Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 20. LEMBUR LAGI_YOU & ME


__ADS_3

"Mau dicek dari hari apa bos?" tanya operator CCTV itu.


"Mischa mulai lembur dari satu pekan yang lalu. Gavin merasa harus mengecek dari sana,


dari tuju hari yang lalu.


"Siap bos."


Operator pun mulai menampilkan rekaman dari tuju hari yang lalu. Tidak terlalu lama sampai muncul rekaman beberapa karyawan yang meletakkan berkas milik mereka di meja kerja Mischa.


"Stop!" perintahnya. Coba cek rekaman hari-hari berikutnya, di jam yang sama."


Operator pun melakukan yang diperintahkan oleh Gavin dan mendapati rekam sejenis, beberapa karyawan tampak terburu-buru meletakkan berkas di atas meja kerja Mischa , sebelum Gadis itu datang.


"Pantas saja mereka sering datang lebih baik ternyata untuk melakukan hal curang seperti itu.


"Sudah cukup."


Gavin berjalan keluar dengan kesal. Berani sekali ada karyawan yang menipunya seperti ini. Terlebih lagi menekan anak baru yang jelas-jelas punya tugas ganda.


Gavin mengambil ponsel yang bergetar dari saku jasnya. Nyonya Aurora menghubungi dirinya.


"Iya, mom, ada apa?


"Gavin...., Papi dilarikan ke rumah sakit. katanya tiba-tiba pingsan di kantor. Ini Mami lagi jalan ke rumah sakit." ucap Nyonya Aurora sambil menangis.


Seluruh darah seakan turun ke ujung kaki. Dia pun segera lari mencari lift dan menekan tombol dengan panik. Dia melupakan semua hal, hanya satu yang dia pikirkan sekarang semoga ayahnya tidak apa-apa.


****

__ADS_1


Mischa mengetuk pintu ruang kerja bos. ternyata memang tidak ada. Tadi dia melihat Bos keluar ruangan, dan mungkin tidak melihat saat Bos kembali. Namun tampaknya Bos memang belum ada kembali ke ruang sejak tadi.


"Bos ke mana ya? bentar lagi waktu kerja selesai. Apa memang sudah nggak ada lagi yang perlu aku kerjakan? dari tadi nggak ada dipanggil-panggil." gumam Mischa dalam hati.


Mischa pun kembali duduk di kursinya dan melanjutkan pekerjaan yang masih jauh dari kata selesai. Untungnya pekerjaan setelah makan siang, boleh dikirimkan kapan saja sebelum besok hari. Jadi dia bisa lembur dan mengerjakannya sampai malam.


"Ngak pulang Mischa? tanya Irma


Mischa sampai tidak sadar kalau Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore. Dia melihat ke ruang Bos yang tampaknya masih kosong. Kenapa bos Masih belum kembali ruangannya?


"Aku lembur lagi Ate, jawab Mischa.


"Oalah, tiap hari loh kamu lembur.


"Ngak apa-apa Ate, lumayan tambah pemasukan." ucap Mischa Sambil tertawa cengengesan.


"Iya Ate, Terima kasih sudah mengingatkanku."


"Ya sudah, aku balik duluan ya." pamit Irma yang sudah menenteng tasnya.


"Hati-hati Ate, Sampai jumpa besok." Mischa pun turut berpamitan pada Irma.


Mischa kembali Menatap layar komputer, dan sesekali memperhatikan karyawan lain yang pulang dengan riang. Dia hanya bisa menghela nafas, sambil melanjutkan pekerjaannya.


"Dia lembur lagi tuh. Kata Siska saat menuruni lift bersama karyawan lain.


"Sudah biarin saja, anak baru kan boleh di ospek sesekali." sela Rossi


"Masalahnya, bukan sesekali. Udah tiap hari kita letakkan berkas punya kita ke meja dia." ucap Siska tak enak hati

__ADS_1


"Ngak usah sok baik gitu kamu. Padahal kamu juga senang bisa pulang cepat tiap hari, buat ketemu sama pacar kamu." bantah Rossi.


"Iya, apalagi yang aku dengar dia itu dikasih kesempatan kedua sama bos, buat tetap kerja. Ya sudah kita manfaatin saja sambung." Dewi.


Ketika karyawan itu tertawa merasa puas, karena bisa memanfaatkan karyawan baru yang ada di kantor mereka. Mischa merentangkan tubuh sambil menguap lebar waktu menunjukkan pukul 09.00 malam Saat dia menyelesaikan pekerjaan.


"Oh iya si Bos udah pulang belum?" tanyanya panik sangking fokusnya kerja. Aku sampai lupa sama bos.


Mischa berlari cepat menuju ruang bos dan mengetuk tiga kali. Tidak ada respon. perlahan dia membuka pintu dan melongokan kepala untuk mengintip


"Loh ngak ada orang,beneran?


Ruangan itu gelap, tetapi ada cahaya dari layar komputer


"Apa Bos ada ngirim pesan, tapi aku nggak baca ya?


Mischa mengecek ponsel, dan tidak ada notifikasi apapun dari bosnya.


Mischa menghubungi Matteo untuk menanyakan perihal ini.Tetapi tidak tersambung. Dia menghembuskan nafas panjang.


"Ya sudah deh, Paling diomelin kaya biasa. Ini kan komputer, ngak mungkin nggak ku matikan.


Mischa melangkah masuk. Dan menyalakan lampu. Pendingin ruangan juga masih menyala. Sepertinya Bos meninggalkan kantor terburu-buru. Namun Kenapa bos tidak memberitahunya apapun padanya?


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2