Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 14. MALU MALUIN _ YOU & ME


__ADS_3

"Kamu dekat sama Mischa kan? tanya Gavin


Ia justru bertanya.


"Oh iya bos."


"Coba kamu bawa dia belanja. Belikan beberapa setelan baju bagus, bayar pakai kartu itu. Kamu kan paham setelan yang bagus untuk wanita.


"Wah ada angin apa ini Bos, mau membelikan pakaian untuk karyawannya, apa Irma tidak salah dengar?


"Saya mau bawa dia ke Kantor pusat untuk rapat tahunan. Dia tidak mungkin datang pakai baju begitu kan?


Oh sekarang Irma paham maksudnya. Namun tetap saja kerasukan jin Apa bosnya ini?


"Baik bos, pasti saya pilihkan yang terbaik. Bos tidak akan malu membawa Mischa sebagai sekretaris.


"Okey Irma, kalau gitu kalian sudah boleh pulang. Saya juga mau pulang."


Gavin mengambil jas dan memakainya sambil berjalan keluar ruangan kerjanya. Irma menyusul dari belakang. dan segera menghampiri Mischa dengan setengah berlari. Dia memastikan Gavin sudah menaiki lift, baru menyampaikan maksudnya.


"Mischa...., Bos nyuruh kita belanja pakai duit ya." bisik Irma tak ingin karyawan yang lain mendengar


Mischa mengerutkan keningnya, heran tetapi terlalu lelah untuk bertanya.


"Ayo kita segera pergi sekarang. Sebelum Bos berubah pikiran." ajak Irma yang segera mengambil tas dari mejanya.


Mischa pun menurut saja, tanpa banyak komentar


"Mau ke mana? tanya Andika


melihat Irma dan Mischa terburu-buru ingin pergi.


"Nongkrongnya Lain kali aja ya Wei, Tolong bilang sama yang lain." jawab Irma


"Oh, okey. wah Andika tampak bingung tetapi kemudian mengedipkan bahunya


Irma dan Mischa, menuruni lift lalu keluar gedung dan berbaur dengan ramainya orang yang juga baru saja pulang kerja. Mischa menurut saja dan mengikuti Irma kemanapun Wanita itu pergi.


"Aduh, aku bingung, kan emangnya kita mau ke mana Ate?


Irma menghembuskan nafas panjang sebelum menjawab. "Bos menyuruh aku cariin baju yang bagus buat kamu. Dia bahkan sampai berseru sangking bersemangatnya.

__ADS_1


"Hah...!!! Mischa tak mengerti.


"Sama Mischa, aku juga nggak mengerti. Aku juga nggak paham. Kenapa bos tiba-tiba baik begini, dia bahkan percayakan aku untuk memegang black card-nya.


Mata Mischa membulat. Bosnya punya black card. "Ya ampun ternyata dia kaya sekali."


Mischa tidak sering pergi ke mana mana. Selain karena tidak punya uang, dia juga tidak punya keperluan di sana. Maka Saat memasuki mall mewah itu, dia benar-benar terpukau. Sampai mulutnya menganga. Masuk ke beberapa cafe untuk membeli makanan Bos saja, sudah membuatnya terbengong-bengong. Apalagi masuk ke sini.


Irma menarik tangan mischa ke dekatnya.


"Heh... jangan kayak orang kampungan gitu dong. Kamu kan sudah sebulan di sini." ucap Irma. Kesadaran Mischa kembali, dan dia pun masih terpaku. Maklum Ate, baru perdana.


"Iya tahu, Tapi jangan malu-maluin okey


Mischa mengangguk paham. Okey ate.


Irma menarik tangan Mischa untuk mengikutinya. Mereka pun memasuki sebuah toko yang menjual setelan kantor dimana yang akan sesuai dengan selera bosnya. seorang karyawan toko kemudian menghampiri mereka.


Ada Yang bisa saya bantu?


