Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 139. MISCHA KRITIS _ YOU & ME


__ADS_3

Tuan Carlos Antonio menutup telepon. dengan wajah horor Kasih memandangnya dengan panik. "Ada apa Kuya? Gavin bilang apa?


Kata salah satu asisten rumah tangga Nemu Mischa di bawah tangga. Entah jatuh atau pingsan. Sekarang lagi kritis di rumah sakit." jawab Tuan Carlos Antonio dengan suara hampir tak terdengar.


Kasih terkejut bukan main.


Tuan Carlos Antonio berdiri tergopoh mencoba Tetap tenang karena harus menyetir dengan hati-hati ke rumah sakit.


"Kamu ikut?" tanya Tuan Carlos Antonio seakan lupa ada Kasih di sana.


"Kita nggak bisa pergi bareng Kuya, nanti ada yang curiga. Aku bakalan nyusul Kuya. Kuya duluan aja." jawab kasih.


"Okey, Tuan Carlos Antonio setuju dan segera beranjak ke rumah sakit.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Gavin juga tak bisa bicara banyak. Karena terus menangis persis seperti dirinya saat Kasih kecelakaan dulu. Tuan Carlos Antonio mengusap wajah dengan gusar.


"Pak Komo dan ibu Gupita juga telah dikabari dan sedang bersiap untuk berangkat dari Antipolo. Tuan Antonio dan istrinya turut hadir merasakan kekhawatiran yang sama dengan Gavin. Nyonya Aurora menggigit kuku dengan panik.


Tuan Carlos Antonio berlari sejak turun dari mobil sampai ke IGD. Dia pun menemukan semua orang sedang menunggu dengan cemas, belum sempat dia bertanya kejadian yang lebih jelas. Seorang dokter keluar dari ruangan.


"Bapak suaminya?" Tanya Dokter pada Gavin


"Betul Dok, bagaimana ya, Dok?" tanya Gavin


"Mohon maaf Pak, bayinya sudah meninggal di dalam. Jadi harus segera kami keluarkan. saat ini cuman itu yang bisa saya sampaikan mohon menunggu dengan sabar."


"Dokter kembali masuk dan Gavin pun limbung.


"Gavin seru Tuan Antonio. Dan Tuan Carlos Antonio yang segera menangkap tubuh Gavin dan mendudukkannya di kursi.


Nyonya Aurora menutup mulut tangannya bergetar. Suara tangis Gavin kembali pecah dan mengisi ruangan yang sudah tampak sibuk sejak tadi.


"Sabar Gavin, kamu harus tegar. Nanti nggak boleh nangis kayak gini di depan Mischa ya, kamu harus hibur dia." pesan Nyonya Antonio.


Gavin mengangguk dan mencoba untuk tenang. Sekarang yang perlu dilakukan berdoa agar mischa baik-baik saja dan melewati masa kritis.


"Gimana ceritanya Gavin?" tanya Tuan Carlos Antonio. Gavin telah mampu menguasai diri.


"Tadi Gavin ditelepon sama Bibi. Dia lihat Micha berbaring di bawah tangga udah berdarah nggak tahu gimana kejadian awalnya Kenapa bisa begitu." jawab Gavin dengan hati berdenyut dan dia nggak tahu udah berapa lama bisa berada di posisi itu.


Tuan Carlos Antonio menghembuskan nafas panjang. Ternyata asisten rumah tangga yang menemukan Mischa pun tak tahu apa yang terjadi pada menantunya itu.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu, dokter Kembali keluar membuat semua orang menanti dengan cemas informasi yang akan disampaikan.


"Bu Mischa kehilangan banyak darah Pak. beliau butuh transfusi segera. Masalahnya stok golongan darahnya sedang kosong. kalau hubungi penyedia golongan darah yang sama tidak terkejar, dan nyawanya tidak tertolong. Harus ada yang mendonorkan darah saat ini." ucap dokter


"Golongan darahnya apa dokter?" tanya Gavin cepat.


"A, positif." jawab dokter


Semua orang saling pandang. Hampir semua ada di sana golongan darah O, kemudian seseorang pun mengajukan diri.


"Saya saja Dok, golongan darah saya A, positif."


Semua mata kini tertuju pada Aurora.


"Baik bu, silakan ikut perawat untuk cek darah dan proses transfusi." ucap dokter.


Nyonya Aurora mengangguk selalu mengikuti Seorang perawat yang berjalan dengan cepat.


"Ya ampun Untung saja." ucap Tuan Carlos.


"Akan tetapi masa-masa kritis masih belum terlewat. Mereka masih harus menunggu proses transfusi darah dilakukan.


