
"Vin, kamu nggak suka sama Larissa ya?
Gavin mengernyit heran. "Kenapa Papi nanya begitu?
"Papi lihat kamu kayak merasa nggak nyaman ada di dekat Larissa. Kamu tahu, kan? Mami pengen kamu nikah sama dia?
Gavin mengangguk. "Tau Pi,"
"Terus gimana mau nikah, kalau kamu dingin seperti itu kepada Larissa?
Gavin terdiam. Memang sudah lumrah Jika orang-orang seperti mereka menikah karena dijodohkan. Dia sendiri sudah menyadari hal itu sejak masa SMA. Itu sebabnya Dia jarang terlibat dengan perempuan. Karena takut jatuh cinta dan tidak bisa menikahinya. terkesan klise. Tapi itulah faktanya.
"Gavin boleh jujur nggak sama papi?" tanya Gavin seperti anak kecil yang ingin dibelikan permen oleh sang ayah.
"Tentu boleh. Ngomong saja apa yang ingin kau omongkan kepada Papi." ucap Tuan Carlos Antonio mempersilahkan putranya mengungkapkan isi hatinya kepadanya secara jujur
"Gavin nggak mau nikah sama larisnya Pi, entah kenapa Gavin nggak suka sama dia.
Giliran Tuan Carlos Antonio yang terdiam. Pria itu menata putranya dengan tatapan seksama. Bisa jadi baru kali ini Gavin mengungkapkan Apa yang sebenarnya dia rasakan terhadap seorang wanita.
Pasti Papi bakalan bingung kayak orang lain. kok bisa Gavin nggak suka sama perempuan secantik Larissa? Gavin juga nggak tahu jawabannya apa. Tapi Gavin emang nggak pernah punya perasaan khusus untuk Larissa.
Tuan Carlos Antonio mengangguk paham. Hati manusia memang seluas dan sedalam samudra. Ngak akan ada yang pernah bisa menebak Apa isinya
"Betul pi, tapi nggak pernah ada yang bisa paham. Mungkin Papi orang yang pertama yang mengetahui apa yang ia mengetahui isi hatinya. "Gavin pengen nikah sama wanita pilihan Gavin sendiri. Gavin nggak mau dijodohkan Pi.
Tuan carlos Antonio mengelus dagunya.
"Memangnya sudah ada wanita yang sedang dekat dengan kamu?
__ADS_1
Gavin Magelang, lalu menunduk
"Belum ada Pi
"Jadi kamu menolak nikah sama Larissa, tapi belum punya pacar untuk dinikahi? kembali Tuan Carlos Antonio bertanya kepada Gavin.
Kali ini Gavin mengangguk lemah seperti orang tak berdaya "Benar pi."
"Hmmm... Tuan Carlos Antonio mangguman panjang. Begini Gavin,
Gavin menaikkan kepala untuk mendengar penjelasan dari ayahnya.
"Sebenarnya bagi Papi nggak masalah kamu mau menikah sama siapa saja. Selagi orang yang baik dan dari keturunan yang baik pula.
Tapi kamu tahu sendiri, Mami kamu itu orangnya Bagaimana? cuman Papi nggak mau memaksakan kehendak kamu. Kalau kamu bisa menemukan calon istri dalam enam bulan. Papi akan bebaskan kamu untuk menikah sama wanita pilihan kamu itu. Tapi kalau lewat dari waktu tersebut kamu harus bersedia nikah bersama Larissa wanita pilihan mami kamu.
Gavin menahan nafas. Sejak kecil dia memang sering diberikan ultimatum seperti ini, oleh sang ayah hal ini berhasil, memotivasinya untuk meraih apa yang dia inginkan. Namun yang satu ini tampaknya sedikit rumit baginya.
Tuan Carlos Antonio mengangguk. Tapi nggak yakin. Tapi yang namanya jodoh kapan saja bisa bertemu.
Betul sekali, Gavin berdiri juga tidak yakin bisa menemukan tambatan hati dalam waktu yang baginya terlalu singkat itu. Akan tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba kan?
***
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Kini Mischa sudah tiba di kantor. Seperti biasa Mischa selalu terlebih dahulu membereskan meja kerjanya. Sebelum ia duduk untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai karyawan di ALC .
"Hallo Bos !" sapa Mischa segera saat nama kontak bos muncul di layar ponselnya.
Sudah dua hari baru kali ini bos menghubunginya. Dia kira dirinya benar-benar Sudah dilupakan. Sepertinya ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Barulah Bos ingat untuk menghubunginya.
__ADS_1
Saya tidak bisa menghubungi Matteo. Kedua nomornya tidak aktif, kamu ada lihat dia? tanya Bos dari ujung telepon.
"Oh, ternyata Bos menghubungiku karena tidak bisa menjangkau Matteo. Bukan karena ingin berbicara dengannya.
"Pak Matteo tadi keluar sebentar Bos, sepertinya mau membeli bunga untuk ruangan bos." jawab Mischa
tumben kok Bukan kamu yang beli
Tadi saya sudah mengajukan diri Bos. tapi Pak Matteo bilang dia mau pergi sendiri saja.
"Oh begitu, ya.
"Ada yang perlu disampaikan Bos. Nanti kalau Pak Matteo sudah balik, saya kasih tahu.
Mischa menunggu Bos merespon. Lagi-lagi Dia mengira Bosnya sudah menutup telepon, sampai suara di seberang kembali muncul.
"Nanti saja. Saya mau ngobrol langsung sama dia.
Bos lagi kepikiran sesuatu ya? tanya Mischa yang merasakan ada perbedaan nada dalam suara sang Bos.
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? tanya Gavin penasaran.
"Biasanya Bos, kalau bicara nadanya selalu tegas. Sekarang Bos terdengar tidak apa ada sesuatu Bos?
Mischa menepuk jidatnya. Dia sudah melanggar batas. Bagaimana mungkin dia bertanya seperti itu kepada bosnya itu, kan ranah pribadi sudah bersiap untuk anak komunitas seperti biasa.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME