
"CEO Bima digital marketing yang baru." jawab Gavin singkat.
"Oh, Matteo mengangguk paham. Emang kedengarannya dari sini? Kenapa nggak ke sana aja?
Gavin menggeleng, dia khawatir akan disangka penguntit. Apalagi dia baru saja mengenal wanita itu.
Tak hanya di tempat acara. sesampainya di rumah pun, Gavin lebih banyak diam dan melamun. padahal Mischa sedang mengajaknya bicara, tetapi tak satupun yang masuk ke dalam telinganya.
"Kuya...."tegur Mischa.
Gavin masih bergeming.
"Kuya!"Panggil Mischa dengan suara agak meninggi.
"Hah? ya? Ada apa sayang?"barulah Gavin merespon.
Mischa menghilang nafas. "Kuya dengerin nggak, dari tadi aku ngomong?"
Gavin merasa bodoh. Tadi pun Matteo menanyakan hal yang sama dengannya. Namun, kali ini Gavin mengakui kalau dia memang tak menyimak.
"Kuya capek? atau banyak pikiran? kayaknya Sejak pulang dari acara tadi Kuya diam saja,"ucap Mischa kepada Gavin.
"Iya, ya."Gavin mengakui.
"Kuya nggak enak badan?"tanya miscall lagi Seraya menyentuh kening Gavin.
"Kuya Nggak apa-apa kok, Sayang."
Mischa memadamkan televisi yang mengoceh sendirian sejak tadi.
"Sekarang ku ya tidur, ya. mungkin kelelahan."
Gavin menurut. Dia pun berjalan menuju ranjang dan berbaring. Mischa ikut berbaring lalu menyelimuti suaminya.
"Oh ya tadi ketemu sama Bu Kasih,"ucap Gavin tiba-tiba, padahal mischa baru saja memadamkan lampu.
"Oh, ya? terus ngobrol nggak?"
"Ngobrol banyak."
"Kenapa jawabannya sambil murung begitu?"tanya Mischa heran.
"Iya, kan? Matteo juga tadi bilang begitu. Kuya sendiri juga nggak tahu kenapa merasa sedih. padahal ngobrol sama Bu Kasih sangat menyenangkan."
"Mungkin kuya cuman kecapean saja. Apalagi besok udah mulai sibuk lagi ngurusin ulang tahun perusahaan, kan?"Mischa mengingatkan.
"Iya. Kamu besok ikut bantuin kuya, ya."
__ADS_1
Mischa mengangguk. "Iya, Kuya. ya Sudah sekarang tidur ya."
Gavin pun menurut dengan memejam. Betul saja, Tak lama kemudian dia pun telah terlelap.
Akan tetapi, kelelahan tak bisa hilang begitu saja meski sudah beristirahat. acara-acara penting diadakan dalam waktu berdekatan sejak resepsi pernikahan, membuat Gavin benar-benar kehabisan tenaga.
Sejak pagi, Gavin dan Mischa sibuk duduk di kantor dan keluar beberapa kali untuk mengecek banyak hal. Gavin memang bukan tipe pimpinan yang bisa duduk tenang sementara para karyawan sibuk bekerja. dia sama seperti Tuan Carlos Antonio, selalu ingin ikut andil dalam kegiatan apapun.
"Daftar undangan udah selesai, Kuya. metode pengiriman undangannya juga udah ditentukan. Tinggal kita sampaikan saja."Mischa memberitahu.
"Okey. soal tempat, dekorasi, makanan juga sudah disiapkan semua."sambung Gavin.
pria itu pun menutup file laporan sambil memijat pelan area hidung dan mata. Mischa mendekat untuk memberikan pijatan di bahu sang suami.
"Duh, enak banget!"seru Gavin.
Setelah merasa otot-ototnya rileks, pikiran liar pun mulai meraba benaknya. Dengan cepat dia memutar kursi, membuat Mischa terkunjung dan jatuh di atas pangkuannya.
"Kuya, ini di kantor loh,"bisik Mischa panik.
"kita, kan sudah pernah begituan di sini. Di kursi ini ingatkan?"goda Gavin dengan seringai nakal.
