Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 66. RESTU IBU_ YOU & ME


__ADS_3

"Ini adalah liburan terbaik seumur hidup kuya,"ucap Gavin di tengah deru hujan.


"Betul, Kuya. Anggap aja liburan, biar nggak stres-stress banget sama hasilnya nanti."


"Bukan stress, tapi galau."Gavin membenarkan.


Mischa tertawa. "jujur, kuya, istilah galau itu nggak cocok banget buat orang kaya Kuya."


"Kuya ini manusia,loh..."bisa ngerasa galau juga,"protes Gavin.


Mischa tidak lagi menjawab, hanya tertawa jadikan saja.


Bu gupita menyambut kedua muda-mudi yang sedang jatuh cinta itu dengan dua buah handuk. Sudah menduga kalau mereka akan kehujanan dalam perjalanan pulang. untungnya Gavin membawa beberapa baju ganti saat menjemput Mischa. setelah mengeringkan diri, keduanya duduk sambil menikmati teh hangat dan pisang goreng yang baru saja digoreng.


"Ini pisangnya diambil dari halaman belakang."Mischa memberitahu.


"Oh, ya? memang enak, sih." sahut Gavin.


Tak lama kemudian, Pak Komo bergabung dengan mereka. Ibu gupita memilih untuk beristirahat di dalam kamar. Ia tidak sanggup Duduk terlalu lama.


"Nak Gavin kapan balik ke Manila?"tanya Pak Komo.


"Besok, Pak. penerbangan sore,"jawab Gavin


"Kalau Mischa nggak ikut balik bagaimana?" tanya Pak Komo lagi.


"Ya, nggak gimana-gimana, Pak. paling tiketnya hangus,"jawab Gavin santai.


Gavin dan Mischa benar-benar sudah sepakat untuk tidak merebutkan ataupun mengambil hati penolakan yang mereka terima.


"Dengan bakat seperti ini, Mischa bisa kerja di manapun Pak. nanti saya bikin portofolio yang bagus, supaya di mana aja melamar, dia akan diperhitungkan,"lanjut Gavin.


Pak Komo terdiam. belakangan ini dia sudah mampu menilai ketulusan Gavin pada putrinya. Namun, dia tidak menyangka kalau Gavin akan menjawab seperti itu.


"Besok aku ikut antar kuliah ke bandara ya,"pinta Mischa. Ada semberut kesedihan di dalam matanya.


Gavin diam. Meski telah berusaha mencoba ikhlas, tetapi tampaknya tidak semudah itu dilakukan. Mereka memang masih bisa saling berhubungan sebagai teman. Namun, sampai kapan? sampai keduanya sama-sama sudah mendapatkan pengganti?


"Iya. sekarang kamu istirahat,ya. Kuya balik dulu ke rumah Om pare,"pamit Gavin. dia sudah lebih dulu pamit pada ayah dan ibu Mischa.

__ADS_1


Mischa memasuki rumah dengan langkah gontai. dia pun segera berbaring di kasur, menghindari percakapan dengan orang tuanya. Hatinya merasa lelah, Dia sedang tidak ingin di sedang lagi hari ini. Dia ingin tidur saja. Dan berharap, kalau semua ini hanyalah mimpi. Dia ingin terbangun di kota Manila dan kembali bekerja seperti biasa.


"Nak...."Panggil Pak Komo seraya mengetuk pintu.


Mischa yang hampir terlelap kembali tersadar. Dengan malas, dia pun bangkit dan membuka pintu.


"Ada apa, Pak?" Mischa pengen tidur."


"gak bisa ngobrol dulu sebentar?" tanya Pak Komo.


percuma juga ngobrol, pasti yang dibahas hal yang sama lagi. Jujur Mischa sudah bosan. sudah tahu kemana arah pembicaraan ini.


"Besok saja ya, pak. Mischa beneran capek, ngantuk,"minta Mischa sambil bersungut-sungut. Persis seperti dirinya di masa kecil dulu.


"Maksud bapak, mau ngobrol sambil bantu kamu kemas-kemas. Besok, kamu harus ikut balik ke kota Manila. Nanti tiketnya hangus, loh."


mata Mischa membelalak. rasa kantuk telah hinggap Dari Dirinya.


