
Sikap anggun Nyonya Aurora tampak terganggu. Dia tidak seperti biasanya. Raut wajahnya yang kesal mengganggu kesempurnaan bentuk wajahnya sedang dalam masalah besar.
"Kamu punya pacar?
Ternyata benar sepertinya Larissa memang tidak mengindahkan ancamannya. Jadi wanita itu benar-benar nekat juga, dasar wanita setengah gila." umpat Gavin kesal kepada Larissa.
"Jawab, mami David!!!!!
"Kenapa tiba-tiba Mami nanya soal ini? tanya Gavin yang masih bersikap tenang.
Nyonya Aurora berdehem dan memperbaiki anak rambut yang mengenai wajahnya ekspresi anggun telah kembali pada wajahnya supaya cepat kilat.
"Mami cuman nanya, Ada gosip kalau kamu dekat sama wanita.
"Gosip, ya?
"Gosip dari mana mom? Gavin memasang tampang pura-pura bingung.
Nyonya Aurora tahu benar bagaimana putranya sejak pemuda itu masih kecil dia akan tahu kapan Gavin berbohong atau tidak. Saat ini dia melihat Gavin tidak sedang berbohong padanya. Tampaknya putranya itu juga tidak percaya dengan gosip yang beredar tersebut.
"Apakah itu artinya Larissa telah membohongi dirinya?
"Mami juga cuman dengar selentingan.
"Kalau Gavin punya pacar, Gavin pasti ngenalin ke mami lebih dulu."
Nyonya Aurora pun tahu akan hal itu. Namun ucapan Larissa di perkumpulan benar-benar mengusik rasa ingin tahunya.
"Gavin mandi dulu ya mom, sudah gerah banget nih.
"Vin....
Gavin yang baru saja ingin melangkah kembali menatap ibunya saat dipanggil.
"Banyak mata tertuju pada kamu. Mereka semua mengamati gerak-gerik kamu, nggak sedikit juga yang pengen tahu apa saja yang kamu lakuin. Kamu harus hati-hati, terutama dalam memilih pasangan.
Gavin terdiam mendengar perkataan ibunya.
__ADS_1
"Ingat pesan mami!"
Gavin hanya mengangguk, dan menjawab "Ya mom."
Tanpa diberitahu pun Gavin pasti akan berhati-hati.
Akan tetapi manusia tidak akan pernah tahu kepada siapa hatinya akan berlabuh.
****
Gavin mendongak saat mendengar suara pintu ruang kerjanya dibuka. Matteo melongok kepala sebelum seluruh tubuhnya masuk. Dan menutup pintu.
"Siapa? tanya Matteo membuat Gavin menaikkan alisnya.
"Apanya yang siapa? Gavin balik bertanya tak mengerti.
"CK....! Matteo mendesak. Ngak usah pura-pura deh,
Gavin emang garuk pelan pelipis dengan jari telunjuk " Aku beneran ngak paham apa yang kamu bicarakan.
Matteo menghembuskan nafas panjang, dia duduk bersandar seakan bukan sedang berhadapan dengan atasan.
"Ohhhh
Matteo segera menegakkan tubuh.
"Siapa?
"Si Mischa." jawab Gavin
"Hah? Matteo kaget
Aku bertemu dengan Larissa di restoran pas lagi makan sama Mischa, abis rapat." Gavin menjelaskan.
"Astaga, aku kira siapa?' ekspektasi aku ketinggian nih, tahunya cuman karyawan yang menemani bosnya makan." gerutu Matteo setengah kesal.
Gavin terheran, dia tidak menyangka bahwa Matteo akan termakan gosip murahan yang digoreng oleh Larissa.
__ADS_1
"Sabar banget Kamu nunggu sampai masuk kerja, kamu kan bisa chat aku buat nanyain itu."
"Aku pengen dengar langsung dari mulut kamu, Kalau via chat kamu pasti bisa berkilah." jelas Matteo.
"Ohhh." Gavin kembali tertawa
Tapi kok bisa sih, Larissa mikir aneh-aneh begitu? Mischa kan, kelihatan banget gaya karyawannya. Masa Larissa ngak kepikiran sampai sana? tanya matteo heran.
"Hmmm... Gavin bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin dia mengaku pada Matteo, bahwa dirinya memang berakting seakan-akan Mischa adalah pasangannya.
"Ah, paling karena si Larissa cemburu. Kan kamu berduaan sama wanita. Pasti karena itu tuh nalarnya udah nggak jalan." Matteo menjawab pertanyaan sendiri.
"Baguslah Gavin menjawabnya sendiri. Jadi tidak perlu repot-repot menjawabnya.
"Ya sudah, aku mau balik kerja. Sia-sia aja rasa penasaran aku."
Gavin kembali tertawa melihat Matteo yang menggerutu sampai keluar dari ruang kerjanya. Dia menggeliat melihat kelakuan aneh temannya itu. Dia pun kembali mengecek hasil desain hari itu. Dan sedikit merasa aneh, saat melihat ada banyak sekali konsep desain yang mirip-mirip saat dicek Ternyata semua desain itu dikirim dari satu alamat IP.
David mengecek pemilik alamat IP dan nama Mischa muncul di sana, keningnya berkerut "Kenapa ada banyak sekali desain? yang seingatnya dia tidak pernah menugaskan sebanyak ini. Karena status Mischa merangkap sebagai sekretarisnya untuk sementara.
"Apa-apaan nih." gumam Gavin dalam hati sambil merasa sedikit bingung
Gavin berinisiatif mengecek semua desain yang dikirimkan oleh Mischa. Dan terkejut karena jumlahnya melebihi kapasitas pekerjaan yang diberikan.
"Pantas saja, Gadis itu sering mengambil lembur belakangan ini. Dia mengira Mischa terpaksa lembur, karena tidak sempat bekerja sebab merangkap sebagai sekretaris.
"Perasaan aku nggak pernah ngasih kerjaan sebanyak ini deh. Gavin kembali melihat rentetan desain konten di komputernya.
awalnya kerja nggak sadar karena Mischa bedain konsep untuk semua desainnya. Tapi makin ke sini, makin terlihat mirip. Karena mungkin dia kehabisan ide yang penting bisa selesai.
Gavin menopang dagu dan terlihat bingung. dia bangkit dari kursi, dan berjalan menuju jendela kaca, yang ditutupi tirai dan mengintip dari sana. Tampak tumpukan berkas di atas meja Mischa .
"Kok bisa ada banyak banget berkas di situ? bukannya aku kasih rata-rata untuk semua karyawan ya?
Gavin paling malas melakukan hal ini. Terakhir kali dia menuju ruang monitor CCTV, adalah untuk menangkap basah bendahara yang menggelapkan uang kas kantor. Kini dia harus kemari lagi untuk mengecek rekam aktivitas ruang kerja karyawan, untuk melihat Ada apa di balik banyaknya berkas di meja Mischa.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