Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 31. OTAK KORSLETING _YOU & ME


__ADS_3

Bodyguard itu tidak terlihat takut sama sekali. wajahnya tetap datar, meski Siska meronta-ronta di salah satu tangannya.


"Hah. .. gak salah Siska, kamu kira Bos nggak punya pengacara sendiri? kok kamu mana ada apa-apanya dibandingkan pengacara keluarga Bos." sela Valen.


Kalau saja bukan karena keadaan genting, karyawan lain pasti bertepuk tangan akan ucapan Valen. Bos memang menyebalkan, tetapi masih bisa dimaklumi karena dirinya adalah seorang atasan.


Berbeda dengan Siska yang hanya karyawan biasa, bukan hanya Mischa. Karyawan lain pun sering dirugikan olehnya. Itu sebabnya tak ada yang mau membantu membelanya saat bodyguard itu datang untuk mengusirnya.


"Gak usah ikut campur kamu!! bentak Siska


"Idih.... Siapa yang ikut campur? berasa artis kamu." sindir Valen


"Pokoknya aku mau ngomong langsung sama bos." Siska masih bersikukuh


"Bicara dengan pengacara saya saja. Kamu juga bawa pengacara kamu."


Semua karyawan menyingkir saat mendengar suara datar milik Gavin.


"Saya akan meladeni kalau memang ingin dibawa ke jalur hukum, silakan."


Siska telah berhenti meronta, bukannya luluh. Bos malah menantangnya. Rencananya benar-benar tidak berhasil.


"Sa.. saya...."ucapnya terbata-bata


"Mari bertemu di pengadilan." ajak Gavin.


Siska bertekuk lutut, dia sadar tidak akan bisa menang melawan perusahaan besar seperti NINE MEDIA COPERATION . Sejujurnya dia hanya menggertak tidak menyangka Bos akan menganggapnya serius ucapnya.


"Bos jangan Bos, saya akan keluar. Saya tidak akan membuat masalah lagi. Tolong jangan dibawa ke pengadilan Bos." Siska memohon.


Vallen memasang tampang mengejek . benar-benar muak melihat tingkah siska yang sebelumnya galak kini berubah lunak.


Gavin tidak menoleh, dia terus saja berjalan kembali ke ruangannya. Mischa mengejarnya, entah setan Apa yang membuatnya nekat seperti itu.


"Bos, Panggil Mischa setelah menutup pintu ruang kerja. Gavin menoleh.


"Ya?


"Bos benar-benar mau menuntut Ate Siska? tanya siska cemas.


Gavin tidak menyangka akan bertemu gadis seperti Mischa di kota Manila. Padahal semalam dia sudah menyuruh Gadis itu untuk mengkhawatirkan dirinya sendiri saja. Tidak perlu memikirkan orang lain.


"Dia suka menggertak, jadi saya menggertak dia balik. Setidaknya dia merasa kapok. Tapi saya tidak benar-benar akan membawanya ke pengadilan." jawab Gavin.

__ADS_1


Mischa menghela nafas. Ia juga merasa bersyukur. Gavin tersenyum melihatnya.


"Pipi kamu masih sakit? tanya Gavin


Mischa mendelik. Sudah Tidak Bos, karena di luar panas. Jadi terlihat seperti rona saja.


"Perasaan kamu bagaimana?


Mischa tidak bisa mendeskripsikan Apa yang dirasakan. Dia sudah terbiasa direndahkan, karena miskin. Juga tidak punya terlalu banyak teman, karena mereka iri dengan kepintarannya. Akan tetapi, kali ini berbeda. Kenapa ada orang yang mudah sekali melayangkan tangan pada seseorang yang baru saja dikenal?


"Kamu bisa menuntut Mischa, karena sudah memukul kamu. Asal kamu tahu."Gavin memberitahu.


Mischa menggeleng. "Saya tidak mau Bos, cukup jadi pengalaman saja. Sebetulnya Gavin merasa marah, saat melihat ditampar hingga jatuh. Namun dia tidak bisa berbuat lebih karena gengsi.


"Kalau begitu, saya permisi kembali kerja ya Bos." pamit Mischa.


Di luar suasana sudah kembali kondusif. meski beberapa Karyawan masih bergosip. Yang lainnya, sudah kembali melanjutkan pekerjaan. Siska tak terlihat di manapun. bodyguard yang menyeretnya pun sepertinya sudah pergi.


