
Aurora tidak menolak ide itu. Dia pun segera menyetujui dan meminta izin pulang terlebih dahulu untuk mengemas pakaiannya.
Mama nggak ijinin kamu Aurora, kamu dengar nggak?" bentak sang ibu saat Aurora pulang
"Aurora sedang gak ada kerjaan Ma. Lagian bayi itu nyaman sama Aurora. Kasihan kalau harus dirawat sama banyak tangan." jelas Aurora sambil dia masukkan baju ke dalam koper.
"Itu bukan urusan kamu Arora. kamu bahkan nggak dibayar sama mereka."
"Aurora tahu ma, tapi Aurora udah sayang sama Gavin. Aurora anggap dia kayak anak sendiri." Aurora masih bersih kuku
"Terus kalau nanti ibunya sadar bagaimana?"
"Ya nggak gimana-gimana, berarti dia kembali dirawat sama mamanya."
Ibu Aurora hanya bisa mendengus kehabisan cara untuk menghentikan putrinya dari mengurus urusan orang lain
"Aurora cuman bantu mereka sementara, Mama Tenang saja." bujuk Aurora
"Padahal mama cuman pengen kamu berpaling dari Carlos menemukan cinta yang sejati, baru menikah punya anak lalu hidup bahagia. Bukan kayak gini Aurora. Tapi mama juga nggak bisa maksa kamu yang udah dewasa ini."
Aurora memeluk ibunya. Dia sendiri pun tak mengerti akan keinginannya. Di satu sisi dia ingin kabur dari semua masalah ini, namun di sisi lain wajah Gavin selalu muncul dan kebahagiaan selalu terasa, saat berada dekat dari lucu itu.
"Mama cukup doain kebahagiaan Aurora ya. entah dengan apapun caranya." minta Aurora.
Wanita muda itupun dengan yakin menyeret kopernya masuk ke rumah keluarga Antonio. salah satu dari orang terkaya dan berpengaruh di Filipina itu, membuka pintu dan menyambutnya dengan senang hati. Dia diberikan kamar khusus yang bersebelahan dengan kamar Gavin.
Carlos pulang selama satu jam setiap hari untuk menemui putranya. Saat itu Aurora akan kembali ke kamarnya dan membiarkan Carlos berdua saja dengan bayinya.
Akan tetapi terkadang kapan mengamuk dan hanya mau ditenangkan oleh Aurora, saat itu terjadi Aurora pun harus ikut menemani Carlos di dalam kamar bayi itu.
Carlos di panggil oleh dokter keruangan kerja dokter yang menangani Kasih. Dokter memanggil Carlos dan berdiskusi dengannya. informasi itu pun dibawa pulang dan pertemuan keluarga besar segera diadakan.
"Kata dokter waktu menunggu kasih siuman adalah satu tahun. Kalau Setelah 1 tahun kasih masih belum sadar juga, Dokter menyarankan kita untuk mengikhlaskannya. jelas Carlos sekuat tenaga untuk tidak menangis seperti saat di ruangan dokter tadi.
"Maksudnya mengikhlaskan gimana Kuya?" Tanya adik perempuan Carlos
Dokter mau mendonorkan organ-organ tubuhnya untuk yang membutuhkan. Setelah itu Carlos tidak menyelesaikan penjelasannya.
Semua orang tampak frustrasi dan sedih. Aurora yang mencuri dengar dari atas pun ikut merasakan kesedihan yang sama.
Aurora memandangi wajah Gavin yang tertidur pulas.Ia sama sekali tidak mengetahui kalau sang Ibu sedang berada diantara hidup dan mati.
Bayi itu pun tumbuh dengan sehat dan aktif. tanpa terasa dia sudah mampu untuk telungkup sendiri meskipun Bukan saatnya Tummy time. Aurora adalah orang pertama yang menyaksikan itu. Kesedihan keluarga besar Antonio pun sedikit terobati dengan pola tingkah Gavin yang menggemaskan.
Tepat saat Gavin sudah bisa duduk mandiri, Ibu Aurora menelepon meminta putrinya untuk pulang sebentar. Aurora menurut dan menitipkan Gavin sejenak pada adik perempuan karena harus kembali kerumah .
"Aurora Mama udah mikirin ini, kayaknya kamu harus minta di nikahin sama Carlos.
Aurora terkejut mendengar ucapan sang ibu.
__ADS_1
"Kamu ini anak perawan dari keluarga baik-baik. Papa kamu udah nggak ada, apa kata orang kalau kamu tinggal di rumah laki-laki?"
"Tapi kan Ma, yang tinggal di rumah itu rame bukan cuman Kuya Carlos aja. Adik-adiknya yang belum nikah juga tinggal di sana.
"Mama tahu itu Aurora, tetapi ini sudah terlalu lama dan istrinya Carlos juga siuman sampai sekarang udah enam bulan Aurora
Aurora terdiam dia benar-benar tidak sadar sudah selama itu.
"Dokter bilang apa tentang kondisi istri Carlos?
"Dokter juga nggak tahu ma, malah dokter nyaranin untuk mengikhlaskan Kasih kalau setelah setahun dia belum sadarkan juga.
"Ya ampun." ucap Ibu Aurora kehabisan kata-kata.