"Iya, Tapi waktu itu kan semua karyawan sudah pulang. ini masih pada rame loh, Kuya."
Mischa mencoba untuk bangkit, tetapi percuma karena tenaganya kalah kuat dibandingkan dengan Gavin.
"Sssst....! nanti ada yang dengar. Makanya pelan-pelan aja. Lagian, Kan tiap ada yang mau masuk bakalan ketuk pintu dulu.
"Ah!"
sebuah de$@han lolos begitu saja dari mulut Mischa meski dirinya sudah berusaha untuk menahannya.
Untung saja semua sudah selesai ketika pintu ruangan diketuk dan Mischa melompat turun untuk merapikan pakaiannya. Dia pun berlari cepat menuju toilet dan mengunci dirinya di sana. Membuat Gavin tergelak melihat kelakuannya.
"Masuk!"
Gavin bersikap santai seakan-akan barusan tidak terjadi apa-apa.
"Bos, Saya mau memastikan Apakah daftar undangan sudah oke atau masih ada yang perlu ditambah. Mau saya sampaikan mulai hari ini,"ucap Kayla.
"Sudah kok Kayla. sudah oke,"jawab Gavin. tapi kamu kan bisa bertanya soal itu melalui telepon. Kenapa harus masuk ke sini?"
"Saya sudah telepon tiga kali bos. Tapi, Bos tidak angkat."
Gavin terkejut. Dia tidak mendengarnya atau sengaja mengabaikannya karena sedang asyik? dia pun benar-benar tak ingat.
"Oh, mungkin tadi saya terlalu fokus."
__ADS_1
Ya, fokus bercinta maksudnya.
"Tidak apa, bos. kalau begitu saya permisi dulu."pamit Kayla.
Gavin menghela nafas lega, kemudian menertawakan tingkah konyolnya. bisa-bisanya dia tidak mendengar suara diringan telepon Yang nyaring itu.
Sementara itu, kasih baru saja menyelesaikan pekerjaan saat sebuah pesan masuk ke surel. dia kembali duduk setelah mengenakan jaket mantel panjang modisnya.
"Undangan?"gumamnya dalam hati.
netranya membulat saat membaca siapa pengirim undangan tersebut.
Pimpinan ALC, Gavin Carlos Antonio.
Kasih menutup mulut sangking terkejutnya. Dia membaca isi undangan dan semakin terkejut karena itu adalah acara ulang tahun perusahaan NINE MEDIA COPERATION GROUP. Jantungnya berdegup kencang tak karuan.
"Bisa-bisa sakit jantung aku kalau begini terus."
Kasih pulang dengan gelisah. Dia bahkan belum menjawab pertanyaan fitricia apakah akan menghadiri undangan tersebut atau tidak.
"Kupikir ulang tahun perusahaan milik Gavin. tahunya perusahaan induk. Itu kan, punya Kuya Carlos Antonio."
Kasih berjalan mondar-mandir di apartemennya. Sejak dulu, dia selalu membaca semua artikel tentang NINE MEDIA COPERATION GROUP. Dia bisa pergi jauh, tetapi tak akan mungkin bisa lupa.
"Kalau aku datang, di sana pasti bakalan ada Kuya Carlos."
kasih menggeram frustasi.
Akan tetapi, di hari H, dia berpakaian dengan elegan Seraya menyetir menuju tempat acara.
"Aku pasti sudah. Sudah gila!"rutuknya Kediri sendiri.
Tempat parkir mulai penuh saat dirinya tiba. Belum lagi waktu yang dihabiskannya untuk berpikir di dalam mobil.
Kasih menghela nafas panjang.
"Ngak, aku nggak boleh muncul di acara itu. Di sana bukan cuman ada Kuya Carlos. Pasti ada Aurora, papa dan mama juga."
Kasih tak jadi memadamkan mesin mobil. Dia kembali menginjak gas dan melajukan mobil meninggalkan parkiran.
Namun, Tak lama kemudian menginjak rem dan melihat ke tempat acara.
"Apa aku hadir saja, ya?"gumam kasih dalam hati. Ia masih tetap berdiam di dalam mobil miliknya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN