
Menurut Kuya, ngak masalah sih. kalau dia sudah menikah, baru jadi masalah. sahut Tuan Carlos Antonio.
"Tapi, kan tetap saja Kuya, mereka itu nggak selevel sama kita. Kebaikan orang-orang kaya kayak kita ini, bisa disalah artikan sama mereka." balas Nyonya Aurora.
"Lagian bukannya sekretaris kamu sudah nikah ?
Gavin menggaruk tengkuk yang tak gatal. "Itu sekretaris pengganti, waktu sekretaris asli Gavin cuti menikah ma, dan dia single kok.
"Kalau sama-sama single seharusnya nggak kenapa-kenapa." ucap Tuan Carlos Antonio
Gavin heran dari mana lagi Ibunya bisa tahu tentang dirinya, dan Mischa.
"Mama tahu dari mana Gavin makan malam bareng sama sekretaris Gavin?
Gavin memberanikan diri untuk bertanya saat mereka menikmati hidangan penutup.
"Dari Larissa, terus katanya itu mungkin sekretaris kamu. Kalau dilihat dari baju kerjanya. jawab Nyonya Aurora
"Larissa lagi? dari mana pula wanita itu tahu.
"Mama nggak nanya Larissa tahu dari mana? Bisa saja cuman gosip kan? tanya Gavin lagi.
"Fotonya ada kok, foto kamu sama sekretaris kamu itu.
Gavin terkejut kalau Larissa memang ada di restoran itu kemarin, pasti dia sudah menghampiri mereka berdua. Apa mungkin dia hanya mengambil foto saja? rasanya tidak mungkin.
"Mengambil foto orang diam-diam bisa dipidana loh. ucap Tuan Carlos Antonia menyahut.
"Iya benar, kali ini nyonya Aurora yang terkejut.
"Iya, apalagi kalau disebar tanpa persetujuan orangnya." jawab Tuan Carlos Antonio."
"Kau bisa nuntut Larissa loh Gavin."
Nyonya Aurora terlihat panik. " Eh jangan dong, kan fotonya cuman dikasih ke Mama nggak ada ke orang lain.
"Tahu dari mana Larissa nggak kasih ke orang lain, namanya perempuan kan sukanya menyebar foto ke perkumpulannya." ucap Tuan Carlos Antonio.
Gavin cukup merasa takjub, karena ayahnya berpihak kepadanya. Sepertinya obrolan kemarin berhasil membuka pikiran sang ayah.
"Iya sih, tapi please Jangan dianggap serius ya." minta Nyonya Aurora.
"Kamu perlu kasih tahu Larissa untuk nggak terlalu mencampuri urusan Gavin. Privasi anak kita, jadi terganggu karena obsesi dia. Tuan Carlos Antonio memberi nasehat.
"Larissa nggak terobsesi loh Kuya, kan wajar wanita secantik dan seanggun dia nyari pasangan yang kayak Gavin. Karena mereka emang selevel."bantah Nyonya Aurora.
__ADS_1
Selevel itu bukan cuman soal tampang. Tapi juga perilaku anak kita orangnya Tenang. nggak pernah ngurusin urusan orang lain. Harusnya dia dapat yang seperti itu juga, baru bisa dibilang selevel." jelas Tuan Carlos Antonio.
Nyonya Aurora terdiam, seakan kena skakmat dari Tuan Carlos Antonio. Di satu sisi Gavin merasa tidak nyaman, melihat kedua orang tuanya berdebat. Namun di sisi lain, dia merasa senang karena sudah mulai ada yang memahami perasaannya.
"Ya sudah, nanti aku bilang ke Larissa untuk nggak terlalu ngejar Gavin." Nyonya Aurora pun mengalah.
Gavin tak ingin ketegangan ini berlangsung lebih lama. Dia pun memilih untuk pamit dari meja makan lebih dulu.
"Gavin ke kamar dulu ya. Pa... ma.... mau Netflix _an
"Okey Gavin." ucap Tuan Carlos Antonio
Nyonya Aurora hanya mengangguk sedang tak bersemangat untuk merespon.
Gavin tersenyum saat menaiki tangga menuju kamar. Namun dia tetap merasa heran kenapa Larissa bisa punya foto dirinya dengan Mischa. Apa mungkin ada salah satu teman Larissa, berada di restoran juga pada malam itu. Wanita itu memang punya banyak sekali teman.
"Ngeri juga, jadi nggak nyaman aku kemana-mana." gumam Gavin seraya merebahkan diri ke sofa empuk di kamarnya. Sudahlah nggak usah dipikirin mending cari tontonan saja.
Gavin mulai menggulir layar ponsel dan mencari-cari apa yang akan dia tonton. Namun dia malah jadi bingung ingin menonton apa. Beberapa serial dan film sedang populer sudah dia tonton semua.
"Bosan juga. Mau cari teman ngobrol tapi nggak tahu siapa.
Gavin kemudian teringat percakapannya dengan Mischa malam itu, dia bahkan masih bisa mengingat semua detailnya.
"lagi ngapain ya dia?
"Iseng Davin mengetikkan sebuah pesan dan mengirimkannya kepada Mischa.
Sementara di kos Mischa Gadis itu baru saja selesai melipat pakaian yang dijemur pagi tadi. Khusus untuk setelan yang dibelikan oleh bos, dia gantung dengan hati-hati dengan hanger, semuanya sudah rapi, saat ponselnya berbunyi. Dia pun melihat pesan dari bos muncul di layar ponsel.
Bos ALC : Sedang apa?
Mischa meraih ponselnya. Kenapa bos mengirim pesan malam-malam begini?
Mischa : Tidak sedang apa-apa Bos.
Gavin menerima balasan dan bingung harus apa sekarang
Bos ALC : kamu suka menonton film? punya rekomendasi film yang bagus? Gavin menepuk jidat. Pertanyaan macam Apa itu? sayangnya, pesan tersebut sudah terbaca oleh Mischa. Sepertinya Gadis itu memantau balasan dari Gavin, karena tak ingin membuat bosnya menunggu.
Mischa memberitahu Film kesayangannya kepada Gavin. "Bos sudah menonton The prestige?
Karena tidak sabar, akhirnya Gavin menghubungi nomor ponsel Mischa. membuat Mischa terkejut
Malam itu mereka mengobrol kan tentang film, hingga waktu tidur menjelang.
__ADS_1
****
Hari Sabtu, harinya dipakai Mischa untuk beristirahat. Hanya di waktu libur dia bisa merebahkan diri sampai siang, supaya tidak perlu sarapan. Hal itu biasa menghemat pengeluaran, karena dia cukup makan siang saja.
Namun hari ini dia akan menemani bosnya menonton film.
"Pakai baju apa ya?
Mischa melihat tumpukan baju yang semuanya adalah baju kerja. Sisanya baju rumahan yang sama sekali tidak cocok untuk dibawa pergi jalan-jalan. Bos Pasti akan memarahi, karena salah kostum. Namun mau bagaimana lagi, dia memang tidak punya pakaian yang lain.
Mischa mengikuti arahan Bos, untuk menaiki bus dan turun di halte yang paling dekat dengan mall. Tepatnya mereka akan menonton. Untungnya banyak orang lain yang juga memakai setelan kerja. Mungkin mereka mendapat shift di hari Sabtu, atau sedang lembur.
Bedanya mereka memang benar-benar bekerja, sedangkan Mischa malah memasuki mall. Dia segera memiliki eskalator menuju lantai paling atas. tempat bioskop berada. Gavin sudah di sana sedang membeli tiket.
"Sudah lama menunggu Bos? sapa Mischa begitu Gavin menerima 2 lembar tiket
Gavin menepuk jidat, melihat pakaian yang dikenakan oleh Mischa.
" Kamu kok pakai baju kerja?
"Kan benar saja bos mengomentari pakaiannya.
"Saya tidak punya baju, untuk jalan-jalan Bos. ucap Mischa jujur
Gavin menghela nafas panjang. Tidak bisa merasa kesal, karena tahu kondisi finansial karyawannya itu. Dia kemudian melihat waktu di jam tangan.
Masih ada setengah jam lagi, sebelum film mulai kita cari baju untuk kamu dulu.
Gavin melewati Mischa begitu saja tanpa mendengar responnya. lagi-lagi bos harus mengeluarkan uang untuk membelikannya pakaian. Dia benar-benar merasa tidak enak.
"Jangan yang mahal-mahal Bos.
"Mischa, kamu tahu berapa uang yang dihabiskan Mama saya untuk membeli sebuah baju?" tanya Gavin seraya mencari toko baju wanita.
Miska menggeleng. " Tidak tahu Bos."
"Paling murah 10 juta."
Mischa tak bisa menahan ekspresi terkejut. wajahnya terlihat sangat konyol sekarang.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"