"Ya udah ma, Aurora balik dulu ya .Gavin nantinya nyariin kalau Aurora pergi lama-lama.
Ibu Aurora menatap kepergian putrinya dengan prihatin. Dia sudah berperan sebagai ibu asuh dengan sangat baik selama ini. Waktunya bahkan habis seluruh untuk merawat Gavin sampai tak ada lagi waktu untuk mengunjungi ibunya sendiri.
Adik Carlos menanyakan apa yang terjadi pada ibu Aurora. Tetapi Aurora malah menceritakan obrolan dengan sang ibu.
Tanpa Aurora duga, adik perempuan Carlos mengadukan hal tersebut pada keluarga yang lain.
Pertemuan keluarga pun kembali diadakan dan mereka menuntut Carlos untuk menikahi Aurora.
"Kita belum tahu gimana nasib Ate, Kuya Gavin butuh seorang ibu. Dan itu ada di diri Ate aurora." usul adik perempuan Carlos.
"Bulan depan kamu harus nikah dengan Aurora, Carlos." tegas Antonio.
Sebab Aurora belum pernah menikah, resepsi juga di adakan setelah akad berlangsung. Carlos memaksakan diri mengulas senyum menyambut para tamu mau tidak mau.
Akan tetapi sepertinya resepsi bersama Kasih resepsi bersama Aurora pun tak berhasil hingga selesai.
"Pak Carlos Kami ingin memberitahu bahwa istri bapak sudah siuman."
"Ada apa Kuya?" tanya Aurora yang menyusul Carlos turun dari pelaminan
Para tamu dan keluarga yang lain terlihat keheranan Carlos memegang gagang telepon dan dengan gemetar.
"Istri bapak sudah sadar sepenuhnya dan bisa diajak bicara Pak."
Perawat melanjutkan ucapannya di seberang. karena Carlos tak kunjung merespon
"Baik, saya segera ke sana, terima kasih sus." jawab Carlos
"Kenapa Kuya?" ulang Aurora tanpa sabar.
Carlos menatap istri keduanya dengan tetap yang tak dapat Aurora pahami
"Kasih sudah siuman."
__ADS_1
Tetapi setelah mengatakan itu Carlos berlalu dan bergegas ke rumah sakit dengan menyetir sendiri
"Carlos mau ke mana kamu?" tanya Antonio yang bingung melihat Sang putra akan melarikan diri dari pesta pernikahan.
"Pa, Ma, kita harus nyusul Kuya Carlos. Kasih sudah siuman ajak Aurora cepat.
Antonio dan istrinya terperanjat
namun ajakan Aurora yang buru-buru membuat mereka tersadar dan segera menyusul Carlos bersama-sama.
Kasih masih berbaring, tetapi sudah bisa tersenyum saat Carlos memasuki kamar
"Kuya, sapanya suaranya masih terdengar lemah. Tetapi cukup bisa didengar.
Carlos berjalan mendekat dan segera memeluk sang istri lalu menangis sejadi-jadinya. Kasih tak dapat membalas pelukan. Dokter bilang otot-ototnya masih kaku karena sudah lama tidak digerakkan.
"Maaf maaf." ucap Carlos berkali-kali.
Kasih tak paham maksudnya Maaf untuk apa, sebab suaminya itu tak menungguinya di sini sepanjang waktu, baginya Itu tak masalah karena Carlos punya tanggung jawab yang lain.
"Kuya kenapa pakai jas begini?" tanya kasih
Carlos terdiam. Kasih pasti sadar kalau jas yang sedang dipakainya bukanlah jas kerja. biasa dia duduk sebuah kursi di dekat ranjang tak berani menatap sang istri.
"Pertanyaan kasih tidak di jawab oleh Carlos. Kasih akhirnya tahu ketika Aurora muncul di ambang pintu. Hatinya remuk melihat wanita itu memakai gaun pengantin dia pun menyadari kalau suaminya telah menikah lagi.
"Kuya bisa jelasin semua ." ucap Carlos.
kasih mengangguk pelan . Dia baru saja sadar dari tidur panjang, dan tak menyangka akan menerima informasi mengejutkan seperti ini.
"Kamu koma hampir delapan bulan. Selama itu Aurora yang jaga dan mengurus anak kita. kuya di desak sama keluarga untuk menikahi dia. Kuya minta maaf kasih. Kuya yang salah."
Aurora menunggu di luar dan terlihat seperti orang bodoh dengan gaunnya. Orang-orang berlalu-lalang dan memperhatikannya. Dia benar-benar malu. Tetapi dia juga harus tahu bagaimana reaksi kasih mengenai hal ini.
"Aurora, kamu pulang aja dulu ganti baju terus bawa Gavin ke sini untuk bertemu sama mamanya." kata ibu Carlos.
Aurora hanya bisa menurut. "Baik ma."
Selama di perjalanan, hatinya merasa tak tentu. Kenapa kasih tidak siuman lebih awal, kenapa harus di hari ini? tidak ada pernikahan sempurna. Tidak ada cinta, apalagi malam pertama. Dia sadar kalau dirinya hanyalah ibu asuh bagi Gavin.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK YANG LAIN.
__ADS_1