Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)

Antara Kutub Utara Dan Selatan (You & Me)
BAB 83. AROMA MAKANAN _ YOU & ME


__ADS_3

"Jujur aku sama yang lain udah kangen sama kamu Mischa padahal baru Hari ini nggak masuk kerja." rengek Irma.


Mischa merasa terharu. Dia tak pernah sekalipun menyesali keputusan berangkat ke Manila. Selain diperlakukan dengan baik dan di tanya kabar adalah hal terbaik yang pernah ada di dalam hidupnya. Selama di desa ia tidak pernah mendapatkan perhatian dari teman temannya seperti yang ia rasakan di Manila.


***


Besok harinya menjelang, Gavin telah tiba di pintu apartemen untuk menjemput Mischa wajah Gadis itu terlihat kuyu, membuat Gavin cemas


"Kamu sakit?"


Akad nikah tinggal menghitung hari, dan akan kacau Jika sakit.


"Cuma nggak bisa tidur aja Kuya." jawab Mischa lemes


"loh kenapa?"


deg-degan hari H"


Gavin akhirnya tersenyum. Dia pun memberikan pelukan hangat kepada Mischa. calon istri merasakan kenyamanan dalam dekapan orang yang begitu disayanginya.


"Kuya Gavin bukan tipikal laki-laki kayak gitu. Aku percaya sama kuya Gavin." Batin Mischa


"Semoga semuanya lancar iya?" Ucap Gavin


"Iya kuya, semoga."


"Ya sudah Ayo, berangkat."


Gavin menggenggam tangan mischa dan tak mau melepaskannya Selama perjalanan. Sopir mengantarkan keberangkatan mereka menyusul Tuan Carlos Antonio dengan Nyonya Aurora yang sudah lebih dulu tiba di bandara


Banyak pasang mata memperhatikan Nyonya Aurora yang tampak begitu awet muda, Sepertinya dia perawatan seluruh tubuh dengan acara akad nikah Putra semata wayangnya. Tak sedikit orang yang berbisik-bisik mengagumi betapa cantiknya wanita yang mungkin sudah berusia kepala lima itu.


"Cantik banget tante." Puji Mischa begitu berhadapan dengan calon mertuanya. Ucapan itu meluncur begitu saja tanpa bisa ditahan, sebab Nyonya Aurora memang tampak begitu luar biasa.


Nyonya Aurora menatap Mischa dari ujung kepala hingga kaki, lalu tersenyum


kamu juga semakin hari semakin cantik. nggak nyangka juga saya.


Tuan Carlos Antonio dan Gavin saling bertatapan. Apa ini artinya perang di antara dua wanita ini, sudah berakhir dan memilih untuk berdamai?"


Penasaran Tuan Carlos Antonio pun menanyakan hal itu pada istrinya, saat sudah duduk di dalam pesawat.


"Kamu sudah terima Mischa?"


Nyonya Aurora mengangguk. aku juga nggak bisa berbuat apa-apa. kan, mereka tetap bakalan nikah.


Tuan Carlos Antonio tersenyum sumringah. semoga saja istrinya benar-benar sudah menerima Mischa dengan tulus masuk ke keluarga. Dia tidak ingin ada pertengkaran di dalam rumah setiap hari.


Mischa tertidur di pesawat. Dia nyaris tidak terpejam semalam. Kepala Gadis itu bersandar di pundak Gavin dan dengkuran halus terdengar, membuatnya tertawa pelan


Pramugari mulai berkeliling memberikan makanan. Sepertinya makanan Mischa akan mendingin karena tak langsung disantap.


Namun, Gavin juga tidak tega membangunkan gadis yang sedang terlelap itu.

__ADS_1


Akan tetapi lima belas menit kemudian, Mischa terbangun.


"Kayak ada bawa makanan." katanya.


Gavin tertawa hingga bahunya berguncang dia mencoba menahannya, agar tidak mengganggu penumpang yang lain.


"Astaga, kamu tidur gitu lelapnya kebangun karena nyium bau makanan?" tanya Gavin tak percaya


"Aku lapar Kuya." jawab Mischa.


"Tadi kan, ke bandara udah makan roti!"


"Itu mah, bukan makan cuman ganjal doang."


"Astaga." seru Gavin.


"Kuya orang Asia itu, kalau makan, ya makan nasi. Roti itu, cuman cemilan.


Gavin menepuk jidat. "Terus nanti kalau sarapan di rumah gimana?


"Emang kenapa?" tanya Mischa dengan mulut penuh nasi.


"Di rumah disiapkan sarapannya cuman roti." jawab Gavin


Mischa melongok. Serius Kuya?


"Iya, Terus bagaimana?nunggu makan siang baru ada nasi


bukannya kamu udah biasa makan sehari cuma sekali? Gavin mengingatkan.


"Iya Makanya lebih baik nggak usah sarapan sama sekali, kalau udah makan roti asam lambung naik. Terus harus diisi nasi." jelas Mischa


"Hah? Gavin benar-benar heran


"Kamu ini manusia spesies apa sih?"


Mischa tertawa. Emang gitu kuya, aku nggak bisa makan yang manis atau sejenisnya Kalau belum makan nasi.


"Kamu ada penyakit asam lambung?" tanya Gavin khawatir


Mischa menggeleng, lalu menjawab. "Nggak ada, tapi ya gitu isian pertama ke perut itu, harus nasi."


Gavin tertawa Sampai geleng-geleng. benar-benar heran dengan kebiasaan calon istrinya.


"Ya udah, kalau gitu nanti Kuya bilang sama kepala asisten rumah tangga untuk masakin kamu nasi goreng buat sarapan pagi.


Mischa tersenyum girang. lalu memeluk lengan Gavin. " calon suami aku memang terbaik.


penerbangan menuju Antipolo berjalan lancar. Pesawat mendarat dengan sempurna dan semua penumpang turun dengan tertib. dua asisten Tuan Carlos Antonio dengan sigap mengambil seluruh barang dari bagasi. Nyonya Aurora jalan santai, tanpa beban sama sekali. Di belakang ada dua pria yang repot mengurus begitu banyak nya barang.


"Kita kan di kampung nggak lama Kuya?" kenapa Tante bawa barang banyak banget?" tanya Mischa


"Memang begitu, entar pulang kopernya pasti nambah lagi." jawab Gavin

__ADS_1


"Loh kenapa?"


"Isiannya belanjaan. Mama bawa baju banyak tapi di tujuan beli baju juga, jadinya ya gitu bawa banyak doang. Tapi nggak terpakai semua."


Entahlah berapa kali dijelaskan pada Mischa tidak paham dengan cara hidup orang kaya. berbeda dengan dirinya saat mengemas barang. Kemudian menghitung jumlah pakaian dipakai selama beberapa hari, paling hanya melebihkan satu atau dua potong saja. tidak sebanyak itu.


Justru Kuya heran melihat koper kamu, Kok dikit?


Aku cuman bawa Yang perlu aja Kuya


Gavin manggut-manggut. Mereka kemudian disambut oleh Daniel yang kali ini membawa mobil Alphard, sesuai permintaan Nyonya Aurora. sedangkan kalau koper dibawa dengan mobil yang lain.


Perjalanan berapa Jam?" tanya Nyonya Aurora pada Mischa


Kurang lebih 3 jam Tante." jawab Mischa.


"Tuh kan, Kuya. Untung aku request Alphard, kalau naik mobil biasa bisa pegal-pegal badanku." ucap Nyonya Aurora kepada Tuan Carlos Antonio.


"Ya sudah Ayo naik aja." ucap Tuan Carlos Antonio.


Mischa kembali melanjutkan tidur di perjalanan Gavin pun memilih menyusul Miska ke alam mimpi. Nyonya Aurora masih berusaha untuk tidak tidur, takut riasan atau rambutnya akan rusak


"Ini hotel tempat Tuan sama Nyonya menginap." ucap Daniel Seraya menunjukkan ke sebuah bangunan setelah perjalanan selama satu setengah jam.


Nyonya Aurora memperhatikan dengan seksama nggak mewah ya, tapi boleh ya."


"Ini hotel paling bagus di sini ya?"


"Ya sudah nggak apa-apa."


Nyonya Aurora mulai gelisah, karena takutnya sampai di tujuan, apalagi Saat memasuki daerah persawahan sejauh mata memandang. Dia sampai mengecek ponsel dan sinyal hilang timbul. Perasaannya mulai was-was membayangkan akan Seperti apa rumah calon menantunya itu.


"Kenapa kamu sesak pipis? tanya Tuan Carlos Antonio.


Nyonya Aurora menggeleng. "Jangan sampai.


maksudnya jangan sampai dia masuk ke kamar mandi di rumah itu. cukup di ruang tamu saja dan mereka akan langsung ke hotel pikirnya. Membayangkan harus buang air kecil di kamar mandi yang tidak sesuai keinginannya saja ,sudah membuatnya merinding.


Akhirnya mereka tiba di pekarangan luas, sebuah rumah. Daniel sudah hafal jalan menuju kemari, sehingga Mischa puas tidur Selama perjalanan


"Mischa bangun, udah sampai." Gavin membangunkan


Mischa membuka mata dan terlihat sekeliling, ternyata benar sudah sampai. Semuanya turun dari mobil dan menghampiri kedua Tuan rumah yang sedang duduk di teras.


Begitu sudah dekat ,Tuan Carlos Antonio menatap tak percaya pada salah seorang diantara keduanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"

__ADS_1


__ADS_2