
Mischa menepati janji dengan datang lebih pagi membantu Matteo. Dia pun segera naik dan berniat untuk mendatangi ruangan Matteo. Ketika melihat tiga orang yang meletakkan berkas di atas mejanya.
"Ate....Ate.... ngapain ya, di meja Aku?" tanya Mischa penasaran.
Ketiga wanita tersebut tampak kaget. Sebab, selama ini tidak pernah ada yang mendapati mereka melakukan hal ini.
"loh, Mischa udah datang? tanya Siska salah tingkah.
"Kok, pada letak berkas di tempat aku, ya? tanya Mischa lagi.
Siska menatap kedua temannya.
salah satu temannya pun menjawab pertanyaan Mischa.
"Emang kenapa? kalau nggak senang dapat kerjaan tambahan mending berhenti saja. Sudah syukur kamu dikasih kesempatan sama bos buat bisa kerja di sini. Kamu seharusnya Sudah dipecat dari kemarin."
"Tau,nih. karyawan baru tahu diri dong. bantuin kerjaan senior-seniornya." sambung teman yang satunya.
"Jadi, selama ini kerjaan aku banyak karena Ate ( mbak) yang nambahin?" Mischa belum percaya begitu saja.
"Aduh... katanya lulusan RTU. Tapi kok lambat banget sih? masak gitu aja nggak paham!" Siska setengah membentak.
Mischa hanya bisa terdiam. Tidak berani melawan sama sekali.
"Awas ya, kalau kamu mengadu sama bos atau Pak Matteo soal ini. Ngak bakalan pernah teman kamu kerja di sini. Bakalan kita buat kamu risih sampai berhenti. Paham?" ancam Siska dan kedua temannya.
__ADS_1
Mischa menahan tangis. Dia benar-benar tidak bisa membantah. Akhirnya, Dia hanya bisa menuruti kata-kata seniornya.
"Baik Ate!"
"Hello, Om, Tante." sapa Larissa dari depan pintu.
"Eh kamu Larissa, sini masuk!" Panggil Nyonya Aurora yang tampak begitu senang. melihat kehadiran Larissa di sana.
Larissa memasuki kamar pribadi Tuan Carlos Antonio dan nyonya Aurora sambil membawa buah di tangannya.
"Ini om, Arisa bawain gua sama beberapa vitamin yang bagus untuk tubuh. kemarin lari sananya resepnya langsung kepada dokter. jadi sekalian saja Larissa beliin.
"Wah, baik banget kamu pelarisan perhatian banget, deh." Puji Nyonya Aurora yang kemudian tersenyum senang.
"Iya, Om sama-sama. semoga cepat pulih dan bisa segera beraktivitas lagi." sahut Larissa.
"Aduh, sempurna banget sih calon pembantu tante."
Andai Davin tidak pandai menahan ekspresi mungkin matanya sudah terbeliak sejak tadi. calon mantu?
"Tante Jangan ngomong gitu dong. Larissa kan jadi malu di depan Om dan Gavin." ucap Larissa malu-malu.
Tuan Carlos Antonio tertawa. Kelakuan pelarisan benar-benar menghibur dirinya. pria itu kemudian melirik pada Gavin yang seperti tidak terlibat dalam pembicaraan.
"Gavin, sini dong! Kok jauh banget duduknya di situ. Sini duduk di sebelah Larissa." Panggil Nyonya Aurora.
__ADS_1
tak ada yang bisa dilakukan selain menurut. dia pun berdiri dari duduknya di ujung ruangan lalu bergabung dengan yang lain.
"Waduh, serasi banget kalian berdua. benarkan sayang? tanya Nyonya Aurora kepada Tuan Carlos Antonio.
"Iya, serasi kayak kuda jadi pasangan suami istri." kuda Tuan Charles Antonio membuat wajah Clarissa semakin memerah.
Gavin hanya tersenyum tipis sebagai formalitas. Lagi-lagi Tuan karena bius menyadari sikap dengan anaknya.
"Sayang, ajak Larissa minum teh ya. Aku mau bahas kerjaan sebentar dengan Gavin. " ucapkan Carlos Antonio kepada Nyonya Aurora.
"Oh oke sayang, Ayo Larissa kita minum teh. Sambil tante kasih lihat koleksi barang-barang dan perhiasan tante. Ajak Nyonya Aurora seraya menggenggam tangan Larissa.
"Larissa permisi dulu ya Om. Aku keluar dulu Vin." pamit Larissa.
"Hmmm." balas Gavin dengan malas
Gavin benar-benar mengira Tuan Carlos Antonio akan membahas tentang pekerjaan sehingga merasa terkejut saat mendengar pertanyaan dari ayahnya itu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)
__ADS_1