
"Dia nggak datang kayaknya. Lagi menghadiri fashion show dimana gitu. Kalau kamu lihat Larissa itu keren, justru Riska jauh lebih keren. Kalau waktu itu Kuya lanjut dekat sama Riska, mungkin sekarang Kuya udah nikah sama dia. Tapi Jalan jodoh emang nggak pernah ada yang tahu kan?
Mischa mengangguk-angguk setuju, mulai paham bahwa alasan Gavin tidak menyukai Larissa adalah karena kesempatan untuk bersama Riska jadi hilang.
"Terus waktu dengar Riska ngomong gitu respon Kuya gimana?"
Gavin menghela nafas. "Jujur Kuya kesal banget, tapi percuma Riska juga sudah jadi milik orang lain, kan? dan Kuya juga malas ribut sama orang. Jadi lebih baik menghindar aja sebisa mungkin. Tapi kayaknya menghindari Larissa nggak segampang itu.
Karena mamaku ya, pengennya Kuya sama dia.
Gavin mengakui Larissa memang cantik, pintar, mandiri kalau Kuya bilang dia cerdik dalam mengolah warisan dari orang tuanya. sekarang di usia 27 tahun dia sudah bebas secara finansial."
"Warisan! orang tua Ate Larissa udah meninggal? tanya Mischa kaget.
"Iya, kecelakaan lalu lintas. itu juga yang bikin Mama Kuya, jodohkan Kuya ke dia. Karena kasihan Larissa sudah nggak punya siapa-siapa. Adik perempuan dan kakak laki-lakinya, juga tewas di dalam kecelakaan itu.
Dia kayaknya emang beruntung banget, pas kejadian itu, ia lebih memilih ikut kursus jahit ketimbang jalan-jalan sama keluarganya." jelas Gavin.
"Ya ampun, kasihan banget." ucap Mischa sedih
"Tapi, iya gitu, sifatnya tetap nggak berubah meskipun udah ngalamin kejadian kayak gitu, teman-teman Kuya juga banyak banget suka sama dia. Tapi dia tidak suka dari cara dia menatap teman-teman kuya aja. Kuya udah tahu.
Padahal teman-teman kuya juga kaya kaya, kan?
Ia, tapi nggak banyak yang bekerja keras. beberapa dari mereka memang cuman numpang hidup sama orang tuanya. Karena tahu harta mereka nggak akan gampang habis. Kayaknya Larissa nggak suka sama model laki-laki begitu."
"Bisa dimaklumi nggak sih Kuya, Kenapa dia begitu?"Mischa tidak ingin menuding yang tidak tidak terhadap Larissa. Mungkin memang ada alasan kenapa wanita itu bersikap demikian.
Larissa itu mau ngelakuin apa saja demi bisa dapatin apa yang dia mau. Dia bahkan sanggup menjatuhkan orang lain demi bisa sampai di posisi ini. Kuya tahu karena korbannya masih orang-orang yang Kuya kenal juga.
Larissa suka matiin usaha orang, agar usahanya bisa naik. Menurut kuya, dia terlalu ambisius. Kuya takut punya pasangan kaya begitu. Takut nggak bisa mengendalikan."
Mischa sudah paham sekarang. Ternyata memang benar ada orang-orang yang mampu melakukan hal-hal gila, demi kepentingannya sendiri. Dia kira itu hanya ada di dalam cerita novel atau sinetron saja.
"Sudah ah, jangan bahas dia terus. Yang penting, kamu sudah tahu kenapa kuya nggak mau sama dia. meski harus melawan keinginan mama Kuya."
Mischa mengangguk. " Ya sudah Kuya, Terima kasih sudah mau cerita sama aku.
Gavin tersenyum. Harusnya aku ya yang Terima kasih,karena kamu sudah mau dengar cerita Kuya."
Keduanya kemudian tertawa.
"Yuk, Kuya antar pulang. Ajak Gavin seraya mengulurkan tangan.
__ADS_1
Mischa menyambut tangan Gavin dan mereka keluar dari kantor, sambil berpegangan tangan. Hari sudah gelap, ketika mereka menembus jalanan kota Manila yang masih padat merayap.
"Kita makan dulu ya, di dekat situ ada restoran bagus." ajak Gavin
"Kuya selalu makan di restoran ya? nggak pernah di pinggir jalan?
"Nggak pernah." jawab Gavin setengah tertawa."kamu ada rekomendasi makanan pinggir jalan yang enak?"
Mischa menggeleng. "Nggak usah deh Kuya, nanti Kuya Yang merasa nggak nyaman.
Sejujurnya Memang iya, tetapi Gavin ingin mencoba hal yang baru bersama Mischa. Mungkin lain kali, tidak malam ini. Akhirnya mereka makan di sebuah restoran pilihan Gavin. Seperti biasa Mischa akan meminta menu yang sama dengan Gavin. Masih belum terbiasa memilih makanan untuk dirinya sendiri.
Setelah itu, mereka juga pergi membeli beberapa baju baru untuk Mischa. Gadis itu dengan riang menunjukkan pakaian yang dia coba ke hadapan Gavin. yang tak henti-henti memuji kecantikannya.
"Banyak banget Kuya bajunya?" tanya Miska
"Kamu kan, bakalan sering pergi sama aku. ya mulai sekarang jadi kamu pilih baju-baju bagus." jawab Gavin kamu mau ponsel baru juga, nggak?
Mischa menggeleng cepat. Jangan Kuya, ini saja sudah bisa bikin orang heran. Apalagi ponsel baru, ntar aku disangka ngepet pula.
Gavin tertawa. Bagus juga tuh, jadi kerjaan sampingan."
Mischa memukul pelan lengan Gavin, yang dengan senang hati meledeknya.
"Terima kasih ya Kuya, hati-hati di jalan." ucap Mischa dengan senyuman.
Gavin tidak menjawab.
dia justru mengecup kening Mischa sebagai ganti ucapan selamat malam.
****
Pagi-pagi sekali Larissa sudah berada di salon untuk perawatan mulai dari rambut wajah, hingga kuku. Juga dia ingin melihat Apakah pelanggan yang datang hari ini, akan lebih ramai dari sebelum-sebelumnya.
Dia ingin memastikan Apakah rencananya sudah berhasil atau belum.
"Tenang saja Miss, rencana Miss pasti berhasil kok." hibur salah satu karyawan yang sedang memijat bahu Larissa.
"Kalau berhasil, gaji kamu bulan depan aku tambah dua kali lipat." sahut Larissa.
"Duh Miss Larissa, sudah cantik dermawan pula." Puji Aira.
larissa tertawa anggun.
__ADS_1
Kamu kan, sudah kerja keras bantuin aku, cari info supplier salon di sana. Barangnya sudah kita ganti sama yang kadaluarsa. Pasti sudah mulai berefek tuh produk-produknya ke rambut dan kulit."ucap Larissa.
"Harus kerja keras dong Miss,kan kalau pelanggan Di sini rame, aku juga yang kecipratan untungnya." ucap Aira jujur
Betul, motivasi hidup ini adalah uang. Biar tetap semangat, dan mau lakuin apapun demi mendapatkannya. Larissa menyetujui.
"Selamat datang.
Larissa melihat ke pintu masuk dari pantulan kaca. Nyonya Aurora memasuki salon membuat Larissa mendadak berdiri dan menghampiri wanita elegan tersebut.
"Tante, Kok nggak ngabarin aku dulu mau datang? tanya Larissa
Nyonya Aurora tertawa ramah. Tante sudah tahu kamu pasti di sini. Kalau kamu nggak di sini, baru deh Tante telepon.
Larissa tersenyum. "Tante mau perawatan apa hari ini, aku kasih gratis."
"Eh jangan gitu, kamu memang calon mantu tante. Tapi bisnis ya tetap bisnis." tolak Nyonya Aurora halus.
"Kayaknya nggak ada deh wanita yang paling berwawasan di dunia ini selain tante." Puji larissa.
Nyonya Aurora merasa tersanjung dan tertawa malu. "Calon mantu tante pintar banget memuji."
"fakta lo tante, Ya sudah yuk masuk. Tante tinggal bilang saja, mau apa Nanti para karyawan aku yang layani." tawar Larissa.
"Guys!"
larissa memanggil karyawati beberapa orang menghadapnya
"Layani permintaan Nyonya Aurora ya, ayo langsung diantar." perintahnya. Tante, silakan ikut mereka ya, kalau ada apa-apa langsung bilang aja ke aku okey?
"Terima kasih ya Larissa, habis ini kita ngeteh bareng ya." pinta Nyonya Aurora.
"Pasti Tan, Tenang aja. Aku siapin juga brownies istimewa dari Cafe." janji Larissa
"Aduh emang sempurna calon mantu Tante. udah baik, pengertian lagi." Puji Nyonya
Aurora.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."