
Larissa pun langsung duduk tanpa menunggu jawaban Gavin. Gavin menghela nafas pelan tetapi tak bisa menolak. Wanita itu pun segera memanggil pelayan yang membawakan daftar menu makanan yang ada di sana.
"Kamu makan apa? tanya Larissa tanpa mengalihkan pandangan dari menu.
sebenarnya Gavin malas sekali menjawab pertanyaan Clarissa. Kenapa wanita itu mau tahu apa yang dipesan oleh Gavin?
Aku pesan.....
"Oh ada orangnya ya"
Larissa melihat ke samping dan mendapati seorang gadis muda berdiri di dekat meja di mana dirinya dan Gavin duduk.
Gavin berpikir cepat dan segera menepuk kursi di sebelahnya. "Sini Mis!"
Mischa terdiam ,mana mungkin dia duduk di sebelah bosnya. Namun Gavin tampak memberikan kode agar Mischa menuruti perintahnya. Untungnya Gadis itu bisa memahaminya.
Larissa menatap Mischa yang duduk di sebelah Gavin tanpa berpaling. Dia bahkan masih melihat Gadis itu selama beberapa waktu. Kedua orang di depannya diam saja. membuatnya penasaran Apa hubungan mereka.
"Kamu siapa ya?
"Hah? Mischa justru bertanya balik karena terkejut. "Saya ?
"Iya, kamu." Larissa menegaskan
Saya se....
"Kamu nggak perlu tahu dia siapa dia Larissa." ucap Gavin membuat Mischa terdiam.
" Dia nggak punya kewajiban untuk jawab pertanyaan kamu, dan kamu nggak perlu tahu siapa wanita yang lagi dekat denganku.
Mata Mischa membulat. Tetapi berusaha untuk tidak menatap bosnya. Larissa juga ikut terkejut mendengar penuturan Gavin.
"Gadis ini sedang dekat dengan Gavin? Bagaimana bisa? Larissa tidak tahu akan hal itu. Sedetik kemudian wanita anggun itu justru tertawa.
"Ha ha ha .....
"Kamu kok lucu banget Gavin, bercandaan kamu nggak lucu. Larissa masih tertawa
Gavin hanya menggerdikkan bahunya. Ya terserah aja sih, mau percaya apa Ngak
Mischa tidak tahu kalau Gavin meletakkan sebelah tangannya pada kepala kursi yang didudukinya. Larissa yang melihat hal itu memicing mata. "Apa Gavin benar-benar serius?
__ADS_1
Larissa melihat setelan yang dikenakan oleh Mischa. Dia akui Gadis itu punya selera yang cukup bagus. Namun dia mengernyit saat melihat tas yang diletakkan di atas meja.
"Merek apa ini? Sepertinya dia belum pernah melihat tas dengan Merek itu sebelumnya. "Apa itu bukan merek terkenal? dia pun menjadi curiga
"Kamu tahu kan Gavin, Kalau Mami kamu ngak akan tinggal diam, pas tahu ada wanita yang lagi dekat sama kamu." ancam Larissa.
"Kalau kau diam-diam saja, Mami aku pasti nggak bakalan tahu.
Larissa terdiam itu. artinya Gavin ingin bilang jika Nyonya Aurora tahu mengenai Mischa pasti itu datang darinya.
Mischa Yang tidak paham, Ada apa di antara dua orang itu, hanya duduk tenang saja. Dia tidak akan berbicara. Jika bos tidak menyuruhnya. Walaupun dia sendiri juga penasaran dengan hubungan kedua orang di meja ini.
"Aku ngak nyangka selera kamu yang beginian." ledek Larissa
Mischa merasa bahwa wanita di depannya sedang menyindir dirinya. Memang kalau dipikir-pikir Mereka terlihat Kutub Utara dengan kutub selatan.
"Ngak usah bahas-bahas soal selera, Kalau kamu sendiri juga nggak punya pasangan yang selevel. Gavin menyindir balik
Mischa merasakan hawa di sekitar mereka mendingin. Rasanya seperti melihat dua orang yang akan mengangkat senjata untuk berperang.