Mischa pun menduduki kursi dan melanjutkan pekerjaan. Gavin benar, dia tidak perlu lembur lagi. Sekarang pekerjaannya selesai lebih cepat, dari yang lain dan sudah dikirim ke komputer Bos. Sisa waktu pun dia pakai untuk melihat-lihat tutorial desain. Mischa tak menyadari bahwa ada seseorang yang diam-diam memperhatikannya.


Gavin mengintip Mischa dari tirai jendela. Dia merasa senang, karena Gadis itu tidak terlihat trauma. Dia juga sudah mengecek seluruh pekerjaan Mischa, yang tampaknya sudah kembali menemukan nyawanya.


Gavin sampai tidak tahu bahwa Matteo mendekati ruangannya, dan masuk tanpa mengetuk pintu. Dia memang bisa menahan rasa terkejut, tetapi tidak bisa menyembunyikan fakta kalau dirinya habis memperhatikan para karyawan.


"Ngeliatin apa Kamu?" tanya Mateo heran.


Aku nggak nyangka kamu sampai memanggil bodyguard Om Carlos. Matteo benar-benar terkejut. Aku balik dari makan siang anak-anak sudah pada ribut, nyesel aku cari makan siang kejauhan.


Gavin tertawa. ekspresi Matteo seperti orang yang gagal ujian kelulusan.


"Aku malas ribut. Jadi biar para profesional yang bekerja. kata Gavin.


"Tapi bukannya kamu bilang kasih peringatan pertama dulu, Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?" tanya Matteo penasaran.


"Mereka melabrak Mischa cewek itu ditampar sampai jatuh." jawab Gavin.


"Hah... serius? Mateo terkejut


"Aku tadi mau keluar juga buat makan siang, aku dengar ada orang marah-marah. Ternyata ada Siska, Karina dan temannya.


"Nekat banget berantem di kantor." respon Matteo Tak habis pikir.


"Makanya itu, yang ngapain dipelihara tukang cari ribut begitu. Mending di depak mumpung dia bikin kesalahan." simpul Gavin

__ADS_1


"Iya juga, ya. Matteo mengiyakan.


" Ya sudah, aku mau balik kerja.


Gavin hanya mengangguk. Gara-gara kejadian ini, dia sama sekali tidak makan siang. anehnya dia tidak merasa lapar. Dia Justru lebih khawatir pada Mischa. Apa Gadis itu sungguh baik-baik saja, dia terlalu lembut dan polos.


"Kenapa pula Gavin jadi memikirkan Mischa? Padahal dia sendiri yang memberikan nasehat kepada Gadis itu untuk mengkhawatirkan diri sendiri dan jangan memedulikan orang lain. Pasti ada yang korsleting di otaknya saat ini.


"Aku cuman lapar, Iya kan? lebih baik aku pesan makanan via go-food. Gavin pun mulai menggulir layar ponsel untuk mencari makan sesuai selera.


"Sedang apa bos?tanya Kayla sedikit mengagetkan Gavin.


Gavin terhenyak. Dia bahkan sampai lupa kalau punya sekretaris yang memang sepatutnya mengatur jadwal Makannya.


"Saya belum makan siang."jawab Gavin jujur


"Oh, Bos mau cari makanan, biar saya carikan." tawar Kayla.


"Semua urusan di kantor utama sudah selesai?


Padahal tadi Gavin bisa saja menyuruh Kayla sekalian membeli makan siang, namun dia malah sibuk mengurusi dua karyawan bermasalah.


"Sudah kok Bos. Semuanya aman terkendali. "Kalau begitu, saya permisi cari makanan untuk bos dulu. Mau menu yang biasa atau yang lainnya Bos?


"Yang biasa saja.


otak Gavin sedang tak bisa memikirkan makanan saat ini. Yang penting adalah perutnya segera berisi, dia menghela nafas.


"Ada-ada saja hari ini."Gumamnya


****


Hubungan Gavin dengan ibunya perlahan mulai membaik. Mereka menganggapnya sebagai perdebatan ibu dan anak biasa. Tidak ada yang perlu diperpanjang.


"Sudah lama juga kita nggak makan bareng kayak gini. Sekali-sekali kita makan di luar dong, masa kamu cuman ngajak sekretaris Kamu aja makan di restoran. Mama nggak pernah? Ucap Nyonya Aurora.


Gavin tersendat yang sedang minum maksud Mama?


Kamu kayaknya, belakangan ini baik banget sama karyawan kamu. Hati-hati Gavin, nanti mereka melunjak loh. Nyonya Aurora memberi nasehat.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"


__ADS_2