"Nyonya Aurora kini berbaring di samping Mischa dengan ranjang terpisah. Dia menatap wajah pucat menantunya.


"Bayinya sudah berhasil kami keluarkan bu, tapi sepertinya yang Ibu lihat. Bu Mischa mengalami pendarahan hebat." jelas dokter.


Nyonya Aurora menghela nafas mencoba untuk tenang. Kepalanya mulai pusing karena ternyata cukup banyak darah yang harus ditransfusikan.


Setelah ini, Ibu jangan bangun dulu, ya. tetap berbaring. Kami akan memberikan beberapa makanan dan minuman yang harus Ibu konsumsi, setelah transfusi supaya kondisi Ibu cepat pulih." ucap perawat memberitahu.


"Baik suster, Nyonya Aurora mengiyakan.


"Dokter kembali dari ruangan.


"Baik pak bu, bu Mischa sudah bisa pindah ke ruangan rawat. kita doakan supaya masa kritisnya cepat berlalu. Juga ada hal yang perlu saya sampaikan sebentar lagi. Mohon menunggu sambil menemani Bu Mischa di ruangan. Permisi!


Dokter berlalu setelah mengatakan hal tersebut. Tak lama kemudian Mischa dibawa keluar dari IGD untuk dipindahkan ke ruang rawat. Semua orang mengikuti. Meski Belum sadar, dan tak tahu bagaimana kondisi Mischa Gavin tetap mencoba bersikap tegar. sebab Mischa bisa bangun kapan saja dan dia tidak ingin terlihat lemah di depan istrinya.


"Ibu coba berdiri pelan-pelan, ya." ucap perawat.


"Sini Kuya bantu." ucap Tuan Carlos Antonio yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


"Oh iya, Aku ya nggak apa-apa sus. Biar suami saya yang bantu." ucap Nyonya Aurora.


"Baik Bu, kalau ada apa-apa silakan segera hubungi perawat ya, Bu." pesan perawat itu


"Baik sus."


"Pusing gak?" tanya Tuan Carlos Antonio


"Sudah enggak Kuya, kayaknya udah balik normal." jawab Aurora.


"Ya sudah, sekarang kita temui dokter. Katanya ada yang perlu disampaikan." ajak Tuan Carlos Antonio


"Iya Kuya,"


Kasih berjalan pelan dan mengintip dari ujung koridor. Dia mengenakan games longgar dengan sebuah selendang menutupi kepala. tak lupa juga masker yang menutupi wajah.


"Ada Papa sama Mama juga, aku harus hati-hati nih."


Kasih kemudian melihat Gavin, Tuan Carlos Antonio, dan nyonya Aurora berjalan bertiga. Dia segera menyingkir agar tak terlihat namun dia penasaran ke mana mereka ingin pergi.


"Silakan duduk pak, bu."


"Gavin, Tuan Carlos Antonio, dan nyonya Aurora menurut dan duduk di hadapan dokter ekspresi yang ditampilkan di wajah dokter menandakan bahwa yang akan disampaikan bukanlah berita baik.


"Dengan menyesal, saya harus menyampaikan ini. Sepertinya istri bapak sudah lama pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit. Rahimnya luka parah pak, istri Bapak harus istirahat total sampai benar-benar pulih. Bapak tidak boleh mencampur istri karena Bu Mischa tidak boleh hamil sampai jangka waktu tertentu.


Bahkan ke mana-mana Bu Mischa harus pakai kursi roda, supaya tidak terlalu banyak tekanan. Jalan kaki Dari ranjang ke kamar mandi boleh, tapi selebihnya harus menggunakan kursi roda. Siapkan kamar di lantai bawah, karena Bu Mischa tidak boleh menaiki tangga.


"Sampai kapan dok?" tanya Gavin


"Mohon maaf Pak, saya belum dapat memastikan Bu Mischa harus kontrol setiap tiga Minggu sekali sampai saat itu, mohon ikuti arahan dari saya." jawab dokter.


Gavin merasa dunianya benar-benar runtuh. Tidak ada satupun kalimat yang diucapkan dokter merupakan hal baik.


Keluar dari ruangan dokter, Gavin terduduk di lantai sambil menangis parah. Tuan Carlos Antonio memeluk Sang putra, mencoba menguatkannya. Kasih memandangi dari kejauhan. Penasaran Apa yang sebenarnya terjadi. Rasa penasaran yang bercampur dengan khawatir. Akan tetapi Aurora justru diam-diam tersenyum Mendengar hal itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2