Ini Ate, Tolong cariin setelan yang bagus untuk teman saya ini pilih sekitar 3 sampai 5 setelan." jawab Irma.


Banyak banget Ate,sela Mischa


baik Ate sebentar saya bantu pilihkan silakan!


Mischa pun masuk ke ruang pas. Dan karyawan toko membawakan beberapa setelan untuk dicoba olehnya. Semuanya bagus-bagus. Tetapi dia tidak percaya diri memakainya.


Rasanya Mischa seperti melihat orang lain. Irma mengetuk pintu."Mischa Aku pengen lihat dong.


"Ngak usah deh Ate, aku malu. jawab Miska tanpa membuka pintu


"loh kenapa malu?"


sepertinya aku tidak pantas memakai pakaian seperti ini.


Mischa kemudian Melihat lebel berharga dari semua setelan tersebut, dia terkejut Bukan main. Saat melihat banyaknya angka no di sana. 2 juta?


Tidak ada yang murah harganya. Berkisar dua juta sampai delapan juta per setelan. Mischa sampai terduduk. Sangking terkejut Siapa pula yang mau membeli baju seperti ini. dia bahkan tidak pernah membeli baju


Mischa Irma kembali memanggil Miska sambil mengetuk pintu.

__ADS_1


Mau tak mau meskipun keluar dengan salah satu setelan Rahangnya, firman terasa ingin jatuh saat melihat gadis kampung yang sudah berubah menjadi gadis kotak itu.


Dia luar biasa, cantik sangat berbeda sekali dengan Mischa yang dia lihat sebelumnya.


"Beli Mischa beli."


Padahal Irma menyuruh Mischa untuk tidak membuat malu. Yang ada malah Irma yang membuat malu, mereka berdua tige. setelan dipilih dengan black card milik Gavin digesek sebagai metode pembayaran.


Mischa merasa bersalah Tetapi lebih takut menghadapi kemarahan bosnya jika tidak jadi membeli apapun


***


Hari dilaksanakan rapat tahunan pun akhirnya tiba. Gavin sudah sampai di parkiran. Tapi dia tidak langsung turun menunggu mie datang. pagi itu Dia menyuruh Mischa untuk langsung berangkat ke NINE MEDIA COPERATION GROUP tidak perlu ke ALC, terlebih dahulu.


pesan dari Mischa akhirnya masuk.


Saya sudah sampai Bos.


Gavin memadamkan mesin lalu turun dari mobil dia mengancing jasa raya berjalan mencari dia melewati seseorang yang kemudian memanggilnya.


Bos!"


Gavin berbalik Mischa tersenyum kepada bosnya. Yang tanpa dia sadari begitu terpesona melihat dirinya. Bagaikan di dalam Gavin merasa seperti ada musik yang mengiringi saat kakinya melangkah mendekati Mischa .


"Selamat pagi Bos saya tidak telat kan


Gavin kehabisan kata-kata. Bahkan hanya untuk mengatakan iya, atau tidak saja dia tidak bisa.


Bos Kenapa diam penampilanku tidak malu-maluin kan? kembali Mischa bertanya kepada Gavin. Tapi Gavin tak kunjung menjawab, sampai akhirnya Mischa melambaikan tangannya, tepat di wajah Gavin. Hingga Gavin pun tersadar akan lamunannya.


Mischa tersenyum lebar pada Gavin. Yang masih belum puas menatap perubahan seorang wanita kampungan, menjadi wanita kota. Mischa sibuk merogoh tas untuk mencari sesuatu. Gadis Itu tampak takut takut saat menyerahkan black card milik bosnya.


"Ini bos, saya kembalikan sekalian struk pembelian." ucap Mischa tergagap.


Gavin segera kembali pada kesadarannya. Dan berdehem sebelum meraih dua benda dari tangan Mischa , melihat isi struk itu, sejenak dan mengangguk. Kemudian mengambil dompet dan memasukkan black card ke dompetnya


"Ayo, nanti kita telat aja Gavin yang berjalan lebih dulu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2