
"Aurora mau masuk bawa anak Kita."Carlos memberitahu.
Aurora menghembuskan nafas panjang, sebelum memasuki ruang rawat inap Kasih. tampaknya kasih terkejut melihat bayi mungil yang di lindunginya dari kecelakaan, telah tumbuh besar dengan sehat.
"Gavin, ini Mama Nak,"ucap Aurora. Dia pun mendudukkan Gavin di ranjang, dekat dengan ibunya.
Baru saja kasih membelainya, bayi itu sudah menangis dan merasa takut. Sang bayi menatap Aurora dan minta diambil. Dia hampir saja jatuh dari tempat tidur. jika Aurora tak menangkapnya dengan cepat. Bayi itu memanjat Aurora dengan ketakutan.
"Itu Mama Gavin, bukan orang lain,"bujuk Aurora.
Namun, bayi itu tetap menangis dan memeluk Aurora erat-erat. Hati kasih terasa berdenyut. bayinya sama sekali tidak mengenalinya sebagai ibu yang melahirkan.
Aurora pun mencoba sekali lagi, tetapi Gavin langsung mengamuk. Kasih menangis, membuat Aurora ikut merasa sedih.
Tidak hanya di hari itu. Bahkan di hari-hari berikutnya, Gavin tetap tak mau berada di dekat ibu kandungnya. Bayi itu hanya mau digendong oleh Aurora.
"Nggak apa-apa. Mungkin dia bingung aku siapa,"ucap Kasih pada Aurora.
Carlos kemudian memasuki kamar bersama seorang dokter. Tampaknya akan ada pembicaraan serius sehingga Aurora ingin keluar. Namun Carlos menahannya.
"Kamu boleh dengar."
Aurora menatap Kasih yang tampaknya agak terkejut dengan ucapan suami mereka.
"Bu Kasih, saya akan menjelaskan beberapa hal. Sepertinya yang saya katakan saat ini Ibu siuman, otot-otot Ibu masih sulit digerakkan karena sudah lama berada pada posisi diam. Jadi, untuk bisa pulih sepenuhnya, ibu harus menjalani terapi setiap hari. Saya sudah berdiskusi dengan Pak Carlos untuk memilihkan tempat terapi terbaik. Ibu akan dibawa ke Penang. Di sana ada pusat terapi yang bagus dan target kami Ibu sudah benar-benar pulih dalam waktu empat sampai enam bulan,"jelas dokter.
__ADS_1
Kasih terkejut bukan main. Itu artinya dia akan berpisah lagi sementara dengan suami, anak dan keluarga yang lain untuk menjalani terapi ini?
"Ini demi kamu bisa cepat pulih untuk kita semua, kasih. Nggak apa-apa ya,"bujuk Carlos
Kasih tidak punya pilihan. Dia juga tidak mungkin terus berbaring di sini, dan tidak bisa melakukan apa-apa.
"Ya udah Kuya, aku nurut saja,"jawab kasih pasrah.
Setelah semua persiapan, Kasih pun berangkat menggunakan jet pribadi melihat keluarga Antonio. Aurora berjanji akan mengirimkan surat untuknya berisikan foto-foto perkembangan Gavin.
Kasih terus menguatkan diri, meski tak jarang dia menangis sendiri dalam keheningan malam. Namun, semangatnya untuk pulih membuatnya mampu menjalani terapi dengan baik.
Aurora mengirimnya banyak surat. Gavin sudah pintar melakukan banyak hal. foto-fotonya begitu menggemaskan. Hal itu membuat kasih terus bersemangat untuk pulih.
"Maaf kasih, Kuya Carlos itu pria normal dan aku juga istrinya yang sah. jadi, kamu bisa paham, kan?"
Kasih mendekam di kamar selama tiga hari, tak mau melakukan terapi. Membuat perawat kewalahan akan sikapnya. Padahal dia sudah hampir pulih. Kenapa seperti ini? dia sudah bisa berjalan tanpa terjatuh, sudah bisa memegang benda-benda tanpa terlepas, makan dan mandi sendiri.
"Sebentar lagi, Kuya. Kenapa kamu nggak sabar?"
surat Aurora berikutnya pun semakin menegaskan kalau Gavin adalah anaknya, bukan anak kasih.
"Dia memanggil aku mama, kasih. Dia mengira Aku mamanya, bukan kamu."
Lalu, surat terakhir yang kasih terima, membuatnya kabur dari tempat terapi.
__ADS_1
"Pak Carlos, istri bapak kabur, Pak.
Carlos terbang hari itu juga. Berusaha mencari Kasih yang dianggap belum bisa pergi terlalu jauh.
Namun, nihil.
Maaf kuya. Aku memilih untuk pergi. Terima kasih untuk perhatian dan cintanya selama ini. Aku titip Gavin sama Kuya dan Aurora. semoga kalian berbahagia. Dan, Tolong jangan cari aku kuya. kalau Kuya memang masih punya sedikit rasa cinta untuk aku, Tolong jangan pernah cari aku."
Carlos melepas surat itu dengan kekecewaan dan perasaan bersalah yang mungkin tidak akan pernah bisa hilang seumur hidup
"KASIH!!!!!!"
Aurora tersadar dari lamunan. Teriakan Carlos saat itu masih terngiang jelas di benaknya. Dia dan Gavin ikut terbang bersama Carlos saat itu. Namun kasih benar-benar sudah pergi dan tak pernah kembali.
Akan tetapi, tiba-tiba dia kembali
"Apa yang sebenarnya alasan Kasih untuk kembali?"
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1