"Eh itu, makanan sudah datang. Mischa akhirnya bersuara mencoba mencairkan suasana di meja tersebut
Salah satu pelayan menyajikan makanan yang sudah dipesan dan Mischa segera menyantapnya tanpa menunggu perintah.
Mischa memang polos. Tetapi dia sepertinya paham kalau Gavin sedang mencoba memanas-manasi atau ingin membuat cemburu wanita di depan mereka. Sebab sejak tadi Gavin begitu baik padanya, pasti ada maksud lain dibalik sikap baiknya itu.
"Iya, sahut Mischa membuat Gavin mengembangkan senyumnya.
Larissa tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Pria di depannya ini benar-benar Gavin atau hanya seseorang yang mirip dengan Gavin
"Kamu nggak jadi pesan?" tanya Gavin pada Larissa yang tampak sudah kesal.
"Ngak, mendadak selera makan aku hilang, aku mau cabut saja."
"Okey!!!
Larissa semakin kesal, karena Gavin tidak menahan kepergiannya. Wanita itu pun mengambil tas, lalu berdiri dan menyentak langkahnya keluar dari restoran.
Barulah setelah itu Mischa merasa bisa menanyakan tentang hal barusan pada bosnya.
"Siapa itu bos, mantan Bos ya?
__ADS_1
Gavin menunjukkan ekspresi Tidak terima.
"Oh no!!! dekat aja nggak pernah, apalagi pacaran."dia tanpa sadar bicara tidak formal kepada Mischa.
Orangnya kan cantik Bos dan sepertinya di selevel sama bos, Kenapa bos sepertinya tidak suka?" Mischa masih ingin memuaskan rasa penasarannya.
"Kamu kalau nggak mau bayar sendiri, mending diam saja." Mischa menelan makanan dengan susah payah.
"Siap Bos, saya tidak akan bertanya lagi." ucap Mischa. Dia pun fokus melanjutkan makan tanpa bertanya apapun lagi
Larissa membanting pintu mobil dengan kesal. Berani sekali Gavin mempermalukannya di depan gadis itu.
"Lihat saja, ngak akan ada Wanita yang bisa mendapatkan kamu. Kalau aku nggak bisa, maka wanita lain pun nggak akan bisa.
Mischa memandangi ujung sepatunya sambil menunggu Gavin membayar tagihan makanan mereka. Saat Gavin membayar tagihan makanan mereka, dia baru sadar kalau sol sepatunya mulai menganga.
Padahal dia baru saja membelinya, saat akan berangkat ke kota Manila. Sepertinya dia terlalu banyak berjalan, menggunakan sepatu murah ini. Maklum ia belinya di pasar loak.
Dia harus segera membeli sepatu baru, besok pasti tidak akan sempat, karena pagi-pagi sekali dia sudah berangkat kerja. lagi-lagi dengan berjalan kaki, sepatu ini tidak akan mampu lagi dibawa berjalan esok hari."
"Mischa....
Mischa mengalihkan pandangannya saat suara Gavin memanggilnya.
Gavin mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet dan menyodorkan pada Mischa .
"Ini ongkos buat pulang."
Mischa menerima uang itu dengan bingung.
Banyak banget Bos, Memangnya naik kendaraan apa yang ongkosnya sampai lima ratus ribu?"
Gavin menatap Mischa seraya memasukkan kembali dompet ke dalam saku jasnya. Sisanya bisa kamu pakai beli sepatu baru. Kamu tidak mungkin pakai sepatu itu lagi besok."
Mischa terkejut. Jadi bosnya sudah tahu sejak tadi, Kalau sol sepatunya rusak. Dia saja baru menyadarinya, barusan mendadak rasanya dia ingin menangis. dia menatap lembaran uang tersebut dengan perasaan haru
"Kamu menangis? tanya Gavin keheranan."
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