


Ibu gupita menyadari hal itu berbeda dengan Pak Komo yang masih menikmati obrolan dengan Tuan Carlos Antonio. Namun, dia memilih diam saja tak mau berkomentar.


"Maaf ya, kami datangnya kayak gini terus nikah juga terburu-buru." ucap Tuan Carlos Antonio kepada Pak Komo dan juga ibu gupita yang tampak serius mendengarkan pembicaraan Kedua lelaki yang ada di hadapan mereka.


Nggak apa-apa kok kuya, di sini semua orang juga nikah dengan kilat. Kenal suka, langsung menikah Beberapa hari kemudian sudah biasa." jawab Pak Komo.


"Aku sebenarnya ngerasa nggak enak, takut dikira nggak menghargai Mischa. Apalagi dia anak satu-satunya?" tanya Tuan Carlos Antonio


"Iya Kuya, betul tapi beneran nggak papa. begini aja kami sudah senang." jawab Pak Komo dengan singkat.


Mischa menatap sang Ibu calon mertua, yang hanya terus memperhatikan Tuan Carlos Antonio dan Pak Komo berbincang-bincang.


"Makanya itu, aku bakalan buat resepsi yang meriah di kota Manila, sebagai penebusan akad nikah yang sederhana ini." ucap Tuan Carlos Antonio.


"Terima kasih Kuya, ini aja sudah lebih dari cukup." balas pak Komo


Obrolan kembali berlanjut hingga akhirnya Nyonya Aurora menegur dan mengajak untuk ke hotel. Dia sudah terlalu lelah karena tak tidur Selama perjalanan. Dia ingin segera istirahat Apalagi besok adalah hari penting dan mereka semua harus tampil fit.


Kamu Kuya tinggal dulu, nggak apa-apa kan?" Kuya juga pengen yang nginap di rumah om pare kayak kemarin, tapi dilarang sama Papa Mama." pamit Gavin.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2