"Maksud bapak?


"Maksud bapak, kamu boleh nikah sama Gavin." Ucap pak Komo kepada Mischa membuat Mischa terhenyak.


****


"Nak, mau Ibu bawain bahan makanan dari sini? kamu di Manila nggak pernah masak ya?" tanya Bu Vita yang sedang duduk di atas kursi goyang.


" Di kost Mischa nggak ada dapur, Bu.


makanya nggak pernah masak,"jawab Mischa. Dia kemudian teringat sesuatu. "Sebenarnya Kuya Gavin udah pernah nyuruh Mischa tinggal di salah satu apartemennya. tapi Mischa menolak."


"Kenapa Nak?"tanya Pak Komo bingung.


"Kuya Gavin sudah baik banget sama Mischa Pak. baju ini saja Kuya Gavin yang beliin,"tunjuk Mischa pada pakaian yang dikenakannya."Mischa segan."


Pak Komo tersenyum. Nilai-nilai moral yang ditanamkan sejak kecil telah membentuk niska menjadi pribadi yang berprinsip baik seperti ini.


"Jadi nak Gavin beneran nggak kasih kamu kerja lagi kalau udah nikah? tanya ibu gupita.


"Katanya sih gitu paling bisa bantu-bantu soal ide saja. nggak kerja ke kantor,"jawab Mischa.

__ADS_1


"Nanti kalau orang tua nak Gavin ke sini, ibu harus masak apa ya, nak?"tanya ibu gupita. bingung harus masak apa nantinya.


Mischa tampak berpikir. "masa kayak biasa saja Bu. Ibu kan, sakit juga. jadi nggak usah repot-repot banget."


"Tapi, orang tuanya nak Gavin apa mau makan masakan kampung? Pak Komo pun ikut.


"Betul juga. Mischa memahami kekhawatiran kedua orang tuanya. Pasti tidak mudah bagi mereka untuk mengambil keputusan besar ini.


"Papanya aku ya Gavin itu baik banget, pak. persis kayak Kuya Gavin. yang agak susah Itu mamanya,"ucap Mischa jujur.


"Berarti kamu tinggal nunggu restu dari mamanya aja Nak? tanya ibu gupita.


"Betul Bu!" Mischa mengiyakan.


"Ya sudah. Bapak sama Ibu cuman bisa doain yang terbaik buat kamu. Pokoknya kalau ada apa-apa kamu harus balik ke sini ya nak. Jangan memaksakan diri tetap di kota."Pak Komo memberi nasehat kepada Mischa.


Mischa memeluk ayahnya dengan erat. Pak Komo pun membalas pelukan sama eratnya. Bu Bu pita menghampiri dan mereka bertiga saling berpelukan. Air mata bahagia tumpah, melepas anak tercinta untuk bersanding dengan cinta barunya.


Ini adalah awal dari kehidupan percintaan Gavin dan Mischa yang panjang.


****


Gavin mencium tangan Pak Komo, lalu tangan Bu gupita. senyuman tak henti-hentinya tersungging di wajah yang tampan. setelah beberapa hari hanya memakai kaos oblong dan celana olahraga, kali ini dia kembali ke setelan aslinya. Kaus bagus jeans dan jas.


"Pak, Bu, Terima kasih banyak sudah mau percaya sama Gavin. Gavin janji akan melakukan yang terbaik untuk membahagiakan anak bapak dan ibu."


Pak Komo mengangguk." kalaupun suatu hari nanti ada apa-apa, tolong pulangkan Miska kemari baik-baik, iya nak Gavin."


"Tentu, pak! tapi mudah-mudahan nggak terjadi,"dua Gavin.


"Ya sudah, hati-hati di jalan ya. Mischa, Gavin. Semoga semua urusan berjalan dengan lancar,"doa Ibu gupita.


"iya, Bu. secepatnya Gavin akan bawa orang tua Gavin ke sini,"janji Gavin


Mischa dan Gavin pun berpamitan pada Pak Komo dan ibu gupita. Daniel sudah selesai memasukkan barang ke dalam mobil. Mobil mewah itu pun meninggalkan pekarangan rumah sederhana Mischa dengan orang tuanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2